Ratu Buangan Jadi Kesayangan

Ratu Buangan Jadi Kesayangan
Bab 40 - Jebakan


__ADS_3

Malam berlalu begitu lamban, Yuan Shi hampir tidak bisa tidur karena Wu Zetian selalu berusaha mencuri kesempatan pada dirinya. Dia berulang kali beralasan menjauhi Tian 'Er demi menghindari kontak fisik dengan gadis yang dia anggap sebagai adik kecilnya sendiri, Yuan Shi meminta pelayan untuk mengambilkan arak untuknya dan Wu Zetian. Dalam genggamannya yang lain, rupanya Yuan Shi telah menyediakan bubuk obat tidur untuk berjaga-jaga. Sembari menuangkan arak untuk Wu Zetian, Yuan Shi melakukan gerakan cepat menaburkan obat tidur halus yang sudah ada di genggamannya.


Setelah selesai, Yuan Shi menyerahkan secangkir arak tersebut pada Wu Zetian yang masih berpose di atas tempat tidur sembari berusaha terus menggoda Yuan Shi. Decakan kesal keluar dari mulut Tian 'Er, dia menunggu Yuan Shi untuk datang padanya untuk memberikan kenikmatan yang belum pernah dia dapatkan dari pria itu alih-alih secangkir arak yang sama sekali tidak ia inginkan.


"Kak Yuan sengaja menghindar dariku!" kesal Tian 'Er.


"Tentu saja tidak, aku tidak ingin terlalu terburu-buru terlebih ini malam pertama kita menghabiskan malam yang sesungguhnya." kata Yuan Shi.


"Ini semua karena Kak Yuan selalu beralasan dan selalu tidak pernah tidur bersamaku, sudah tujuh bulan aku menikahimu tapi kamu masih belum menyentuhku sama sekali. Aku juga ingin seperti Kak Qing 'Er menjadi istri sepenuhnya untukmu!" keluh Tian 'Er dengan nada manja.


"Kamu tahu hal apa yang memberatkanku, sejak kecil kita selalu bersama. Ayahmu adalah pamanku, aku sudah menganggapmu sebagai adik kecilku sama seperti Ningshuang. Jika bukan karena wasiat ayahmu aku tidak akan mungkin menjadikanmu selirku, alih-alih seperti itu aku lebih baik menikahkanmu dengan pangeran kerajaan lain!" Jelas Yuan Shi.


"Tapi, Kak Yuan juga tahu sejak kecil aku selalu menganggumi dan mencintaimu. Saat kakak menolak permintaan ayah aku merasa kecewa, namun sebab tak ada pilihan lain kamu akhirnya menerimanya dan itu membuatku senang. Namun, lebih dulu dari itu kamu malah membawa Kak Liu Qing untuk menjadi permaisuri padahal jelas dia tidak ingin." Tian 'Er kemudian menenggak secangkir arak yang telah diserahkan Yuan Shi sebelumnya.


"Jika kamu memihak padaku sampai akhir mungkin aku akan memperlakukanmu lebih baik," kata Yuan Shi sembari melihat Wu Zetian semakin tidak sadarkan diri.


Dia memalingkan wajahnya ketika Wu Zetian sepenuhnya tertidur, Yuan Shi keluar dari istana utama kemudian menenangkan dirinya dengan berjalan di sekitaran danau. Rasanya sepi, tapi disamping itu juga dia mulai memikirkan soal perasaan Qing 'Er yang mungkin merasakan hal yang sama selama berada di istana dingin. Yuan Shi mendengus pelan sembari menautkan tangannya ke belakang. Xiao Yan telah muncul untuk menemani Sang Kaisar menghabiskan waktu menyendirinya malam itu.


"Xiao, menurutmu apakah mungkin ada seseorang yang datang dari masa depan?" tanya Yuan Shi dengan asal.

__ADS_1


Xiao tertegun kemudian menjawab sebisanya. "Menurut penilainku, sangat tidak mungkin."


"Bagaimana kamu bisa mengatakan tidak mungkin?" tanya kaisar lagi.


"Karena tidak ada bukti yang menguatkan alasan seseorang datang dari masa depan, Yang Mulia." Jelas Xiao yan.


