
Setelah Yun Shan pergi, Permaisuri Qing masih menatap Kaisar dengan raut mengintimidasi. Tentu saja dia tidak setuju atas perkataan kaisar. Bagaimana bisa Yuan Shi yang baru saja bangun dari kondisi vegetatif kemudian pergi ke perbatasan untuk melerai perdebatan yang belum tentu membuahkan hasil yang baik.
Kaisar menatap Qing 'Er dengan lembut, mencoba membujuk permaisurinya bahwa perang bukanlah pilihan terbaik untuk mereka ataupun rakyat. "Aku tahu persis semangat Qing 'Er, tapi kita tidak bisa begitu saja memilih untuk berperang. Walau kita tidak tahu hasil dari negosiasi kelak, tapi setidaknya kita tidak melibatkan rakyat untuk menderita lebih dari ini."
"Banyak yang istrimu ini khawatirkan Kaisar, apalagi kondisiku yang sedang mengandung membuatku sering merasa cemas dan memikirkan hal buruk." Qing 'Er mengelus perutnya dengan lembut.
"Aku tahu, aku mempunyai sesuatu untuk diberikan pada permaisuri." Yuan Shi meraih sebuah bungkusan kain yang berisikan buah beri hutan seolah ingin mengalihkan pembicaraan yang sedang mereka lakukan.
Walau bibirnya tersenyum tetap saja tidak menghilangkan rasa kekhawatiran yang ada pada hati Qing 'Er.
Siang berlalu begitu cepat, di bawah cahaya lilin perempuan muda dengan kondisi berbadan dua itu sedang memegang sebuah buku, membacanya dengan perlahan sembari bersandar di pinggiran jendela. Suara pintu terbuka, pria tampan nan rupawan dengan tubuh kekarnya memasuki dan mendekat ke arah permaisuri.
"Sepertinya sudah mulai larut, mari permaisuri temani aku beristirahat!" pinta Kaisar Yuan Shi.
Qing 'Er menggelengkan kepalanya. "Pergi dan istirahatlah terlebih dahulu, aku akan membaca sebentar lagi."
"Besok aku harus pergi ke Perbatasan Han Yang apa permaisuri tidak ingin menemaniku tidur?" Yuan Shi meraih dagu Qing 'Er kemudian mengarahkan pandangan wanita itu kepadanya.
__ADS_1
Permaisuri menutup bukunya agak keras sehingga menimbulkan suara. Melihat sikapnya seperti itu jelas menunjukkan ketidaksukaannya atas kepergian Yuan Shi esok. Bagaimana mungkin Kaisar tidak mengerti maksud tindakannya seperti itu, Yuan Shi hanya tidak ingin membahas sesuatu hal yang telah dia putuskan demi kepentingan semuanya. Dia tetap harus pergi ke perbatasan Han Yang dan melakukan negosiasi untuk mendapatkan Xiao kembali dengan kondisi hidup.
Saat Ratu Liu Qing meraih tangan yang mengarah ke arahnya, ia pun masih dengan raut cemberut menerima ajakan istirahat Kaisar. Kaisar Yuan Shi mengantar Permaisuri ke arah ranjang, sedangkan ia langsung berbalik kembali untuk menutup jendela yang masih terbuka.
Kaisar Yuan Shi menyandarkan tubuhnya pada dipan kokoh yang ia miliki dengan kain tipis yang melingkari ranjang. Sedangkan Permaisuri Qing mengistirahatkan kepalanya di dada bidang Kaisar. Usapan demi usapan lembut dilayangkan Kaisar Yuan Shikai pada istrinya. Membuat Qing 'Er semakin nyaman dan lama kelamaan terlelap di pelukan Yuan Shi.
Pagi pun tiba, pelukan hangat itu sudah tak ada lagi. Qing 'Er merasakan dinginnya angin yang mulai memasuki musim gugur melalui celah jendela kamar. Ia terbangun dengan sambutan beberapa pelayan yang siap melayaninya dari atas kepala hingga ujung kaki. Pelayan barunya Gui menyiapkan pakaian berwarna putih keemasan yang indah.
Tapi Qing 'Er menggerutu dalam hatinya, ia berharap Yuan Shi masih menemaninya sampai terbangun. Namun jelas pria itu sepertinya sudah berada di pengadilan untuk mengurus segala hal yang tertinggal. Walau Qing 'Er mengatasi banyak hal dengan baik, akan tetapi sebagai Kaisar ia lah yang memiliki tanggungjawab penuh akan jalannya Kekaisaran.
