Ratu Buangan Jadi Kesayangan

Ratu Buangan Jadi Kesayangan
Bab 34 - Kepergian Su Mian


__ADS_3

Suasana tegang menyelimuti kaisar dan permaisurinya, Yuan Shi menatap Qing 'Er dengan dalam. Qing 'Er melepaskan pelukannya dari Yuan Shi, napasnya tersenggal setelah mendengar suara yang berdengung ke telinganya. Nemo yang muncul secara tiba-tiba kemudian menemukan kesalahan pada sistem sehingga membuat dirinya kini terlihat samar seperti akan lenyap. "Nona Su, sistem mengalami kerusakan internal!"


Su Mian menoleh ke arah Nemo sembari mengerutkan alisnya, setelah ucapan Nemo yang tergesa-gesa Su Mian merasakan sakit yang luar biasa di bagian kepalanya sampai membuat ia berkeringat dingin dan lemas. Tidak lama, dia jatuh pingsan kemudian mengambrukkan diri ke tempat tidur, Yuan Shi menatap Qing 'Er dengan wajah yang cemas. Dia segera memanggil penjaga di luaran kamar untuk segera membawa tabib ke paviliun sembari menekan bahu Qing 'Er.


"Penjaga!"


"Qing 'Er!"


"Qing 'Er!" serunya berulang.


Nemo melihat tubuhnya yang kian terasa samar dan tembus pandang, tidak lama dia pun ikut menghilang dari sana. Yuan Shi merasa sangat khawatir karena ini kali kedua ia menyaksikan Qing 'Er mengalami hal aneh lagi setelah di Kerajaan Beiming waktu itu. Namun kali ini ia lebih bingung dibanding sebelumnya karena dia tidak tahu di mana keberadaan Yun Shan sebenarnya. Ia mengerahkan seratus prajurit untuk mencari Yun Shan ke Beiming dan menyebarkan pengumuman bagi siapapun yang dapat menyelamatkan ratu akan diberi imbalan besar.


Yuan Shi tidak meninggalkan Qing 'Er yang bak putri tidur itu sendirian, dia selalu berada di sampingnya menunggu wanitanya itu terbangun.


"Yang Mulia Kaisar, beristirahatlah! Biarkan hamba yang menjaga permaisuri." kata pelayan Chun.


Namun sorot mata sedih Yuan Shi terlihat jelas ketika ia mengarahkan pandangannya pada Qing 'Er. "Bagaimana aku bisa beristirahat sedangkan istriku masih terbaring tidak berdaya di sini? Aku bahkan tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang."


Tidak lama beberapa orang tabib mulai bermunculan memasuki ruangan satu persatu, kemudian memeriksa keadaan Qing 'Er namun tiada satu pun yang mampu menjelaskan apa yang terjadi pada permaisuri dan hal itu membuat Yuan Shi lebih marah lagi lalu menghukum setiap tabib yang tidak dapat menyembuhkan Liu Qing dengan sepuluh cambukkan.


Di sisi lain, Su Mian terbangun di sebuah garis antara Bumi dan Surga melihat sosok jiwa yang selama ini tubuhnya ia kendalikan. Jiwa itu berdiri tepat di depannya kemudian tersenyum padanya. "Aku tahu kamu adalah jiwa asing dari masa depan, namun tidakkah pantas melakukan sesuatu di luar kehendakku?"

__ADS_1


Su Mian terdiam kemudian Nemo muncul di sampingnya. "Aku hanya menjalankan misi untuk mengembalikan kejayaanmu!"


"Apa aku memintanya padamu? Aku tidak pernah menginginkan hal itu, jadi kamu tidak perlu bersusah payah melakukannya untukku!" Liu Qing menatap tajam jiwa Su Mian yang berada di depannya. "Aku sudah pulih, ini waktunya aku kembali," lanjutnya.


"Apa kamu tidak ingin berterimakasih pada nonaku? Dia mengalami hal berat karena menjalani hidupmu sebagai pecundang itu! Lagipula, kamu pulih berkatnya yang menjalankan misi dengan baik!" geram Nemo.


Liu Qing tertawa kecil mendengar celotehan Nemo. "Kalian hanya jiwa asing, jika aku memutuskan untuk kembali maka kalian akan lenyap. Aku tidak pernah menginginkan kehidupan indah menjadi ratu apalagi hidup bersama Yuan Shi. Aku lebih baik mati jika tidak ada pilihan lain!"


"Dia tulus padamu!" kata Su Mian dengan sedikit menahan sakit di hatinya.


