
Apa yang kami lakukan, memang sudah di luar nalar menurutku, tapi kami berdua semakin menikmatinya bahkan menjadi candu, jika ada kesempatan kami pasti melakukannya.
Di usia kami, nafsu yang menggebu gebu, sangat sulit kami kontrol. meski perlakuanku dan diaz demikian, diaz selalu bisa menahan diri untuk tidak sampai menjarah keperawanan ku, aku salut padanya yang bisa menahan hasrat untuk tidak menjebol mahkotaku.
Setelah bedrest selama 6 bulan lamanya, aku mulai bosan dengan kegiatanku yang itu itu saja, sehingga akupun mulai mencari lowongan pekerjaan.
Suatu hari, tetangga sebelah rumahku memberitahukan bahwa ada lowongan kerja menarik, lalu beliau mengajakku untuk menemui seseorang yang katanya bisa membantuku mendapatkan pekerjaan ini.
Mr.Liu namanya, laki laki di usia 30th an mungkin, perkiraanku jika di perhatikan dari wajahnya. dia menjelaskan segala sesuatunya, aku pun menyiapkan semuanya termasuk lamaran pekerjaan, tidak lebih dari seminggu aku menyerahkan lamaran pekerjaan padanya, ada panggilan interview dari pihak HRD.
Ya... kali ini aku mencoba peruntungan nasib dengan melamar pekerjaan di salah satu bank swasta di daerahku. aku sangat menaruh harapan besar, agar bisa mendapat pekerjaan ini, selain gajinya yang lumayan, menjadi staff perbankan adalah cita citaku waktu masih kecil.
Hari dimana aku akan test dan interview, diaz sengaja pulang, dia ingin mengantarku dan memberiku semangat. aku sangat bersyukur memilikinya, diaz sangat perhatian padaku, bahkan pada keluargaku juga.
Setelah melakukan test dan interview, pihak HRD menyuruhku menunggu hasilnya di rumah, pengumuman akan dilakukan via telepon, jika aku dinyatakan lulus, pihak HRD akan menghubungi.
Seminggu kemudian...
tululut.... tululut....
hapeku berbunyi, dari nomor lokal rumahan, aku sempat berpikir, siapa yang menghubungiku.. lalu tak lama kemudian ku terima telepon tersebut.
"hallo, assalamualaikum.." kataku.
"walaikumsalam, dengan Nicky Marini Eka Dewantara?" sahut suara dari seberang sana.
" ya saya sendiri, dengan siapa?" kataku lagi.
"kami dari pihak HRD Bank TNT saudari Nicky, kami ingin mengabarkan kalau saudari di terima bekerja di perusahaan kami, silahkan datang ke kantor HRD besok pagi guna kelanjutan kontrak kerja dan lainnya, terimakasih" terang suara di seberang sana dengan jelasnya.
"oh iya iya, terimakasih banyak bu, terimakasih, besok saya akan datang tepat waktu" jawabku kegirangan.
Akupun menangis haru karena benar benar tak menyangka bisa mendapatkan pekerjaan impianku ini,
Setelah mengakhiri panggilan telepon, aku segera menghubungi diaz untuk memberi tahunya kalau aku di terima.
tut..... tut....
Nada tersambung ke nomor hape diaz.
D : " hallo yas" suara diaz girang
jarang jarang aku menelepon diaz, selain aku lebih suka berkirim pesan, juga untuk penghematan pulsa.. hehe😁
A : " halo sayaaang, love you " kataku dengan nada suara yang begitu riang.
D : " love you too sayangku, ada apa nih, tumben telepon?" katanya penasaran
A : " kenapa? ga suka ya aku nelpon?" kataku pura pura ngambek.
D : " ya ga gitu yas, soalnya jarang jarang kamu telpon kalau bukan ada hal yang begitu penting" jawab diaz.
Diaz memang paling mengenal perangaiku lebih dari siapapun.
A : " udah kaya cenayang aja kamu yank, tau banget" jawabku sambil cekikikan
D : " malah cekikikan, lagi seneng banget kayaknya, ada apa sih yas?" tanya diaz mulai penasaran.
__ADS_1
A : " yaank, aku ada kabar bagus.... aku di terima yaank..." kataku sambil terisak. yaa... aku mulai menangis lagi, benar benar speechless karena kejutan indah ini.
D : " alhamdulillah yas.... selamat yaa... kapan mulai kerja yas??" jawab diaz antusias.
