
Ketika tangan keduanya bertautan, sinar terang muncul membentuk pola yang telah dibuat oleh Qing 'Er. Wajah wanita itu menoleh ke arah Yuan Shi dengan alis yang sedikit terangkat, bagi Yuan Shi kejadian aneh ini adalah hal yang kedua kali ia lihat setelah sebelumnya menyaksikan hal tak terduga pada Yun Shan di istana.
Jantung Yuan Shi berdegup kencang, percaya atau tidak percaya jika hal ini adalah jalan terbaik menurut Qing 'Er maka dia akan melakukannya. Sekalipun, formasi itu membawanya ke dalam jurang yang dalam selagi bersama sang permaisuri itu tidak masalah.
Sebuah kilauan cahaya menyilaukan mata Yuan Shi, perasaan aneh seolah tubuhnya tercabik-cabik bak pecahan dadu kecil kemudian disatukan kembali. Sebelum akhirnya mereka berdua terlempar ke sebuah hutan yang suram, keduanya menghantam pepohonan yang tumbang. Di tengah malam seperti ini, bukan hal bagus bagi mereka berdiam diri di sana.
Dengan menahan rasa sakit di bagian dadanya, Yuan Shi meraih tangan Qing 'Er untuk memastikan ratunya baik-baik saja. "Apa kamu baik-baik saja?" tanya pria itu sembari menggeser tubuhnya untuk mendekat dan mendekap Qing 'Er.
"Aku tidak apa-apa, punggungku hanya sedikit terasa sakit." gumam Qing 'Er sembari agak meringis.
"Nona, syukurlah kalian selamat. Benar saja, mereka semua adalah suruhan ibu suri. Mereka terlihat bingung ketika kalian menghilang dari kamar." Nemo yang baru saja kembali menemui Su Mian kemudian menjelaskan keadaan di tempat sebelumnya.
"Tolong berikan aku penerang jalan!" ucap Qing 'Er pada Nemo.
"Baiklah, ini dia!" Tidak lama sebuah cahaya terang muncul tidak jauh dari mereka. Su Mian yang sudah tahu bahwa benda itu adalah pemberian Nemo langsung beranjak tanpa kata kemudian mengambil sebuah lampu penerang itu di tangannya.
"Benda apa itu? Mengapa benda ajaib seperti ini bisa langsung muncul seketika?" Yuan Shi mengerutkan alisnya kemudian berdiri san menghampiri Qing 'Er.
"Ini adalah lampu penerang, menggunakan daya baterai untuk menyalakannya." Jelas Qing 'Er kemudian meraih tangan Yuan Shi dan langsung berjalan ke arah depan mengikuti petunjuk navigasi yang diberikan oleh Nemo.
"Sedikit terlihat seperti lampion," jawab Yuan Shi dengan terpukau.
"Kamu benar, ini adalah lampion modern!" Qing 'Er menyeringai halus sebelum akhirnya mereka melanjutkan perjalanannya untuk keluar dari hutan itu.
__ADS_1
Setelah melewati jalan berliku dan terjal, mulai terlihat beberapa cahaya terang dari rumah penduduk sekitar. Yuan Shi sejak tadi telah mengambil alih lampu penerangan dan tidak lupa mengenggam tangan Qing 'Er dengan kuat untuk memastikan wanita itu aman.
"Apa Qing 'Er lelah?" tanya Yuan Shi yang akhirnya langsung membungkuk di depan permaisuri membuat wanita itu sedikit membelalak.
"Sedikit," jawab Qing 'Er singkat.
"Naiklah ke punggungku, aku tidak ingin kamu kelelahan!" pinta Yuan Shi pada Qing 'Er.
"Baiklah," langkah Qing 'Er memelan seraya mendekati Yuan Shi yang masih menunggunya untuk menaiki punggungnya. Qing 'Er dengan nyaman merangkul Yuan Shi dari belakang dan menyandarkan kepalanya di bahu bidang milik kaisar.
Qing 'Er mengarahkan Yuan Shi untuk berjalan sesuai petunjuk dari Nemo, tidak lama setelah petunjuk jalan habis mereka akhirnya berhasil keluar dari hutan rimbun sebelumnya. Yuan Shi menoleh ke kanan kiri untuk memastikan mereka berada di tempat yang aman.