"Benarkah? Jika setelah aku bangun dia mengizinkanku pergi aku mungkin akan mempertimbangkan cintanya." Liu Qing menyilangkan tangannya di dada.


Su Mian berjalan mendekat. "Apa kamu ingin tahu akhir ceritamu? Kamu akan mati dengan gelar Ratu Buangan jika aku tidak merubah keadaanmu!"


"Kamu tidak memikirkan dampak apa yang akan terjadi, kamu sungguh jiwa yang egois!" Su Mian menatap Qing 'Er tajam.


"Jika aku egois maka kamu adalah jiwa yang tidak tahu diri, datang mengacaukan rencanaku bersama Ji dan malah condong berpihak pada kaisar yang jelas telah mengurungku dengan paksa!


Aku sudah menahan diri dan mengalah, namun kali ini aku tidak bisa lagi. Terimakasih karena berkatmu kini aku memiliki kekuatan untuk melawan Yuan Shi." Qing 'Er tersenyum getir.


"Jangan pernah berpikir untuk memberontak pada kaisar!" pinta Su Mian. "Aku sudah berjanji padanya, setelah mendapatkan apa yang kuinginkan aku tidak akan menusukkan belatiku ke punggungnya. Jadi kumohon, pergilah tanpa menyakitinya!" Su Mian memalingkan wajahnya dari Qing 'Er.

__ADS_1


Nemo menatap Su Mian dengan sendu, dia tahu bahwa sang Nona mungkin telah memiliki perasaan lebih terhadap kaisar. Namun, misinya sudah hampir selesai, jika jiwa Qing 'Er ingin kembali maka Su Mian dan dirinya sudah harus kembali ke masa depan.


"Nona, sudahlah misimu telah selesai. Sistem sudah memberikan hadiah reinkarnasi dengan segala kehidupanmu sebelumnya, ini berarti bahwa kamu akan dihidupkan kembali dengan identitas Su Mian." Nemo menatap Su Mian dengan sendu.


"Aku bahkan belum berkata jujur padanya," Su Mian menunduk dan menghela napas panjang. "Izinkan aku berpamitan padanya, kumohon!" lanjut Su Mian.


"Nona, jika kamu melewatkan kesempatan reinkarnasi maka kesempatan ini akan hilang dan akan muncul kembali tiga puluh tahun kemudian. Apa kamu yakin? Jiwa Liu Qing sudah sepenuhnya pulih, misimu sudah selesai dan bukan urusanmu lagi bagaimana kehidupan kaisar kedepannya." kata Nemo yang memperlihatkan monitor berisikan informasi reinkarnasi.


"Terimakasih telah menjaga keluargaku, semoga reinkarnasimu berjalan lancar. Selebihnya, biarkan aku yang mengambil keputusan!" Qing 'Er memberi salam perpisahan terakhirnya pada jiwa modern yang selama ini mengendalikan tubuhnya itu.


Beberapa saat, ia kembali terbangun dengan Yuan Shi di sampingnya. Memegang tangannya erat, namun saat kedua bola mata itu bertemu, ada rasa sedih yang menghampiri Yuan Shi. Ia memalingkan wajahnya sejenak, kemudian menatap Qing 'Er lagi dengan senyum getir di wajahnya. "Syukurlah, kamu sudah sadar. Hampir saja aku menghukum mati semua tabib yang tidak bisa menyembuhkanmu."


"Kaisar berlebihan!" Qing 'Er melepaskan tangannya dari genggaman Yuan Shi kemudian mendengus pelan.


Yuan Shi berdiri sembari menatap Qing 'Er. "Aku akan memberikan kamu waktu untuk beristirahat!"


"Terimakasih atas kebaikan hati Yang Mulia," jawab Qing 'Er acuh tak acuh.


Yuan Shi berjalan ke luar dari paviliun tempat Qing 'Er berada. Kemudian berdiri menatap taman bunga yang biasa selalu dipandangi Qing 'Er sebelumnya. "Dia telah pergi," gumam Yuan Shi dengan memetik satu bunga di depannya kemudian menjatuhkannya ke tanah.


Di paviliun baru, Qing 'Er langsung beranjak dari tempat tidurnya dan ke luar mencari kekasih masa kecilnya, Jenderal Ji untuk membicarakan rencana mereka yang telah tertunda. Wanita itu berlarian kecil mengelilingi istana sampai akhirnya dia pun bertemu dengan Ji yang sedang melatih beberapa prajurit baru di istana. Dari kejauhan Qing 'Er merasakan getar di hatinya, tersenyum menatap pria yang sangat ia rindukan itu.

__ADS_1


"Jenderal Ji, apakah bisa mengganggu waktumu sebentar?"


__ADS_2