Ratu Buangan Jadi Kesayangan

Ratu Buangan Jadi Kesayangan
Bab 61 - Permaisuri


__ADS_3


...(Sumber Gambar : Pinterest)...


Hari telah berlalu, Kaisar Yuan Shi masih belum juga terbangun setelah kejadian waktu itu. Permaisuri mengambil alih pengadilan, mengeksekusi semua Klan Wu yang terlibat dalam pemberontakan dan mengasingkan sisa yang tidak ikut serta. Xiao yang masih belum memunculkan batang hidungnya dan belum diketahui keberadaannya menjadi fokus utama Qing 'Er, sebab saat kaisarnya terbangun dia tidak ingin pria itu langsung memikirkan hal yang membuat dirinya terbebani.


Jenderal Ye diperintahkan untuk mencari Xiao dengan cara menelusuri setiap jejak ibu suri. Dengan siapa dan di mana ia bersekongkol untuk menyusun pemberontakan. Bagaimanapun Xiao telah berjasa bagi Kaisar Yuan Shi, Xiao sendiri adalah petugas militer khusus yang diperintahkan langsung kaisar untuk memata-matai musuh ataupun para pemberontak di dalam istana.


Dengan balutan jubah merah yang menawan dilengkapi sulaman Burung Phoenix yang menghiasi setiap celah kain, Qing 'Er terdiam menatap kolam yang mengarah langsung di depan paviliun miliknya. Dia berpikir, jika tak ada kaisar apa yang akan dia lakukan setelahnya? Walaupun tujuan awalnya bertahan adalah untuk kepentingan dirinya sendiri, namun semakin waktu berlalu semakin jelas perasaannya pada Kaisar Yuan Shi.


Napasnya agak tertahan di dada, mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya ia pun menoleh dengan anggun, senyuman halus tersirat di wajah indahnya. Yun Shan memberi hormat dan salam pada Permaisuri Qing. Pria itu kini telah dinobatkan sebagai Penasihat Kerajaan atas segala hal yang telah dia lakukan untuk Kekaisaran, penghargaan itu sangat pantas untuknya.


Qing 'Er kembali menatap kolam yang tenang. "Bagaimana keadaan kaisar?"


Yun Shan menggeleng pelan. "Belum ada perubahan."


"Kapan kiranya... Aku harus menunggunya sampai tersadar? Aku hanya merasa sendiri," Qing 'Er menunduk menahan kesedihannya.


"Tidak ada yang tahu..." jawab Yun Shan terhenti.


Detik berikutnya, orang bisa melihat bahwa keteguhan menghampiri jiwanya. Dia menyeka kesedihannya kemudian menoleh kembali ke arah Yun Shan. "Bagaimana dengan Jenderal Ye? Xiao... Dia harus ditemukan hidup-hidup!"

__ADS_1


"Jenderal Ye mengalami masalah, Ibu Suri berkorelasi dengan Kerajaan Han dan sepertinya mereka lah yang telah menyandera Xiao. Mendengar kabar kaisar yang belum tersadar, mereka pasti akan segera melakukan tindakan ke istana." jelas Yun Shan.


"Persiapkan semuanya, apabila perang yang mereka inginkan akan ku berikan!" Qing 'Er menatap tajam Yun Shan. "Penyesalan yang sangat ku sesali adalah membiarkan Wu Zhao mati dengan mudah." lanjut Qing 'Er dengan dingin.


"Hamba tahu, apa titah Permaisuri selanjutnya?" tanya Yun Shan.


"Kirimkan pesan pada Jenderal Ye untuk tetap mencari Xiao dan bawa dia kembali sesuai rencana awal kita. Kabari Jenderal yang lain untuk menjaga perbatasan dengan ketat!" titah Qing 'Er pada Yun Shan.


"Hamba akan segera menyampaikannya." Yun Shan memberi hormat kemudian meninggalkan Qing 'Er seorang diri di tepian kolam.


Wanita itu melihat pantulan dirinya sendiri di cermin, warna matanya terkesan pudar dan dia belum tahu penyebabnya. Binatang imut yang tidak lain adalah Nemo kemudian berjalan mendekat ke arah Sang Nona.


"Nona, kamu nampak pucat!" ujar Nemo.


"Aku harus menyelesaikan pembangunan di kota, masih banyak yang belum ku kerjakan. Restoran, Bank dan lain sebagainya." Qing 'Er berjalan mendahului Nemo yang kini mengekor di belakang.


