Ratu Buangan Jadi Kesayangan

Ratu Buangan Jadi Kesayangan
Bab 23 - Perbukitan Beiming


__ADS_3

Keesokan paginya semua orang sudah bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke wilayah bukit di Beiming, terlihat beberapa orang sedang menaikan barang-barang bawaan mereka ke atas kereta kuda. Nantinya, Kaisar Yuan Shi dan Ratu Liu Qing akan didamping oleh Pangeran Yun Shan juga adiknya Putri Yun Zhe. Kini, giliran Sang Ratu dan kaisar yang menaiki kereta kuda. Sedangkan Wu Zetian sedang menjalani hukuman kaisar yang melarangnya pergi dari kamar sebelum mereka kembali atas kesalahan pelayan pribadinya.


Kaisar Yuan Shi nampak begitu cerah hari ini, dia bahkan tidak melepaskan pandangannya dari Qing 'Er sampai membuat wanita itu salah tingkah. "Hari ini Qing 'Er sangat cantik," ucap Yuan Shi.


"Aku memang selalu cantik sepanjang hari," jawab Qing 'Er sembari memalingkan wajahnya grogi.


"Doaku hanya satu, segeralah menyelesaikan misi agar aku tidak melihat hal yang menggelikan ini lagi." ujar Nemo yang duduk di jendela kereta kuda.


Qing 'Er menghela napas panjang. "Bagaimana kamu akan menghukum Selir Wu Zetian?"


"Mungkin hanya mengurung dia di istananya dan tidak membiarkannya ke luar. Sebab, ibu suri pasti akan melindunginya." kata Yuan Shi sembari menyandarkan diri. "Pelayannya akan aku hukum tiga puluh cambukan dan diusir dari istana."


"Cukup adil, kenapa dia tidak menggantikanku di istana dingin saja?" tanya Qing 'Er sembari menatap Yuan Shi.


"Jangan kamu kira ibu suri bertindak seperti itu hanya karena dia janda kaisar terdahulu. Dia memiliki kekuatan besar di belakangnya yang bisa langsung mengkudeta diriku dalam satu kali tindakan." Yuan Shi menoleh ke arah Qing 'Er kemudian memperhatikannya dengan seksama.


"Selagi ada aku, apa yang kamu takutkan? Mereka harus segera diberi pelajaran!" Kata Qing 'Er dengan menggebu.


Yuan Shi tertawa kecil kemudian kembali terdiam dan tidak menjawab Qing 'Er, Begitupun dengan Qing 'Er yang kini bersandar beriringan dengan hembusan napasnya yang pelan. Tidak lama kemudian, rombongan merekapun sampai di bukit yang paling dipenuhi dengan para petani buah.


Dilihat dari hamparan hijau yang memanjakan mata, sejumlah tanaman strawberry berjejer dengan rapih. Kualitas buah terbaik di sini sayangnya hanya dapat dipasarkan di dalam negeri Beiming. Qing 'Er kemudian turun dari kereta kudanya bersama Yuan Shi. Mereka berdua berdiri sembari menatap hamparan luas beberapa kebun buah yang sudah siap panen.


Yuan Shi melihat para petani mulai menghampirinya dan memberi hormat. Pangeran Yun Shan dan adiknya kemudian berdiri sejajar dengan kaisar dan ratunya. Mereka menyapa para petani dan langsung menjelaskan maksud kedatangan mereka kesana.

__ADS_1


Setelah berbincang dengan para penduduk, Qing 'Er pergi melihat para wanita paruh baya sedang memetik strawberry dengan cara yang masih alami, namun jika ia lihat sungguh memakan waktu yang cukup lama apalagi kebun ini sangat jauh terhampar luas.


Yuan Shi sekonyong-konyong muncul di bekakang Qing 'Er. "Apa ada hal yang membuat permaisuri bimbang?"


Liu Qing menoleh ke arah suaminya kemudian mengarahkan telunjuk pada beberapa wanita yang sedang memanen. "Tidakkah cara ini terlalu lamban? Aku dengar masalah terbesar mereka adalah buah-buah ini tidak memiliki tempat penyimpanan yang memadai yang dapat menampung hasil panen mereka dalam waktu yang cukup lama. Sedangkan hasil panen tidak semuanya dapat terjual habis terlebih mereka hanya mengirimnya ke pasar tradisional Beiming dikarenakan hasil panen yang gampang membusuk saat dipindahkan ke wilayah yang cuacanya tidak sedingin Beiming."


