
Kepala Suku Dao akhirnya tidak bisa melawan kaisar dan ratunya lagi. Para prajurit kemudian membawa para penduduk ke tenda di area bukit Beiming sebelumnya untuk diberikan makanan serta beberapa obat-obatan. Sedangkan Qing 'Er dan Yuan Shi masih berada di Suku Dao untuk melihat-lihat, ternyata dalam kediaman Kepala Suku Dao terdapat ruang bawah tanah yang menimbun makanan hasil jerih payah para penduduk, itu semua dia lakukan untuk mengenyangkan perutnya sendiri.
Atas kejahatannya itu, Kaisar Yuan Shi bertindak tegas dan akan menghukum Kepala Suku Dao dengan hukuman yang berat. Kepala suku terlihat bersimpuh di depan Yuan Shi, namun pria itu masih mengerutkan alisnya dan bersikap dingin pada Tetua Suku Dao. Yuan Shi mana mungkin memaafkan orang yang telah menghina ratunya sekalipun pria itu menangis darah di kakinya.
"Karena kamu sangat menghormati para leluhur, aku akan mengutusmu untuk menjaga Kuil Gunung Hengshan dan mengabdikan diri seumur hidup di sana!" titah Yuan Shi.
"Yang Mulia Kaisar, kumohon--" Kepala Suku Dao kemudian merangkak ke kaki Yuan Shi. "Kuil itu sudah lama terbengkalai dan tidak mungkin hamba tinggal di sana. Bukankah sama saja dengan penjara seumur hidup? Kumohon kebaikan hati kaisar, apalagi letak kuil itu berada di pinggir tebing."
"Oh jadi kamu lebih memilih dihukum gantung?" tanya Yuan Shi dengan wajah memerah dan alis berkerut. "Lepaskan kakiku, kamu mengisi perut sendiri dengan makanan yang telah dihasilkan oleh para penduduk, membiarkan mereka kelaparan, menghina ratuku dan mengancamnya, kejahatanmu ini sudah pantas untuk mendapatkan hukuman gantung dariku!" kecam Yuan Shi tegas.
"Kaisar, kumohon ampuni hamba." pinta Kepala Suku Dao yang menangis tersedu.
"Prajurit, segera bawa pria ini dan asingkan dia ke Kuil Gunung Hengshan agar dia tahu apa itu arti menyembah leluhur sesungguhnya!" Titah Yuan Shi kepada para prajurit. Tidak lama, prajurit menyeret Kepala Suku Dao dan membawanya menggunakan kuda, mengikat tangannya dan dibiarkan berjalan kaki.
Qing 'Er melihat Yuan Shi dari kejauhan, setelah memastikan tidak ada lagi penduduk yang tersisa akhirnya Qing 'Er meminta Yun Shan untuk mengurus dan membuat pangkalan khusus bagi para pekerja yang nantinya akan mengambil balok es di tempat itu. Siapapun penduduk yang mau bekerja akan dipersilahkan dengan upah dari hasil penjualan panen dan peninggalan leluhur Suku Dao kelak akan dijadikan tempat wisata yang dikelola langsung oleh Kerajaan Beiming agar terus terjaga dan terawat dengan baik.
__ADS_1
Yun Shan sangat puas dengan ide serta kerja dari Ratu Liu Qing bahkan di dalam hatinya ia sedikit percaya mengenai Qing 'Er adalah utusan Dewa. Begitupun dengan kaisar, pria itu terlihat membuka tangannya lebar menyambut Sang Ratu yang sedang berjalan menuju padanya. Yuan Shi tersenyum hangat kemudian memeluk Qing 'Er dengan erat.
"Cuaca di sini sangat dingin, Qing 'Er tidak boleh kedinginan jadi aku akan menghangatkan dirimu." Yuan Shi tersenyum menunduk ke arah Liu Qing kemudian mengelus pucuk rambutnya.
Mengelus rambut Qing 'Er sudah seperti kebiasaan bagi Yuan Shi, ia selalu tidak bisa menahan diri untuk menyayangi ratunya yang kian hari selalu membantunya dalam urusan kekaisaran. Mereka berdua pun akhirnya kembali ke tenda di perbukitan Beiming, sedangkan Yun Shan dan Yun Zhe sudah lebih dulu kesana membawa para penduduk untuk diberi makan dan obat-obatan.
