
Qing 'Er menekan kepalanya kuat, persaingan di zaman kuno ternyata lebih sadis ketimbang dunia modernnya. Sekalipun ia bisa dengan cepat menyelesaikan masalah ini, tetap saja menguras tenaga dan sungguh membuang waktunya yang berharga. Nemo menemani Qing 'Er dengan setia di sampingnya, Sang Sistem sudah mengalami perkembangan jauh lebih baik dari sebelumnya karena segala misi yang diberikan telah dikerjakan baik oleh Su Mian.
"Nona, apa kamu lupa bahwa kamu memiliki petunjuk plot?" tanya Nemo.
"Benar juga, coba jelaskan rencana apalagi yang akan dibuat oleh Ibu Suri?" tanya Qing 'Er sembari mendekat ke arah Nemo.
Setelah menjelaskan dengan rinci pada Su Mian, Nemo langsung memberinya ide untuk melepaskan Yun Shan dalam kondisi bahaya yang telah direncanakan oleh Ibu Suri. Mereka berdiskusi hingga matahari mulai terbenam, setelah merasa cukup puas dengan rencana mereka selanjutnya. Qing 'Er memutuskan untuk berendam di pemandian untuk membersihkan dan menenangkan diri di sana.
Tak disangka, saat ia mulai membuka pakaiannya dan berbalik di sana sudah terlihat kaisar yang lebih dulu berendam sembari memejamkan matanya untuk menenangkan diri juga. Qing 'Er turun ke kolam pemandian membuat air yang awalnya tenang berubah menjadi gelombang kecil menuju Yuan Shi. Sang Kaisar membuka matanya sedikit kemudian melihat makhluk ciptaan Tuhan terindah yang pernah ia temui melangkah maju mendekatinya.
Bola mata Qing 'Er terlihat berubah kemerahan ketika mendekat ke arah Yuan Shi membuat pria itu menyeringai halus dan berbalik untuk mengambil segelas arak yang ada di tepian kolam kemudian menenggaknya sembari memperhatikan Qing 'Er yang berjalan mendekat.
"Kenapa kaisar ada di sini?" tanya Qing 'Er dengan dingin di depan Yuan Shi.
"Tentu saja untuk melihat ratuku, mungkin orang-orang itu benar bahwa aku telah tersihir olehmu," kata Yuan Shi terhenti sembari merangkul pinggang Qing 'Er dengan tangan kirinya dan tangan kanan tetap memegang cangkir berisi arak. "Tersihir oleh kemolekanmu yang menawan," lanjut Yuan Shi sembari mengecup lembut tengkuk leher permaisurinya.
"Kaisar mabuk," ujar Qing 'Er sembari agak menjauhkan diri.
Yuan Shi tidak menghiraukan ucapan Qing 'Er kemudian dia pun menenggak lagi sisa minumannya lalu mengalirkan arak ke mulut Qing 'Er dengan mulutnya. Qing 'Er membuka lebar kedua bola matanya namun ia tetap tidak memrotes perlakuan Yuan Shi yang masih bermain dengan bibirnya yang lembut bahkan sampai membuat rasa kecut dari arak dan pahit tersisa di tenggorokannya.
__ADS_1
Yuan Shi masuk ke tahap yang mendalam, turun ke bagian leher wanita itu dan lebih bawah lagi. Aktivitasnya terhenti saat Qing 'Er mulai buka suara. "Ibu Suri dengan gegabah mengaitkan Pangeran Yun Shan ke dalam masalah ini hanya untuk menjatuhkanku. Apa Yang Mulia tidak ada komentar tentang hal ini?" tanya Qing 'Er yang kemudian menatap Yuan Shi dengan raut wajah yang ketus.
"Asal Qing 'Er jujur mengenai malam itu, malam di mana kamu bertemu dengan Yun Shan aku akan membebaskannya dari masalah ini." Yuan Shi menaruh gelas araknya kemudian merangkulkan kedua tangannya ke pinggang Qing 'Er hingga tubuh keduanya bersentuhan tak berjarak.
"Lagipula apa yang ingin kaisar dengar dariku? Penjelasan seperti apa yang kamu inginkan?" tanya Qing 'Er.
"Semuanya secara jelas tanpa ada yang tertinggal," kata Yuan Shi sembari mengelus lembut pipi permaisurinya.
