Ratu Buangan Jadi Kesayangan

Ratu Buangan Jadi Kesayangan
Bab 44 - Suku Huo


__ADS_3

Nemo dan Su Mian masih menunggu keputusan sistem pusat untuk akhir nasib mereka, kini keduanya sudah terhubung dengan Qing 'Er menggunakan alat bantu kontak batin. Sehingga, Su Mian dapat mengirimkan pesan suaranya kepada Qing 'Er. Di tengah pencarian keluarga Perdana Menteri, tentu saja Su Mian banyak mengkhawatirkan hal yang mengganggu pikirannya.


Sayangnya, kini ia tidak mampu membantu lebih banyak. Jika dilihat dari sejarah yang ada, hal yang hampir sama pernah terjadi. Tidak lama kematian Qing 'Er, keluarganya pun ikut dibantai habis tak tersisa oleh Klan Wu. Su Mian semakin dibuat gila dengan segala kemungkinan yang ada, Nemo pun masih terus setia mendampingi Su Mian sembari menunggu akhir kisah mereka.


Di situasi lain, Qing 'Er dan Yuan Shi tengah berada di dalam hutan menuju penjara usang yang tidak lagi digunakan. Mereka dan rombongan Xiao terpaksa memilih jalan yang berbeda, untuk mengelabuhi musuh agar tidak mudah terkena jebakan milik Ibu Suri.


Di dalam kereta kuda milik Qing 'Er, ia masih mencoba memastikan suara yang sekonyong-konyong muncul sebelumnya. Suara Su Mian yang kini tidak dapat ia dengar lagi, suara itu sempat terdengar samar namun tidak lama menghilang. Qing 'Er menyandarkan tubuhnya ke bahu kereta. Membuka tirai penghalang dan melihat Yuan Shi mengenakan sebuah pakaian samaran serta wajah tertutup kain dengan sempurna sedang menunggangi kudanya di dampingi oleh Pangeran Beiming.


Tidak lama, Yuan Shi menghentikan perjalanan yang memang akan memakan waktu cukup lama itu. Ia menaiki kereta kuda milik Qing 'Er kemudian menawarkan wanita itu makan siang bersama. "Permaisuri, kamu tengah mengandung. Alangkah baiknya aku tetap terus mengawasi dirimu serta hal yang seharusnya kamu makan. Mari makan siang terlebih dahulu!" katanya sembari mengarahkan tangannya untuk menyambut Qing 'Er.


Qing 'Er mengangguk perlahan, ia kemudian bangkit dan meraih tangan Yuan Shi lalu turun dari kereta kudanya. Ternyata, bukan hanya mereka yang ada di sana, tapi para prajurit lain dengan pakaian yang asing sedang menunggu kedatangan permaisuri dan kaisarnya. Yuan Shi tahu rasa penasaran Qing 'Er, sehingga ia kembali menoleh ke arah wanita itu dan menjelaskannya secara singkat dan jelas.


"Mereka adalah Suku Huo, yang selalu dianggap pemberontak oleh Klan Wu." kata Yuan Shi sembari meyakinkan Qing 'Er bahwa bersama mereka adalah hal yang paling aman. "Aku sudah mengenal mereka cukup lama, mereka tidak berbahaya malahan sangat mendukung keputusanku untuk lepas dari jeratan Klan Wu dan Ibu Suri." lanjutnya.


Qing 'Er masih tertegun, ia mencoba memahami arti kata yang telah disampaikan oleh Yuan Shi. Tapi lidahnya kelu dan tidak dapat mengeluarkan satu katapun, jadi dia memutuskan untuk bersikap ramah dengan senyuman manis dan anggukan saat menerima penghormatan dari semua orang yang melihatnya.


Setelah beberapa bulan menjadi istri Yuan Shi, Qing 'Er merasa tidak mengerti apapun tentanganya. Bahkan, ia selalu menganggap pria ini sebagai musuhnya sejak awal masuk ke Istana Qianqing, dirinya merasa tidak pantas bersama Yuan Shi yang bahkan tidak bisa ia dengarkan keluh kesahnya selama ini.

__ADS_1


Bahkan, sebagai sahabat masa kecil kaisar ia masih merasa tidak pantas karena melihat perjuangan Yuan Shi seorang diri menyusun dan mencari kekuatan di belakangnya begitu sulit bahkan tidak pernah ia dan Ji pikirkan. Yang mereka pikirkan hanyalah kebahagiaan mereka, tanpa melihat bagaimana kesusahan Yuan Shi keluar dan terlepas dari pengaruh Ibu Suri.