Setelah sampai kembali di perbukitan, Qing 'Er merasa cukup puas dengan bantuan yang dilakukan Pangeran Beiming. Mengingat masalah yang ia miliki dengan pria itu kemarin, kini ia berpikir bahwa Yun Shan mungkin hanya takut dunia menjadi kacau akibat kedatangannya. Tapi selebihnya, pria itu nampak begitu peduli dan baik pada setiap orang yang dilihatnya.
Qing 'Er dan Yuan Shi bermalam di tenda berbeda. Yuan Shi masih ada keperluan yang harus dibicarakan dengan Yun Shan yaitu masalah bisnis pakaian hangat yang akan dikirim ke Yuanqing, juga mengenai pembangunan pangkalan pekerja di lokasi bekas Suku Dao sebelumnya.
"Selamat malam, Yang Mulia Ratu." ucap Pelayan Chun sembari menaruh seember air hangat.
"Malam, Pelayan Chun apa kamu merindukanku? Siang ini aku begitu sibuk dan meninggalkanmu di sini, apa ada hal yang ingin kamu keluhkan?"
"Tentu saja tidak, Yang Mulia. Tapi ada satuhal yang mengganggu pikiran hamba, daerah Beiming ini sangat dekat dengan area Barat pengasingan. Apakah Yang Mulia Ratu tidak ingin menemui Tuan Muda Liu Bai di sana?" tanya Pelayan Chun.
__ADS_1
Qing 'Er langsung mengerjap dan duduk menatap Pelayan Chun, dia menyeringai penuh arti. "Pelayan Chun kesayanganku benar sekali, semenjak dia diasingkan ke Barat oleh si brengsek Yuan Shi aku jadi sangat jarang menemuinya. Bukankah aku sudah melakukan kerja bagus? Aku akan meminta Yuan Shi membawaku kesana!"
Qing 'Er segera berdiri dan ke luar dari tendanya menuju tenda milik Yuan Shi. Pelayan Chun mengerutkan alis dan memukul dahinya sendiri dengan pelan. "Ratu Qing begitu bersemangat sepertinya ini salahku karena mengatakan ide bodoh itu," sesal Pelayan Chun.
Qing 'Er melihat tidak ada siapapun di luar tenda kaisar, hanya ada beberapa orang dari kejauhan sedang membakar ubi manis untuk mereka makan. Karena tidak ada orang, ia segera masuk tanpa permisi, ketika berbalik betapa terkejutnya Qing 'Er saat melihat Yuan Shi sedang berendam di dalam kolam kayu besar sembari memejamkan matanya. Qing 'Er menelan ludahnya sendiri kemudian berbalik.
"Karena sudah berada di sini bagaimana jika permaisuri menemani diriku mandi?" tanya Yuan Shi yang kini menatap Qing 'Er dari arah bak mandinya.
"Ini kesalahanku karena tidak tahu waktu, aku sangat mengantuk jadi aku akan kembali." Jawab Qing 'Er terbata-bata.
Tidak lama suara ombak air terdengar, Yuan Shi segera mengenakan pakaian mandinya kemudian berjalan menuju Qing 'Er. "Aku tidak mengizinkan ratu pergi," Yuan Shi menarik lengan Qing 'Er dan membuatnya berbalik menatap dirinya.
"Kaisar jangan coba-coba!" seru Qing 'Er.
"Apa yang ratu pikirkan? Aku hanya ingin mengajakmu berdiskusi mengenai restoran atas nama dirimu yang sedang dibangun, lagipula di tengah malam seperti ini ratu datang menemuiku dengan tergesa-gesa pasti adahal yang ingin ratuku sampaikan, benar?" Yuan Shi mengelus lembut pipi Qing 'Er sembari merangkul pinggang wanita itu.
__ADS_1
Pakaian mandi Yuan Shi terbuka dibagian dada, menampakkan dada bidang pria itu yang menggoda selera. Qing 'Er bahkan tidak bisa mengalihkan pandangannya dari bagian itu, dia segera menggeleng keras kemudian kembali menatap wajah Yuan Shi. "Benar, besok aku ingin menemui Kak Liu Bai di Perbatasan Barat!"