Ratu Buangan Jadi Kesayangan

Ratu Buangan Jadi Kesayangan
Bab 49 - Pernyataan cinta


__ADS_3

Dalam dekapan Yuan Shi, pandangan Su Mian membelalak dan tubuhnya seketika membeku. Namun, kesadarannya muncul saat orang di belakang Yuan Shi hendak menghunuskan pedang pada mereka berdua.


"Sialan, berani sekali kamu!" geram Su Mian pada pria di belakang Yuan Shi yang kemudian langsung ia bidik dengan senapannya.


Tetapi, tembakan yang diluncurkan Su Mian tetap tidak membuat Yuan Shi merubah posisinya. "Kaisar, kamu sangat impulsif, lihatlah di mana kita berada!"


Yuan Shi menyeringai halus kemudian mengeluskan telapak tangannya ke pucuk kepala Su Mian. "Akhirnya, kamu mulai memrotes lagi."


"Aku membawa satu peti senjata, berikan pada yang lainnya!" pinta Su Mian, ketika Yun Shan telah memberikan senjata dengan rata pada pasukan Yuan Shi mereka pun tidak segan untuk langsung menyerang tanpa takut.


Yuan Shi mengerutkan alisnya seraya bertanya. "Bisakah kamu tunjukan lagi bagaimana cara menggunakannya?"


Su Mian tertawa kecil kemudian mengarahkan senapan panjang itu ke arah depan dan membidik musuh yang berada di jarak sepuluh meter. Tembakannya lagi-lagi tepat sasaran, sebagai agen rahasia negara Su Mian menjadi anggota yang paling profesional dalam menggunakan senjatanya apalagi sebuah senapan. Dia selalu mendapat peringkat teratas setiap kali berlatih.


Yuan Shi dengan tatapan kagum mulai mengikuti cara yang sama dengan Su Mian, dalam satu kali coba Yuan Shi berhasil mengenai musuh yang kini banyak yang berlarian untuk berlindung di balik pepohonan agar terhindar dari tembakan. Sebagian lagi telah kabur menjauh dari tempat.


Ketika mereka berhasil menekan mundur lawan, Yuan Shi mengalihkan perhatiannya pada Su Mian, pria itu berjalan dan menjatuhkan senapan yang ia pegang kemudian kembali memeluk Su Mian. "Terimakasih!" ucapnya dengan senyuman merekah di wajahnya.


"Bisakah kamu berhenti memelukku?" Su Mian menghela napas panjang seolah ingin melepaskan pelukan Yuan Shi.


"Nona, kamu terlalu jual mahal. Jelas kamu juga sangat merindukan kaisar!" Nemo yang berada di bahu Yun Shan yang jelas tidak dilihat siapapun mulai ikut berkomentar terhadap sikap acuh tak acuh Su Mian.


"Pangeran Beiming, bisakah kamu mengurus orang yang terluka, tapi sebelum itu kita perlu berbicara. Qing 'Er tolong bantu kepala suku untuk mengevakuasi para korban!" Yuan Shi memberikan isyarat pada Yun Shan kemudian pria itupun membalas dengan anggukan.


Melewati rerumputan yang lumayan lebat, Yuan Shi berjalan mendahului Yun Shan yang tahu apa yang hendak dibicarakan oleh kaisarnya. "Apa yang terjadi? Bagaimana dia bisa kembali? Bagaimana dengan Qing 'Er?"

__ADS_1


"Kami telah menemukan perdana menteri dan keluarga, namun saat hendak ke luar Yang Mulia Ratu tertimpa reruntuhan akibat bola bubuk mesiu yang meledak." jelas Yun Shan dengan raut wajah yang menyesal.


Yuan Shi mengerutkan alisnya, matanya memicing tajam kemudian menoleh kembali ke arah Yun Shan. "Lalu, bagaimana caranya dia bisa kembali? Kemana Qing 'Er?"


"Hamba tidak mengerti, bukankah ini saatnya untuk kalian berbicara jujur satu sama lain?" ujar Pangeran Beiming.


Yuan Shi mengangguk penuh arti. "Kamu benar, aku akan berbicara dengannya malam ini."


Sembari melihat beberapa orang yang terluka sedang dibantu oleh Qing 'Er dan yang lainnya, kaisar kembali bersama Yun Shan. Dari kejauhan Yuan Shi menatap jiwa Su Mian yang semakin terlihat jelas oleh kedua bola matanya. Namun, hatinya pun tentu memikirkan jiwa Qing 'Er yang entah ada di mana. Malam ini, ia bertekad untuk mempertanyakan semuanya dengan jelas pada Su Mian. Semuanya tanpa terkecuali.


