Ratu Buangan Jadi Kesayangan

Ratu Buangan Jadi Kesayangan
Bab 22 - Garis antara bumi dan surga


__ADS_3

Cahaya lembut sinar bulan purnama menghiasi malam yang indah bagi keduanya, Qing 'Er dan Yuan Shi berjalan beriringan melewati koridor istana menuju taman. Di bawah pepohonan rindang, Qing 'Er menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Yuan Shi.


"Apa yang Qing 'Er siapkan untukku?" tanya Yuan Shi sembari menyelipkan rambut ke belakang telinga Qing 'Er.


Qing 'Er pun mengeluarkan sebuah giok langka yang ia beli dari sistem diwaktu yang singkat untuk menarik perhatian kaisar. Yuan Shi meraih giok tersebut dan langsung memeluk Qing 'Er dalam dekapannya, kemudian memperhatikan wanita itu dengan lekat.


Sinar bulan purnama dari arah samping menyinari bola mata Qing 'Er, sebuah gambaran seseorang dengan samar terlihat semakin jelas sampai akhirnya Qing 'Er merasakan sakit kepala yang tiba-tiba menyerangnya. Liu Qing menunduk sembari menekan kepalanya kuat, Kaisar Yuan Shi terlihat begitu panik dan langsung memanggil para pelayan untuk menemui mereka.


"Pelayan!" serunya di taman yang sunyi itu.


Pangeran Beiming yang memang tidak berada jauh darisana mendengar seruan Yuan Shi sehingga ia langsung pergi menemui kaisar dengan cepat. Liu Qing sudah pingsan dalam dekapan Yuan shi, saat Yun Shan datang kaisar segera membawa Qing 'Er ke kamar milik dirinya. Yun Shan berjalan di belakang Yuan Shi, kemudian Pelayan Chun yang melihat keadaan ratunya ikut mengekor di belakang kaisar.


Sesampainya di dalam kamar Yuan Shi, Liu Qing langsung diperiksa oleh Yun Shan. Pria itu menekankan ibu jarinya ke urat nadi pergelangan tangan Qing 'Er, Yun Shan mengerutkan alisnya heran sebab ia tidak dapat merasakan energi kuat yang sebelumnya ada pada tubuh ini. Kaisar nampak begitu panik menunggu Pangeran Beiming angkat bicara. "Yang Mulia, hamba tidak dapat merasakan denyut nadinya."


Kaisar Yuan Shi membelalak menatap Yun Shan tajam, dia mendorong Yun Shan sekuat tenaga dan mengancam pria itu. "Bagaimanapun, sembuhkan Qing 'Er jika tidak berhasil maka nyawamu menjadi taruhannya!"


"Baik, Yang Mulia. Hamba akan melakukannya sebaik mungkin, tapi hamba butuh waktu dan siapapun tidak boleh mengganggu. Ini dapat memakan waktu yang cukup lama, karena hamba akan melakukan teknik akupuntur." Jelas Yun Shan yang tidak serta menyampaikan bahwa ia juga akan mengalirkan energi ke tubuh Qing 'Er untuk membawanya kembali.


"Lakukan sebisamu, jika sampai dua jam ke depan Qing 'Er belum sadar maka aku akan membawanya kembali ke Yuanqing dan kamu bersiap menerima hukumanmu!" Dalam kecemasan, pikiran Yuan Shi tidak lagi dapat ia cerna dengan baik. Dia melakukan sebisanya bahkan jika harus menukar nyawa orang lain dengan Qing 'Er akan ia lakukan dengan mudah.


"Mohon Yang Mulia tunggu di luar!" pinta Yun Shan.

__ADS_1


Setelah Yun Shan memastikan semua orang ke luar dari ruangan, pria itu segera menusukan jarum akupuntur ke bagian vital tubuh Qing 'Er. Sesekali menekan denyut nadi wanita itu yang belum menunjukan kemunculannya. Nemo sang sistem kemudian datang dan melihat Qing 'Er yang tidak sadarkan diri.


"Kenapa ini bisa terjadi?" tanyanya sembari mencoba menghubungkan jiwa Su Mian, namun tetap nihil.


"Pangeran Beiming, kenapa jiwa Nona menghilang?" tanya Nemo panik yang jelas tidak dapat didengar oleh siapapun.


