
Nemo merasa lega karena mereka kembali ke Dinasti Xia dengan aman, melihat kondisi tubuh Qing 'Er yang mengenaskan dengan kepala berlumuran darah membuat ia langsung berinisiatif untuk memberikan pil penyembuh tingkat tinggi untuk pemulihan Su Mian.
Su Mian membuka matanya secara perlahan, lalu menoleh ke kanan dan kirinya dengan pandangan yang samar. Badannya terasa sakit dan sesuatu yang mengganjal di perutnya terasa begitu aneh. Ketika Nemo memintanya membuka mulut. Su Mian hanya mampu mematuhi perintahnya, ia membuka rahangnya tidak lebih lebar dari sudut siku-siku.
Menelan pil penyembuh tingkat tinggi itu dengan mudah, membuat tubuh yang semula penuh rasa sakit menjadi lebih ringan dan mulai berangsur membaik. Pendarahan pada kepalanya sudah berhenti, saat ia menoleh ke arah orang-orang di sekelilingnya dan juga tempat ia berbaring sekarang membuat Su Mian tersenyum halus. Sang ibunda yang sedang menangis langsung membelalak dan memanggil seluruh keluarganya untuk menghampiri mereka, rasa bahagia terlihat dalamm raut wajah wanita itu.
"Suamiku, lihatlah Qing 'Er sudah sadar!" serunya pada semua orang.
Awalnya, melihat Qing 'Er tidak berdaya dan terluka membuat mereka putus asa. Sebab, memang tiada jalan keluar lagi dari sana. Bahkan celah sekecil lobang tikus pun tak mereka dapatkan akibat reruntuhan yang menimbun mereka. Yun Shan yang mendengar seruan itupun langsung segera menghampiri dan mengecek denyut nadi dan energi Qing 'Er.
Dia berjalan dengan tergesa hingga bersimpuh di depan Qing 'Er lalu menekan kedua jarinya ke bagian tengkuk leher di mana urat nadi berada. Matanya membelalak kemudian menoleh ke arah Qing 'Er yang kini tersenyum merekah. Dia tahu, wanita itu bukanlah Qing 'Er melainkan Su Mian. Rasa bahagia meliputi hatinya, bukan tanpa sebab karena dia percaya bahwa Su Mian datang membawa kabar baik bagi mereka.
"Aku sudah membaik, Ayah, Ibu, Kak Bao, kalian tidak perlu khawatir lagi!" Qing 'Er kemudian duduk dan menoleh ke arah mereka semua dengan tatapan yang penuh percaya diri.
Su Mian berbalik ke arah Nemo, dengan satu isyarat Nemo tentu tahu apa yang harus dia lakukan. Kini, Nemo akan membantu Su Mian dengan cuma-cuma demi kelangsungan misi mereka, tidak ada pembelian poin maupun pengurangan masa hidup lagi. Dia sungguh hanya ingin keluar dari sana.
Dentuman keras kembali terdengar, kali ini Nemo tidak meninggalkan kesempatan. Ia lalu melemparkan bola jalan pintas yang membuat sebuah lubang besar di area reruntuhan. "Kak Bao, kamu harus segera membawa Ibu dan Ayah ke Perbatasan Barat menemui Kak Liu Bai. Hanya dia harapan kita, setelah memastikan kondisi ayah ibu aman, kembalilah untuk menlolong kami bersama Kak Bai!"
__ADS_1
Mendengar perintah Qing 'Er dengan penuh keteguhan, Liu Bao hanya mampu mengangguk dan mulai membawa kedua orang tuanya ke luar dari penjara itu. "Baik, Yang Mulia!" jawabnya dengan lantang.
"Putriku, lalu bagaimana denganmu? Ayah tidak mungkin meninggalkanmu seorang diri!" Perdana Menteri Liu nampak khawatir melihat kondisi putrinya sekaligus permintaan wanita itu. Namun respon Qing 'Er hanyalah senyuman halus yang menenangkan.
"Ayah dengarlah, ini yang terbaik. Ketika ayah sudah mendapat pasukan ayah kembali, aku harap ayah segera membawa bala bantuan untukku dan Yuan Shi kemari." Qing 'Er maju perlahan dan menyentuh lembut pipi sang ayah.
"Baiklah, berhati-hatilah! Pastikan kondisimu sudah pulih lebih dulu," ujar Perdana Menteri dengan tatapan cemas berlebih.