"Bagaimana jika ada? Dan mereka memiliki misi dari masadepan untuk merubah sesuatu di masalalu?" Yuan Shi berbalik menunggu jawaban Xiao.


"Aku belum pernah mendengar hal semacam itu, yang aku tahu hal itu sangat tidak masuk akal. Biasanya, jiwa kitalah yang berinkarnasi ke masa depan. Itupun akan dilakukan secara acak dan tidak bisa mengingat kehidupan yang kini kita jalani." jelas Xiao.


"Baiklah terimakasih atas jawabanmu, aku harap jika terlahir kembali nanti aku akan mengingat semua kehidupan yang kujalani saat ini tanpa melupakannya satupun." Yuan Shi kemudian berbalik dan melanjutkan perjalanannya menyusuri area danau.


Dia adalah Qing 'Er, kekosongan pada dirinya setelah kematian Ji semakin terasa di tengah malam yang sunyi. Ia bahkan tidak bisa menahannya sendiri sehingga memutuskan untuk pergi ke danau ditemani oleh pelayan pribadinya. Kebetulan yang sama, Yuan Shi pun ada di sana sehingga ia tidak ragu untuk menemui Qing 'Er yang masih menatap bintang yang indah di langit. "Selamat malam, permaisuri."


"Selamat malam, kaisar." Qing 'Er memberi hormat pada Yuan Shi dengan formal. Matanya nampak sendu dan terlihat sedikit membengkak.


"Hari sudah larut, permaisuri tidak boleh terlalu lama di luaran istana." Yuan Shi berdiri mendekat di samping Qing 'Er.


"Kaisar sendiri mengapa di tengah malam berjalan di sekitaran danau?" tanya Qing 'Er balik.

__ADS_1


Yuan Shi terlihat bingung memilih alasan yang tepat pada Qing 'Er. "Pemandangan di langit sangat tidak mungkin ku sia-siakan, sangat indah, bukankah begitu ratuku?"


Qing 'Er tersenyum halus. "Kaisar benar, sangat indah seperti sedang mencoba menghibur suasana hatiku. Oh ya, kue mawar yang kaisar berikan sangat lezat. Terimakasih atas kebaikan kaisar," ujar Qing 'Er.


"Tidak perlu sungkan, selagi Ratu Qing menyukainya akan kuberikan." Yuan Shi tersenyum tipis kemudian nampak kembali kaku karena tidak tahu harus berbicara apalagi.


Liu Qing pun tersenyum halus pada Yuan Shi, tidak ingin menimpali ucapan Sang Kaisar namun juga enggan pergi dari sana. Tapi, ulu hatinya terasa sakit dan mual sehingga ia tidak dapat menahannya di depan Yuan Shi. Qing 'Er menutup mulutnya dan menahan rasa mual yang tidak tertahan, Yuan Shi yang tahu ada yang tidak beres dengan Qing 'Er pun langsung merasa cemas.


"Permaisuri, apa kamu sedang sakit?" tanya Yuan Shi dengan panik. "Pelayan Chun, tolong bawa permaisuri masuk! Aku akan memanggilkan tabib untuknya," lanjut Yuan Shi.


"Kaisar tidak perlu khawatir, hamba baik-baik saja dan sehat." Qing 'Er menatap Yuan Shi dengan meringis sembari menahan mual yang masih ada di perutnya.


"Masih bisa mengelak, kamu jelas sedang tidak baik-baik saja!" geram Yuan Shi dicampur cemas.


Tidak lama penjaga istana datang menemui Yuan Shi dan Qing 'Er ke area danau. "Permisi, Yang Mulia."


"Ya, ada apa?" tanya Yuan Shi datar.


"Seseorang yang Yang Mulia cari sudah tiba di istana," kata penjaga istana.

__ADS_1


Yuan Shi menoleh ke arah Xiao, dia mengerti siapa yang penjaga itu maksud. Ya, orang yang dicari adalah Yun Shan. Kaisar yakin karena mendengar kabar pemberontakan Qing 'Er lah yang pasti membawanya datang ke Yuanqing. Yuan Shi kemudian segera berjalan mengikuti penjaga untuk menemui Yun Shan tidak lupa didampingi oleh Xiao sedangkan Qing 'Er kembali ke paviliun miliknya.


__ADS_2