
Semilir angin berhembus menyapu keheningan malam di antara diamnya Su Mian dan Yuan Shi malam itu. Tidak ada jawaban lagi dari pernyataan Yuan Shi mengenai 'aku mencintamu, sungguh.' dan memang hal itu tentu saja membuat Su Mian bahagia. Akan tetapi, ketidakmungkinan hubungan ini menampar keras jiwa Su Mian.
Tugas utamanya kini adalah membantu Yuan Shi kembali ke kekaisaran dengan selamat begitupun dengan tubuh yang ia pinjam. Qing 'Er yang saat ini tertidur di dimensi ruang dan waktu masih tetap harus kembali ke tubuh aslinya dan Su Mian harus kembali ke masa depan.
"Aku akan membantumu kembali ke kaisaran dengan selamat." Su Mian tersenyum tipis sebelum akhirnya memeluk Yuan Shi dengan erat.
"Aku tidak ingin bergantung padamu, aku hanya ingin kamu sendiri memastikan dirimu selamat!" Yuan Shi membalas erat pelukan Su Mian sebelum akhirnya menyembunyikan wajahnya di tengkuk leher Qing 'Er.
Kecupan demi kecupan Yuan Shi layangkan, namun sentuhan Qing 'Er membuat Yuan Shi terdiam dan kembali menatap mata wanita itu dengan lekat. "Aku tidak ingin melakukan sesuatu hal tanpa izinnya,"
"Aku mengerti, bisakah aku tidur di sini malam ini?" Yuan Shi mengelus lembut pucuk rambut Qing 'Er sebelum akhirnya dibalas dengan anggukan.
"Tentu saja, masih ada banyak yang ingin kukatakan padamu." Su Mian tersenyum kemudian menarik lengan Yuan Shi untuk berjalan ke area tempat tidur yang ada.
Mereka sama-sama mengistirahatkan tubuh setelah seharian penuh bergumul dengan para pembunuh bayaran Ibu Suri. Su Mian berbaring dalam dekapan Yuan Shi dan melingkarkan tangannya di area dada pria itu. Sedangkan Yuan Shi masih bermain-main dengan rambut sang permaisuri.
"Jika kamu dari masa depan, kamu pasti tahu bagaimana hasil dari semua ini." Yuan Shi membuang napas pelan.
Su Mian mengangguk kemudian menengadah menatap pria yang ada di sampingnya, sorot mata Yuan Shi terlihat lelah juga nampak sedih. "Aku bersamamu, aku tidak mungkin membiarkanmu kalah dalam pertempuran ini." ujar Su Mian sembari mengeratkan pelukannya.
"Jadi, aku akan kalah dalam melawan Klan Wu?" Yuan Shi mengerutkan alisnya kemudian membuang napas kasar.
__ADS_1
"Bertahun-tahun aku menunggu waktu pembalasan ini," lanjut kaisar.
Su Mian tak lagi menjawab, ia tidak ingin mengecewakan Yuan Shi lebih jauh. Sebab, setelah kedatangannya banyak hal yang berubah tapi dia tidak tahu pasti akankah masa lalu di masa depan akan berubah atau tetap terjadi seperti sebelumnya. Tapi, satu hal yang pasti adalah bahwa ia akan bertarung melawan Klan Wu bersama Yuan Shi sampai akhir.
Keduanya tertidur dalam dekapan satu sama lain dengan damai, esok paginya semua orang telah pergi mengemas untuk menyusul keluarga Qing 'Er ke pengasingan Liu Bai. Qing 'Er yang terbangun karena suara orang dari luar menoleh ke kanan dan kiri mencari sang kaisar. Namun, rupanya Yuan Shi telah lebih dulu bangun darinya.
Tidak lama setelah Qing 'Er bangun, Pelayan Chun datang membawakan satu ember besi air bersih untuk menyeka wajah dan tubuh permaisurinya. Qing 'Er tersenyum halus, pancaran semangat ada dalam dirinya.
"Kamu meninggalkanku semalam tanpa bicara," Qing 'Er mengerutkan alisnya kemudian duduk dan mulai membasuh wajah dan membuka pakaian luarnya.
"Mohon ampuni hamba Yang Mulia, Kaisar Yuan Shi datang secara tiba-tiba dan meminta hamba keluar dari tenda." jelas Pelayan Chun sembari menunduk.