"Aku sudah pulih, ini semua berkat Pangeran Beiming, ayah tidak perlu cemas sebab aku bisa mengatasi hal ini yang harus kalian lakukan hanyalah percaya padaku dan selamatkan diri kalian lebih dulu, dengan begitu aku akak tenang!" Qing 'Er memeluk ibunya kemudian melepas pelukannya dan kembali ke sisi Yun Shan.
"Baiklah, kalau begitu kami akan pergi dari sini. Pangeran Bei, tolong jaga putri kami!" Perdana Menteri dan keluarga dengan berat hati meninggalkan Qing 'Er juga Yun Shan di sana.
Qing 'Er kemudian tanpa ragu langsung berniat mengatakan rencananya pada pria di sebelahnya tersebut. Namun sebelum itu terjadi, Yun Shan lebih dulu menyapanya dengan wajah yang kebingungan.
"Su Mian!" pekik Yun Shan dengan kerutan di dahinya.
"Hai," hanya itu jawaban Su Mian, tiga huruf singkat dengan senyuman lembut di wajahnya. "Kita tidak punya banyak waktu, kaisar membutuhkanku dan juga dirimu!" lanjut Su Mian sembari memberi isyarat pada Nemo agar memberinya sebuah senjata yang telah mereka bincangkan untuk dipakai berperang melawan para pasukan Ibu Suri.
__ADS_1
Nemo mengeluarkan item yang dimiliki sistem yaitu satu peti senapan laras panjang yang biasa dikenal dengan ZH-05. Senapan yang dapat meluncurkan granat dan juga membidik secara akurat.
"Kita tidak memiliki senjata apapun," jelas Yun Shan.
"Kaisar ingin aku membawa Yang Mulia Ratu pergi, kita tidak mungkin kembali dan mengorbankan diri seperti ini!" lanjut pria itu sembari menatap Su Mian dengan serius.
"Kita punya senjata terkuat, lihatlah ke belakangmu!" Su Mian menyeringai kemudian mengedipkan sebelah matanya pada Nemo yang kini berdiri di dekatnya.
"Senjata macam apa ini?" tanya Yun Shan.
"Aku akan menunjukannya padamu!" Su Mian berjalan mengambil satu senapan yang kini telah ia genggam. Tentu saja dengan itu mereka akan menang, ketika lawannya hanya menggunakan pedang dan bola bubuk mesiu, Su Mian telah menggunakan senjata yang lebih canggih.
Su Mian membidik ke arah jalan keluar awal yang kini telah tertutup, ia mulai ancang-ancang dan melepaskan satu granat untuk menghancurkan reruntuhan itu lagi. Ketika suara berdebum keras menghancurkan reruntuhan yang menghalau mereka, tatapan memukau dan tidak percaya Yun Shan membuat Su Mian tergelitik.
Di sisi lain, Yuan Shi yang mendengar sebuah dentuman dari dalam penjara bawah tanah terlihat menghentikan aksinya yang sedang serius melawan satu persatu para pasukan ibu suri. Perhatian yang teralih itu hampir membuat dirinya tertebas ayunan pedang nan tajam milik musuh.
Tapi Yuan Shi lebih hebat, dengan sepersekian detik dia menghindar dan menendang lawan di depannya. Ia terus memperhatikan jalan masuk penjara dari kejauhan, tidak lama seorang wanita yang ia harap telah pergi jauh malah dengan cepat sedang berlari ke arahnya membawa benda aneh yang Yuan Shi tidak pernah lihat.
__ADS_1
Di belakang Qing 'Er terlihat Yun Shan menderek sebuah peti yang Yuan Shi belum tahu apa isinya. Qing 'Er meluncurkan beberapa tembakan ke arah lawan yang menghalangi jalannya, tembakan yang tepat sasaran itu membuat Yuan Shi tertegun. Ia yakin jika wanita itu adalah Su Mian, wanita yang sangat ia rindukan. Tanpa memedulikan kondisi di depannya, Yuan Shi berjalan lurus menghampiri Su Mian yang makin mendekat.
Pandangannya yang penuh rasa bahagia dan juga kesedihan membuat ia tak kuasa untuk segera memeluk wanita yang kini ada di depannya. "Aku merindukanmu!" ujar pria itu dengan pelukan erat yang membuat Qing 'Er atau Su Mian terdiam.