
Sejak diaz jarang pulang, aku selalu mencari kesibukan di hari libur kerjaku, entah itu jalan jalan ke Mall atau sekedar main kerumah teman teman sekantorku.
Minggu ini aku tak berniat kemana mana, entah kenapa hari ini aku merasa malas untuk melakukan apapun.
Minggu pagi yang cerah tapi tak secerah hatiku, aku enggan melakukan aktivitas apapun, bangun tidur, aku langsung duduk malas di teras depan rumahku, tanpa cuci muka ataupun mengganti pakaian tidurku ( kaos oblong kebesaran dengan celana kain super pendek ).
Aku melihat jalanan diluar pagar rumahku sambil meletakkan kedua kaki di atas meja, ku tengadahkan kepalaku sedikit di kepala kursi mencari posisi se rileks mungkin.
"anak gadis, malah melamun disini, keluar kek lari pagi" kata ibu melihatku duduk di teras.
"ga ah bu, males..." jawabku tak bergeming dari posisiku.
"kak, ke cfd yuk" ajak dirga, yang baru muncul dari dalam rumah. dia sudah rapi dengan setelan olahraganya.
" males aah, kakak lagi mager nih" jawabku tetap tak bergeming.
" ya udah kalo ga mau, lagian aku udah ada temennya kok ke cfd, yuk kak, buruan keluar" jawab dirga mengajak seseorang dari dalam rumah yang di panggilnya kakak.
Aku pun bangun dari posisi wueeenaakkku...terduduk dan mencoba melihat kedalam rumah,penasaran dengan orang yang dipanggil kakak oleh dirga.
Semenit kemudian, muncul seseorang yang sangat familiar bagiku dari dalam rumah dengan setengah berlari, seseorang dengan setelan olahraganya, rambut basah yang membuatnya terlihat sangaat segar.
Aku terbelalak dibuatnya, aku langsung bangun dari dudukku dan menghampiri orang tersebut,
"sayaaaang.... "kataku melompat kegirangan ke arah diaz, yaaa... orang yang dirga ajak ke cfd adalah diaz, pujaan hatiku.entah bagaimana ceritanya dia bisa ada di dalam rumahku sepagi ini.
"aduhhh, aw aw...sakit yaaaas" kata diaz menyambutku di pelukannya. diaz meringis karena tak sengaja aku menginjak kakinya yang hanya tertutup kaos kaki, saking bersemangatnya aku melihat kehadirannya yang sangat aku rindukan.
Aku terlalu merindukan kehadirannya, membuatku secara reflek memeluknya, padahal posisi kami sekarang ada di teras depan, dan ada ibu serta dirga yang melihat malu ke arah kami.
Setelah sadar dengan keadaan, aku melepas pelukanku dari diaz.
"maaf bu, aku kaget plus seneeng jadi reflek" kataku pada ibu sambil tertunduk malu malu.
"alesan" jawab dirga membuang muka mencebikkan bibirnya sengaja menggodaku.
Melihat sikap dirga, aku menepuk bahunya sedikit keras, si empunya bahu hanya meringis menerima pukulan dariku.
"kamu kapan dateng sayang?? kok ga ngabari aku? trus kenapa kamu bisa ada disini sepagi ini? trus motor kamu mana?" tanyaku sambil mencari cari keberadaan motor milik diaz.
"satu satu nanyanya sayang" kata diaz sambil mendudukkanku kembali di kursi sedang ibu kembali ke dalam rumah dan dirga bersiap berangkat ke cfd.
"kalo gitu aku berangkat duluan ya kak" pamit dirga sambil berlari membuka pagar.
"yaaa... " sahutku tapi tatapanku tetap terpaku pada wajah kekasih hati yang kurindukan ini.
"kamu kapan dateng?? curang ga bilang2!" kataku sambil bersedekap dada.
" kalo aku bilang, bukan kejutan namanya" kata diaz menoel daguku sambil tersenyum manis.
"ish ga usah pegang pegang" kataku menepis tangan diaz sambil mengulum senyum.
__ADS_1
"duhhhh pelitnya... tapi seneng kaaan aku dateng??" kata diaz sambil berusaha menoel daguku lagi.
Aku mulai nyengir kuda....aku benar benar terkejut tapi aku bahagia melihat sosok yang aku rindukan ini ada di hadapanku sekarang, setelah sebulan tak bisa menatapnya secara langsung.
