
Setelah berbincang dengan ibu suri mengenai hal yang terjadi di Beiming, ibu suriĀ nampak langsung marah besar dan segera memasuki istana dingin milik Ratu Qing dengan Wu Zetian yang mengekor. Mereka memerintahkan semua pelayan untuk tidak lagi melayani Qing 'Er jika tidak mereka akan dihukum dengan berat. Dari puluhan pelayan hanya ada tiga yang tersisa dan rela mendapat hukuman cambuk dua puluh kali oleh ibu suri. Ibu suri melakukan itu untuk membalas Qing 'Er atas perlakuannya terhadap pelayan Selir Wu Zetian.
Setelah menghukum para pelayan dan melampiaskannya pada mereka. Ibu suri dan Wu Zetian langsung menyebarkan rumor tentang kaisar yang telah disihir oleh ratu buangan, Qing 'Er. Mereka bahkan menyelipkan sebuah mantra sihir yang dibeli dari pasar gelap ke kamar tidur kaisar. Juga, mengenai perselingkuhan Qing 'Er bersama Yun Shan yang mulai disebar oleh orang bayaran mereka, seolah dengan sengaja menguliti Qing 'Er sampai habis.
Hukuman pengguna ilmu sihir di Dinasti Xia sangatlah berat, yaitu hukuman gantung dan jarang sekali mendapat keringanan sekalipun mereka termasuk ke dalam keluarga kerajaan.
Di sisi lain, Liu Qing dan juga Yuan Shi tengah beristirahat di sebuah kedai dan meminum arak dengan tingkat alkohol yang rendah. Yuan Shi nampak menikmati rasanya jadi dia berulang kali menenggak minuman itu. Semakin siang cuaca di sana semakin panas, akibat tanah yang tidak subur, intensitas hujan yang jarang dan juga pepohonan yang tidak ada lagi di tempat itu membuat hawa panas semakin terasa, sungguh jauh berbeda dengan kondisi Beiming sekalipun berdekatan.
Yuan Shi menatap Qing 'Er yang memperhatikan sebuah tusuk rambut yang berkilauan dari jauh. "Qing 'Er, menginginkannya?"
Liu Qing menggeleng enggan. "Tidak perlu, aku masih memiliki beberapa peti perhiasan yang belum dipakai."
"Selagi kamu mau bahkan perhiasan di seluruh dunia ini akan aku berikan padamu," kata Yuan Shi sembari tersenyum. Lambat laun keduanya semakin membaik dan tidak lagi mempermasalahkan keributan di kereta kuda sebelumnya.
Qing 'Er melirik Yuan Shi sembari tertawa kecil, menertawakan rayuan maut pria zaman kuno ini membuat dirinya sangat tergelitik namun jujur saja, ia sempat merasa spesial tadi. Nyatanya, Yuan Shi adalah pria yang telah memiliki lebih dari tiga puluh orang selir di istana, dia memang jarang terlihat bersama para selir tapi menurut Qing 'Er tidak mungkin ia tidak pernah bermalam dengan sebagian dari mereka.
"Apa lagi yang ratu pikirkan? Aku bisa membaca raut wajahmu yang pasti sedang memikirkan betapa omong kosongnya ucapanku sebelumnya, benarkan?" tanya Yuan Shi yang kemudian menenggak segelas araknya lagi.
"Benar sekali, kaisar memang memiliki intuisi yang tajam. Jika aku meminta hal selain perhiasan itu apa kaisar tetap akan mengabulkannya?" tanya Qing 'Er sembari tersenyum tipis.
__ADS_1
"Apa yang ratu inginkan pasti akan kupenuhi, Aku bahkan sudah menjanjikan dirimu untuk pindah ke paviliun sepulang kita ke istana, kemudian menghapus hukuman Liu Bai dan juga membiarkan ratu mengurus masalah kekaisaran." Kaisar Yuan Shi menjabarkannya dengan detail.
"Kaisar benar, satu persatu sudah terkabulkan dengan cepat. Kalau begitu, aku akan menyimpannya lain kali namun berjanjilah kamu akan mengabulkannya suatu hari nanti!" ujar Qing 'Er.
"Itu semua bergantung pada apa yang kamu minta, jika kamu meminta kebebasan aku pasti tidak akan memberikannya jika perlu aku akan mengurungmu agar tidak pergi dari sisiku." di dalam perkataannya tersirat sebuah peringatan keras untuk Qing 'Er.
"Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan, kapan itu terjadi tidak ada yang tahu. Kamu tidak bisa selamanya menahanku untuk pergi namun, aku bisa menjanjikan selama aku di sini aku pasti akan setia menemani dan membantumu." Qing 'Er menunduk kemudian meraih segelas minumannya yang sejak tadi hanya ia perhatikan dan tidak berani dia minum mengingat alkohol dapat membuatnya mabuk sekalipun hanya sedikit.
Yuan Shi menatap Qing 'Er kemudian menenggak minuman milik wanita itu dan menarik dagu ratunya, ia mengalirkan minuman tadi dari mulutnya ke mulut sang ratu. Membuat Qing 'Er membelalak namun bibir mereka masih menyatu dengan baik, Yuan Shi melepaskan ciumannya kemudian tersenyum. "Aku sudah mewakilkan ratu meminumnya," katanya dengan menggoda.
"Tubuh ini tidak bisa menahan alkohol, Yuan Shi!" geram Qing 'Er sembari menekan kepalanya kuat.
Qing 'Er mengerutkan alisnya. "Kamu yakin? Sepertinya penginapan di sini nampak tidak aman."
"Qing 'Er tidak perlu cemas, aku akan melindungimu." kata Yuan Shi.
"Kita tidak bisa membuang waktu di sini, jadi lebih baik segera pulang saja karena aku ingin cepat pindah ke paviliun!" jawab Qing 'Er yang kini berdiri siap melanjutkan perjalanan.
Sebelum kepulangan mereka, tentu saja tidak lupa Qing 'Er berpamitan pada Kak Liu Bai dan berjanji akan menyampaikan salam dari pria itu pada orang tuanya. Serta beberapa buah tangan yang disediakan Liu Bai untuk Perdana Menteri Liu dan istrinya telah rapih untuk segera dibawa pulang oleh Qing 'Er. Kaisar menunggu Liu Qing memasuki kereta kemudian wanita itu membuka kain penutup jendela dan melambaikan tangan pada Sang Kakak yang masih memperhatikannya.
__ADS_1
"Hati-hati, Kakak Tertua!" ujar Qing 'Er dengan perasaan sedih.
"Sampai jumpa lagi, Adik!" jawab Liu Bai yang ikut merasakan kepedihan perpisahan mereka.
Qing 'Er terus menatap Liu Bai dari kejauhan, karena merasa terlalu lama Yuan Shi akhirnya menarik pinggang Qing 'Er dan membawanya ke pangkuan dirinya. Qing 'Er mengerutkan alisnya dan membelalak seraya memrotes tindakan Yuan Shi.
"Ish! Sungguh mencari kesempatan dalam kesempitan!" keluh Liu Qing.
"Tenanglah jika tidak ingin aku bertindak impulsif, aku hanya ingin kamu duduk di sini sebentar tanpa sekalipun memrotes!" Yuan Shi memeluk erat pinggang Qing 'Er menatap lekuk tubuhnya yang menawan.
Liu Qing menggenggam erat kepalannya yang tersembunyi dan siap melayangkan dua jarinya untuk menusuk mata Yuan Shi. Saat hampir mengenai mata Yuan Shi, tangan itu langsung tertahan oleh genggaman tangan besar milik Yuan Shi.
"Ratu selalu bersikap tidak sopan padaku, aku lupa memberitahumu. Jenderal Ji pulang bersama rombongan Wu Zetian pagi tadi," kata Yuan Shi.
"Lalu, apa urusannya denganku?" tanya Qing 'Er menatap Yuan Shi dengan begitu dekat.
Di luaran kereta, Xiao Yan dan Pelayan Chun hanya bisa menggeleng tidak mengerti. Baru beberapa hari lalu kedua majikannya itu saling bermesraan di dalam kereta kuda, tapi kini keduanya sudah kembali bertengkar bak kucing dan anjing. Ocehan mereka selama perjalanan hanya bisa membuat kedua pelayan itu mengelus dada.
Setelah enam jam perjalanan, akhirnya kereta kuda milik kaisar telah tiba di istana. Sesampainya di sana, terlihat orang-orang mulai menggunjingkan ratu yang baru saja turun dari kereta.
__ADS_1
"Kaisar harus segera menjauh dari penyihir ini!" ucap salah seorang warga yang terlihat melakukan protes di depan istana Qianqing.