Ratu Buangan Jadi Kesayangan

Ratu Buangan Jadi Kesayangan
Bab 45 - Perjalanan menuju penjara usang 1


__ADS_3

Keesokan harinya, semuanya sudah selesai dengan barang bawaan masing-masing, perjalanan pun kembali dilanjutkan. Yuan Shi masih terus mengawasi Qing 'Er sebab ia sangat khawatir tentang keselamatan istrinya dan juga calon penerus yang ada di kandungan permaisuri. Tatkala matahari mulai menjulang tinggi hingga ke atas kepala mereka, tiada satupun yang luput dari hawa panas dan melelahkan yang telah mereka jalani sepanjang seperempat jalan menuju penjara usang.


Yuan Shi sesekali menoleh ke arah kereta kuda yang ditumpangi oleh Qing 'Er dan Pelayannya. Sedangkan Yun Shan dengan setia berada di seberang kereta sembari berjaga sekeliling. Di sisi lain, suasana tegang Xiao yang sedang mulai melakukan aksinya mengahadang para pembunuh bayaran ibu suri mulai merasa gentar. Sebab seribu pasukan yang ia bawa sepertinya tidak sanggup menahan seratus orang pembunuh bayaran kelas kakap yang kini mulai membantai sebagian prajurit secara diam-diam.


Namun, hal itu tidak dapat menjadi kekalahan bagi mereka. Xiao yang telah dipercayai penuh oleh kaisar akan terus menerjang para pembunuh meski harus mempertaruhkan nyawanya. Bilah pedang dengan pedang beradu, mengeluarkan suara berdesing yang melengking. Xiao berhasil membekuk beberapa kawanan pembunuh bayaran, tapi saat salah seorang dari mereka mengobrak-abrik kereta kuda kosong sebagai pengalihan. Mereka mulai sadar, bahwa Xiao dan pasukan hanya sebagai pancingan.


"Keparat! Kemana kaisar dan permaisuri?" tanya seorang pria bertutup kain hitam di wajahnya.


Xiao tertawa kecil kemudian meluruskan pedang berlumur darah yang siap ia ayunkan ke arah para pembunuh bayaran yang mulai menyerangnya. "Tangkap dia sebagai sandera!"


Beberapa prajurit berhasil kabur, namun Xiao sudah memerintahkan sebelumnya meskipun mereka berhasil lolos tetap tidak diperbolehkan memberitahu kaisar sebab hal itu bisa memancing para pembunuh bayaran untuk melacak keberadaan kiasar dan yang lain. Xiao mendapat hantaman keras di bagian belakang tengkorak kepalanya yang membuat ia langsung pingsan seketika. Dalam keadaan tidak sadar, Xiao dijadikan sandera untuk menemukan keberadaan Yuan Shi.


Hampir setengah perjalanan akan dilewati oleh semua rombongan kaisar, namun karena hari sudah menjelang malam dan sebagian orang pun sudah tidak kuasa lagi karena lelah. Mereka memutuskan untuk beristirahat di tengah hutan belantara, rasa tidak yakin Qing 'Er mulai mengganggu dirinya. Benarkah keluarganya ada di penjara usang? Bagaimana jika ini hanyalah jebakan yang bisa membuat masalah menjadi lebih fatal? Mungkin dia akan semakin merasa bersalah pada Yuan Shi.


Wanita itu keluar dari kereta kuda dan melihat semuanya berkumpul di tengah api unggun yang telah dibuat oleh beberapa pemuda Suku Huo. Qing 'Er tersenyum tipis dengan batin yang masih merasa tidak tenang. Dia mengingat mengenai pembicaraannya dengan Su Mian kala itu, mengenai strategi yang Su Mian jelaskan dan meyakinkan Qing 'Er untuk tidak ragu pada kekuatannya. Namun nyatanya, Qing 'Er hanyalah pecundang dengan mulut besar dia hanya bisa memrotes Yuan Shi dan tidak pernah berani benar-benar bertarung pada kondisi yang nyata.

__ADS_1


Hanya pada saat ada Ji, ia percaya pada dirinya yang berharap lepas dari jeratan kaisar. Tapi, dalam kondisi ini ia merasa tidak berdaya. Bahkan di hatinya kini, andaikan Su Mian yang menggantikannya dan menyelamatkan keluarganya maka ia rela melepaskan semua yang ia miliki bahkan tubuhnya sekalipun. Yuan Shi sadar mengenai ekspresi Qing 'Er yang sedikit tidak semangat dan sendu, namun pria itu merasa tidak berhak bertanya dan hanya memperhatikannya dengan agak lama.