Aku meraih tangan diaz dan mulai menciumnya bertubi tubi... saking senangnya...
"ibu ke pasar dulu yaa chy, stok makanan di kulkas udah banyak yang abis" kata ibu sambil menenteng tas belanjaan yang masih kosong.
"iya bu hati hati, echy ga ikut yaa... mau nemenin diaz dirumah" jawabku pada ibu.
Ibu hanya menganggukkan kepalanya dan berlalu meninggalkan kami berdua dirumah.
Diaz mengajakku untuk berpindah ke ruang tamu, akupun mengikutinya
Saat Diaz akan mencium bibirku, dengan sigap aku menutup bibirku dengan kedua tangan,
"kenapa?" kata diaz heran dengan penolakanku.
"gapapa, aku sikat gigi dulu ya" kataku masih dengan mulut ditutup dengan kedua tangan.
"yaelah kirain kenapa...ya udah sana, cepetan" kata diaz lega.
Aku berlari menuju kamar mandi, membasuh muka dan menggosok gigiku.. setelah selesai aku keluar dari kamar mandi sambil menyeka wajah basahku dengan handuk, saat keluar, diaz sudah berdiri di depan pintu kamar mandi lalu dengan cepat diaz menggendongku dan membawaku ke kamar.
"waktu kita ga lama" bisiknya di telingaku sambil terus menggendongku menuju kamarku.
Sepertinya diaz sudah mengunci pintu depan, saat aku masih di dalam kamar mandi.
Diaz merebahkanku di kasurku yang masih berantakan, memang aku belom sempat merapihkannya. diapun mendekatiku,
Tanpa menunggu jawaban dariku, diaz langsung menyambar bibirku, menciumnya dalam, akupun membalasnya dengan hangat, aku memang merindukannya, merindukan diaz dengan segala kehangatannya.
Kami saling mencecap satu sama lain dan mulai ******* penuh nafsu, setelah merasa sesak di dada, diaz melepas ciumannya, lalu dia menciumi seluruh wajahku...
"kangeeeen banget yas" ucapnya setelah menghujani wajahku dengan ciuman.
Aku hanya bisa tersenyum dibawah tubuhnya, sambil mengalungkan kedua tanganku di lehernya..
Tak mendapat jawaban dariku, diaz kembali ******* bibirku, kali ini lebih beringas, diaz mengabsen setiap sisi dalam rongga mulutku, tangannya pun mulai menjalar ke dadaku, meremas remas gunung kembarku yang membuatku mendesah di sela sela ciuman kami..
"akh....." desahku merasakan nikmat yang diaz berikan.
Desahanku membuat diaz semakin bernafsu, diaz menarik bajuku ke atas dan mengeluarkan payudaraku dari balik bra, setelah putingku menyembul keluar, diaz langsung menghisapnya dengan kuat membuatku semakin melenguh hebat.
"akh... akh... diaz..." desahku.
Diaz terus menghisap putingku dengan rakus, sedang tangan satunya meremas payudara yang lainnya, diaz mulai memberikan kissmark di daerah payudaraku.
Setelah cukup puas, diaz mulai turun menjilati perut rataku,, membuatku geli tak tertahan, aku meremas remas rambutnya merasakan kenikmatan.
Lalu diaz mulai menurunkan celana pendek berbahan kain yang menutupi bagian selangkanganku. setelah celana, giliran celana dalamku di pelorotinya sampai sebatas lutut, akhirnya terpampang jelas missvku yang mulai basah, di tumbuhi rambut rambut halus di sekitarnya.
__ADS_1
Diaz mulai meraba rambut halus yang tumbuh menutupi bagian dalam missvku, membuatku menggelinjang nikmat, aku mendesah memajukan pinggulku seolah meminta lebih pada diaz.
Melihatku yang semakin panas, diaz mulai menyibak missvku dengan kedua ibu jari tangannya, lalu diaz mulai membenamkan kepalanya di selangkanganku, diaz menjilat klitorisku dengan perlahan sambil menghirup aroma khas dari missvku. sesekali menggigitnya perlahan membuatku serasa melayang.
