Ratu Buangan Jadi Kesayangan

Ratu Buangan Jadi Kesayangan
Bab 57 - H-3 Penobatan


__ADS_3


...(Sumber gambar : Pinterest @dipngcn)...


Ketegangan mulai terlihat dari raut wajah semua orang yang ikut serta, peperangan akan segera terjadi. Menang atau kalah sebetulnya tetap akan merugikan kekaisaran. Namun, sebagai seorang Kaisar yang selama ini telah ditindas oleh Klan Wu. Yuan Shi tidak akan menyerah, dengan baju zirah juga perlengkapan miliknya ia memimpin pasukan untuk kembali ke Istana Yuanqing.


Tidak berbeda jauh dari Yuan Shi, Qing 'Er meminta Kaisar untuk membiarkan dirinya memimpin pasukan pemanah wanita yang telah dipersiapkan Yuan Shi sebelumnya. Riasan tipis menyempurnakan tampilan Qing 'Er, sembari memeluk Nemo dalam dekapannya ia mengobarkan aura mematikan yang mampu membuat musuh gentar.


Tekadnya sama besar dengan Sang Suami, keduanya akan kembali ke Yuanqing dan merebut kekuasaan mereka lagi sampai titik darah penghabisan. Sekujur tubuhnya terasa mendidih, apalagi melihat beberapa ribu pasukan yang siap menyerang istana melawan Klan Wu. Dirinya sudah tidak sabar untuk mencabik habis Wu Zetian juga ibu mertuanya Wu Zhao.


Yuan Shi menatap Qing 'Er dari kejauhan, ia segera menghampiri ratunya dengan tergesa. Memeluknya seolah pelukan itu adalah yang terakhir bagi mereka.


"Yuan Shi, aku merasa sesak!" Qing 'Er mengeluhkan betapa kuatnya pelukan Yuan Shi.


"Tidak akan, jika pelukan ini adalah yang terakhir jangan berharap aku akan melepaskannya!" Yuan Shi memejamkan matanya dan terus memeluk Sang Ratu dengan erat.


"Kaisar, jika kamu terus begini ini benar-benar akan menjadi yang terakhir bagimu!" Qing 'Er mencubit keras pinggang Yuan Shi sampai pria itu menatapnya dengan ringkihan kesakitan.


"Sakit," keluh Yuan Shi.


"Belum saja pedang ini yang menghunus mu! Lebih baik kita bersiap, lagipula aku masih merasa kesal atas perkataanmu sebelumnya!" cibir Qing 'Er sembari meninggalkan Kaisar.


"Ratuku masih mempermasalahkan hal sebelumnya? Baiklah, katakan hal apa yang bisa membuatmu tidak marah lagi padaku?" Yuan Shi mengelus lembut rambut Qing 'Er yang menjuntai indah.


"Tidak ada yang bisa kamu lakukan, melihatmu hanya membuatku semakin kesal. Pergilah!" geram Qing 'Er kemudian meninggalkan Yuan Shi di belakang.

__ADS_1


Qing 'Er menunggangi kudanya dan langsung memimpin beberapa pasukan wanita yang sudah bersiap dengan anak panah mereka. Yuan Shi datang bersama Jenderal Ye dan juga Perdana Menteri. Hampir enam ribu pasukan sudah berbaris rapih, Yuan Shi masih menunggu kedatangan Pangeran Beiming bersama pasukannya. Sehingga mereka berhenti di perbatasan Beiming karena tempat itu memang tidak jauh dari sana.


Sampai matahari tepat berada di atas kepala mereka, Pangeran Beiming dan pasukannya akhirnya datang berkumpul menemui Kaisar dan memberi hormat. Yuan Shi menyeringai halus saat bertemu dengan Yun Shan begitupun Yun Shan dengan senyum merekah serta pakaian perang yang ia kenakan pria itupun berbaris di samping Yuan Shi dan yang lainnya.


Perjalanan menuju Istana Yuanqing segera dilakukan, semuanya telah siap dengan perbekalan yang matang untuk berperang sampai akhir. Qing 'Er memimpin pasukan panahannya, sedangkan Yuan Shi memimpin semua orang di depan. Perjalanan yang lumayan jauh itu akan membutuhkan waktu lama dan juga makanan yang cukup, apalagi mereka akan menyerang lebih dulu ke istana.


“Nona Su, jika melalui jalan biasa maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama.” ujar Nemo yang berada di depan Qing 'Er.


“Lalu, apa usul mu? Bagaimana caranya agar kita sampai lebih cepat?” Tanya Qing 'Er.


