Ratu Buangan Jadi Kesayangan

Ratu Buangan Jadi Kesayangan
Bab 51 - Penginapan


__ADS_3

Dengan segala persiapan yang cukup lengkap, Qing 'Er, Yuan Shi dan juga Yun Shan serta beberapa pengawal melanjutkan perjalanan mereka ke Pengasingan Barat di mana Keluarga Perdana Menteri menuju kesana. Qing 'Er menunggangi kudanya dengan santai begitupun dengan yang lainnya sembari melihat keadaan di sekitar.


Setelah melewati lembah dan hutan yang lebat, mereka kini mulai memasuki jalan pemukiman warga yang dipadati dengan pedagang kecil di pinggir jalan. Qing 'Er menoleh ke kanan dan kiri dari balik kain transparan yang menjuntai dari topinya.


Yuan Shi mengenakan penutup kain dengan pakaian serba hitamnya, tidak lupa ia juga mengaitkan giok pribadi peninggalan ibunda tercinta di area pinggang pakaiannya.


"Kembalilah ke Kerajaan Beiming, kumpulkan pasukan untuk ikut bersamaku ke kaisaran!" Yuan Shi menoleh ke arah Yun Shan yang mengenakan pakaian putih seraya dengan warna rambut pria itu.


Suasana pasar kecil itu terlihat berdesakan seketika, seolah sedang mempertontonkan suatu hal yang menarik. "Aku akan pergi kesana," kata Qing 'Er sembari turun dari kuda tunggangannya.


"Berhati-hatilah!" jawab Yuan Shi yang kemudian mengalihkan pandangannya kembali pada Pangeran Beiming. "Bawalah beberapa pengawal untuk menemanimu, jika sesuatu terjadi pada Kerajaan Beiming segera kirimkan surat padaku. Terimakasih atas bantuanmu selama ini, terutama mengenai keselamatan Qing 'Er!" lanjut Yuan Shi pada Yun Shan yang kini mengangguk dan mempererat pegangan kendali kudanya.


"Hamba menerima titah Yang Mulia, hamba dan rakyat Beiming akan dengan sekuat tenaga membantu Yang Mulia Kaisar merebut kembali takhta yang kini jatuh ke tangan orang yang salah. Berhati-hatilah dan juga mohon Yang Mulia menjaga Su Mian dengan baik." Pangeran Beiming memberikan hormat terakhirnya sebelum ia pergi.


Yuan Shi mengangguk dan menerima penghormatan dari Pangeran Beiming sebelum pria itu pergi. Setelah kepergian Yun Shan, mata Yuan Shi tertuju pada Qing 'Er yang kini berada di tengah kerumunan orang. Sembari mengeratkan topi yang ia kenakan, Qing 'Er akhirnya kembali ke arah Yuan Shi dan berdiri menengadah pada pria itu.


"Ibu Suri sudah melakukan langkahnya yang tak terduga, kaisar telah diumumkan tiada di tangan permaisuri pemberontak bersama keluarganya. Penobatan Wu Zetian sebagai penggantimu akan dilakukan empat hari lagi. Apa yang akan kita lakukan?" Qing 'Er nampak cemas setelah kabar yang ia lihat di dinding pengumuman tadi.

__ADS_1


Yuan Shi menghela napas panjang, ia mengulurkan tangannya pada Qing 'Er. "Qing 'Er tidak perlu khawatir, kita harus segera mengumpulkan pasukan. Perjalanan kali ini, akan aku manfaatkan untuk menemui Jenderal Ye. Dia adalah pengikut setiaku, aku yakin dia tidak akan percaya rumor ini dengan cepat." jelas Yuan Shi yang kemudian mengarahkan Qing 'Er untuk menunggangi kudanya lagi.


Qing 'Er menarik kendali kuda lalu memijakan kakinya pada tumpuan dan menunggangi kudanya dengan tepat. Sembari menoleh ke arah lain, Qing 'Er mengerutkan alisnya heran sebab ia tidak dapat menemukan Pangeran Beiming yang sebelumnya ada bersama mereka.


"Dimana Yun Shan?" tanya Qing 'Er dengan rasa penasaran.


