Ratu Buangan Jadi Kesayangan

Ratu Buangan Jadi Kesayangan
Bab 26 - Pulang


__ADS_3

Senyuman tipis terukir di wajah Yuan Shi pria itu kemudian menarik leher Qing 'Er mengecup bibirnya dengan lembut. Mata Qing 'Er sepenuhnya terbuka dia memukul bahu Yuan Shi beberapa kali, ia sadar setiap kali bersentuhan dengan pria ini dia pasti tidak dapat mengendalikan diri. Namun, Yuan Shi terus menekan leher Qing 'Er dan mengeratkan pelukannya ke pinggang wanita itu.


Tubuh basah Yuan Shi juga membasahi pakaian Qing 'Er, pria itu menggendongnya di pelukan kemudian membawa Liu Qing ke atas tempat tidurnya. Qing 'Er mengerutkan alisnya kemudian menggeleng pelan. "Aku sedang tidak ingin melakukannya," kata Qing 'Er sembari mengalihkan pandangan.


Yuan Shi bersandar dan menatap wajah Qing 'Er. "Baiklah, aku tidak akan memaksa jika Qing 'Er tidak mau, tapi cuaca seperti ini bukankah sangat cocok untuk saling menghangatkan?"


"Aku datang kesini untuk meminta diantar pergi ke Pengasingan Barat dan bertemu Kak Liu Bai," jawab Qing 'Er sembari berdiri mengeratkan pakaiannya yang hampir berantakan.


Yuan Shi tidak mengalihkan pandangannya satu jengkal pun dari Qing 'Er, ia terus menatap wanita itu sembari tersenyum. "Kenapa Qing 'Er hari ini begitu terlihat takut? Kamu yakin tidak mau mendiskusikannya di sini?" tanya Yuan Shi sembari menepuk-nepuk tempat tidur miliknya.


"Cukup di sini saja," jawab Qing 'Er.


"Baik, karena Qing 'Er sudah bekerja keras besok sebelum pulang kita akan menemui Liu Bai." Yuan Shi berjalan mendekat ke arah Qing 'Er kemudian mengelus lembut rambut wanita itu.


Qing 'Er lagi-lagi menatap dada bidang Yuan Shi, mengedipkan matanya berkali-kali sembari menghilangkan pikiran kotor yang kini ada di benaknya. Daripada berlama di sana dan menjadi semakin kacau, akhirnya Qing 'Er memutuskan untuk kembali ke tendanya. Dalam perjalanan menuju tenda, Qing 'Er berpapasan dengan Yun Shan yang memang hendak menemui dirinya.


"Salam Yang Mulia," hormat Yun Shan.


"Bagaimana alat yang sudah kuberikan sketsanya apa terlalu sulit dibuat?" tanya Qing 'Er.


Yun Shan menggeleng kemudian memberi sebuah kotak berisikan buah strawberry. "Penduduk merasa senang atas bantuan Yang Mulia, sehingga mereka memberikan buah segar ini untuk disantap! Juga, alat yang Yang Mulia Ratu inginkan akan segera jadi sebelum fajar mendatang."

__ADS_1


Qing 'Er meraih kotak berisikan buah segar dari para penduduk kemudian mengangguk menerima informasi yang diberikan Yun Shan. "Baik, aku akan memeriksanya besok pagi sebelum kepulangan kami."


"Semoga perjalanan Yang Mulia Ratu ke Beiming kali ini penuh kesan yang baik di hatimu." kata Yun Shan sembari menunduk.


"Terimakasih," Qing 'Er melenggang pergi kemudian kembali ke tenda miliknya. Berganti pakaiannya yang basah kemudian beristirahat.


Esok paginya ia pun membuka kotak buah dari para penduduk kemudian menikmati strawberry segar yang manis dan berukuran besar, sebelum bersiap pulang Qing 'Er menyempatkan diri untuk memeriksa alat yang siap digunakan untuk memanen. Dari kerja keras para pekerja, Liu Qing cukup puas dengan hasilnya.


"Langsung coba saja!" pinta Qing 'Er.


"Darimana ratu mendapatkan ide membuat alat seperti ini?" tanya Yuan Shi yang tetiba muncul di sebelahnya.


"Anggap saja ini sebuah ilham yang diberikan langit," jawab Qing 'Er sembari memperhatikan hasil karyanya yang berjalan dengan baik.


