
"Inilah yang dikhawatirkan oleh Kaisar Yuan Shi, dia sangat percaya akan kemampuanmu tapi melihat kondisimu terakhir kali saat di penjara bawah tanah Kaisar tidak ingin melakukan kesalahan yang sama. Sekalipun kamu akan membencinya, inilah keputusannya dia tidak akan membiarkan Yang Mulia Ratu pergi menemuinya, begitupun hamba dan yang lain. Ingatlah, ada pewaris yang harus dilahirkan!" Ucapan Yun Shan tentu jelas, bahwa ini adalah keputusan Yuan Shi untuk tidak melibatkannya dalam masalah besar ini.
Qing 'Er menghela napas panjang, mengetahui bahwa waktu kembalinya Yuan Shi yang tidak pasti. Terlebih, waktu yang ia miliki juga tidak lama lagi. Banyak kekhawatiran yang ia pikirkan. Namun Yun Shan tak salah, yang terpenting kali ini adalah melahirkan pewaris untuk Kaisar Yuan Shi dengan selamat. Setelahnya, biar takdir yang menentukan jalan mereka.
Qing 'Er kembali ke Istana Dalam untuk melihat-lihat kegiatan para Selir Kaisar. Sembari menggendong Nemo dan mengelus binatang kecil itu di pelukannya ia menyusuri teras istana dalam. Beberapa selir yang melihat menyapa Qing 'Er dengan ramah, walau beberapa dari mereka ada yang menunjukkan sikap tak suka tetapi Qing 'Er berusaha tidak peduli.
Setelah melangkah cukup jauh, perutnya terasa begitu kencang dan sakit, Qing 'Er tidak tahu pasti apa yang ia rasakan. Tetapi, Nemo yang tahu jelas tanda-tanda kelahiran pewaris yang ada di kandungan sang nona terlihat begitu cemas melihat Qing 'Er yang kini terdiam dan menahan sakit. Pelayan pribadi Qing 'Er, Pelayan Gui juga terlihat panik sebab ia sangat yakin ini sudah waktunya pewaris takhta lahir.
"Perasaan apa ini?" Qing 'Er mengernyit sembari menahan perutnya yang kian terasa sakit dengan ritme yang sama.
"Nemo berikan aku pil penghilang rasa sakit, atau obat kebal semacamnya!" Pinta Qing 'Er.
"Baik Nona, kita masih memiliki satu stok obat penghilang rasa sakit hasil dari keberhasilan misi di dunia sebelumnya! Hanya saja, pil ini akan bekerja setelah dua jam diminum!" jelas Nemo.
"Terserah saja! Yang terpenting sekarang aku bisa menahan sakit dari hasil yang dibuat bayi ini!" Qing 'Er dan Nemo berkomunikasi dengan pikiran.
"Baik, kamu harus bersiap membuka mulutmu Nona!" Nemo mengeluarkan pil berwarna pink berukuran kecil dan langsung ia masukan ke dalam mulut Qing 'Er.
Rasa sakit yang semakin menyusahkan itu terus membuat Qing 'Er meringis. Pelayan Gui telah memberitahu beberapa pelayan untuk memanggil tabib, sedangkan para penjaga langsung membawa Qing 'Er dengan tandu untuk pergi ke kediaman utama kaisar.
__ADS_1
"Anaknya sudah akan lahir tapi kaisar masih belum kembali!" pungkas Nemo sembari mengeluarkan layar monitor transparan.
Dengan menahan rasa sakit, Qing 'Er diperlihatkan kondisi Yuan Shi yang tengah sengit berperang melawan Kerajaan Han. Terlihat medan yang begitu gersang dan mengeluarkan debu akibat pijakan kuda yang saling berlari menyerang lawan.
"Ah, biarkan saja pria itu dengan tugasnya yang terpenting kamu membantuku mengeluarkan bayi ini!" Dengan spontan Qing 'Er meremas bulu Nemo.
"Nona lepaskan! Kamu sungguh menyiksaku hu hu!" Nemo nampak kesakitan tapi tidak ada pilihan lain selain menemani Su Mian untuk melewati hal ini.
Setelah berada di ruang pribadi miliknya, tabib dan beberapa pelayan pun langsung menangani Qing 'Er. Efek pil yang ia telan mulai bekerja, namun rasa sakit melahirkan sepertinya tidak mampu dihilangkan oleh pil tersebut, hanya bisa diminimalisir. Tapi, setidaknya obat itu membantunya dalam mengurangi rasa sakit yang tak tertahankan.
