
Sepasang mata sedang mengamati dua orang berbeda jenis dari kejauhan, tampaknya kedua orang tersebut sangat akrab.
Mbak Nana, kakak perempuan dari diaz, sedang melihat echy dan dean sedang makan di warung bakso di depan kedai jus tempatnya duduk sekarang, Nana yang juga baru pulang kerja, mampir ke kedai jus, untuk membeli jus buah naga kesukaannya.
Ada gurat kecewa di wajah mbak nana, dia hendak menghampiri echy, namun posisi yang berseberangan, membuatnya berjalan lambat, keadaan jalan yang sedang padat merayap membuatnya sedikit kesusahan untuk menyeberang jalan, ketika sudah sampai di depan warung bakso, dia sudah tak melihat echy dan laki laki yang sedang bersamanya, sepertinya echy sudah pergi.
Tanpa berpikir lama, mbak nana langsung menghubungi diaz untuk menanyakan apa yang baru saja dia lihat dengan mata kepalanya sendiri.
"halo assalamualaikum" kata mbak nana ketika diaz menerima panggilan telepon darinya.
"waalaikumsalam kak, ada apa? tumben banget telepon?" jawab diaz.
"iya, langsung aja ya, jadi kakak barusan ngeliat echy sama seorang laki laki sedang makan di warung bakso, apa dia pamitan sama kamu?" kata mbak nana menjelaskan apa yang dia lihat barusan.
Deg.... diaz kaget bukan main, daritadi echy tak menjawab telepon darinya dan sekarang kakaknya melihat echy sedang makan berdua dengan laki laki, ada apa ini? pikiran diaz mulai kacau.
"halo dek, kamu masih disitu kan? kok diem?" kata mbak nana lagi karena tak mendengar suara diaz menyahutinya.
Diaz mulai tersadar dari lamunannya.
"ah iya kak maaf, barusan aku sambil angkat jemuran jadi ga fokus" jawab diaz berbohong.
"hadehhhh kamu ini!" mbak nana berdecih mendengar jawaban diaz.
"ga usah khawatir kak, dia temen kantor echy, dan echy tadi memang pamit mau makan bakso karena sedang ingin makan yang pedas pedas katanya" kata diaz lagi membohongi kakaknya, dia sendiri tidak tahu siapa laki laki yang bersama echy, karena echy memang tak berpamitan kepadanya.
"oh jadi gitu, ya udah kalo gitu, kakak cuma sedikit risih aja ngelihatnya, soalnya mereka tampak sangat akrab sekali" kata mbak nana kemudian.
"ya udah kalo gitu, kakak tutup teleponnya" lanjut mbak nana lalu mengakhiri sambungan teleponnya dengan diaz.
Diaz masih diam terpaku ditempatnya, setelah mendapat telepon dari kakaknya yang melihat echy sedang makan berdua dengan seorang laki laki membuat diaz shock.
Daritadi echy tak mau menerima telepon darinya, smspun di balas seadanya, echy sepertinya berubah namun diaz menepis semua prasangkanya sendiri tetapi setelah apa yang barusan diaz dengar dari kakaknya, diaz berpikir ulang tentang echy, apa mungkin karena laki laki itu, echy berubah dingin padanya???
Diaz mengirim sms pada echy,
"yas, tolong terima telponku, aku mau ngomong serius" isi sms diaz untuk echy.
Lama tak mendapat balasan, diaz semakin bingung, pikirannya makin kacau, dia menjambak kasar rambutnya, merasa frustasi dengan keadaan saat ini.
__ADS_1
"arghhhhh....." teriak diaz di dalam kamarnya.
Diaz benar benar kacau, echy tak membalas sms darinya. sedang apa dia hingga tak sempat membalas smsku?? batin diaz berpikir keras.
15menit kemudian, echy membalas sms dari diaz.
"bentar lagi sampe rumah, aku yang telepon kamu yank" isi sms balasan dari echy untuk diaz.
Diaz hanya bisa menunggu dengan tidak sabar, telepon dari echy.
kriiiiiing...... kriiiiiiiiing.....
"hallo..." suara diaz terdengar begitu berat di telinga echy, membuat echy heran.
"hallo yank, kamu kenapa? sakit?" tanya echy heran dengan suara diaz yang tak se riang biasanya.
