
...Duhai Permaisuriku yang tersayang, terimakasih atas segala jasamu yang telah menjaga istanaku dengan baik. Sungguh aku tidak tahu hadiah apa yang pantas kuberikan untukmu....
...Dan untuk Putri Kecil yang telah kamu lahirkan, mari beri nama dia Putri Yuan Annchin ini berarti putri yang secantik bidadari. Setelah aku kembali, aku akan memberinya gelar Putri Mahkota. Kelak ia akan menjadi pewaris takhta ku yang sangat berharga dan kamu akan menjadi Ibu Suri yang disegani semua orang....
...Ratuku, keadaan di sini semakin kacau. Xiao masih dijadikan tawanan oleh Kerajaan Han yang semakin membabi buta menyerang markas tak kenal waktu. Tapi, kamu jangan khawatir suamimu ini masih memiliki banyak siasat untuk membasmi tikus got yang berkeliaran....
...Sepulang nanti, Apa kamu tidak bersedia memberikanku seorang pangeran?...
Kaisar Yuan Shi,
Suamimu tercinta.
Beberapa bulan kemudian...
Surat demi surat dituliskan Yuan Shi untuk permaisuri. Dia selalu meluangkan waktu untuk menulis surat berisikan setiap hal yang ia lakukan selama di markas militer. Setiap hari pula, tak satupun puisi yang terlewatkan untuk menghibur istrinya dari kegundahan. Sedangkan Qing 'Er kini disibukan dengan beberapa tugas baru, memperluas akademi juga membangun beberapa bisnis kosmetik yang dengan cepat menyebar ke penjuru negeri.
Qing 'Er menggeretakan giginya kuat, kemudian mendengus kasar. "Lihatlah ayahmu, bisa-bisanya dia masih bercanda dalam kondisi genting seperti itu?"
__ADS_1
Putri Annchin yang sudah berusia tiga bulan hanya mampu tersenyum mendengar celotehan ibundanya. Qing 'Er menghela napas pelan, kemudian kembali menatap Annchin. "Annchin, ibu harus pergi memeriksa restoran dan bisnis yang baru saja ibu buka. Kamu akan kuserahkan pada Pelayan Pribadimu Rui, yang tenanglah aku akan secepatnya kembali."
Setelah pergi menjauh dari istana dan menghibur diri dengan berkeliling kota, Qing 'Er merasa agak lega sedikit. Karena ini kali pertama ia keluar istana setelah beberapa bulan mendekam di dalam karena melahirkan. Bisnisnya dijalankan langsung oleh Sang Kakak Liu Bao, dia menjadi tangan kanan Qing 'Er untuk mengurus semuanya. Nemo telah kembali ke mode tak terlihat, ia hanya dapat dilihat oleh Sang Nona Su Mian.
"Progress misi sudah mencapai 98%! " jelas Nemo.
"Apa yang membuat misi ini tidak bisa mencapai 100%? Aku sudah menjadi kebanggan dan kecintaan rakyat, memberikan pewaris untuk Yuan Shi, mendapat kasih sayang Yuan Shi, membangun beberapa bisnis yang langsung berkembang pesat, menghancurkan Klan Wu sampai akar." Hembusan napas perlahan keluar dari mulut Qing 'Er, sejujurnya dia sangat berterimakasih karena dua persen yang menentukan ini bisa membuatnya memiliki banyak waktu untuk berada di dunia yang saat ini ia tinggali.
"Mungkin saat kaisar kembali, misi ini akan mencapai 100% dan saat itu, kita baru bisa kembali." Nemo duduk di pundak Qing 'Er dengan santai.
Setelah beberapa lama, akhirnya Qing 'Er sampai di tempat usaha barunya yaitu toko kosmetik yang sangat disukai di antara kalangan bangsawan. Peresmian dimulai, Qing 'Er memotong tali hiasan sebagai tanda bukanya toko. Semua orang begitu menghormati dan mengagumi Qing 'Er, rasanya hidupnya telah aman, nyaman dan menyenangkan. Namun entah kenapa, hidup yang datar seperti itu seringkali membuat jiwa Su Mian merasa bosan. Tak bisa dipungkiri, dia sangat suka menghadapi masalah maupun tantangan yang menegangkan.
