Ratu Buangan Jadi Kesayangan

Ratu Buangan Jadi Kesayangan
Bab 24 - Utusan Dewa


__ADS_3

Di dalam tenda kaisar, Yuan Shi berulang kali melarang Liu Qing untuk menemui Suku Dao. Itu disebabkan hal yang berbahaya bisa saja terjadi padanya karena selama ini tidak pernah ada yang mengusik kehidupan mereka. Tapi, Yuan Shi tidak dapat menghalangi ambisi Qing 'Er. Terlebih dia juga percaya bahwa permaisuri cerdiknya ini mungkin dapat membujuk Suku Dao.


Kaisar Yuan Shi ke luar dari tenda dan menemui Yun Shan juga Yun Zhe. Sedangkan Qing 'Er sedang meminta bantuan pada sistem untuk mengeluarkan beberapa barang yang ia butuhkan.


"Kamu yakin ini akan berhasil?" tanya Nemo ragu.


"Aku sangat yakin, sekalipun banyak yang tidak percaya akan Dewa. Namun, jika mereka melihatnya secara langsung pasti akan langsung percaya." kata Qing 'Er dengan percaya diri.


"Jadi kamu akan membohongi mereka?" tanya Nemo.


"Aku tidak berbohong, aku kembali ke masa ini jika bukan karena sebuah misi penting lalu apalagi? Bukankah ini pertanda bahwa aku adalah utusan Dewa?" tanya Qing 'Er sembari menyeringai.


Nemo menggeleng. "Baiklah, aku yakin Su Mian pasti berhasil membujuk Kepala Suku Dao."


Tidak berselang lama merekapun berangkat ke Suku Dao yang mana lokasinya berada di pegunungan bersalju. Diterpa cuaca yang dingin membuat ratu dan kaisar mengenakan pakaian tebal yang telah mereka siapkan sejak berangkat ke Beiming. Sesampainya di sana, suasana yang suram bahkan penduduk yang terlihat tidak menunjukan batang hidungnya membuat semua orang terheran.


Beberapa menit kemudian, seorang tetua dengan postur tubuh yang membungkuk dengan aksen hiasan kepala datang menemui rombongan kaisar. Tanpa memperhatikan kedatangan kaisar, pria tua dengan raut wajah tidak ramah itupun menatap tajam Pangeran Beiming dan Yun Zhe. "Sudah berapa kali kubilang, Suku Dao tidak ingin menerima bantuan apapun dari kalian!"


"Mohon kepala suku bersikap hormat pada kaisar!" jawab Pangeran Beiming.


"Kaisar?" katanya sembari kebingungan. Kemudian menatap Kaisar Yuan Shi yang baru kali pertama ia temui seumur hidupnya.


Pria itu memalingkan wajahnya kemudian berbalik dan tidak ingin berurusan dengan mereka. Tidak lama juga sekelompok penduduk bermunculan dengan kondisi yang memprihatinkan. Kebanyakan dari mereka bahkan mengalami kondisi gizi buruk, Qing 'Er membulatkan matanya sempurna melihat penampakan yang tidak biasa dari suku yang enggan terkena pengaruh dari luar.


"Pergilah kalian! Kami tidak butuh apapun dari kalian bahkan kaisar sekalipun!" geram Kepala Suku Dao.

__ADS_1


Qing 'Er berjalan maju beberapa langkah kemudian menyilangkan tangannya di dada, Yuan Shi menatap Qing 'Er dengan cemas karena takutnya wanita ini memancing kemarahan suku. "Kepala Suku Dao yang terhormat, hanya peduli pada dirinya sendiri. Jika kamu cukup percaya tentang ajaran para leluhur, mana mungkin akan membiarkan pendudukmu sendiri kelaparan dan tidak mendapatkan makanan yang layak."


"Tahu apa kamu?" geram Kepala Suku Dao yang kini berbalik dan maju mendekat ke arah Qing 'Er sembari mengarahkan telunjuknya tepat ke wajah wanita itu.


"Kepala Suku Dao, mohon jaga kesopananmu lihatlah kamu berbicara dengan siapa? Dia adalah Ratu Dinasti Xia." kecam Yun Shan.


"Persetan dengan Ratu Buangan di depanku ini! Memangnya kamu siapa berani menghina warisan para leluhur? Apa kamu bisa disandingkan dengan para Dewa?" tanya Kepala Suku Dao yang kini tertawa kecil.


"Ratuku!" ucap Yuan Shi khawatir.


"Penduduk Suku Dao siap menghalangi sesiapapun yang berani merusak warisan para leluhur kami!" gertak Kepala Suku Dao.


"Begini saja, kami akan memberikan keuntungan bagi Suku Dao. Kami tidak akan merusak warisan para leluhur, hanya saja kami membutuhkan bahan yang harus dipergunakan untuk memajukan Beiming." jelas Qing 'Er.