Berada di dalam tandu yang indah, Qing 'Er menyapa para rakyatnya yang kini sangat mencintai dirinya. Dengan segala kebijakan baru, membuat rakyatnya amat bahagia dan sejahtera. Pembangunan mulai sedikit demi sedikit dilanjutkan, restoran yang sedari awal dia minta kini mulai berjalan dengan menerima perjanjian para pemasok makanan lokal. Ratu buangan kini telah menjadi kesayangan, tidak ada lagi celaan yang ada hanyalah cinta yang berlebih untuknya dan kaisar.


Semua orang bersedih atas keadaan kaisar, terlebih melihat Permaisuri yang selalu nampak pucat membuat mereka merasa iba. Qing 'Er turun dari tandu yang ia naiki, kemudian berjalan memasuki restoran yang telah dibangun kaisar untuknya. Sedangkan, restoran Wu Zetian di sampingnya telah dilakukan penghancuran. Tidak ada lagi bangunan maupun aset yang tersisa dari Klan Wu. Semuanya telah diberantas bersih oleh Permaisuri.


Pajak liar yang dibebankan oleh beberapa pejabat Klan Wu kepada rakyat telah dihapuskan seluruhnya. Semua rakyat yang kurang mampu mendapatkan bantuan tempat tinggal yang dibangun di sebuah wilayah pedesaan di Tianjin. Beberapa wilayah yang masih kosong yang didapati dari perluasan wilayah akan segera diisi oleh para penduduk lainnya demi memajukan wilayah yang belum tersentuh sama sekali.

__ADS_1


Pembangunan dilakukan merata oleh Qing 'Er agar semua rakyat dapat fasilitas yang sama bahkan jika itu berada di pelosok. Seperempat rakyat yang tinggal di Ibukota telah dipindahkan ke wilayah-wilayah tersebut.


Permaisuri memasuki restoran yang telah berjalan beberapa hari, mereka melihat dan menyambut Qing 'Er dengan baik. Anggun dan penuh wibawa, Qing 'Er duduk di kursi yang telah disediakan oleh pengurus restoran. Tidak berselang lama, disajikan lah berbagai macam makanan yang menggugah selera. Namun entah rasanya Qing 'Er tidak bersemangat untuk menyantap semuanya. Tidak seperti biasanya ketika Yuan Shi di sampingnya.


Perlahan Qing 'Er menyicipi resep kentang goreng tepung yang ia buat untuk di restorannya. Rasanya sangat enak, membuat ia merindukan masakan di masa depan. Napasnya beberapa kali terdengar lembut namun berat, semua masakan terasa pas dan enak. Dia pun segera memanggil koki restoran untuk bertemu dengannya.


Koki restoran datang menemui Qing 'Er dipenuhi keringat dingin. Dia takut semua masakannya tidak sesuai dengan lidah dan keinginan permaisuri.


"Kamu yang memasaknya?" Qing 'Er menatap koki restoran tersebut dengan serius.


"Benar, Yang Mulia." jawab pria itu dengan gugup.


"Luar biasa, rasa yang diinginkan. Terima kasih, kamu berhak mendapatkan pujian dan penghargaan dari Ben Gong!" ujar Permaisuri Qing.


[Ben Gong \= Penyebutan diri sendiri bagi Permaisuri Kaisar yang berstatus tinggi pada yang lebih rendah tingkatnya.]


Setelah menyicipi makanannya, Qing 'Er pun kembali ke istana. Dia hendak menemui Sang Kaisar yang masih terbaring lemah di tempat tidur. Setiap malam, Qing 'Er akan selalu menceritakan segala hal yang terjadi di istana maupun tentang dirinya. Berharap, Kaisar Yuan Shi akan mendengar dan terbangun setelahnya.


Dari kejauhan seorang prajurit menunggangi kuda secara ugal-ugalan hampir menabrak beberapa orang. Qing 'Er melongok ke luar dan meminta prajurit itu dihentikan. Setelah prajurit itu berhenti, dengan napas yang menggebu ia pun berusaha pelan mengatur napasnya sembari berbicara pada Permaisuri.


"Salam Yang Mulia, Kaisar... " ucapnya terengah.

__ADS_1


"Ada apa dengan kaisar?" Mata Qing 'Er membelalak penuh.


__ADS_2