"Pil obat itu sangat ajaib, semuanya pulih dengan cepat walau memang tetap harus memerban beberapa luka luar yang mereka miliki. Tapi berkat pil itu, Pangeran Beiming sangat terbantu." Pelayan Chun tersenyum bahagia kemudian membantu permaisurinya membuka pakaian dan menyeka tubuhnya.
Setelah membersihkan diri, Qing 'Er berjalan ke luar tenda melihat semua orang telah siap melanjutkan perjalanan mereka. Dari kejauhan Yuan Shi membawakan sebuah kain kemudian setelah beberapa meter di depan Qing 'Er, pria itu memberikan sebuah topi berkain panjang untuk Qing 'Er.
"Topi ini untuk menutupi identitasmu, sejak Xiao belum kembali. Ibu suri pasti akan membuatnya sebagai ancaman bagi kita, bagaimanapun pria itu adalah pengikut setiaku, sampai kapanpun aku akan berusaha menemukannya." Yuan Shi tertunduk kemudian beralih menatap penduduk Suku Huo yang sedang berkemas.
"Aku meminta mereka untuk kembali, kita akan bergerak dengan beberapa penjaga yang nantinya berjalan terpisah. Kita tidak boleh mencolok, sebab banyak rumor beredar bahwa Ibu Suri membuat pengumuman palsu ke seluruh rakyat mengenai aku dan dirimu." Lanjut Yuan Shi, raut wajahnya terlihat cemas dan dipenuhi beban pikiran.
"Ah lagi-lagi nenek sihir itu membuat masalah, tenang saja jika sudah waktunya aku akan membalas semua perbuatannya berkali lipat." Qing 'Er mengepalkan tangannya di depan dada membuat Yuan Shi tidak bisa menahan tawa ringan yang keluar dari mulutnya.
__ADS_1
Yuan Shi mengelus rambut Qing 'Er dengan cepat sehingga membuat tatanan rambut wanita itu sedikit berantakan. "Akan kuserahkan padamu!"
"Kaisar, aku baru saja merapikan rambutku!" geram Qing 'Er dengan kerutan pada dahinya.
Yuan Shi hanya tersenyum halus kemudian mengulurkan tangannya pada Qing 'Er seraya menunggu wanita yang berjiwa Su Mian itu mengenggam tangannya. Mereka pun berjalan menuju sekumpulan kuda yang didapatkan dari peperangan kemarin, Yuan Shi menunjukan Qing 'Er sebuah kuda berwarna putih nan cantik. "Kuda ini untukmu, aku akan menunggangi kuda yang lain."
"Bukankah ini milikmu?" Qing 'Er menoleh ke arah Yuan Shi yang masih setia menggenggam tangannya.
Entah untuk yang keberapa kali, pria itupun lagi-lagi mengelus pucuk rambut Qing 'Er dengan lembut. "Jika kamu mau, aku bisa membawamu dengan kudaku."
"Aku lebih baik menungganginya sendiri. Tidak ada yang tidak bisa dilakukan Su Mi--" ucapan Qing 'Er terpotong ketika bibir Yuan Shi secara cepat menyatu dengan miliknya.
Tarikan kuat di area pinggang wanita itu sontak membuat Qing 'Er sedikit membelalak, sebelum akhirnya membalas ciuman kaisar. Yuan Shi melepaskan ciumannya kemudian menatap bola mata milik Su Mian yang terpancar dari milik Qing 'Er.
"Bukankah kamu ingin menghiburku?" tanya Yuan Shi sembari menyejajarkan pandangannya dengan Qing 'Er. "Hal tadi bisa menjadi salah satu cara untuk menghiburku." lanjutnya sembari menyeringai penuh makna.
"Pernyataan vulgar macam apa itu, kaisar seharusnya malu karena melakukannya sembarangan!" Qing 'Er menggeleng pelan kemudian berjalan mendekat ke arah kuda putih milik Yuan Shi dan mengelus lembut rambut panjang kuda tersebut.
Yuan Shi hanya mampu tersenyum tipis, sebab pikirannya masih terperangah kepada Xiao yang belum muncul juga. Kemungkinan besar, pria itu memang sedang dalam bahaya tapi tentu saja Yuan Shi tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
"Qing 'Er, kita harus segera bergegas!" seru Yuan Shi pada permaisurinya.
__ADS_1