"Kaisar curiga padaku sampai mabuk seperti ini, bagaimana kamu bisa mencerna segala penjelasanku nanti? Aku akan beranjak dari sini dan istirahat. Silahkan nikmati waktu kaisar di sini!" Qing 'Er mulai menjauh dari Yuan Shi, namun seketika pria itu menarik tangannya dan kembali memeluk wanita itu.
"Jika Qing 'Er menghindar dan tidak menjelaskannya bagaimana aku bisa membebaskan pria itu nanti, bagaimana jika ternyata rumor itu memang benar adanya?" pertanyaan Yuan Shi semakin membuat Liu Qing kesal.
"Qing 'Er!" geram Yuan Shi.
Qing 'Er berbalik dan hendak meninggalkan Yuan Shi yang masih dipenuhi amarah, Yuan Shi sangat kecewa karena ia merasa Qing 'Er telah banyak menyembunyikan rahasia darinya dan juga dia khawatir mengenai rumor kedekatan Qing 'Er dengan Yun Shan sehingga lepas kendali sampai mabuk. Terlebih kini, Qing 'Er juga tidak mau menjelaskan apapun padanya membuat pikiran Yuan Shi menjadi semakin kacau.
"Kamu bukan Qing 'Er!" ujar Yuan Shi sembari tertawa kecil.
Liu Qing menghentikan dirinya tanpa menoleh ke arah Yuan Shi di belakang yang masih berendam di kolam yang sama dengannya.
__ADS_1
"Qing 'Er yang kukenal, akan menangis pada Ji setiap kali ada masalah. Qing 'Er, akan selalu mengeluhkan sikapku pada Ji dan berharap prianya itu segera membawa kabur dirinya. Qing 'Er bahkan tidak berani mencari keributan dengan Wu Zetian ataupun Ibu Suri.
Qing 'Er tidak akan melangkah satu jengkal pun keluar dari istana dingin jika aku memintanya. Tapi kamu jelas berbeda, sekalipun harus menutup mataku dan berpura-pura tidak asing, kamu bukanlah Qing 'Er yang kukenal. Siapa kamu sebenarnya dan dimana Qing 'Er?"
"Ck!" Qing 'Er berbalik kemudian menyeringai tipis. "Kamu merindukan sikap seorang pecundang seperti itu? Kamu ingin aku patuh dan tunduk padamu lalu menjadi bonekamu, lagi?" mata Qing 'Er memicing tajam ke arah Yuan Shi.
"Tidak, aku bahkan lebih menyukai dirimu yang sekarang. Sangat menyukainya sampai aku setengah gila karena dirimu yang memiliki begitu banyak teka-teki yang tidak bisa aku pecahkan!" Yuan Shi melangkah maju menunjukan setengah tubuh telanjangnya kemudian menggenggam erat lengan Qing 'Er.
"Jangan terlalu memaksakan diri, jika sudah waktunya kamu akan tahu dengan sendirinya." Qing 'Er kembali melepaskan genggaman Yuan Shi pada lengannya kemudian berbalik dan hendak keluar dari kolam pemandian.
Namun, lagi-lagi usaha Qing 'Er gagal karena Yuan Shi lebih dulu menghalanginya dengan cara memeluk erat Qing 'Er dari belakang dan tidak melepaskannya walau hanya sebentar. "Kapan kamu akan jujur padaku?"
Mata Qing 'Er membulat mencoba mencerna maksud pertanyaan dari Yuan Shi. "Apa yang kamu tahu?" batin Qing 'Er, sembari menatap lengan Yuan Shi yang mengerat di tubuhnya.
"Yang Mulia Kaisar sudah sangat mabuk, alangkah baiknya jika sekarang kita selesaikan acara berendam bersama ini lalu istirahat di kamar masing-masing." Qing 'Er tersenyum getir pada Yuan Shi, ia kemudian memapah Yuan Shi dan keluar dari kolam pemandian.
Yuan Shi menatap Qing 'Er dengan seksama, kemudian mengelus lembut pipi wanita itu. "Katakanlah yang sebenarnya, Qing 'Er!"
Tidak lama Yuan Shi ambruk pada tubuh Qing 'Er, bobot pria itu ditahan sekuat tenaga oleh Liu Qing agar dia bisa berdiri seimbang tanpa gemetar. "Kaisar, sadarlah!"
__ADS_1