
Malam mulai menghamparkan berbagai pikiran yang tidak dapat dikendalikan Yuan Shi. Kepalanya seperti ditusuk jarum beberapa ratus kali. Begitulah kesehariannya menjadi kaisar, dibalik kekuasaan yang ada di tangannya banyak beban yang harus dia emban. Seringkali, ia melupakan apa yang menjadi kesedihannya sendiri.
Di ambang pintu, Qing 'Er menatap Yuan Shi dengan mata yang mengiba, gigi yang menggeretak pelan. Bagaimanapun, tidak ada yang ingin melihat orang yang dicintainya terbebani. Saat kedua mata mereka saling bertemu, senyum tipis terukir di wajah keduanya. Membuat suasana mencair bagai dialiri angin hangat dari tungku api.
Qing 'Er berjalan perlahan menemui Yuan Shi yang telah membuka lebar kedua tangannya menyambut sang permaisuri. "Apa kamu belum lelah?" itulah pertanyaan yang terucap dari mulut kaisar pada ratu tercintanya.
"Melihatmu masih sibuk, bagaimana aku bisa beristirahat? Bukankah aku sudah berjanji untuk menemanimu?" Qing 'Er tersenyum kemudian duduk di pangkuan pria itu sembari ikut menatap hal yang Yuan Shi lihat sebelumnya.
...(Sumber gambar : google)...
"Apa Qing 'Er memiliki rencana brilian?" Yuan Shi menatap Qing 'Er yang berada di depannya. Wanita itupun menoleh kemudian menyentuh lembut wajah sang kaisar.
"Rencanaku adalah menghiburmu," Qing 'Er menengadah menutup matanya perlahan menunggu bibir Sang Kiasar menyatu dengan miliknya.
Saat bibir mereka mulai memagut lebih dalam, Yuan Shi hampir terbuai dengan indahnya dan manisnya rasa yang dimiliki bibir permaisurinya sebelum akhirnya Qing 'Er melepas ciuman hangat tersebut. Sepersekian detik tiba-tiba saja Qing 'Er merasa dadanya terasa sesak dan kepalanya sangat sakit. Samar-samar ia mulai melihat bayangan jiwa asli Qing 'Er menghilang sepenuhnya.
Su Mian menggeleng keras berusaha tetap membuat dirinya tersadar, Yuan Shi langsung memeluk sang permaisuri yang kini terkulai lemas dan pingsan di pangkuannya. "Qing 'Er! Su Mian! Kalian berdua bertahanlah! Apa yang terjadi?" suara kaisar nampak bergetar saking khawatirnya terhadap kondisi permaisuri.
Su Mian membuka matanya perlahan melihat dirinya berada di dalam ruang dan waktu, Qing 'Er menatapnya dengan lembut, wanita itu tersenyum hangat ke arah Su Mian dan memeluknya erat.
__ADS_1
"Aku tidak bisa lagi bertahan, setelah Ji tidak ada. Hidupku rasanya tiada artinya lagi, berbeda denganmu yang sangat menginginkan Yuan Shi dan hidup bersamanya. Su Mian, apakah kamu ingin seutuhnya menggantikanku?" Qing 'Er berdiri sejajar di depan Su Mian.
"Bertahanlah Qing 'Er! Bukan hakku untuk memiliki kehidupanmu, kamu harus bangun dan kembali bersama Yuan Shi dan bayi yang ada di tubuhmu!" Su Mian menggeleng pelan kemudian meraih tangan Qing 'Er.
"Semua ini diperuntukan untukmu, terimakasih telah menolongku. Aku harap kamu akan menerima semua pesan yang kutinggalkan untukmu, dukunglah Yuan Shi sampai akhir, jagalah keluargaku seperti keluargamu sendiri. Hiduplah dengan kebahagiaan bersamanya!" Jiwa Qing 'Er terlihat menjauh dari Su Mian, ia tenggelam di dalam ruang dan waktu dan melebur menjadi kupu-kupu yang berterbangan.
"Nona Su, jiwa asli itu telah menyerahkan semuanya padamu. Bagaimana ini? Apakah kamu tetap akan menerima permintaannya?" Nemo muncul di samping Su Mian dengan kebingungan.