Yun Shan yang baru bergabung bersama yang lainnya, membawakan Qing 'Er sebuah tali rotan yang dijadikan gelang dan menyerahkan tanpa kata pada wanita itu. Yuan Shi dan Qing 'Er seketika menatap Yun Shan dengan kerutan di dahi mereka, Yun Shan berbaur dengan senyuman tipis di wajahnya kemudian menjelaskan barang yang ia berikan.


"Jika permaisuri dan kaisar berkenan, mohon simpan benda ini sebagai hadiah dari hamba untuk calon penerus kekaisaran." kata Yun Shan sembari menunggu Qing 'Er meraih barang kecil tersebut. Setelah diambil, Yun Shan pun mengambil area tempat duduk di samping kepala suku.


"Terimakasih atas perhatian Pangeran Beiming," Qing 'Er tersenyum tipis kemudian menaruh gelang tersebut di saku dekat giok yang tergantung pada hanfunya.


"Yang Mulia Permaisuri, silahkan dinikmati makanan yang telah hamba siapkan. Ini adalah kentang rebus dan dada ayam tanpa bumbu." Pelayan Chun sekonyong-konyong muncuk dari arah belakang dan membawa sepiring makanan yang siap disantap.


Kaisar mengangguk pada Qing 'Er memintanya untuk tidak menolak. Tapi, mata wanita itu tampak ragu saat semua orang mulai dibagikan satu buah kentang bakar yang utuh.


"Persediaan kita tidak banyak karena barang bawaan yang kita bawa dari istana telah mengandung racun yang menyebabkan beberapa pelayan buang air terus menerus. Sehingga, kita hanya memiliki bekal yang dibawa oleh suku huo. Khusus ayam dan buah-buahan kaisar meminta hanya disajikan untuk Yang Mulia Ratu." jelas Pelayan Chun pada permaisuri.


"Kaisar!" Qing 'Er menoleh ke arah Yuan Shi dengan tatapan penuh tanda tanya.

__ADS_1


Yuan Shi menghela napas, kemudian mulai menjelaskan kembali pada Qing 'Er. "Dalam tubuhmu ada seorang penerus yang harus dijaga, jadi aku hanya ingin memastikan dia mendapat asupan terbaik."


"Aku ingin membicarakan ini denganmu empat mata!" Qing 'Er menyerahkan sepiring sajian sebelumnya pada Pelayan Chun sebelum akhirnya melenggang pergi meninggalkan perkumpulan.


Ia berdiri di bawah pohon besar yang langsung menatap ke arah bulan sabit yang bercahaya. Yuan Shi datang dengan langkah yang lembut kemudian berdiri sejajar di samping Qing 'Er. "Hamba tahu, kaisar sangat peduli dengan bayi ini. Namun bukankah semua orang yang ikut andil dalam pencarian keluargaku juga sama berharganya?"


"Qing 'Er benar, tapi sebagai kaisar aku berhak memilih yang mana menjadi utama bagiku. Semua orang memahaminya," kata Yuan Shi dengan lemah lembut.


"Bukanlah pilihan yang bijak, aku merasa bersalah karena demi diriku mereka harus mengalami hal sulit seperti ini." Qing 'Er menoleh ke arah Yuan Shi.


Dalam cahaya bulan Yuan Shi menatap dalam mata Qing 'Er berharap melihat sosok yang sangat ia rindukan. Namun, hal itu hanyalah harapan semunya saja. "Jadi hal ini yang membuat Qing 'Er gelisah, apa kamu menyesal telah melibatkan banyak orang atas hak yang kamu perbuat?"


Yuan Shi menatap Qing 'Er dengan datar. "Lebih baik kamu bertekad untuk menemukan keluargamu, sehingga nyawa yang gugur dalam pencarian ini tidak akan sia-sia!" lanjutnya.


"Aku bukan Su Mian..." Qing 'Er mengalihkan pandangannya. "Saat aku tersadar bahwa beban terbesarmu selama ini adala aku, rasanya aku malu untuk menampakan diriku di hadapanmu. Sosok yang kamu kagumi itu, dia sangat percaya diri pada kemampuannya, dia ahli dalam segala bidang tapi aku jauh berbeda darinya. Hal itu, membuatku menyesal karena telah kembali."

__ADS_1


"Kalau begitu jadikanlah hal itu untuk membangkitkan semangatmu," Yuan Shi berbalik dan hendak pergi meninggalkan Qing 'Er.


"Jika aku tidak kembali, mungkin Ji masih hidup di sini." Qing 'Er memejamkan matanya dan tidak terasa air matanya kembali menetes. Begitupula dengan Yuan Shi yang mencoba tegar dan kembali pada perkumpulan orang-orang.


__ADS_2