"Tempat ini adalah wilayah kekuasaan Jenderal Ye," gumam Yuan Shi.
"Kamu bahkan tidak memikirkanku," keluh Nemo yang ada di pundak Qing 'Er.
"Kak Yuan, tolong turunkan aku! Biarkan aku berjalan dengan kedua kakiku yang kokoh ini." Qing 'Er merenggangkan pelukannya pada Yuan Shi begitupun pria itu yang melepaskan tangannya dari Qing 'Er.
"Jika formasi itu sungguh ajaib, mengapa kita tidak melakukannya berulang?" Yuan Shi menaikan sudut alis kirinya sembari menunggu jawaban dari Qing 'Er.
Qing 'Er menghela napas panjang, ia melingkarkan tangannya di dada kemudian melepasnya dan menepuk pundak Yuan Shi dua kali. "Formasi itu tidak selalu berhasil, hanya bisa digunakan saat waktu yang genting dan tidak selalu membawamu ke tempat yang diinginkan. Formasi itu, bukan seperti alat teleportasi ajaib yang bisa digunakan sesukamu." jelas Qing 'Er yang kini mulai berjalan melewati Yuan Shi yang masih terdiam.
Yuan Shi berbalik dan menahan tangan Qing 'Er. "Teleportasi? Seperti hal yang kita lakukan sebelumnya?"
__ADS_1
"Benar, hal itu disebut teleportasi di mana kamu bisa beralih dari satu tempat ke tempat yang lain dengan cepat. Di masaku, semua itu tidak mustahil. Kami sudah memiliki alat semacam itu yang baru mulai dikembangkan!" penjelasan Qing 'Er membuat Yuan Shi terkagum, seketika bayangan dunia milik Su Mian itu tergambar dalam benaknya.
"Andai aku bisa melihatnya secara langsung," gumam Yuan Shi lalu meraih tangan Qing 'Er dan menuntunnya berjalan ke depan untuk mencari kediaman Jenderal Ye.
Jalanan yang sepi dan cahaya remang samar-samar menyinari langkah mereka. Setelah sampai di kediaman Jenderal Ye dengan ciri khas yang bisa dikenali oleh Yuan Shi mereka berdiri sejenak di depan bangunan tersebut. Dua penjaga yang melihat keduanya dari kejauhan mulai mendekat dengan dua pedang di pinggang mereka.
"Apa yang ingin kalian lakukan di kediaman jenderal?" tanya penjaga yang berbadan kekar.
"Katakanlah bahwa kaisar ingin bertemu dengannya!" timpal Qing 'Er dengan cepat.
Yuan Shi menoleh ke arah Qing 'Er yang memicing tajam ke arah para penjaga.
"Jangan membodohi kami, kaisar telah mati. Jenderal Ye kini sedang melalukan--" ucapan penjaga itu terhenti saat pedang yang dipegang oleh Qing 'Er telah menekan tepat berada di lehernya.
"Banyak bicara! Rakyat mana yang tidak tahu kaisar mereka, harus dipenggal! Bukankah begitu?" Qing 'Er menoleh ke arah Yuan Shi, ia tidak ingin membuang waktu dengan mendebat hal yang tidak penting.
"Baik, tunggu sebentar kami akan segera kembali." kedua pria tadi lari terbirit-birit, mereka juga khawatir apa yang dikatakan dua asing di depan kediaman Jenderal Ye itu benar.
Yuan Shi tersenyum kemudian menoleh ke arah Qing 'Er. "Tidak sabaran," ucapnya sembari menggeleng kagum.
"Waktu kita tidak banyak, jika terlambat Wu Zetian akan lebih dulu naik takhta ketimbang kembalinya dirimu!" Qing 'Er mengembalikan pedang yang ia ambil tanpa permisi dari Yuan Shi.
Tidak berselang lama kedua penjaga sebelumnya kembali dan akhirnya mengizinkan mereka masuk ke dalam. Qing 'Er berjalan lebih dulu dari kaisar, di dalam sana terdapat patung Jenderal Ye dengan menunggangi kuda juga memegang pedangnya ke atas. Qing 'Er tertawa kecil, "sungguh pria yang narsistik!" gumamnya
__ADS_1