Ratu Buangan Jadi Kesayangan

Ratu Buangan Jadi Kesayangan
Bab 62 - Hari bahagia


__ADS_3

Dengan cepat Qing 'Er meminta semua pengangkut tandunya bergerak sampai menuju istana. Qing 'Er memang tidak tahu pasti apa yang akan dikatakan oleh prajurit sebelumnya, namun entah kenapa hatinya berdegup kencang dan merasa takut. Dia takut, jika Sang Kaisar tidak bisa membuka matanya lagi dan menatapnya dengan lembut seperti biasa.


Semua pejabat silih berganti memasuki ruangan Kaisar, alis Qing 'Er mengerut memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Melihat Permaisuri datang, semua orang memberi salam dan memberikan jalan yang luas tak terhalangi agar wanita itu bisa masuk ke dalam. Di sisi ranjang Yuan Shi yang terukir beberapa pahatan yang unik, Yun Shan tepat berdiri. Pandangan Qing 'Er bertemu dengan Yun Shan, pria itu tak lama tersenyum tipis dan memberi hormat.


Pemuda itu pun ke luar dari kamar Kaisar membiarkan Permaisuri dan Kaisar di sana berduaan. Langkah kaki Qing 'Er memberat, perlahan mendekat sampai ke ujung ranjang milik suaminya. Pria itu masih nampak tertidur dengan tenang. Air matanya tidak lagi dapat dibendung, karena pikiran negatif yang sudah memenuhi. Tidak lama mata Yuan Shi terbuka, senyuman halus di wajahnya sembari menatap Qing 'Er dari arahnya berbaring.


Permaisuri menghembuskan napas pelan kemudian bersimpuh di hadapan Kaisar. "Kamu sungguh tega mempermainkan ku!"


Isak tangisnya terdengar oleh Yuan Shi, ia pun perlahan merubah posisinya menjadi duduk dengan tertatih kemudian meraih dagu Qing 'Er yang masih berada di samping tempat tidurnya. "Maafkan aku, ke marilah!"


Qing 'Er beranjak dengan isak tangis yang masih membasahi pipinya, wanita itu memeluk Yuan Shi dengan erat, begitupun sebaliknya.


"Ah!" rintisan kecil keluar dari bibir Yuan Shi yang menahan rasa sakit di dadanya akibat pelukan itu.


"Maaf," Qing 'Er dengan panik melepaskan pelukannya.


"Tidak perlu, aku sangat merindukanmu!" Kaisar kembali memeluk erat ratunya dan menahan ia dalam dekapan sembari mengelus lembut rambut Sang Permaisuri.


Liu Qing sangat merasa senang, tangis kesedihan berubah menjadi kebahagiaan baginya. Rasanya, ia tidak ingin lagi melepaskan pelukan itu. "Jangan pernah meninggalkan ku sendiri lagi!"


"Tidak—" ucapan Yuan Shi terhenti. "Tidak akan pernah!" lanjutnya.

__ADS_1


Qing 'Er menengadah menatap Yuan Shi yang amat ia rindukan, tangan halusnya menyentuh lembut pipi Kaisar. Senyuman tersirat dari wajah keduanya memancarkan cahaya kebahagiaan yang tidak terkira bak matahari yang bersinar di pagi hari.


"Aku dengar, Xiao masih belum ditemukan?" tanya Yuan Shi masih dengan tatapannya yang dalam pada Qing 'Er.


"Benar, tapi Kaisar tidak perlu khawatir aku sudah meminta Jenderal Ye untuk mencarinya. Xiao tertahan di Kerajaan Han, mereka berkorelasi dengan Ibu Suri merencanakan pemberontakan sebelumnya. Tapi tujuan utamanya, untuk menggeser Dinasti Xia dan meraih keuntungan sendiri." Jelas Qing 'Er pada Kaisar.


"Aku sangat berterima kasih pada Qing 'Er karena telah mengurus pengadilan serta yang lainnya dengan baik, tapi aku tidak ingin kamu merasa lelah. Wajahmu..." Yuan Shi meraih kedua tangan Qing 'Er kemudian mengecup tangannya lembut. "Terlihat nampak pucat dari sebelumnya, sorot matamu juga tidak setajam dahulu. Apa Qing 'Er mengalami kesulitan selama ini?" tanya Yuan Shi dengan nada cemas.


Qing 'Er menghela napas kemudian tersenyum. "Sangat sulit, menjalani hari-hari sebelumnya tanpamu."


