
Qing 'Er dibuat cemas sebab ia melihat Yuan Shi dengan sekuat tenaga menghalau para pembunuh bayaran bersama Suku Huo yang hanya memiliki persenjataan minim. Sedangkan pasukan Xiao juga belum terlihat hingga kini, Qing 'Er yang terus menerus dipaksa pergi oleh Yun Shan tidak berdaya ketika Yun Shan menotok sarafnya agar tidak bergerak sehingga mereka bisa menjauh dari sana.
Dalam kondisi yang lain, Su Mian dan Nemo masih menunggu sistem memuat ulang misi mereka. Anehnya terlihat di dalam monitor, proses memuat ulang misi itu terlihat semakin cepat seiring dengan berjalannya waktu. Su Mian dan Nemo saling menatap keheranan, alisnya mengkerut sembari terus menatap layar monitor.
"Nemo, bisakah kita melihat keadaan mereka sekarang?" tanya Su Mian.
"Tidak bisa, semenjak memuat ulang misi semuanya tidak bisa kita pantau lagi." Nemo berdiri di bahu Su Mian kemudian duduk sembari menunggu proses pemuatan ulang misi mereka.
Qing 'Er dan Yun Shan berhasil bersembunyi ke dalam lorong penjara usang yang mereka cari, pria itupun membuka kunci saraf yang ia lakukan pada Qing 'Er. Sembari menyusuri ruang bawah tanah itu, Yun Shan merasakan energi manusia yang sepertinya ada di sana. "Yang Mulia, sepertinya ada orang lain di sini. Kita harus berhati-hati!" seru Yun Shan.
"Bagaimana jika itu adalah ayah dan ibuku? Kita harus mencarinya!" pinta Qing 'Er pada Yun Shan yang tentu saja sulit ia tolak.
"Baik, namun kita harus tetap berhati-hati. Yang Mulia harus tetap berada di belakangku!" Yun Shan memimpin perjalanan mereka memasuki lorong gelap nan lembab.
Qing 'Er mulai menyerukan suara yang mungkin bisa di dengar oleh keluarganya. "Ayah! Ibu!"
Namun, tidak ada jawaban sama sekali. Ia terus mengulanginya sampai Yun Shan memberi isyarat untuk Qing 'Er berhenti memanggil keluarganya. Sebuah ular tersebar di depan jalan yang akan mereka lalui, Qing 'Er membelalak begitupun dengan Yun Shan yang langsung mengibaskan tangannya untuk melindungi Qing 'Er.
"Yang Mulia, tunggulah hamba akan menaburkan serbuk racun untuk membuat ular ini pergi. Mohon Yang Mulia Ratu menutup area hidung dan mulut agar tidak menghirup serbuk ini!" Yun Shan menoleh ke arah Qing 'Er berharap wanita ini mengerti permintaannya.
Qing 'Er mengangguk kemudian merobek bagian dari pakaiannya lalu menjadikan benda itu sebagai penutup wajah. Setelah Yun Shan menaruh serbuk racun, lambat laun ular itu pergi ke sela-sela lubang bawah tanah yang diduga menjadi sarang mereka. Keduanya mulai melanjutkan perjalanannya kembali ke dalam. Sampai di ujung penjara, mereka melihat satu penjara yang sepertinya dihuni oleh beberapa orang, Yun Shan menggunakan sebuah batu untuk menyalakan obor yang ada di bagian dinding.
__ADS_1
Dengan susah payah akhirnya percikan api itu terbuat dan membakar satu obor yang hanya menyala di bagian ujungnya.
"Siapa di sana?" Tanya seorang pria yang Qing 'Er tahu bahwa itu adalah suara Liu Bao.
"Kakak!" Qing 'Er berlari kecil kemudian menyentuh jeruji besi yang kotor dan lembab. Melihat kedua orang tuanya sudah dalam kondisi yang mengenaskan dengan pakaian yang kotor dan lusuh Qing 'Er pun merasa hatinya teriris.
"Qing 'Er! Ibu, ayah lihatlah siapa yang datang menyelamatkan kita!" ucap Liu Bao pada ayah ibunya yang ada di belakang.
"Putriku, terimakasih telah mencari kami. Ini adalah perbuatan ibu suri!" Perdana Menteri menyentuh lembut tangan putrinya melalui sela jeruji besi.
