Ratu Buangan Jadi Kesayangan

Ratu Buangan Jadi Kesayangan
Bab 42 - Kabar baik


__ADS_3

Di sebuah dimensi ruang dan waktu, Su Mian menutup matanya sembari memainkan permen karet yang ia dapatkan dari Nemo. Menunggu pemusnahan jiwa namun tidak ada tanda yang muncul sedikitpun, seolah ia sungguh terjebak di sana selamanya. Nemo yang merasa sedih dan putus asa melihat Su Mian yang masih nampak santai.


"Nona Su, apa kamu sama sekali tidak peduli pada jiwamu?" tanya Nemo.


"Lagipula apa yang bisa kita lakukan, misi telah gagal dan kesempatan reinkarnasi juga hilang." Su Mian membuat gelembung dari permen karet yang ia kunyah.


"Nona Su, kamu telah bersusah payah menyelesaikan misi di Beiji lalu terlempar ke Dinasti Xia. Tapi, misimu tetap gagal dan akan segera dimusnahkan. Bukankah mereka terlalu kejam? Setidaknya ada kesempatan kedua untuk memulai ulang misi." Keluh Nemo yang kini menunduk berjalan mendekati Su Mian.


"Bagaimanapun kita tidak bisa memuat ulang misi, karena jiwa Qing 'Er telah kembali ke tubuhnya. Kecuali, jika kita memiliki kesempatan lain." Timpal Su Mian yang kini membuka matanya lebar.


"Apa kamu juga tidak ingin melihat apa yang terjadi?" tanya Nemo.


"Tidak, aku tidak ingin menyaksikan apapun lagi." Su Mian menggeleng pelan.


"Apa kamu sedang cemburu? Kamu pasti takut Yuan Shi bermesraan dengan Ratu Qing, iyakan?" tanya Nemo sembari mengejek Su Mian.


"Cih, mana mungkin aku cemburu. Di masa depan akan banyak ada orang yang sama seperti Yuan Shi, aku tidak akan sedih jika dia memang bersama orang lain. Masih banyak ikan di lautan."


"Ratu Qing sedang hamil, jika dilihat dari usia kandungannya itu sejak kamu memasuki tubuhnya. Kamu dan kaisar sudah beberapa kali memadu kasih, bukankah berarti itu adalah bayi kalian?"


Su Mian menoleh ke arah Nemo dengan mata yang membelalak. "Qing 'Er hamil? Apa itu semua karenaku?" tanya Su Mian yang kini tertegun.


"Nemo, bisakah kamu membuatku berkomunikasi dengan Qing 'Er? Kumohon, adakah alat yang bisa menghubungkanku dengan dirinya?" tanya Su Mian dengan panik.

__ADS_1


"Apa kamu yakin?" tanya Nemo sembari mengeluarkan pasar sistem pada Su Mian.


Di sisi lain, Kaisar Yuan Shi terlihat begitu terkejut. Dia segera memasuki paviliun untuk menemui Qing 'Er, di sana terlihat Liu Qing sedang membelakangi Pelayan Chun dan dia merasa tidak senang dengan kehamilannya. Yuan Shi berjalan mendekat kemudian Pelayan Chun beranjak dari sana dan meninggalkan kaisar juga ratu.


"Permaisuri," kata Yuan Shi.


"Hm-" jawab Qing 'Er. "Aku tidak ingin diganggu, lebih baik kaisar datang lain kali," lanjutnya.


"Qing 'Er, ini semua salahku. Maaf atas kecerobohanku," kata Yuan Shi sambil berjalan lebih dekat.


"Semuanya sudah terjadi, bayi ini sudah hidup di dalam rahimku. Walaupun ini jelas bukan bayiku, aku tetap akan menjaganya. Kaisar tidak perlu khawatir."


"Aku akan memberikan semua yang kamu butuhkan, apapun yang kamu inginkan di seluruh dunia ini aku akan berusaha mengabulkannya." Yuan Shi duduk di pinggiran tempat tidur, kemudian Qing 'Er berbalik dan menatap Yuan Shi dengan datar.


"Kaisar tahu apa yang aku inginkan, bisakah kamu memberikanku kebebasan setelah anak ini lahir?" tanya Qing 'Er.


"Sepakat, besok kita tetap harus berangkat pagi buta untuk mencari keluargaku." Qing 'Er merubah posisinya menjadi duduk bersandar pada dipan.