Yuan Shi menarik kendali kuda untuk memutar balikan arah kuda miliknya, sembari terus menoleh ke arah Qing 'Er memastikan wanita itu selalu berada di belakangnya. "Aku memintanya kembali ke Beiming." Yuan Shi menghentak kakinya sedikit agar kudanya melaju.


Diikuti oleh Qing 'Er di belakangnya, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka untuk menemui Jenderal Ye yang telah dibicarakan oleh Yuan Shi. Nemo pun kemudian muncul dan duduk bersama Su Mian di atas kuda.


"Nona, apapun yang kamu butuhkan aku bisa berikan! Jadi, jangan sungkan meminta." Ucap Nemo dengan santai.


"Ternyata cintamu sudah begitu dalam Nona, kamu bahkan rela mati untuk kaisar. Jika kamu mati, maka misi kita gagal lagi dan tentu saja aku tidak bisa kembali. Aku pun akan melakukan hal yang sama untukmu, aku tidak akan membiarkanmu mati." Nemo berdiri dan mengepalkan tangannya seolah pejuang peperangan.


Su Mian tertawa kecil sebelum memperkuat tali kendali dan mempercepat laju kudanya melewati Yuan Shi. "Kak Yuan, kita tidak punya banyak waktu!" teriaknya sembari menoleh ke arah Yuan Shi di belakang.


"Kak Yuan?" gumam Yuan Shi kemudian ikut mempercepat laju kudanya menyusul Qing 'Er.

__ADS_1


"Qing 'Er tetap harus berhati-hati, sebab ada malaikat kecil kita di dalam perutmu." Yuan Shi tersenyum halus setelah berhasil menarik kendali kuda Su Mian agar memperlambat laju kudanya.


Qing 'Er menatap perutnya tanpa kata kemudian spontan mengelus perut yang telah diisi buah cinta mereka. "Aku merasa aneh," katanya sembari menatap Yuan Shi di sampingnya.


"Ada apa?" tanya Yuan Shi dengan raut wajah datar.


"Bukankah bayi ini seharusnya menendang-nendang di perutku? Kenapa ini tidak sama sekali terasa bergerak?" Qing 'Er mengerutkan alisnya masih dengan bingung menatap Yuan Shi.


"Dia masih terlalu muda untuk menendang dinding perutmu, aku yakin jika sudah membesar dia bahkan bisa lebih dari sekedar menendang. Dia tidak akan jauh berbeda dari ibunya, benarkan?" Yuan Shi tertawa kecil sebelum akhirnya memfokuskan pandangannya pada jalanan yang kini terlihat sepi di depan.


"Maksudmu, aku adalah wanita yng tidak bisa diam?" Qing 'Er mengerutkan alisnya mengintimidasi Yuan Shi.


"Ya, seperti itulah." Yuan Shi tertawa kecil di balik penutup kain wajahnya, begitupun dengan Qing 'Er yang kini memasang wajah cemberut yang dapat dilihat Yuan Shi dari balik topi posesif yang ia berikan.


"Hari sudah mulai gelap, kita akan menyewa penginapan di sekitar sini." Yuan Shi berjalan menelusuri beberapa bangunan yang terlihat seperti motel. Ia pun menentukan pilihannya pada sebuah penginapan sederhana yang ia kira aman untuk mereka berdua.


Qing 'Er dan Yuan Shi kemudian masuk ke dalam penginapan, di sana mereka langsung disambut oleh pemilik penginapan lalu mulai memilih kamar untuk keduanya. Motel dengan tiga lantai nan sepi itu, membuat Su Mian merasa curiga. Ia pun dengan cepat meminta Nemo untuk menyelidiki lebih jauh soal penginapan yang mereka tinggali kini.

__ADS_1


"Nemo, bersiaga lah, jika sesuatu hal aneh terjadi tolong laporkan padaku!" gumam Su Mian.


"Baiklah Nona, silahkan beristirahat. Tubuhmu ini tidak sekuat milikmu di dunia modern, pil penyembuh juga terbatas, jadi luangkan waktu untuk beristirahat sebanyak mungkin. Aku akan berjaga dan melaporkannya padamu jika ada sesuatu hal yang mencurigakan." jelas Nemo yang kini pergi melakukan permintaan Su Mian.


__ADS_2