Ratu Buangan Jadi Kesayangan

Ratu Buangan Jadi Kesayangan
Bab 36 - Istana yang kacau


__ADS_3

Qing 'Er menaiki tubuh Yuan Shi kemudian menyiram wajah pria itu dengan rendaman air cabai yang telah ia siapkan sebelumnya, membuat Yuan Shi hilang fokus dan berhasil terkena belati milik Qing 'Er di bagian bahunya. Setelah merasakan sakit akibat tusukan belati milik Qing 'Er, Yuan Shi meringis dan membiarkan wanita itu pergi tanpa memanggil penjaga. Sebab, jika ia langsung memanggil para penjaga mungkin Qing 'Er akan langsung diberi hukuman mati karena telah mencelakai kaisar oleh para pejabat kerajaan.


Sang pengikut setianya Xiao Yan langsung menerobos masuk, kemudian melihat Yuan Shi dalam keadaan terluka. Dia memanggil tabib istana untuk langsung mengobati Yuan Shi. Sedangkan Qing 'Er berhasil kabur bersama Jenderal Ji yang telah menunggunya di belakang istana dengan sebuah kereta kuda.


Jenderal Ji menoleh ke belakang, melihat suasana istana masih tetap tenang seolah membiarkan mereka keluar dengan aman. Qing 'Er duduk di samping Ji yang sedang menarik tali kendali kereta, ia kemudian menatap pria itu dengan senyuman manis di wajahnya. "Akhirnya kita akan segera pergi dari neraka ini," kata Qing 'Er.


"Apa kamu melukai Yuan Shi?" tanya Jenderal Ji.


"Aku melukai bahunya, tidak ada pilihan lain jika dia tahu aku akan kabur malam ini dia pasti akan mencegah dan mengurungku ’kan?" Qing 'Er mendengus kasar. "Aku sudah lelah berpura-pura patuh dan selalu berada disampingnya, aku menginginkan kebebasanku bersamamu." Qing 'Er mengelus lembut lengan Ji.


"Apa kamu ingin menemui Perdana Menteri sebelum pergi?" tanya Jenderal Ji.


"Ya, setidaknya aku akan mengambil stempel milik ayah untuk berjaga-jaga dan berpamitan pada mereka." Qing 'Er merangkulkan tangannya pada Ji dan menyandarkan kepalanya di bahu pria itu.


Kaisar Yuan Shi tengah mendapat perawatan dari tabib istana setelah Xiao Yan pergi, untungnya lukanya tidak terlalu dalam sehingga akan pulih dengan cepat. Di sampingnya ada Putri Ning yang setia menemani kaisar, ia terlihat mengepalkan tangannya kecewa saat melihat sang Kakak mengalami luka karena kakak ipar yang ia percayai telah berkhianat. "Dia berjanji tidak akan berkhianat, dia sungguh pembual. Aku membencinya!"

__ADS_1


Yuan Shi tersenyum getir. "Ini bukan salahnya, akulah yang sejak awal memaksanya untuk tinggal."


"Bukankah hubungan kalian sudah membaik? Kenapa kalian malah saling menyerang seperti ini? Terlebih, kenapa kamu membiarkan pengkhianat itu kabur?" Geram Ningshuang.


"Ning, sejak awal kakak telah memaksanya menikah dengan bantuan Perdana Menteri. Kemudian, menjadikannya permaisuri semua tanpa persetujuannya dan memisahkan dia dengan kekasihnya yang tidak lain adalah sahabatku sendiri, Jenderal Ji." Yuan Shi menghela napas pelan.


"Tapi itu tidak bisa dijadikan alasan untuk dia berkhianat dan melukai dirimu! Lihat betapa kamu tulus memberikan semua ini padanya, paviliun, menghapus gelar Ratu Buangannya, membangunkannya restoran atas namanya. Dia pergi tanpa menyelesaikan rencana yang telah dia buat sendiri! Kamu bahkan menutupi pengkhianatannya hanya untuk melindunginya sekarang." Ning memalingkan wajahnya dari Yuan Shi kemudian berdiri dan meninggalkan kakaknya sendirian di kamar.


Yuan Shi terpaku menatap langit-langit kamar, seraya mendengus kasar. "Aku hanya ingin tahu kemana dia pergi, darimana dia berasal, setidaknya jika Qing 'Er hidup maka kemungkinan dia kembali lebih besar."