“Kita masih memiliki pil prima untuk diberikan pada kuda-kuda ini, kekuatan dan kecepatan mereka akan bertambah dan kita akan lebih cepat sampai bahkan sebelum waktu penobatan!” jelas Nemo pada Qing 'Er.


“Ide yang bagus, berikan semua pilnya aku akan meminta Yuan Shi untuk membagikannya pada semua orang tanpa terkecuali.” Qing 'Er menyeringai halus, sampai akhirnya Nemo mengeluarkan satu tas pil prima yang dibeli dari pasar poin milik sistem.


Qing 'Er melangkahkan kaki ke tenda milik Yuan Shi, seketika semua orang yang melihat Qing 'Er langsung memberinya hormat dan seraya pergi dari tenda Kaisar untuk memberikan waktu bagi keduanya.


“Ada sesuatu yang ingin aku berikan,” Qing 'Er menyerahkan satu bungkus pil prima itu pada Yuan Shi.


Alis Yuan Shi terangkat kebingungan, ia menunggu penjelasan dari Qing 'Er sendiri.


“Ini untuk kuda yang kita tunggangi, bisa membuat perjalanan menjadi lebih cepat. jika menggunakan cara yang biasa maka kita akan terlambat untuk mencegah penobatan terjadi.” jelas Qing 'Er.


“Baik, aku mengerti namun ada hal yang lebih penting sekarang.” Yuan Shi menyeringai halus kemudian meraih pinggang Qing 'Er dan memeluknya.


“Ada apa? Apa kamu terluka?” tanya Qing 'Er dengan cemas.

__ADS_1


Yuan Shi pun mengangguk manja sembari menyandarkan kepalanya ke bahu Qing 'Er. “Benar, aku sangat lelah dan butuh hiburan dari Qing 'Er.”


“Apa yang kamu maksud hiburan?” Qing 'Er menatap Yuan Shi dengan serius namun dia sejatinya tahu apa yang dimaksud kaisarnya itu.


“Di sekitar sini ada mata air yang mengalir deras dan yang lain bilang rasanya amat manis. Jadi aku ingin menghabiskan malamku menikmati mata air itu bersama Qing 'Er, bagaimana? Lagipula, sudah beberapa hari ini kita tidak mandi.” Yuan Shi menyentuh lembut pipi Sang Ratu kemudian tersenyum tipis.


Qing 'Er mengangguk. “Baik, aku setuju. Aku akan berganti pakaian lebih dulu. Kamu tunggulah!”


Yuan Shi melihat Qing 'Er keluar dari tendanya kemudian menunggu permaisurinya itu kembali untuk pergi ke mata air bersama. Setelah menunggu beberapa saat, Qing 'Er akhirnya kembali dengan pakaian berwarna putih yang amat menyatu dengan warna tubuhnya.


Rambutnya terurai dengan indah, hari ini adalah bulan purnama ke tiga bagi Su Mian. Sangat cocok baginya untuk menikmati mata air di bawah sinar bulan bersama kaisar. Mereka pun berjalan menuju mata air tanpa penjagaan satupun, sebab mereka terlalu percaya pada kemampuan diri mereka sendiri.


Di bawah pepohonan rindang, mata air mengalir begitu cantik juga terdapat kolam air yang amat menyegarkan. Hal itu membuat Qing 'Er semakin ingin menenggelamkan setengah tubuhnya di sana. Yuan Shi tersenyum halus melihat mata berbinar Qing 'Er, ia pun mengulurkan tangannya untuk membawa Sang Ratu masuk ke dalam kolam mata air.


Air tersebut terasa dingin menusuk kulit, namun genggaman Yuan Shi terasa hangat di tangannya. Qing 'Er semakin mengeratkan tangannya pada Yuan Shi membuat pria itu semakin terkesima dibuatnya.


“Aku akan membantumu membersihkan diri,” Yuan Shi menyeringai penuh arti sebelum akhirnya tubuh mereka hampir terpenuhi air kolam yang rasanya benar manis.


Pinggang Qing 'Er dipeluk erat oleh Yuan Shi, menyatukan kedua tubuh mereka yang melekat. Yuan Shi mengelus lembut pipi Qing 'Er, semakin terkena sinar bulan, semakin terlihat paras asli Su Mian yang sesungguhnya.


“Kaisar!” gumam Qing 'Er.


“Aku sangat mencintaimu, terima kasih telah banyak membantuku melewatinya.” Yuan Shi tersenyum halus sebelum akhirnya mengecup bibir Qing 'Er dengan lembut.


__ADS_1


__ADS_2