"Lalu, apa ide brilian yang Qing 'Er miliki?" tanya kaisar.


"Aku hanya memikirkan bagaimana jika buah-buahan ini dikirim ke Yuanqing, di sana ada pusat pasar tradisional dan buah-buah ini jarang sekali ditemukan di Beiming akan lebih mudah menjual buah ini di sana," jawab Qing 'Er.


"Qing 'Er benar, tapi masalahnya buah ini tidak bertahan lama saat berada di cuaca yang tidak sedingin Beiming. Dalam perjalanan yang lumayan jauh ke Yuanqing buah ini malah akan membusuk sampai di sana," timpal Yuan shi.


"Aku punya ide, bukankah di sini ada bukit salju? Kenapa tidak memanfaatkan balok salju untuk membuat buah ini tetap dingin dan segar? Dengan begitu, selama perjalanan kualitas buah akan tetap terjaga." Jawab Liu Qing dengan semangat.


Qing 'Er mengangguk bahagia. "Tentu saja," katanya sembari berjalan lebih dulu melewati Yuan Shi.


Yuan Shi tersenyum bangga menatap Qing 'Er di depannya kemudian berjalan bersama menuju Yun Shan dan Yun Zhe yang sedang berbicara dengan para petani.


"Apa kaisar sudah melihat-lihat?" tanya Yun Shan.


"Sudah, Ratu Qing sepertinya memiliki ide yang baik untuk para petani di sini." Yuan Shi membuka lebar kipas tangannya kemudian mengibaskan ke arah dirinya yang sedang tidak kepanasan, hanya untuk bergaya saja.


"Baik, kami akan kumpulkan semua orang." Yun Shan meminta kaki tangannya mengumpulkan semua penduduk.

__ADS_1


Setelah semua orang hadir di depan Yuan Shi, Liu Qing langsung menjelaskan tujuannya. "Aku memahami kesusahan yang kalian alami, maka dari itu aku memiliki berbagai ide yang mungkin bisa membantu kalian lebih cepat dan tepat dalam memanen sampai menjual hasil panen."


"Kami sangat berterimakasih pada Yang Mulia Ratu, ide apa saja yang Mulia Ratu miliki?" tanya salah seorang penduduk.


"Karena kalian masih memanen buah secara manual nantinya aku akan meminta beberapa orang untuk membuat alat panen yang dapat langsung mengambil banyak buah." Liu Qing menoleh ke arah Yun Shan untuk mencari beberapa orang membantunya, pria itupun mengangguk tanpa kata.


"Nona Su, apa kamu ingin mereka membuat agrobot?" tanya Nemo di pundak Qing 'Er.


"Jika kamu bisa membantuku boleh juga," jawab Liu Qing.


"Tidak-tidak, selesaikan sendiri aku harus memulihkan diri lagi. Sampai jumpa!" Nemo menghilang dengan cepat.


"Lalu kedua, agar hasil panen kalian bisa terjual di pasar luar terutama Yuanqing aku ingin kalian mengumpulkan beberapa balok es untuk membuat buah tetap segar dalam perjalanan. Putri Yun Zhe, pastikan Beiming memiliki kereta kuda khusus untuk mengirim hasil panen mereka ke Yuanqing. Juga, demi meminimalisir kerusakan hasil panen, alangkah baiknya dikirim pada pagi buta sebelum matahari terbit sehingga balok es tidak mudah mencair." jelas Liu Qing yang membuat semua orang terpana dengan ide cerdik yang ia miliki, namun raut wajah mereka terlihat begitu ragu sebab ada satu masalah besar lain.


"Apa kalian tidak senang?" tanya Qing 'Er pada para penduduk.


"Begini ratu, di perbukitan salju terdapat Suku Dao yang menguasai wilayah itu. Suku mereka tidak ingin ada pengaruh luar yang dapat merusak warisan para leluhur, tidak ada yang berani mengusik mereka karena mereka dapat bertindak kejam sesuka hati." keluh salah seorang penduduk sembari maju ke hadapan Qing 'Er dan Yuan Shi.


"Benar, aku hampir lupa. Bahkan kekaisaran tidak dapat mengusik mereka," jawab Yuan Shi.


Qing 'Er mengerutkan alis kemudian menoleh ke arah Yuan Shi sembari berpikir. "Aku yang akan berbicara pada mereka!"


"Permaisuri!" tahan Yuan Shi.

__ADS_1


__ADS_2