Yuan Shi mengangguk. "Ini semua demi kemakmuran rakyat di bawah kepemimpinanku, aku harap Pangeran Beiming bisa mengelola ini dengan baik."


"Tentu saja, Yang Mulia." kata Yun Shan sembari menunduk, "Kereta kuda milik Selir Wu sudah berangkat sejak dini hari tadi menuju Yuanqing, ia membawa sekaligus pelayan pribadinya."


"Tidak masalah, terimakasih atas kerja kerasmu. Ini sudah waktunya kami kembali," Yuan Shi meraih lembut tangan Qing 'Er di sampingnya.


"Pangeran Yun, kami akan segera kembali jika ada waktu kamu boleh sering datang ke istana. " kata Qing 'Er sembari tersenyum hangat.

__ADS_1


Yuan Shi melirik tajam ke arah Liu Qing lalu segera berjalan dan menarik tangan wanitanya perlahan sampai mereka memasuki kereta kuda. Aura dingin ke luar dari tubuh Yuan Shi, Qing 'Er hanya bisa menatapnya dengan seksama dan menimbang kesalahan apa yang dibuatnya hingga pria itu menjadi acuh tak acuh.


"Suasana hatinya berubah dengan cepat," kata Nemo yang kini duduk di jendela kereta.


"Mungkin di kehidupan lampaunya ia adalah seorang wanita," sahut Qing 'Er.


"Apa yang sedang kamu gumamkan?" tanya Yuan Shi yang kini mendekat ke wajah Qing 'Er.


Liu Qing menoleh dan melihat kaisar sudah berjarak beberapa inchi saja dari wajahnya hingga membuatnya terkejut dan hampir terjatuh dari kursi. Yuan Shi dengan sigap meraih pinggang Qing 'Er dan memeluknya.


"Sikapmu cepat sekali berubah, baru beberapa hari bersikap manis namun kini sudah tidak memedulikanku lagi." Yuan Shi menggeleng kepalanya pelan mengeluhkan sikap Qing 'Er yang seperti menjaga jarak darinya.


Mata Qing 'Er membulat, ia hampir tidak percaya bahwa Yuan Shi terlihat sedih karena perubahan sikapnya yang tiba-tiba. "Kaisar Yuan Shi tidak perlu banyak memikirkan hal yang tidak penting, bukankah kaisar begitu memiliki banyak beban? Kenapa terganggu dengan hal kecil seperti ini?"


"Hal kecil?" Yuan Shi mengerutkan alisnya kemudian tertawa dan menoleh tajam ke arah Qing 'Er. "Mungkin ini hal kecil bagimu, tapi tidak bagiku. Bagimu yang selalu bersikap tidak ramah dan acuh padaku sejak pertama kali menginjakkan kaki di istana terdengar sepele, iya ’kan?" lanjut Yuan Shi sembari mendengus kasar.


"Nona Su, kamu membuatnya meledak-ledak. Seburuk itukah perlakuan pemilik asli tubuh pada suaminya?" tanya Nemo yang memperhatikan Yuan Shi dengan sendu. "Kamu harus menghiburnya, lupakan keinginan pemilik asli anggap saja kamu melakukan ini mewakilinya melakukan tugasnya sebagai istri sungguhan!" lanjut Nemo menyemangati.


"Maaf jika hal ini menyakiti hati kaisar, aku hanya merasa tidak nyaman." dalih Qing 'Er mengelus lembut dada bidang Yuan Shi dan menatapnya.


"Tidak nyaman? Apakah akan lebih nyaman jika bersama Jenderal Ji?" Yuan Shi memicing tajam menunjukan rasa cemburunya yang menggebu. "Di Restoran Wu Zetian, saat itu--" ucapan Yuan Shi terhenti.

__ADS_1


Kemudian ia mendengus kasar. "Melihatmu memeluk Ji dan menangis!"


Mata Qing 'Er membulat keheranan, memori yang sewaktu itu tidak dapat ia ingat nyatanya adalah memori tentang hal yang baru saja Yuan Shi katakan. Nemo pun sama terkejutnya dengan Qing 'Er. "Nona, apakah jiwa pemilik asli tubuh yang saat itu menyebabkan jiwamu kembali terlepas ke dimensi ruang dan waktu?"


__ADS_2