"Aku khawatir soal ini, apakah tidak bisa kamu tinggal saja di istana?" tanya Yuan Shi sedikit ragu.


"Kita sudah sepakat sebelum bayi ini diketahui ada di rahimku. Jadi hal itu tidak bisa menghalangi niatku untuk mencari keluargaku sendiri."


Yuan Shi mengangguk. "Baiklah, aku memiliki beberapa rencana yang harus dilakukan besok. Aku dan kamu akan berada di dalam kereta yang sudah disiapkan oleh Xiao, kita akan menempuh jalan berbeda dari yang telah direncanakan, seluruh prajurit istana akan mengikuti kereta kosong yang nantinya menjadi pengalihan para penjahat. Sedangkan kereta kita akan berjalan seperti kereta biasa pada umumnya, tanpa pengawal dan yang lainnya."

__ADS_1


"Kenapa seperti itu?" tanya Qing 'Er.


"Berita kehamilanmu sudah pasti akan tersebar sampai ke ibu suri. Saat kita pergi, kesempatan besar bagi mereka untuk mencelakai kita berdua. Aku tidak bisa membiarkanmu pergi sendiri, jadi aku memutuskan untuk tetap di kereta bersamamu. Dengan kereta kaisar yang tidak berpenumpang, akan mengalihkan para pembunuh dan kita bisa berhasil lolos dari jebakan ibu suri." Jelas Yuan Shi pada Qing 'Er.


"Itu ide yang baik, aku tidak terlalu pandai dalam ilmu bela diri. Jadi mungkin, aku tidak bisa terlalu banyak membantumu." Qing 'Er menatap Yuan Shi dengan penuh keyakinan.


"Qing 'Er tidak perlu khawatir, aku akan melindungimu dan bayiku bahkan dengan nyawaku sendiri." Yuan Shi menyeringai halus kemudian ia beranjak dari duduknya. "Kamu harus istirahat, esok pagi semua orang akan menyelematimu mengenai kehamilan ini." kata Yuan Shi sembari berbalik dan menautkan tangannya ke belakang seraya ke luar dari paviliun milik Qing 'Er.


Liu Qing menatap datar Yuan Shi sampai sosok pria itu menghilang dari kamarnya. Dia menghela napas panjang, kemudian merebahkan tubuhnya kembali di tempat tidur, tangannya mulai turun dan mengelus lembut perut bawah miliknya. "Jadi bayi ini, milikku atau miliknya?"


Tidak lama kemudian Qing 'Er terlelap dan Pelayan Chun kembali untuk menemani ratunya. Pagi harinya, suara berdebum keras pertanda kabar baik telah di bunyikan dengan lantang. Qing 'Er mengusap matanya perlahan, lalu melihat beberapa pelayan telah berjejer di kamarnya membawa pakaian resmi milik Sang Ratu.


"Yang Mulia, semua orang sudah menunggu di aula kekaisaran." kata Pelayan Chun sembari memberi hormat.


"Baik, Pelayan Chun bantu aku membersihkan diri." Qing 'Er beranjak kemudian pergi ke area pemandian air hangat.


Yuan Shi pun sedang bersiap dengan pakaian resminya, Wu Zetian yang masih ada di kamarnya melihat kaisar sudah tidak ada di sana sehingga ia langsung mencari informasi terlebih dia merasa telah tidur terlalu lama. "Ada acara meriah apa?" tanya Wu Zetian pada pelayannya.


"Yang Mulia Ratu tengah hamil anak pertamanya," jawab pelayan tersebut.


"Apa? Kak Qing 'Er hamil?" Mata Wu Zetian membelalak, ia segera mencari ibu suri untuk membicarakan masalah ini namun ternyata semua orang sudah berkumpul di aula kekaisaran karena perintah dari Kaisar Yuan Shi.


Mau tidak mau, Wu Zetian langsung memasuki aula kekaisaran setelah berganti pakaian dan membenarkan penampilannya. Ia melihat ibu suri berdiri sejajar dengan kaisar, kedua bola mata mereka bertukar dengan tatapan yang tidak enak. Seluruh Klan Wu juga bermuka masam, seolah membenci kabar baik yang akan di umumkan oleh kaisar.

__ADS_1


Tidak lama, Ratu Qing memasuki aula dengan didampingi oleh para pelayannya. Berjalan secara perlahan dan anggun dengan pakaian yang indah serta hiasan kepala yang semakin memancarkan kecantikannya.


"Salam Yang Mulia Ratu," ucap semua pejabat di sana.


__ADS_2