Tidak lama, Xiao Yan memasuki kamar kaisar dan memberi laporan bahwa Qing 'Er dan Ji pergi ke kediaman Perdana Menteri. Juga mengenai restoran yang telah rampung dan siap ditempati. "Bagaimana tentang restoran ini, kaisar? Semua warga telah menagih janji Ratu Qing yang akan menjadikan mereka pemasok di restoran."


"Maksud, Yang Mulia?" tanya Xiao Yan.


"Tunggu dia kembali, maka aku akan menyerahkan masalah ini padanya." Kata Yuan Shi sembari meraih giok yang diberikan jiwa Su Mian waktu itu.

__ADS_1


Di sisi lain, keberadaan Yun Shan masih belum diketahui oleh siapapun. Bahkan ternyata ia tidak ada di Kerajaan Beiming, seluruh prajurit di kerahkan untuk mencari pria ahli pengobatan itu. Ternyata, Yun Shan kini sedang berada di dalam hutan mencari bahan untuk membuat obat yang sedang ia pelajari. Sembari menikmati waktu santainya di dalam hutan, Yun Shan sangat bersyukur bahwa Su Mian telah membawanya ketempat dengan penuh harta karun yang ia inginkan saat ini untuk memperdalam ilmu pengobatannya.


Hari ini sudah waktunya ia menjual pil obat yang telah dibuat ke salah satu toko obat terkenal di pasar tradisional daerah Perbatasan Timur. Saat ia melangkahkan kakinya di pasar, ia langsung melihat sekumpulan orang yang sedang bergosip dengan santai dan meminum arak.


"Aku tidak percaya ratu mengkhianati kaisar!" kata salah seorang pedagang.


"Itu faktanya, bahkan dia pergi bersama jenderal kepercayaan kaisar," sahut yang lain.


"Gila, ini keterlaluan. Bahkan kudengar rakyat Yuanqing berbondong ke rumah perdana menteri untuk memberi pelajaran pada mereka!"


Yun Shan terdiam, kemudian segera menjauh darisana. Dia tidak sepenuhnya percaya dengan apa yang ia dengar, yang dia tahu jiwa yang bersemayam di tubuh Qing 'Er adalah jiwa Su Mian. Jika benar dia berkhianat dan berniat mengacaukan negeri miliknya maka Yun Shan sendiri yang akan menghadapinya, tapi dia tidak ingin langsung menerka sesuatu yang belum ia lihat pasti. Dia berencana untuk segera menemui Qing 'Er dan meminta penjelasannya.


Yun Shan dengan kain yang melilit di wajahnya kemudian segera mencari tumpangan untuk pergi mencari Qing 'Er ke Yuanqing. Sedangkan Ibu Suri yang kembali ke istana secara tiba-tiba karena masalah Qing 'Er yang kabur langsung memaksa kaisar untuk segera melepas gelar permaisuri pada wanita itu. Yuan Shi yang masih membaringkan tubuhnya di kamar tidur beberapa kali mendapat kunjungan dari beberapa selirnya.


Ibu Suri memasuki kamar kaisar dan dengan angkuhnya berdiri di depan Yuan Shi seraya mengibaskan kipas tangan yang ia pegang. "Kamu telah salah memercayai orang! Kamu bahkan berani menutupi pengkhianatannya pada Dinasti Xia, jika aku tidak memiliki mata-mata aku pasti tidak akan tahu kabar ini.

__ADS_1


Lihatlah akibatnya, sudah kupilihkan untukmu Wu Zetian sebagai pendampingmu yang setia. Kamu malah memilih monster liar yang kini menusukmu dengan terang-terangan! Segera buat dekrit kekaisaran tentang penghapusan gelar permaisurinya dan berikan hak itu pada Wu Zetian! Jika tidak, jangan harap aku akan memihak padamu dan kupastikan kekuasaanmu tidak akan berlangsung lama." Kecam Ibu Suri sembari meninggalkan kamar kaisar.


Yuan Shi hanya bisa menggeleng sembari mendengus pelan, ia segera beranjak dari tempat tidurnya kemudian memakai pakaian resminya untuk menghadiri pertemuan politik yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Jika Ibu Suri telah mengetahui masalah ini maka para pejabat pun pasti akan langsung memintanya menangkap perdana menteri dan keluarganya.


__ADS_2