Keringat dingin bercucuran begitu deras, saat rasa sakit yang kian intens menghampirinya ia pun tidak sanggup lagi untuk tidak berteriak. Rasanya sungguh lelah, mentari pagi berganti dengan senja namun bayi itu masih belum keluar. Jiwa Su Mian berusaha sekuat tenaga, bahkan ia merasa jiwanya akan terlepas dari tubuh milik Permaisuri Qing akibat rasa sakit itu.
"Ah persetan dengan itu semuaaa!" satu teriakan terakhir itu akhirnya membawa bayi yang ia kandung lahir ke dunia. Napas Qing 'Er semakin berat dan terengah bahkan saat melihat sosok bayi yang dikenalkan Pelayan Gui ia merasa penglihatannya samar dan Kunang-kunang.
Setelah beberapa shichen berlalu, Qing 'Er terlelap akibat kelelahan. Karena Nemo begitu tidak tega melihat nonanya yang begitu telah berusaha ia pun memberikan obat penyembuh kilat yang ia beli dari pasar sistem pusat. Berharap, Su Mian lekas bangun dan melihat putri kecilnya yang cantik.
"Aku adalah pamanmu, namaku Nemo. Kamu sangat mirip Nona Su!" Nemo yang tidak mampu menahan gemas pada bayi di samping Qing 'Er terlihat mendekat ke arah bayi itu.
Namun Pelayan Gui yang melihatnya langsung memukul dan mengusir Nemo dengan kasar. "Hewan ini terlalu dekat dengan Tuan Putri!" geram Pelayan Gui.
__ADS_1
"Nona cepat bangun, aku telah ditindas!" Nemo menjauh dari ranjang Qing 'Er.
Tidak lama setelahnya Permaisuri pun terbangun dengan mata yang masih lemah. Ia mengeluh kemudian mencari keberadaan Nemo. "Nemo, apa ini sudah saatnya pulang? Aku bisa saja melewati pertempuran di medan perang tapi melahirkan seorang pewaris adalah hal yang berat. Aku tidak ingin melakukannya lagi! Terlebih kaisar brengsek itu tidak menemaniku di sini!"
Qing 'Er terlihat menangis meraung, namun dengan sigap Pelayan Gui menenangkan permaisuri. "Selamat atas kelahiran Tuan Putri, Permaisuri. Sangat wajar jika permaisuri berhalusinasi sebab melahirkan bukanlah hal yang mudah. Tetapi kamu telah melewatinya, setelah satu minggu kamu akan kembali bugar apabila mengikuti segala aturan untuk ibu melahirkan!"
"Bugar apanya, tubuhku terasa remuk dan dilindas sepuluh babi liar!" geram Qing 'Er.
"Permaisuri, lihatlah Putri kecil ini sangat mirip denganmu!" Pelayan Gui memperlihatkan bayi yang baru saja Qing 'Er lahirkan.
Setelah menatap bayi mungil itu, rasa terharu seketika muncul di hatinya sehingga ia tidak mampu menahan air mata bahagia yang tiba-tiba mengalir begitu saja. "Sangat cantik!"
"Benar, tapi sayang sekali Kaisar masih belum kembali. Namun kami telah mengutus prajurit untuk menyampaikan pesan ini pada Kaisar. Juga, besok akan ada acara meriah untuk merayakan kelahiran Putri sesuai tradisi kerajaan!" Jelas Pelayan Gui.
"Apa semua ini?" pandangan Qing 'Er beralih ke tumpukan hadiah yang menggunung di dalam ruangannya.
"Ini adalah hadiah kelahiran Tuan Putri dari Keluarga Liu, Pangeran ke empat, Putri Ning, juga para selir dari istana dalam!" Pelayan Gui tersenyum halus, namun Qing 'Er nampak tidak terlalu peduli pada hadiah yang telah bertengger di kamarnya itu. Ia malah melihat Nemo yang menangis di pojokan ruangan.
"Pelayan Gui, kenapa peliharaan ku berada di sana?" Kening Qing 'Er mengerut keheranan.
__ADS_1
"Alangkah baiknya jika peliharaan Yang Mulia dijauhkan dari Tuan Putri sebab masih sangat rentan terkena penyakit, kita harus menjaga pewaris kaisar yang pertama dengan baik." Pelayan Gui memperjelas, tatapan Qing 'Er begitu prihatin pada Nemo namun ia tidak bisa menentang ucapan Pelayan Gui sebab pelayan ini adalah pelayan senior yang Kaisar pilih sendiri untuk dirinya.