A : " besok aku harus ke kantor HRDnya yank, buat kontrak kerja dll"
D : " oh gitu, trus kamu gimana yas? mau berangkat naik apa? apa aku harus pulang buat nganterin kamu?" kata diaz mengajukan diri.
A : "ga usah yank, kamu ga usah repot repot pulang, kamu kan baru balik beberapa hari yang lalu, masa mau balik lagi" kataku dengan cepat, agar diaz mengurungkan niatnya.
D : " tapi aku khawatir yas kalau kamu berangkat sendiri" katanya lagi dengan nada khawatir.
A : " kali ini percaya sama aku ya yank, aku bisa berangkat sendiri" kataku meyakinkan diaz.
D : " ya udah deh, hati hati, besok kabari aku terus ya yas" kata diaz menyerah.
A : " okeeeee cintaku, sayangku, pujaan hatiku, belahan jiwaku, emuuuaacch" kataku langsung mengakhiri panggilan telepon tanpa menunggu jawaban dari diaz.
Hari ini,aku resmi jadi staff keuangan di salah satu cabang bank TNT, salah satu bank swasta di daerahku, penempatanku masih di dalam kota yang sama dengan tempat tinggalku.
Benar benar suatu keberuntungan yang besar, mendapat posisi yang bagus dan penempatan yang tak mengharuskanku keluar kota.
2 minggu lamanya aku tak bertemu diaz, baru kali ini aku sedikit lama tak bertemu dengannya... yaaa 2 minggu merupakan waktu yang lama menurutku, karena selama ini diaz rutin pulang seminggu sekali, kali ini diaz tak bisa pulang karena banyak tugas kuliah yang harus di segera di selesaikannya, diaz mengambil jurusan tekhnik sipil, di semester kali ini, tugasnya lebih banyak dari semester semester sebelumnya.
Di hari sabtu dan minggu, aku libur bekerja.. muncul ide dalam otakku, kenapa bukan aku aja yang menghampiri diaz ke tempat kuliahnya?? hmmm ide bagus... gumamku dalam hati.
Aku meminta izin kepada ibuku untuk menyusul diaz ke kota tempatnya kuliah, setelah meminta izin dengan berbagai macam alasan, akhirnya ibu mengijinkan.
Aku berangkat pagi pagi sekali agar tak terkena macet, aku naik bus patas supaya lebih cepat sampai dan lebih aman menurutku, mengingat ini pertama kalinya aku bepergian keluar kota seorang diri. aku sengaja tak memberi tahukan keberangkatanku pada diaz, aku ingin memberinya kejutan, semoga saja kedatanganku bisa membuatnya senang. batinku
3 jam perjalanan ku tempuh, akhirnya aku tiba di kota Y tempat diaz mengenyam pendidikan.
tuttt.....tuuut....
D : "hallo sayaaang....." suara diaz di seberang sana.
A : "hallo sayang, bisa jemput aku ga?" kataku to the point.
D : " jemput dimana yas, jangan becanda deh" kata diaz heran.
A : " cepetan jemput sekarang yank, aku di terminal bus kota Y nih" kataku lagi.
tidak ada jawaban dari diaz, sepertinya diaz terkejut...
D : "dih sayang, jangan godain aku deh" kata diaz tak percaya.
A : " buruan yaaank, aku takut nih sendirian disini" kataku lagi.
D : " kamu serius yas?? ya udah kamu nunggu deket peron aja ya, disana aman, banyak orang,aku berangkat sekarang!" katanya
D : " yas, jangan ngobrol sama oranglain loh, bahaya, takutnya kamu dijahatin, aku segera kesana" tambahnya lagi.
A : " iya iya sayang, ya udah aku tunggu di peron ya, bye" jawabku dan mengakhiri panggila teleponnya.
15 menit berlalu, diaz sudah berdiri sambil melambaikan tangannya padaku, cepet banget nyampenya nih orang, kataku dalam hati.
Diaz segera menghampiriku, dan merangkulku menuju tempat parkir sepeda motornya.
__ADS_1
Setibanya di kamar kost milik diaz, aku langsung merebahkan tubuh lelahku, diaz hanya tersenyum melihatku.
"capek yas?" kata diaz sambil memberiku minuman kemasan botol.
"cuma pegel aja, duduk di bus lama..." jawabku sambil menerima minuman darinya.