"Qing 'Er tidak perlu khawatir, selagi aku masih bernapas aku akan selalu menjaga dan meringankan bebanmu. Bagaimana keadaan bayi di dalam perut Qing 'Er?" Kaisar Yuan Shi beralih kemudian mengelus lembut perut Permaisuri.


"Dia baik dan sangat aktif." Qing 'Er tersenyum tipis.


"Kaisar baru saja bangun dari kondisi vegetatif, apa masih tidak ingin istirahat? Lukamu saja masih belum kering seutuhnya!" Qing 'Er menatap Yuan Shi dengan kerutan di dahi seraya memperingati prianya.


Kaisar terlihat menunduk dan kecewa. "Baiklah," ucapnya singkat.


Melihat raut wajah Yuan Shi, Qing 'Er agak sedikit kasihan ia pun tidak tega dan mendengus pelan. "Asal Kaisar mau bekerja sama dan tidak banyak gerak, aku akan melayani mu dengan baik!"


Mendengar ucapan langka dari permaisurinya membuat mata Yuan Shi berbinar, tentu saja ia tidak akan menolak. Pria itu terlihat seperti anak anjing yang patuh dan langsung mengangguk tidak memrotes.

__ADS_1


Qing 'Er tersenyum melihat betapa Yuan Shi bersemangat untuk menghabiskan waktu bersamanya. Wanita itu segera mengunci pintu dari dalam kemudian kembali ke samping ranjang Kaisar, membuka satu persatu pakaian luarnya, meninggalkan satu pakaian tipis yang menunjukan kemolekan tubuhnya yang sempurna.


Dengan sepengetahuannya Qing 'Er melayani Kaisar dengan baik selama kurang lebih 1 shichen. Napas Qing 'Er terengah tidak sanggup menahan pinggangnya yang kian terasa sakit.


"Apa Qing 'Er lelah?" tanya Kaisar.


"Pinggangku sakit, apa Kaisar tidak merasa cukup puas?" Qing 'Er berhenti dan menatap Yuan Shi.


"Kalau begitu, mari bergantian! Aku akan sangat menyesal jika Qing 'Er sakit dan kelelahan." Yuan Shi menyeringai halus ke arah Qing 'Er.


Hembusan kecil napas Qing 'Er terdengar. "Baiklah, lakukan dengan perlahan dan jangan sampai membuka kembali luka di dadamu!"


Sekian detik Yuan Shi dengan mudah membalikan keadaan. Senyum di wajahnya tidak dapat ia hilangkan sedari awal. "Luka ini tidak terlalu berat bagiku, dibanding melihatmu berusaha sendirian."


Qing 'Er hanya cukup merasa heran tak heran melihat perilaku Yuan Shi yang menjadi singa liar setelah terbangun dari tidurnya. Namun, dia sangat senang akhirnya kaisarnya kembali dan membuat perdebatan kecil yang ia rindukan. Setelah menghabiskan waktu bersama, keduanya masih menunjukan kemesraan di depan semua pelayan dan yang lainnya. Menikmati waktu sore hari di depan kolam sembari memeluk satu sama lain seolah tak ingin saling ditinggalkan.


Permaisuri sesekali menengadah menatap Kaisar, membuat para selir merasa iri dan tahu diri bahwa mereka tidak mungkin menandingi ketulusan Qing 'Er pada Yuan Shi. Juga, tidak mungkin bagi mereka mendapatkan kasih sayang dan cinta dari Yuan Shi sehangat itu selain pada permaisurinya.


Waktu yang begitu singkat, ketika Yun Shan memberi kabar bahwa keadaan di perbatasan menjadi sangat genting sebab pasukan Kerajaan Han telah sampai di perbatasan. Jenderal Ye sedang berusaha untuk bernegosiasi dengan kerajaan tersebut. Mendengar kabar hal itu tentu saja membuat Kaisar tidak tenang, ia pun berniat untuk pergi ke perbatasan untuk menemui Raja Han secara langsung.


"Apakah Yang Mulia Kaisar yakin?" Tanya Yun Shan agak cemas.

__ADS_1


"Yakin, tolong minta Kasim Huo menyiapkan kereta kuda untuk segera ke perbatasan! Bawa beberapa pasukan terbaik, masalah ini harus diselesaikan oleh ku secara langsung." Titah Yuan Shi.


Qing 'Er yang masih berada di antara mereka terlihat tidak setuju. Ia pun menggeleng keras dan kontra terhadap perkataan Kaisar. "Aku tidak akan membiarkanmu pergi! Jika mereka ingin perang maka kita akan menyambut mereka tanpa ampun. Tidak perlu ada negosiasi!"


__ADS_2