
Dengan tergesa kaisar menghampiri Yun Shan yang berada di gerbang Istana Qianqing, sedangkan di dalam paviliun Qing 'Er masih merasakan mual yang sangat hebat di perutnya. Perasaan tidak enak dia rasakan pada bagian ulu hati yang terasa seperti tertusuk jarum, melihat Qing 'Er yang semakin pucat Pelayan Chun terlihat panik sembari menunggu tabib yang tak kunjung datang depan ambang pintu. Pelayan Chun beberapa kali bolak-balik ke arah Liu Qing kemudian kembali ke ambang pintu. "Pelayan Chun, duduk saja!" pinta Qing 'Er.
Pelayan Chun berjalan kembali menghampiri Qing 'Er kemudian duduk di depan permaisuri. "Bagaimana aku bisa tenang jika keadaan Yang Mulia seperti ini?"
Qing 'Er tersenyum getir. "Kamu memang selalu yang paling mencemaskanku, Pelayan Chun."
Di sisi lain, Yuan Shi bertatapan langsung dengan pria yang sedang ia cari. Mereka saling mematung tanpa suara sampai akhirnya Yun Shan memberi hormat pada kaisar di depannya itu. "Senang bertemu dengan Yang Mulia Kaisar!"
"Begitupun aku, adahal yang ingin aku bicarkan dengan Pangeran Beiming." kata Yuan Shi kemudian menatap Yun Shan dengan serius. Yun Shan tahu, sesuatu yang sedang penting sedang terjadi maka dari itu ia pun mengikuti Yuan Shi melenggang masuk ke dalam wilayah Istana Qianqing.
Yuan Shi memimpin perjalanan dengan seperti biasa tangan yang bertaut ke belakang dengan diikuti oleh Yun Shan dan juga Xiao. Mereka bertiga masuk ke ruang penting milik kaisar yang jarang sekali orang datangi, Yuan Shi hanya ingin membicarakan masalah ini dengan Yun Shan secara tertutup terlebih belum ada orang yang tahu mengenai masalah ini selain dirinya dan Qing 'Er sendiri.
Setelah sampai di dalam ruangan Yuan Shi memberikan isyarat pada Xiao untuk meninggalkannya dengan Yun Shan di sana, Xiao pun mengangguk mengerti permintaan Sang Kaisar. Xiao ke luar ruangan dan berjaga di depan pintu. Sedangkan Yuan Shi langsung mempersilahkan Yun Shan duduk di kursi yang memang tersedia. Tanpa basa-basi kaisar langsung membuka topik obrolannya dengan Yun Shan dengan memancing pertanyaan yang nantinya akan memberikannya informasi mengenai jiwa misterius yang ada di dalam tubuh Liu Qing waktu itu.
"Aku sudah mencarimu, namun apakah kamu memutuskan kembali setelah mendengar kabar pemberontakan permaisuri?" tanya Yuan Shi.
"Hamba tentu tidak bisa berbohong pada kaisar, benar kembalinya hamba karena ingin menemui permaisuri." jawab Yun Shan sembari memperbaiki postur duduknya.
"Mengapa kamu secemas itu?" tanya Yuan Shi lagi.
"Hamba hanya ingin memastikannya sendiri pada Yang Mulia Permaisuri, sebab itu hamba segera bergegas ke istana." jelas Yun Shan agak ragu.
__ADS_1
"Sejak aku melihat dirimu bersama Qing 'Er di rumah hiburan saat itu, aku menaruh kecurigaan besar padanya. Terlebih saat dia membahayakan diri hanya untuk menyelamatkanmu dari kematian, apa kalian memiliki suatu hubungan di belakangku?" Yuan Shi mengerutkan alisnya menunjukan kemarahannya.
"Kaisar telah salah paham, ini hanya hubungan saling menguntungkan tidak lebih dari itu." Yun Shan menggeleng perlahan mencoba meyakinkan Yuan Shi.
"Hubungan saling menguntungkan apa itu?" tanya Yuan Shi dengan penasaran.
"Kami memiliki rahasia yang hanya kami ketahui, maafkan hamba karena tidak bisa mengungkapkannya pada kaisar." Yun Shan menunduk pada Yuan Shi.
"Baik, aku anggap kamu dan Qing 'Er memiliki hubungan khusus. Sebagai permaisuriku, tentu saja aku tidak bisa tinggal diam mendapat penghinaan bertubi-tubi darinya. Aku menutupi nama baiknya dan membuat masalah pemberontakan menjadi masalah internal kami berdua. Tapi, pengkhianatan yang kedua kali tidak akan aku maafkan, besok pagi aku akan mengeksekusi dirinya dan keluarganya yang hina itu." Yuan Shi berdiri dan berjalan membelakangi Yun Shan.
