Ratu Buangan Jadi Kesayangan

Ratu Buangan Jadi Kesayangan
Bab 38 - Kematian Ji


__ADS_3

Duka yang mendalam dirasakan oleh Qing 'Er, ia terus memeluk erat tubuh Ji yang kian melemah. Darah terus bercucuran dari punggung dan mulutnya, tiada harapan lagi baginya untuk selamat. Saat Xiao Yan membawa tabib mereka langsung berbondong membawa Ji ke tempat pengobatan. Qing 'Er yang masih dalam keadaan kalut melewati Yuan Shi yang masih mematung, namun saat berpapasan segera pria itu menahan Qing 'Er.


"Dengarkan aku!" pinta Yuan Shi.


Qing 'Er mengibaskan tangan yang menahan dirinya. "Ini semua salahmu!"


"Aku benar tidak tahu mengenai keadaan orangtuamu, namun jika kamu butuh bantuan aku pasti akan ikut mencari mereka." Yuan Shi mencoba membuat Qing 'Er percaya.


"Omong kosong! Aku tidak lagi percaya pada ucapanmu." Kata Qing 'Er sembari memicing tajam.


"Kamu mungkin tidak akan percaya, tetapi dia akan." Yuan Shi terdiam setelah menyinggung jiwa lain dari Qing 'Er.


"Kamu mencintainya?" tanya Qing 'Er penuh arti. "Tapi dia sudah tidak ada, jangan berharap apapun lagi." kata wanita itu sembari melenggang pergi meninggalkan Yuan Shi.


Yuan Shi mengerutkan alisnya, dia tidak menyangka bahwa sahabat kecilnya itu tahu siapa yang dia maksud sehingga Yuan Shi berusaha mengejar Qing 'Er untuk mengetahui jiwa lain dari tubuh wanita itu lebih jauh. Pegangan kuat dari tangan Yuan Shi menahan Qing 'Er, dengan raut wajah penasaran ia meminta sedikit penjelasan pada Qing 'Er. Setidaknya, apa yang dia lihat sebelumnya memang nyata dan bukan khayalannya saja.


"Kaisar masih memiliki pertemuan politik penting, mengapa harus mengejar hamba sampai sejauh ini?" tanya Qing 'Er dengan ketus.


"Aku--" ucapan Yuan Shi terhenti. "Hanya ingin memastikan beberapa hal!" lanjutnya.


"Memastikan beberapa hal? Apakah mengenai jiwa yang sangat mendukungmu itu, membantumu memecahkan berbagai masalah dan bermesraan denganmu menggunakan tubuh ini?" Qing 'Er memicing tajam ke arah Yuan Shi.

__ADS_1


"Dia nyata?" tanya Yuan Shi memastikan.


"Sejak kecil kamu memiliki sebuah penglihatan yang tajam dan ajaib. Hanya beberapa yang mengetahui hal itu ibumu, aku dan juga Ji. Penglihatanmu tidak salah, sosok jiwa yang mungkin pernah kamu lihat adalah jiwa orang lain yang memasuki tubuhku demi sebuah misi rahasia." Jelas Qing 'Er hingga membuat Yuan Shi tak mampu mencernanya dengan baik.


"Lanjutkan!" titahnya.


"Kamu sangat ingin tahu, aku akan mempertegas hal ini. Dia sudah lenyap, jiwanya tidak ada lagi di dunia ini. Dia telah berinkarnasi kembali ke masa depan dan hanya aku yang tersisa di sini. Jika aku harus kehilangan Ji karenamu, maka kamu juga harus kehilangan jiwa itu karenaku.


Aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia dengannya menggunakan tubuh ini, aku sangat membencimu sejak aku masuk ke istana bahkan hingga detik ini Yuan Shi. Persahabatan kita musnah karenamu, cintaku juga lenyap karenamu semuanya adalah salahmu!" geram Qing 'Er yang mulai merasa emosinya terkoyak oleh perasaannya sendiri.


"Aku mengerti ini semua hidupmu aku tidak berhak memanfaatkan dirimu demi kesenanganku. Namun bukan kesalahanku Ji mengalami hal ini, aku bahkan tidak berharap kamu kembali bersamanya sejak kalian pergi, aku hanya ingin kalian mewujudkan keinginan kalian selama ini.