"akkkh......" pekikku menahan geli dan nikmat secara bersamaan, aku hampir terduduk dengan posisi ************ terbuka lebar, diaz terus menjilatinya, menghisap bahkan memasukkan lidahnya ke lubang surgaku.
Aku meremas kepala diaz, menyalurkan kenikmatan yang diberikannya, aku menekan kepala diaz, agar semakin masuk di missvku..
aku mulai merasakan panas di sekujur tubuhku, melihatku mulai bergetar, diaz semakin mempercepat gerakan lidahnya yang keluar masuk lubang missvku dan...
"akh.. akh.. akh..."
"akh.........." desahku panjang, merasakan sesuatu telah keluar dibawah sana,
Aku melepas kepala diaz dan merebahkan kembali tubuhku yang lemas akibat pelepasan yang baru saja aku rasakan.
Diaz masih menjilat jilat missvku yang mengeluarkan cairan hangat. lalu diaz beranjak dan merebahkan tubuhnya di samping tubuhku yang berkeringat. tubuhku yang berantakan, baju yang tersingkap ke atas dengan bra yang terlipat, memperlihatkan kedua payudaraku yang montok, sedang selangkanganku yang masih terbuka dengan celana plus celana dalam yang masih bertengger di atas lututku.
Aku memejamkan mata sejenak mengatur nafasku lalu setelah sedikit rileks, aku mulai merapihkan celana dan celana dalamku, saat terduduk aku melihat junior diaz yang menyembul dari balik celana trainingnya..juniornya lagi on, batinku.
Setelah merapihkan pakaianku, aku naik ke atas tubuh diaz, mulai menciuminya yang sedang terpejam, giliranku memberinya kepuasan, pikirku.
Setelah menciuminya, aku mulai membuka kaos diaz, menghisap hisap putingnya dan sebelah tanganku memilin ****** lainnya, sang empunya pun mendesah tetap dengan mata terpejam, diaz menjambak pelan rambutku,
Aku terus menjilat dan menggigit putingnya, memberikan kissmark yang banyak di dada putihnya, lalu ciumanku beranjak turun ke perut.
Perlahan aku turunkan celana olahraga yang menutupi bagian bawah tubuhnya tersebut, tanpa ku sangka, juniornya langsung menyembul keluar karena diaz tak memakai celana dalam.
"kamu ga pake celana dalam yank?" tanyaku sambil memegang juniornya yang tepat berada di depan mataku saat ini.
"gak...." jawabnya masih dengan mata terpejam menikmati setiap sentuhanku.
Aku mulai membelai juniornya, sesekali menjilatnya.. membuat diaz mengerang kenikmatan, diaz menjambak rambutku dan menekan kepalaku ke arah juniornya memintaku melakukan lebih.
Aku mulai mengulum juniornya, memasukkannya ke dalam mulutku tanpa rasa jijik sedikitpun, setelah mencari posisi yang pas di mulutku, aku mulai bergerak naik turun secara perlahan, diaz semakin mengerang,
"akh...." erangnya...
"akh......"
Aku mengemutnya makin dalam,kedua tanganku yang terus membelai junior yang tegang itu sambil sesekali mengocoknya...
Semakin lama, junior diaz semakin berkedut di dalam mulutku, akupun mempercepat gerakanku, membuat diaz mengerang semakin keras dan aku merasakan dia menekan kepalaku lebih kuat lagi, membuat juniornya semakin masuk ke dalam rongga mulutku, aku hampir tersedak dibuatnya.
Seperti bisa membaca sikap diaz, aku semakin membuainya, mengocok ngocok juniornya semakin cepat dengan mulutku.
"akh........." erangnya panjang, lalu diaz menarik kepalaku agar melepas juniornya dari mulutku, tak lama kemudian cairan putih hangat menyembur keluar membasahi kedua tanganku yang masih mengocok ngocok junior diaz yang mulai terkulai lemas setelah mendapat pelepasannya barusan.
Diaz terkulai lemas dengan peluh membasahi wajah dan baju olahraga yang di kenakannya.
Aku mengambil tissue basah dan mulai membersihkan cairan putih milik diaz, diaz hanya terdiam pasrah sepertinya diaz masih merasakan sisa sisa kenikmatan barusan.
__ADS_1
*yang di bawah umur skip yaa....😊😊😊
mohon komentnya readers, jangan lupa like dan vote ya....