Sesaat setelah masuk ke pemandian, Qing 'Er menghabiskan waktunya berendam dan istirahat sembari menunggu Nemo membawa informasi untuknya. Dengan dua potong mentimun di atas matanya yang terpejam Nemo masuk melayang dan mendekat ke arah Qing 'Er. "Nona, ada kabar kurang baik di antara pelayan dan pejabat istana!"
"Hm, menyenangkan. Aku sudah lama tidak merasakan ada masalah di istana ini, tidak ada masalah berarti ada yang salah. Kabar baik apa itu?" tanya Qing 'Er tanpa membuka kelopak matanya.
Dengan asap yang keluar dari kolam pemandian, aroma harum bunga kesukaan Qing 'Er menyeruak ke setiap penjuru ruangan.
__ADS_1
"Mereka mengatakan bahwa Putri Annchin adalah anak haram mu dengan Jenderal Ji." Kata Nemo dengan gelagapan.
Dua potong mentimun itu seketika terjatuh ke dalam air seraya terbukanya mata Qing 'Er dengan lebar. "Orang mati saja masih dijadikan bahan fitnahan orang-orang keji ini. Temukan sumber masalah utama yang menyebarkan rumor ini, aku akan mengurusnya dengan baik. Jangan biarkan rumor ini terdengar oleh Kaisar!" pinta Qing 'Er pada Nemo.
"Bukankah lebih bagus jika kaisar juga mendengar kabar ini? Aku yakin dia akan langsung memenggal kepala orang-orang yang menyebarkan rumor dan membicarakannya." Usul Nemo.
"Aku juga percaya, tapi bukan itu yang kuinginkan. Yuan Shi sangat menghormati mendiang Ji, aku tidak ingin luka lama terbuka lagi terlebih luka itu belum sepenuhnya terobati." Qing 'Er menghela napas panjang kemudian meraih sebuah kain untuk menutup tubuhnya yang kini keluar dari kolam pemandian.
Qing 'Er berjalan keluar kolam kemudian meraih pakaian bersih yang telah disiapkan pelayan. Menemui Putri Ann kemudian menggendongnya dalam pelukan yang hangat, putri kecil yang kini mewarnai harinya itu terlihat ceria di samping Pelayan Rui.
Rumor rupanya telah menyebar ke para pejabat utama istana, mereka secara tiba-tiba meminta rapat pengadilan diadakan. Tentu saja hal ini akan menjadi batu loncatan orang-orang serakah yang ingin menggoyahkan takhta Ratu Qing, terlebih kaisar sedang berada jauh di sana dan tidak tahu pasti masalah ini. Namun masalah kecil ini akan menjadi besar apabila tidak segera diselesaikan.
Qing 'Er yang sedang menggendong Annchin di dalam dekapannya mendapat kunjungan dari Penasihat Yun Shan. Dengan sikap tenang, Qing 'Er menyerahkan kembali Putri Annchin pada Pelayan Rui.
"Hormat pada Yang Mulia Ratu, para pejabat istana meminta rapat pengadilan sore ini. Sepertinya mengenai rumor yang menyebar luas di antara para pelayan. Mereka ingin segera menyelesaikan masalah ini sehingga tidak sampai ke luar istana." Jelas Penasihat.
"Tentu saja, aku akan menghadirinya." Qing 'Er berjalan keluar di ikuti para pelayannya dan juga Penasihat Yun.
__ADS_1
Setelah menemukan tempat yang nyaman untuk berbincang, Qing 'Er dan Yun Shan membicarakan rumor yang sedang panas di dalam istana. Helaan napas keluar dari bibir Qing 'Er seraya dengan senyuman tipis di wajahnya. Ia menyesap teh melati yang telah disediakan di atas meja. "Sudah begitu lama tidak mendengar hal yang membuatku bersemangat," ucap Qing 'Er dengan tenang namun ber intonasi tegas.