Tidak lama suara dentuman keras terdengar di atas atap penjara membuat sesisi di dalamnya bergetar dan menghasilkan retakan halus pada dinding. Yun Shan mengerutkan alisnya kemudian menatap Qing 'Er. "Sepertinya kondisinya semakin buruk di luar sana, kita harus segera pergi dari sini. Jika tidak kita bisa terkubur hidup-hidup."
Qing 'Er terdiam sejenak kemudian teringat pada Yuan Shi. "Bagaimana dengan kaisar?"
"Ini salahku, aku meminta Yuan Shi untuk ikut mencari kalian. Istana kosong dan kuasa sementara diberikan pada Wu Zetian." jelas Qing 'Er pada ayahnya.
Perdana Menteri mengkerutkan alisnya dengan kuat, ia menggeleng menandakan hal buruk mungkin akan segera terjadi pada mereka semua tak terkecuali Yuan Shi.
"Ayah hanya berharap, Liu Bai dapat meloloskan diri. Stempel asli milikku, berada di tangannya. Itulah alasan utana Yuan Shi mengasingkan Liu Bai." Ujar perdana menteri dengan wajah serius.
Qing 'Er sama sekali tidak ingat bagian dimana kakaknya diasingkan, sebab saat itu Su Mianlah yang mengambil alih tubuhnya. Tapi, dengan ucapan ayahnya hatinya sedikit merasa tenang karena Liu Bai memegang pasukan sang ayah sehingga mereka akan segera mendapat bantuan.
__ADS_1
Yun Shan segera memukulkan batu untuk membuka kunci pintu jeruji besi yang mengurung keluarga Qing 'Er. Akhirnya, tidak butuh waktu lama mereka pun berhasil mengeluarkan semua orang di dalamnya. Qing 'Er membopong sang ibunda yang terlihat lemas, kemudian mulai berjalan menyusuri lorong penjara. Namun, dentuman keras lagi-lagi menghantam atap penjara usang seolah dengan sengaja ingin meruntuhkan bangunan rapuh itu.
Tanah mulai bergetar ketika jalan di depan mereka mengeluarkan ledakan besar yang meruntuhkan sebagian atap.
"Semuanya berlindung!" Yun Shan dengan sigap memastikan semua orang tidak terluka.
Jalan keluar sudah tertutup seraya menutup harapan mereka, Qing 'Er menatap lemah ayah ibunya yang kian memucat. "Bertahanlah!"
Batinnya teriris sebab tiada harapan yang ia punya, namun hati kecilnya menggemakan nama Su Mian, di dalam hati kecil itu ia sangat berharap wanita itu muncul sebagai pahlawan baginya dan semua orang. Satu ledakan lagi menghancurkan sisi bangunan di atas Qing 'Er membuatnya terpaksa mendorong ibunya menjauh dan mengorbankan dirinya.
"Yang Mulia!" semua orang membelalak ketika tangan Yun Shan terlambat menahan beberapa balok yang menimpa Qing 'Er.
Tangis ibunda Qing 'Er langsung menyeruak di dalam ruang bawah tanah tanpa cela tersebut. Perdana Menteri dan Yun Shan serta Liu Bao mencoba menyelamatkan Qing 'Er dari reruntuhan yang menimpa setengah tubuhnya. Darah bercucuran pada kepalanya, membuat Qing 'Er tak sadarkan diri.
Su Mian menatap monitor yang memperlihatkan proses telah berhasil diunduh. Ia dan Nemo saling bertukar tatap kemudian ruang dan waktu berubah, memperlihatkan seorang wanita dengan senyuman merekah di bibirnya.
"Aku butuh pertolonganmu, tidak ada waktu menjelaskan. Pergilah, selamatkan semua orang!" serunya kemudian Su Mian merasa melayang keatas bersama Nemo, meninggalkan Qing 'Er di ruang dan waktu sendirian.
"Apa yang terjadi?" tanya Su Mian.
"Aku tidak tahu, lebih baik kita segera menjalankan misi kita dengan baik. Dengan begitu kita bisa menyelamatkannya!" Nemo dan Su Mian meneguhkan diri untuk kembali.
__ADS_1
Tak lama, Su Mian membuka matanya secara perlahan, ia mengedipkan kelopak mata dengan kondisi kepala yang amat sakit.
"Nona Su, buka mulutmu!" pinta Nemo yang ia lihat berada di sampingnya.