"Kumohon kaisar jangan gegabah!" seru Yun Shan. "Dia sudah membantu Yang Mulia membereskan berbagai masalah kekaisaran, dia benar-benar mendukung Yang Mulia. Dia tidak pernah memiliki motif apapun selain mengembalikan kejayaan Yang Mulia Ratu," lanjut Yun Shan.
"Dia?" Yuan Shi menyeringai puas kemudian berbalik dan menatap Yun Shan. "Sebagai kaisar, aku ingin memaksamu meceritakan semua hal tentangnya." lanjut Yuan Shi dengan mata yang mengintimidasi.
Yuan Shi menggeleng pelan. "Bukan Qing 'Er, tapi wanita yang kamu temui saat di rumah hiburan pertama kali."
Yun Shan membelalak, dia tidak menyangka bahwa Yuan Shi mengetahui soal Su Mian. Kini, tidak ada pilihan lain bagi Yun Shan, ia menghela napas panjang kemudian bersiap menjelaskannya pada Yuan Shi. "Namanya adalah Su Mian, hamba tidak tahu bagaimana ia bisa datang ke masa Dinasti Xia. Namun yang pasti, tujuannya ke masa ini hanya untuk menjalankan misi yang ia miliki. Dia berasal dari masa depan yang hamba sendiri tidak tahu lengkapnya."
"Adakah cara agar aku bisa bertemu kembali dengannya?" tanya Yuan Shi dengan raut wajah yang sendu.
"Hamba tidak yakin, Yang Mulia. Tapi bukankah dirinya masih berada di dalam tubuh Ratu Qing?" tanya Yun Shan penasaran.
__ADS_1
Yuan Shi menggeleng. "Beberapa hari yang lalu suatu hal terjadi, dan saat Qing 'Er terbangun jiwa itu menghilang."
"Apakah misinya telah berhasil dan dia pergi begitu saja?" Yun Shan bergumam pelan.
Sedangkan Yuan Shi yang kini sudah tahu nama wanita itu menjadi semakin dilanda kegelisahan, perbedaan lintasan waktu yang mustahil dia lewati itu membuat hatinya sedikit tersiksa. Namun, ditengah kegundahgulanaan itu, ia juga merasa senang karena sahabatnya Qing 'Er kembali dari masa kritisnya.
Situasi yang berbeda terlihat di kamar Qing 'Er, wanita itu merangkulkan kaki ke bagian tubuh depannya karena mulai merasa kedinginan. Pelayan Chun semakin tidak karuan mencemaskan Qing 'Er, tapi untung saja kini permaisuri sudah diperiksa oleh tabib istana. Qing 'Er diminta untuk meluruskna kakinya dan menjawab beberapa pertanyaan.
"Maaf, Pelayan Chun kapankah terakhir kali Yang Mulia mengalami datang bulan?" tanya seorang tabib berkumis tipis itu.
Pelayan Chun terdiam kemudian berpikir keras. "Sepertinya dua purnama yang lalu," katanya dengan yakin.
"Selamat, ini merupakan berkah bagi Xia. Hamba bisa merasakan denyut jantung di bagian perut Yang Mulia. Selamat Yang Mulia Ratu akan segera memiliki seorang pewaris." kata Sang Tabib yang membuat Qing 'Er mengerutkan alisnya dan menggeleng.
"Ini bukan milikku!" katanya dengan lantang.
"Jika bukan milik Yang Mulia Ratu, lalu milik siapa? Anak ini adalah berkah bagi Dinasti Xia, kaisar pasti akan sangat senang mendengar kabar ini. Tolong segera kirimkan kabar pada Kiasar Yuan Shi!" pinta tabib pada pelayan yang lain.
Pelayan Chun dengan bahagia menghampiri Qing 'Er. "Selamat atas kehamilannya, Yang Mulia Ratu."
Setelah mendapat kabar dari pelayan Ratu Qing, Xiao pun melenggang masuk ke ruangan lalu memberi hormat pada kaisar. Yuan Shi menatap raut wajah Xiao yang tidak biasa dengan keheranan. "Ada apa?" tanya pria berkarisma itu.
__ADS_1
"Selamat karena Yang Mulia Kaisar akan segera mendapatkan seorang pewaris," Kata Xiao.