"Aku tidak tahu, Nemo bagaimana menurutmu? Tentu saja aku ingin kembali ke masa depan, tapi bersama Yuan Shi membuatku sangat bahagia." Su Mian terdiam melihat kupu-kupu yang mulai menghilang dari pandangannya.
"Nona sebaiknya kamu kembali ke tubuh itu sampai misi selesai, setelah itu kita akan membahasnya lagi." Usul Nemo dibalas anggukan oleh Su Mian.
Setelah kembali ke tubuh Qing 'Er, hal yang pertama Su Mian lihat adalah wajah pucat Yuan Shi yang juga dengan erat sedang mendekapnya. "Qing 'Er, bangunlah!" pinta pria itu dengan suara gemetar.
Yuan Shi terdiam dan merasakan sedih dan sakit yang sama, namun ia mendekap Su Mian lebih erat dan mencoba menenangkannya.
"Dia ingin kebahagiaan untuk kaisar, Liu Qing sudah tiada." Su Mian menunduk dan merasa bersalah.
"Dia memang selalu memutuskan sesuatu dengan perasaannya, dia adalah sahabat yang paling mengertiku sejak kecil. Namun, aku begitu banyak bersalah padanya. Aku berjanji, akan membuat namanya lebih bersinar dari sebelumnya, menghapus segala rumor buruk yang ada padanya dan menjadikannya ratu kesayangan semua rakyat dinasti." Yuan Shi menghela napasnya panjang, sebelum akhirnya memeluk kembali Su Mian.
"Aku akan melakukan hal yang sama, Su Mian yang sekarang adalah Qing 'Er, aku akan membantumu memulihkan kejayaan Qing 'Er dan menjadikannya ratu kesayangan rakyat Dinasti Xia." Su Mian tersenyum halus ke arah Yuan Shi sampai ia kembali memeluk kaisar dengan erat.
__ADS_1
Jiwa asli Qing 'Er telah memutuskan untuk pergi menyusul Ji dengan bahagia, Ia percaya bahwa Su Mian akan lebih baik dalam menjalani kehidupannya, cinta sejatinya adalah Ji dan bertemu dengan pria itu di Nirwana akan menjadi kebahagiaan untuknya. Su Mian kini akan menjalani kehidupan Qing 'Er sepenuhnya, walau ia masih belum tahu bagaimana jadinya saat misinya selesai dilakukan.
Setelah merasa lelah, keduanya memutuskan untuk beristirahat dan tertidur bersama. Qing 'Er memejamkan matanya di samping Yuan Shi yang masih mengelus rambutnya dengan lembut. Keduanya terlelap di dalam dekapan.
Nemo yang sedang berjaga melihat segerombolan orang mencurigakan mulai mengepung penginapan. Bahkan pengawal yang melindungi kaisar telah dilumpuhkan dengan cepat menggunakan obat tidur. Tidak ingin terlambat, sistem Nemo lamgsung muncul di hadapan Su Mian dan membangunkan wanita itu.
"Nona bangunlah, penginapan ini penuh jebakan. Kalian harus segera pergi!" Nemo dengan panik mulai memberitahu Su Mian apa yang ia lihat.
"Kaisar, kita harus segera pergi!" pinta Qing 'Er yang membangunkan Yuan Shi.
Yuan Shi yang masih setengah sadar, mulai mengerjapkan matanya agar melihat Qing 'Er dengan jelas. Anak panah menembus dari tirai ke arah dalam kamar mereka. Yuan Shi segera meraih pedangnya begitupun dengan Su Mian yang mengeluarkan senapan miliknya.
"Nona, jumlahnya cukup banyak. Kalian berdua tidak akan bertahan!" pungkas Nemo.
"Tidak ada cara lain selain formasi lingkaran surga!" seru Su Mian pada Nemo.
"Tidak nona, bagaimana jika formasi itu membawamu ke tempat yang salah?" tanya Nemo dengan cemas.
"Aku percaya bahwa formasi ini akan membawa kami ke tempat yang tepat!" seru Su Mian. "Bantu aku, Nemo!" lanjutnya.
Qing 'Er segera meraih tangan Yuan Shi kemudian membuat sebuah lingkaran yang membentuk pola formasi lingkaran surga. "Lingkaran surga?" gumam Yuan Shi sembari mengerutkan alisnya tidak percaya.
__ADS_1
"Genggamlah tanganku, apa kamu memercayaiku?" Qing 'Er menunggu jawaban Yuan Shi.