"iya aku sakit yas..." jawab diaz tetap dengan suaranya yang berat.
"kamu sakit apa yank? udah minum obat?" kata echy mulai khawatir.
"sakit hati....." jawab diaz dengan datarnya.
"kamu kenapa sih yank? jelasin donk, aku kan jadi bingung" kata echy mulai gusar.
"kamu kemana habis pulang ngantor?" tanya diaz to the point.
Deg........ bak di sambar petir, echy terkejut dengan pertanyaan diaz barusan, dia mulai paham, kalau diaz sudah tahu kalo dia tadi makan bakso dengan dean.
Echy mulai gusar mencari cara untuk menjelaskan semuanya pada diaz agar diaz tak salah paham padanya.
"sayang, maafin aku ya? aku ga berniat bohongin kamu" kata echy kemudian.
Luruh sudah airmata diaz mendengar ucapan echy barusan, seakan membenarkan apa yang mbak nana tadi ceritakan kepadanya. bahwa benar echy telah membohonginya. baru kali ini diaz merasa kecewa pada echy.
Hanya terdengar suara isakan dari seberang.... echy pun mulai ikut menangis, merasa bersalah pada diaz.
Echy tak berani membuka suara, hanya isak tangis yang terdengar saat ini.
"aku besok pulang" kata diaz tiba tiba, membuat echy terkejut.
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban dari echy, diaz langsung mematikan teleponnya.
Sedang echy kembali menangis di kamarnya, dia benar benar merasa bersalah pada diaz, echy tak tahu bagaimana cara menjelaskannya pada diaz.
Echy tertidur setelah menangis lama di kamarnya, matanya bengkak karena terlalu lama menangis.
Pagi harinya, echy merasa sedikit pusing,mungkin karena pikirannya yang kacau.. echy memutuskan untuk cuti hari ini.
Setelah meminta ijin pada atasannya, echy kembali merebahkan dirinya di kasur empuknya.
Tak lama, pintu kamarnya di ketuk, siapa pikirnya, ibu pasti sudah berangkat kerja, karena sekarang sudah pukul 9 pagi dan dirgapun sudah pasti berada dikelasnya saat ini, lalu siapa yang mengetuk pintu kamarnya??
Dengan langkah gontai, echy membuka pintu kamarnya dan mendapati diaz sudah berdiri dengan wajah lusuhnya di depan pintu kamar echy.
Echy begitu terkejut dengan kedatangan diaz yang tiba tiba.
"yankk... kamu kapan datang?" katanya menangkup wajah lesu diaz.
Diaz menurunkan tangan echy dari wajahnya,
"kita perlu bicara yas" katanya sambil berlalu menuju ruang tamu.
"aku ga akan tenang sebelum dapat penjelasan langsung dari kamu" katanya lagi sambil meletakkan ranselnya di kursi tamu.
Echy mengikuti diaz menuju ruang tamu, dia menarik napas panjang, berpikir untuk mengatakan semuanya dengan jujur. dan berharap diaz tak salah paham padanya,entah mengapa hatinya merasa sangat sakit melihat sikap dingin diaz kepadanya hari ini.
"siapa dia yas?" tanya diaz setelah echy duduk di sampingnya.
Echy meneguk salivanya dengan kasar, dengan kepala tertunduk dan tangan yang meremas remas ujung bajunya mencoba mengalihkan rasa cemasnya saat ini.
"dean...." jawab echy kemudian dengan suara yang takut takut.
Echy mulai menceritakan semuanya dari awal sampai hari dimana dia makan bakso berdua dengan dean, tak ada satu halpun yang ditutupi oleh echy.
Diaz hanya mendengarkan sambil memperhatikan wajah calon istrinya tersebut.
"jadi begitu cerita sebenarnya, maafin aku yank selama ini aku ga cerita sama kamu tentang hadirnya dean kembali ke dalam hidupku, karena aku merasa dia ga penting untuk di ceritakan" kata echy di akhir ceritanya.
"ga penting di ceritain katamu?? dia mantan kamu lho yas.. gimana kalau posisinya terbalik, gimana kalau aku yang begitu??" tanya diaz
__ADS_1
aku hanya terdiam, tenggelam dalam pikiranku. aku tak akan sanggup jika itu terjadi pada diaz... aku mulai menangis merasa bersalah, sedang diaz hanya diam sambil menatapku.