Qing 'Er menatap Yuan Shi dengan penuh kesedihan, ia mulai merasa iba pada manusia yatim piatu yang dijadikan boneka oleh Sang Ibu Tirinya tersebut. Hidup bertahun-tahun dalam bayangan Ibu Suri pastilah sulit bagi Yuan Shi, Qing 'Er menggenggam tangan Yuan Shi erat kemudian berjalan bersama ke kerumunan orang yang sedang membakar ikan segar hasil bawaan mereka.


"Kamu tidak perlu merasa kasihan padaku," kata Yuan Shi sembari menyeringai.


"Aku hanya, merasa bersalah." jawab Qing 'Er dengan lirih.


"Kenapa harus begitu, akulah yang paling memiliki banyak kesalahan padamu. Aku berjanji, setelah anak ini lahir aku akan memberikan kebebasan serta segala hal yang kamu inginkan di dunia ini." Yuan Shi tersenyum tulus menatap Qing 'Er.


"Salam kaisar dan permaisuri, hidangan telah disajikan silahkan menikmati masakan hasil dari olahan kami." cakap salah seorang anggota Suku.


Yuan Shi tersenyum halus, ia pun berdiri dan menyusul Qing 'Er. Mereka duduk di atas batu kecil yang di sekelilingnya juga ada kepala suku dan Yun Shan. Mereka semua menyantap makanan tanpa dibedakan dan pandang bulu, Yuan Shi merasa senang karena ini kali pertama ia bisa merasa sebebas ini dari segala tuntutan kekaisaran. Namun, di sisi lain juga hatinya merasa cemas mengenai bayi yang dikandung oleh Qing 'Er. Terlebih, pikirannya yang masih terfokus pada Su Mian.


Kaisar beberapa kali mencoba mengelak perasaannya agar kelak ia bisa mengikhlaskan Qing 'Er pergi dengan bahagia, merawat dan mengandung anaknya dan Su Mian adalah hal yang Yuan Shi hargai dari Qing 'Er sehingga hadiah kebebasan adalah sepadan atas apa yang dia lakukan untuknya selama ini.


Yuan Shi tanpa sadar menunduk dan hanya menatap makanannya dengan datar, Qing 'Er yang menyadari hal itu kemudian mencoba membuyarkan lamunan Yuan Shi. "Apa kaisar tidak suka makanannya?" tanya Qing 'Er.

__ADS_1


"Tentu saja, aku menyukainya. Mereka sudah bersusah payah, tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyukainya." Yuan Shi tersenyum getir kemudian mencoba menggigit ikan bakarnya sedikit.


Qing 'Er paham apa yang sedang dipikirkan Yuan Shi, hatinya mulai terketuk dan ingin melihat kebahagiaan dari sahabat kecilnya tersebut. Namun, tiada yang bisa ia lakukan, apalagi untuk membawa Su Mian kembali.


Pemacah keheningan kemudian terdengar, Kepala Suku Huo tertawa kecil dan menatap permaisuri dan kaisar yang sepertinya sedang dilanda kegundahan. "Apakah kaisar dan permaisuri ingin mendengarkan sebuah cerita?"


Qing 'Er menatap Yuan Shi yang sama terheran dengan dirinya. "Tentu, boleh saja."


"Ini cerita yang aneh, dan ini terjadi dahulu kala saat semua orang masih mempercayai ilmu sihir dan berkultivasi." Kepala Suku Huo kemudian berdiri di depan kaisar dan permaisuri serta Yun Shan dan yang lainnya.


"Anak muda ini, pasti pernah mendengar hal semacamnya bukan?" tanya Kepala Suku Huo secara tiba-tiba pada Yun Shan.


Pria itu nampak terkejut dan gugup, ia sama sekali tidak menjawab namun tetap memperhatikan Kepala Suku Huo.


"Di mana semua orang masih menggunakan ilmu keabadian untuk menjadi seorang dewa, pada satu malam sepasang kekasih melanggar aturan sekte yang telah ada selama beribu tahun. Mereka saling jatuh cinta hingga di ujung kematian mereka, saat keduanya hampir dimusnahkan oleh para tetua. Sebuah formasi terbentuk dari kekuatan yang mereka miliki, membawa mereka pergi dan tidak kembali.


Banyak yang mengatakan bahwa dewa menolong mereka dan mempercepat proses keabadian keduanya sehingga berhasil kabur dengan formasi tersebut. Formasi ini disebut dengan formasi lingkaran surga, sebuah formasi yang akan membawa kamu pergi ke tempat yang seharusnya yang telah ditakdirkan untukmu."

__ADS_1


Kisah yang disampaikan oleh Kepala Suku Huo membuat Yuan Shi dan Qing 'Er beberapa kali mengerjapkan matanya tidak percaya. Mereka setengah yakin, namun jiwa Su Mian yang mendengar, pastilah dia sangat senang karena akhirnya dia tahu darimana Formasi Lingkaran Surga yang ia gunakan berasal.


__ADS_2