Percayalah, aku sama sekali tidak terlibat dalam agenda penculikan keluargamu. Aku yakin sepenuhnya bahwa itu adalah rencana Ibu Suri." Yuan Shi tertatih menjelaskan hal yang mungkin sulit dimengerti oleh Qing 'Er.


"Qing 'Er!" Yuan Shi menekan kedua bahu Qing 'Er. "Apa aku sekejam itu di matamu?" Yuan Shi menatap tajam Qing 'Er.


"Apa yang tidak bisa dilakukan kaisar?" tanya Qing 'Er mengejek.


"Seburuk itukah penilaianmu kepadaku? Aku selalu menghormatimu, memperlakukanmu dengan semestinya. Aku tidak pernah menyentuhmu jika kamu tidak ingin. Bukankah itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa aku tidak sekejam yang ada di benakmu?" Yuan Shi memalingkan wajahnya dari Qing 'Er dan mengepalkan tangannya kencang.


"Kamu ingin aku memercayai bahwa kamu tidak terlibat dalam penculikan itu?" tanya Qing 'Er dengan mata yang memerah.

__ADS_1


Yuan Shi terdiam tanpa kata.


"Bantu aku mencari keluargaku bahkan jika harus membahyakan nyawamu sendiri!" Ujar Qing 'Er kemudian melenggamg pergi meninggalkan Yuan Shi seorang diri.


Tidak lama, Xiao datang memberi hormat pada Yuan Shi. Dia mendengar setengah percakapan Yuan Shi dan juga Qing 'Er sebelumnya. "Yang Mulia Kaisar, tidak akan benar-benar ikut mencari keluarga perdana menteri bukan?"


"Aku akan mencari mereka. Kerahkan seribu prajurit untuk ikut bersamaku mencari perdana menteri!" titah Yuan Shi.


"Jika kaisar pergi bagaimana keadaan istana? Apa kaisar yakin dengan semua ini?" tanya Xiao memastikan.


"Aku akan membuat dekrit kekaisaran tentang pengalihan kuasa sementara pada Wu Zetian!" pinta Yuan Shi dengan berat hati.


Xiao nampak terkejut, karena awalnya ia pikir Yuan Shi akan menyerahkan kekuasaan pada Ningshuang. "Mengapa tidak pada Putri Ning?"


"Ning masih terlalu muda, jika ia memegang kendali akan lebih mudah bagi para bedebah itu untuk mengkudeta takhta. Tapi, jika aku menyerahkan kekuasaan langsung pada orang yang mereka inginkan ini akan sedikit mengecoh mereka." Jelas Yuan Shi pada Xiao yang kini mengerti tujuan dari semua ini. "Perketat penjagaan untukku dan Qing 'Er selagi kami mencari keluarga perdana menteri. Buatlah beberapa perangkap untuk mengelabuhi musuh!"


Xiao Yan memasang posisi hormat dan membungkuk. "Baik, Yang Mulia."


Yuan Shi mengangguk kemudian bergegas ke rumah pengobatan untuk melihat kondisi terbaru Ji. Namun, saat langkahnya baru saja sampai di sana tangisan terdengar dari suara yang tentu saja dia kenal. Qing 'Er meratapi kepergian Ji dengan begitu mendalam, begitupun di hati Yuan Shi rasanya ingin menangis namun air mata tak mampu keluar dari kelopaknya.


Jenderal Ji adalah yang paling setia dan juga hebat diantara yang lainnya, sahabat kecil sekaligus teman belajarnya dulu kini telah tiada. Penyesalan yang begitu besar ia alami, memisahkan kedua orang yang saling mencintai tanpa perasaan.

__ADS_1


Andai kata segala rencananya berjalan buruk, ia sudah pasrah menerima sebagai bentuk hukuman langit karena telah memisahkan kedua orang itu. Yuan Shi berjalan mendekat dan memberikan penghormatan terakhir pada jasad Jenderal Ji. Kemudian, dia meminta Kasim Huo secara diam-diam menyiapkan penghormatan terakhir yang pantas diberikan untuk Sang Jenderal.


Yuan Shi memegang bahu Qing 'Er dengan lembut sembari membungkukkan posisi tubuhnya. "Permaisuri, tidak baik berlama-lama duduk di lantai. Bangunlah!" katanya dengan formal.


__ADS_2