Setelah membuat tenda besar di bekas pertempuran tersebut, Su Mian dan yang lain mulai beristirahat. Di dalam tenda milik permaisuri, Qing 'Er yang kini berjiwa Su Mian melepaskan pakaiannya yang berlumuran darah. Pelayan Chun telah tiba setelah membantu mengurus beberapa orang yang terluka. "Yang Mulia, bagaimana keadaanmu?" tanya wanita itu dengan panik.


"Aku baik-baik saja, bagaimana dengan pil yang kuberikan padamu untuk Yun Shan?" Qing 'Er berbalik arah membelakangi pelayan Chun, kemudian mengulurkan tangannya pada wanita itu agar memberikannya pakaian ganti.


"Pelayan Chun, apa mereka sudah pulih seutuhnya setelah meminum pil itu?" tanya Qing 'Er lagi.


"Pil apa yang Qing 'Er maksud?" suara berat Yuan Shi membuat Qing 'Er tertegun, ia spontan menggigit bibir bawahnya karena gugup. Ia belum siap jika harus menjelaskan semuanya sekarang bahkan dirinya tidak berani untuk sekedar menoleh ke belakang.


"Ratuku?" lanjut Yuan Shi.


"Kaisar mengejutkanku, tidak ada itu hanyalah pil obat penyembuh yang kumiliki." Qing 'Er berbalik kemudian tersenyum gugup dan tidak berani menatap ke arah mata kaisar.


"Sejak kapan Qing 'Erku memiliki bakat alkemia?" Yuan Shi menyentuh lembut pipi Qing 'Er sehingga membuat wanita itu bergidik.


"Tentu saja aku melakukannya tanpa sepengetahuanmu," alibi Su Mian tentu saja membuat Yuan Shi tersenyum merekah. Ini bisa menjadi pembuka percakapan mereka untuk mengenal satu sama lain lebih jauh.

__ADS_1


"Aku memerintahkanmu untuk mengatakan yang sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa kamu terluka? Kenapa kamu membawa benda asing yang bahkan tidak kami miliki?" Yuan Shi berjalan mendekat ke arah Qing 'Er kemudian merangkulkan tangannya ke arah pinggang wanita itu tanpa memutus pandangannya dari mata merah milik Su Mian.


"Kamu jelas sudah tahu, aku hanyalah jiwa asing yang mendapatkan misi untuk membantu Qing 'Er." Su Mian menengadah membalas tatapan Yuan Shi. "Aku dari masa depan, menjalankan misi ini adalah satu-satunya cara agar aku kembali ke masa depan," lanjutnya.


"Apa kamu akan pergi lagi?" Yuan Shi terdiam sejenak kemudian mendengus pelan.


"Tentu saja, ini bukan duniaku bukan kehidupanku." Su Mian merangkulkan tangannya pada pundak Yuan Shi. "Kaisar tidak perlu khawatir, saat misi ini selesai. Qing 'Ermu akan kembali dan merawat bayi ini." Su Mian tersenyum tipis, namun hatinya tentu merasakan hal sebaliknya.


Yuan Shi menatap wajah Su Mian dengan seksama. "Bola mata yang sangat indah, tidakkah kamu berpikir untuk menemaniku di sini?"


Su Mian tertawa kecil kemudian menggeleng. "Bagaimana aku bisa? Tugasku hanyalah untuk membantu Ratu Qing kembali pada masa jayanya dan kembali. Tidak ada tempatku di sini, namun jika kamu ingin bertemu denganku lagi maka berjanjilah bahwa kamu akan terlahir kembali menjadi Yuan Shi yang kukenal."


Yuan Shi mengelus lembut pipi Su Mian yang kini sepenuhnya hadir dalam pandangannya. "Aku mungkin akan terlahir kembali menjadi seekor udang."


Tawa puas keluar dari mulut Su Mian. "Maka aku akan mencarimu sampai ke ujung samudera."


"Aku tidak menyangka kamu bisa berbicara semanis ini, Su Mian." Ini kali pertama nama itu keluar dari mulut Yuan Shi, membuat Su Mian menunduk dan menahan tangis yang entah bisa ia bendung atau tidak.


"Berjanjilah, kamu akan merawat bayi ini dan menyanyangi Ratu Qing 'Er dengan seharusnya." Su Mian menatap Yuan Shi agak lama sampai pria itu menjawab.


"Aku tidak tahu, kenapa kamu hadir jika harus pergi lagi?" tanya Yuan Shi.


"Aku merasa bersalah ketika meninggalkanmu tanpa ucapan yang jujur dariku satupun, bahkan pergi tanpa pamit. Aku hanya ingin kamu tahu, Su Mian sangat menyukai Yuan Shi. Perasaan ini tidak seharusnya ada, namun hal itu sudah terjadi." Su Mian tersenyum menatap Yuan Shi di balik kesedihannya.


Yuan Shi memeluk erat Su Mian sebelum menerima kenyataan bahwa mereka tidak bisa bersama. "Aku mencintaimu, sungguh."

__ADS_1


__ADS_2