"Keuntungan apapun itu pasti tidak akan membawa kemakmuran pada Suku Dao! Lebih baik kalian pulang dan jangan kembali!" Tegas Kepala Suku Dao kemudian meludah ke samping Qing 'Er.


Qing 'Er menggeleng. "Belum!"


Yuan Shi berjalan mendekat ke arah Qing 'Er kemudian menatap wanitanya dengan raut wajah cemas. Seolah ekpsresi wajah itu meminta Liu Qing untuk menyerah saja. Begitupun Yun Shan dan Yun Zhe yang ikut mendekat di belakang kaisar dan ratu mereka. Kepala Suku Dao semakin merasa terintimidasi, kedatangan mereka yang bertujuan baik malah disalah pahami oleh kepala suku.


"Jika kalian masih keras kepala, jangan salahkan kami bertindak kasar!" ancam kepala suku.


Qing 'Er tertawa kecil. "Kepala Suku Dao sepertinya bukan takut dunia luar merusak warisan para leluhur melainkan takut statusnya sebagai tetua yang dihormati penduduk selama berpuluh-puluh tahun ini akan hilang saat semuanya telah mengenal dunia luar, bukankah begitu?"


"Keparat! Berani menghinaku, ratu buangan ini tidak berkaca, daripada kamu aku lebih banyak berjasa pada mereka. Jadi, aku lebih berhak mengatur nasib para penduduk suku!" Kepala Suku Dao terlihat kehabisan kesabaran, ia sudah bersiaga dengan mengangkat satu tangannya ke atas memberi perintah pada para pemanah untuk siap di posisi.

__ADS_1


"Beraninya kamu menghina Ratu Dinasti!" tatapan tajam Yuan Shi serta aura dingin yang ia keluarkan sedikit menggetarkan kepala suku hingga mundur ke belakang beberapa langkah. "Jika itu maumu, aku akan sekalian menghancurkannya hingga tidak bersisa!" ancam balik Yuan Shi demi melindungi ratunya.


Qing 'Er mengelus lengan Yuan Shi kemudian menggeleng pelan. "Kenapa tidak membiarkan para penduduk yang memilih saja?" tanya Qing 'Er sembari tersenyum ringan.


Kepala Suku Dao merasa cemas, karena para penduduk hanya bertahan karena ancaman dari dirinya selama ini bahwa jika ke luar dari Suku Dao maka malapetaka akan menunggu mereka. Namun itu semua hanya alibinya untuk mempertahankan orang-orang di sana. Sebab, ia hanya akan mendapat keuntungan dari itu sedangkan para penduduklah yang bekerja keras mengumpulkan makanan.


Awalnya Kepala Suku Dao cukup percaya diri dan merasa bahwa para penduduknya tidak akan meilih ratu buangan yang tidak pernah memberikan apapun pada mereka. Namun, siapa sangka bahwa hampir semua penduduk yang telah berkeluarga memilih pihak Qing 'Er dan itu memicu kemarahan Kepala Suku Dao.


Qing 'Er menoleh ke arah Yuan Shi dengan gembira melihat para penduduk mulai berdatangan ke sisinya. Ia pun menyapa beberapa anak kecil yang terlihat butuh pertolongan kesehatan. Namun, Kepala Suku Dao mengarahkan telunjuknya pada Qing 'Er dengan penuh amarah yang menggebu. Yuan Shi dengan cepat memanggil para prajurit begitupun dengan Pangeran Beiming yang siap melawan Kepala Suku Dao dan anak buahnya.


"Ha-ha-ha kalian tidak akan mampu untuk menahan panah beracun ini. Sekali aku memberikan perintah maka kalian semua akan mati!" kata kepala suku.


"Nona Su, bagaimana apakah sudah saatnya?" tanya Nemo.


"Belum!" jawab Qing 'Er.


"Pemanah bersiap!" pinta kepala suku.


"Sekarang!" pinta Qing 'Er pada Nemo.


Seketika muncul dari belakang rombongan kaisar seekor burung pheonix yang amat cantik dan besar terbang di atas Qing 'Er yang tengah berdiri. Semua orang membelalak, tidak terkecuali Yuan Shi. Qing 'Er hanya dapat menyeringai puas melihat betapa terkejutnya kepala suku di depannya.


"Apakah Ratu Qing adalah utusan dewa?" tanya semua penduduk saling bertatapan, prediksi Su Mian sangat tepat semua orang seketika langsung menyebarkan rumor mengenai dirinya adalah utusan dewa hanya dengan sebuah burung pheonix hasil dari roproyektor milik Nemo, sebuah robot yang menghasilkan sebuah benda atau makhluk secara jelas dan nyata.


"Tidak mungkin," geram Kepala Suku Dao.

__ADS_1


"Atas tindak kejahatanmu, kamu pasti akan mendapat hukuman langit!" seru Qing 'Er.


__ADS_2