"oh iya yank, di ransel ada titipan dari ibuk, oleh oleh buat kamu katanya" lanjutku sambil menunjuk tas ransel yang aku bawa.
"wah, rejeki double nih" katanya dengan senyuman aneh.
"rejeki double? maksudnya?" tanyaku dengan wajah bingung.
"iya double, satu, dapat oleh oleh dari calon mertua, kedua di datangi secara tiba tiba sama calon istri" sahutnya santai dan dia segera menghampiriku dan duduk di sebelahku.
Akupun hanya cekikikan.
" seneng ga aku datang?" tanyaku sambil meliriknya.
"kaya dapat durian jatuh, sueeneeeeng banget" jawabnya, setelah berkata demikian, diaz langsung menyambar bibirku, dia mulai melumatnya.
Tiba tiba dia melepas tautan bibir kami dan berjalan menuju pintu...
"bentar, aku kunci pintu dulu, takut ada yang masuk" katanya sambil mngedipkan sebelah matanya ke arahku.
Setelah memastikan pintu terkunci, diaz menutup gorden jendela kamar kostnya dan mematikan lampu kamar, digantikan dengan lampu tidur yang remang remang,
Suasana yang menggoda, batinku.
Lalu tanpa basa basi, diaz langsung merebahkan tubuhku di kasurnya, dia mulai menciumiku dengan brutal, bukan hanya mencium, diaz mulai meremas remas payudaraku, akupun mendesah...
"akh..... diaz..." desahku.
Mendengar desahanku, diaz beranjak dari atas tubuhku, dia menyalakan musik dengan sedikit keras, untuk menyamarkan suara desahanku, agar tak terdengar keluar kamar.
Kami kembali pada kegiatan panas kami, kali ini diaz sangat leluasa menjamahku, dia mulai membuka kancing bajuku dan melepasnya, sehingga bagian atasku hanya tertutup oleh bra.
Dia menciumi setiap inci bagian atas tubuhku, aku melenguh hebat dibuatnya, aku menarik baju diaz hingga terlepas, dan diaz membuka kaitan bra ku, bra ku terlepas dan terpampang dengan jelas kedua buah gundukan sintalku.
Tak membuang waktu, diaz menghisap dan menjilatinya secara bergantian, meninggalkan bekas kepemilikan disana, entah berapa banyak.
Diaz bergerak di atas tubuhku, ku rasakan sesuatu yang keras dibawah sana menyentuh pahaku..
aku mulai membuka kancing celana jeans selutut milik diaz, dan diazpun membantuku.
Sekarang hanya celana dalam yang masih melekat di tubuhnya menutupi junior diaz yang sudah tegang dan berdiri, terlihat menonjol dari balik celana dalamnya.
Bibir kami kembali bertaut, diaz ******* bibirku sedang tangannya asik meremas gunung kembarku. pinggulnya mulai digoyangkan ke atas dan ke bawah di atas tubuhku, memberikan sensasi nikmat karena miliknya yang keras bergesekan dengan **** * ku yang mulai basah..perlahan diaz mulai memeloroti celanaku.
Dan kini tubuh kami berdua, hanya tinggal terbalut celana dalam saja.
Diaz melebarkan kedua pahaku, dia memposisikan juniornya yang masih terbalut celana dalam, tepat berada di atas **** * ku, lalu dengan perlahan diaz menggesek gesekkan miliknya, bagai sengatan listrik tapi nikmat luar biasa.. sama nikmatnya ketika diaz menggeseknya dengan tangannya.
Semakin lama, gerakan diaz semakin cepat, menciptakan rasa nikmat yang luar biasa, dan akh..... aku mendapatkan pelepasan pertamaku, klimaks yang luar biasa... setelah lemas karena gelinjang kenikmatan barusan, tak lama diaz pun mulai menggelinjang hebat, sepertinya diaz juga mencapai puncaknya, dia melenguh dan jatuh terkapar lemas di sebelah tubuhku... celana dalamku basah terkena cairan junior milik diaz yang keluar menembus celana dalamnya.
Tak lama kamipun terlelap ke alam mimpi masing masing karena kelelahan.
Sebelum terlelap, diaz menarik selimut dan menutupi tubuh kami berdua, dia mulai tertidur sambil memeluk tubuhku.
__ADS_1
21+ ..... yang di bawah umur bisa skip bagian ini yaa...🤗