Realita Cinta

Realita Cinta
Status Baru


__ADS_3

Diaz Pov.


Sebenarnya aku tak tega melihat raut kesedihan terpancar di wajah cantik echy, namun rasa kecewaku terlalu mendominasi hatiku saat ini.. entah setan apa yang merasukiku sehingga dengan mudahnya mengiyakan permintaan putusnya, padahal aku tak ingin putus darinya.. semoga saja aku tak menyesali keputusanku ini.


Setelah dia menjauh, aku jatuh terduduk dan menangis meratapi hari hariku ke depan tanpa dirinya lagi.


Sesuai janjiku padanya, aku akan segera mengatakan semuanya kepada papa dan mama, agar segera menyelesaikannya dengan ibunya, semoga saja mereka bisa mengerti.


***********


Kini tak ada lagi sms sms bawel yang selalu menggangguku setiap harinya, tapi sms itu juga yang jadi semangatku.


Pupus sudah harapanku, melewati acara wisuda yang sangat aku nantikan dengannya,dengan menggunakan batik couple buatan mamaku.


End Pov.


4 Tahun lebih, waktu yang aku tempuh untuk sampai pada hari ini, meraih gelar ST di belakang namaku.


Dan yaaa.....hari ini aku wisuda, hanya di temani kakak dan papa mama, tak ada echy yang biasanya selalu setia berada di sampingku.


"selamat ya nakk, semoga ilmunya bermanfaat buat semua orang" kata mama sambil memelukku.


"aamiin, makasih maaa" jawabku membalas pelukan mama.


Hari spesial, tapi sangat terasa biasa bagiku, tanpanya tanpa kehadirannya lagi...


Apa aku menyesal akan keputusanku? jawabannya ya, aku sangat menyesal tapi aku tak bisa menarik semua kata kataku kembali, aku terlalu malu dan gengsi.


***********


Aku tau hari ini diaz wisuda, aku kembali teringat akan rencana rencana kami, memakai batik couple buatan mama, merayakan kelulusannya dengan kulineran dan masih banyaaakkk lagi rencana lainnya...


Aku mulai menangis lagi mengingat semua hal tentang diaz.


"hiksss... sampe kapan aku harus di hantui bayang bayangnya???" kenapa susah sekali ngelupain dia" gumamku.


"tapi... dia aja sudah bisa ngelupain aku, kenapa aku harus terpuruk sendiri??" lets move on chy....." kataku lagi menyemangati diri sendiri.

__ADS_1


**********


Aku harus berusaha lebih keras lagi untuk melupakannya, dan hari ini aku berjanji akan membuka lembaran baru yang lebihhhh baik lagi.


"selamat pagiiiiii...." suaraku menggema di ruang kantor yang masih sepi karena sepertinya aku kepagian. hehe...


"pagi juga...." sahut seseorang dari dalam kubikelnya.


Aku melangkah ke arah kubikel asal suara barusan, dan disitu sudah ada tama yang duduk manis dengan secangkir kopi hitam di tangannya.


"loh..... tama? kamu kok disini?" tanyaku heran melihat tama sepagi ini di kantorku, karena selama ini setahuku, tama staff accounting di kantor cabang lainnya.


"kenapa? kaget ya?" jawabnya sambil meyeruput kopi hitamnya.


"ya iyalah, ini kan tempatnya mita, kok malah kamu yang duduk disini!" kataku lagi.


"mita udah pindah dan sekarang aku yang di tugasin disini" jawab tama.


"yaaahhh... mita pindah ya, wahh ga bisa ngegosip bareng lagi deh" kataku dengan wajah lesu.


"yeeee...." kataku sambil menepuk bahu tama sedikit keras.


"awww... sakit tau" kata tama sambil meringis.


"kappooookkk....." kataku lagi sambil berlalu meninggalkan kubikel milik tama menuju kubikelku sendiri.


*********


Sepulang kerja aku menuju halte yang dekat dengan kantorku, menunggu bus yang untuk pulang kerumah.


Sepertinya aku harus punya sepeda motor sendiri deh, supaya ga ribet pulang pergi kerja,pikirku.


lagian sekarang sudah ga ada diaz yang biasanya nganterin aku kemana mana, nanti deh aku bahas sama ibu dirumah. lanjutku dalam batin.


Selagi asyik menunggu bus, mobilio putih berhenti di depan halte, aku sengaja tak melihatnya karena aku tahu, mobilio itu milik dean.


Dan benar saja, dean keluar dari mobilnya dan menghampiriku yang sedang celingukan menunggu bus datang.

__ADS_1


"chy, pulang bareng aku ya?" kata dean menawariku setelah tepat berada di depanku.


"makasih dean, aku naik bus aja" jawabku singkat, aku masih sedikit risih untuk dekat dengannya lagi,sebab karena dia.. aku sekarang jadi jomblo. karena dia apa karena kesalahanku sendiri ya?? aah.... entahlah.....


"kamu kenapa sih kayak menghindar gitu dari aku? kamu ga pernah angkat telepon ku, ga balas smsku? apa aku punya salah sama kamu?" kata dean kemudian.


"maaf dean, aku sibuk belakangan ini jadi ga sempet balas atau terima telepon dari kamu" jawabku lagi dengan nada datar.


"kalo kamu ga berniat menghindar dari aku, mau ya pulang aku anterin?" tawarnya lagi.


Aku berpikir sejenak, dean juga ga akan pergi begitu saja meski aku menolaknya, akhirnya aku menerima ajakannya.


"oke lah, langsung pulang ya.. ga pake mampir" kataku tegas.


"okeee...." jawabnya senang.


Seperti biasa, dia membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan aku masuk, dengan ucapan bismillah, aku masuk ke dalam mobilnya berharap ini tak akan menjadi masalah lagi.


Sesampai di rumah, dean benar benar menepati janjinya, dia hanya mengantarku pulang kerumah dan langsung pulang setelahnya.


"makasih dean..." kataku.


"sama sama" jawabnya singkat.


*********


Aku berjalan dengan gontai, membuka pintu pagar rumahku dengan malas, aku berjalan setengah tertunduk, antara lelah dan tak bersemangat... yaaa semenjak menjomblo aku jadi tak punya semangat untuk melakukan apapun.


"pulang sama siapa?" tanya suara yang sangat aku kenal.


Aku sontak saja langsung mendongakkan kepalaku dengan cepat,


Mataku terbelalak, jantungku rasanya mau copot melihat orang di depanku saat ini.


"Diaz....?" kataku masih tak percaya, diaz ada di rumahku sekarang.


*jangan lupa like dan vote yaaa readerss.... supaya author lebih semangat lagi.....😎😎😎

__ADS_1


__ADS_2