Setelah berendam dan memakai riasan, Liu Qing kemudian menemui Kaisar di tempat yang telah pria itu sampaikan pada Pelayan Gui sebelumnya. Dengan balutan pakaian yang senada, Qing 'Er tidak bisa menyembunyikan kerinduannya di hadapan Kaisar Yuan Shi sehingga pelukan pun langsung ia berikan pada Sang Kaisar.
Sedangkan, di sisi lain semua persiapan untuk pergi telah lengkap. Yuan Shi sudah harus bergegas, namun ia tetap meluangkan waktu menemui dan menemani Permaisuri Qing 'Er. Mata Qing 'Er menatap milik Yuan Shi kemudian berkata. "Apa Kaisar yakin akan tetap pergi? Apa kamu ingin aku menemanimu? Aku punya segudang manfaat untukmu dan aku berjanji tidak akan manja dan menyusahkan Kaisar!"
"Demi pewaris yang ada di kandungan Qing 'Er, tetaplah di sini sampai aku kembali. Kuserahkan semua ini padamu, rakyatku, takhta ku, bahkan semua yang kumiliki adalah milikmu. Penasihat Yun Shan akan membantumu dalam membuat keputusan, ada ayahmu yang melindungi, juga Liu Bai yang telah dinobatkan menjadi jenderal akan terus mengawasi semua orang di istana dalam." Yuan Shi menyentuh lembut pipi Qing 'Er.
__ADS_1
"Istana dalam, semuanya aturlah menurut kebaikanmu. Segala kebutuhan dan keperluan para selir, semuanya kuserahkan padamu!" Lanjut Kaisar.
Setelah kata-kata itu diucapkan, ekspresi sedih terlihat dari wajah Liu Qing. Alih-alih berpamitan ini terkesan seperti sebuah perpisahan baginya. Namun, ada satu hal yang membuat Yuan Shi teralihkan yaitu warna mata Qing 'Er yang kian memudar dan pucat.
Sebelum ia bertanya, pengawal dan pasukan yang telah siap melaporkan bahwa sudah saatnya untuk berangkat ke Han Yang. Kaisar Yuan Shi dengan waktunya yang tinggal sedikit memeluk Permaisuri Qing dengan begitu erat. "Aku berjanji akan kembali sampai urusan ini selesai. Sebelum kepergian ku ini semuanya telah ku persiapkan untuk kemudahan mu memimpin Xia."
"Sebagai permaisuri dan pasanganmu, yang dapat kulakukan hanyalah mendukung setiap keputusan Kaisar. Aku akan menjalankannya dengan benar sesuai keinginan mu, pulanglah setelah masalah selesai dan bawalah Xiao kembali ke istana. Jangan lupa pada janjimu, karena ada bayi kecil menunggumu di sini." Qing 'Er masih memeluk Yuan Shi dengan erat.
Tidak lama, pelukan pun terlepas. Yuan Shi melambaikan tangannya ke arah permaisuri sebelum melakukan perjalanannya kali ini. Setelah kepergian Kaisar, angin yang berhembus terasa lebih dingin dan menusuk kulit. Bahkan saat Pelayan Gui memakaikan mantel pun masih terasa menusuk dan membuatnya sakit.
Namun, masih banyak tanggungjawab di pundaknya yang tetap harus berjalan semestinya. Qing 'Er hanya mampu berdoa dan berharap perjalanan kali ini tidak memakan waktu yang lama setidaknya sebelum anak yang dikandungnya terlahir. Karena bosan melanda, Ratu Qing pun meminta ibundanya tinggal di istana untuk sementara selama Kaisar pergi. Tentu saja tidak ada penolakan, terlebih sekarang Permaisuri sedang mengandung calon penerus takhta Kaisar Yuan Shi.
Dalam keadaan yang begitu hampa, Nemo akhirnya muncul dan menemani hari-hari Nona Su Mian yang kini telah beralih sepenuhnya menjadi permaisuri.
"Nona, aku sudah tahu kenapa warna matamu kian memudar!" Nemo dengan segala informasi ajaib yang kini telah beralih profesi menjadi asisten pribadi yang baik memberitahu lebih jelas mengenai masalah warna matanya yang memudar.
"Ada apa?" Qing 'Er melihat Nemo dengan datar.
__ADS_1
"Progress misi telah mencapai delapan puluh lima persen, setelah seratus persen maka kita bisa kembali ke masa depan!"