Yun Shan membuat Qing 'Er duduk agar ia bisa mengalirkan energi ke tubuh wanita itu. Tepat di alam lain Su Mian terbangun, dia belum tahu jelas di mana kini ia berada. Namun, suasana lembut dan angin yang menyapu pipinya terasa aneh.


Kini, pandangannya tertuju pada seorang wanita yang melayang tidak sadarkan diri, rupanya sama persis dengan Liu Qing. Namun kondisinya cukup memprihatinkan, ia tidak bergerak sama sekali dan terlihat lemah. Ternyata alam yang dimasuki Su Mian adalah garis antara bumi dan surga yang mana garis inilah penyebab jiwa Qing 'Er tidak berada dalam tubuhnya.


Su Mian terkesiap dan semakin bingung karena ia tidak dapat menghubungi Nemo atau dunia luar, tidak lama sebuah cahaya terang berwarna kehijauan menyilaukan matanya. Diapun menutup pandangannya dari cahaya tersebut. Saat membuka matanya kembali dirinya pun telah kembali ke dunia fana.


Qing 'Er terbangun dan menatap Yun Shan yang sedang memegang jarum akupuntur di tangannya. "Apa yang kamu lakukan?"


"Aku memanggil kembali jiwamu dari sisa energi yang kamu tinggalkan!" jawab Yun Shan sembari berdiri dan mengemasi barang-barangnya.


"Aku berhutang nyawa padamu, lain kali aku pasti akan membalasnya." kata Qing 'Er sembari mengikat tali pakaiannya.


"Tidak perlu dipikirkan, cukup dengan tidak mengubah apapun yang seharusnya terjadi itu lebih baik!" timpal Yun Shan.


Liu Qing menyeringai. "Bukan ranahmu untuk mengatur apa yang terjadi dan tidak terjadi, aku hanya melakukan misiku dan kuharap kamu tidak ikut campur mengenai hal ini."

__ADS_1


"Terserah kamu saja, namun segala hal yang ke luar dari jalur takdir pasti memiliki risiko besar. Aku hanya tidak ingin, semua ini memengaruhi dunia yang seharusnya!" Yun Shan berbalik kemudian menghentikan langkahnya. "Kaisar menunggu Yang Mulia Ratu dengan panik hamba akan membiarkannya masuk untuk melihat keadaan ratu sendiri," kata Yun Shan dengan dingin kemudian ke luar dari kamar.


Yuan Shi melihat Qing 'Er yang telah bangun, wajahnya nampak pucat karena mengkhawatirkan Sang Ratu. Pria itu duduk di depan Qing 'Er kemudian meraih tangan wanitanya, menatap kedua matanya seraya berkata. "Jangan pernah berani meninggalkanku lagi," ucap Yuan Shi.


"Kamu berlebihan, aku hanya kelelahan." Qing 'Er menyeringai halus.


Yuan Shi mengangguk kemudian mengecup lembut punggung tangan permaisuri. "Hari sudah larut, mari kita tidur karena besok sudah harus mengunjungi pegunungan Beiming dan melihat proses panen. Namun, jika Qing 'Er kelelahan lebih baik di istana saja."


"Lalu, jika aku di istana apa kamu akan pergi bersama adik kesayanganmu?"


Yuan Shi tertawa kecil. "Siapa lagi yang akan menemaniku jika kamu sakit, selain dia?"


"Yuan Shi!" geram Qing 'Er membuat pria itu tertawa puas dan menjauhkan diri dari permaisuri.


Qing 'Er beranjak dari tempat tidur dan mengejar Yuan Shi dengan cepat. "Kaisar aku kelelahan," keluhnya.


Yuan Shi berhenti dan melangkah maju untuk memastikan kondisi Qing 'Er. "Maafkan aku, mari kita istirahat!"


"Tidak mau!" Qing 'Er menendang kaki Yuan Shi sampai pria itu terjatuh ke lantai. Namun bukan amarah yang keluar dari Yuan Shi melainkan tawa terbahak yang menunjukan kebahagiaannya.


Nemo sang sistem yang sebelumnya panik karena hilang kontak dengan Su Mian, menatap keduanya dengan sedih di dekat jendela sembari mendengus kasar dan menggelengkan kepala. "Mereka sudah dimabuk cinta, Aku hanyalah seekor nyamuk yang bernasib buruk hu-hu-hu oh jodohku di mana kamu?"

__ADS_1


__ADS_2