
Seminggu setelah hari ulang tahunku,sesuai dengan perkataan diaz, Diaz dan kedua orangtuanya, bertandang kerumah untuk melamarku secara resmi.
Pertemuan kali ini, membahas tanggal yang pas untuk lamaran lanjutan ( dengan seserahan ).
"assalamualaikum" terdengar suara dari luar.
"waalaikumsalam" sahut ibuku bergegas ke ruang tamu.
Aku menyusul dibelakang ibu, tampak di depan pintu rumahku, Diaz dengan kemeja formalnya, lebih rapi dari penampilan sehari harinya, sedang kedua orangtua diaz tak kalah rapi, lengkap dengan buah tangan yang mereka bawa.
Ibu mempersilahkan mereka masuk dan duduk,
" monggo, silahkan duduk.. maaf tempatnya kecil" kata ibuku basa basi.
"gapapa bu... ini semua sudah lebih dari cukup" sahut papa diaz.
Setelah cukup dengan segala ramah tamah, mereka para orangtua mulai membahas tanggal lamaran, jumlah orang akan dibawa dan lain sebagainya.
15 menit berbincang, mereka telah sepakat, lamaran resmi akan di adakan seminggu dari sekarang. lega dan senangnya hatiku.. diazpun tak kalah bahagia, terlihat dari wajahnya yang tak henti hentinya tersenyum.
"buat seserahannya kaya baju dan perlengkapan lainnya, echy beli sama diaz ya, biar bisa milih sendiri, kalo mama yang beliin, takutnya ga cocok sama selera kalian" kata mama diaz padaku.
"masalah kue dan lain lainnya biar jadi urusan mama" lanjutnya lagi.
"iya mah, nanti diaz sama echy beli sendiri, mama terima beres aja" sahut diaz girang.
Setelah selesai berdiskusi, ibu mempersilahkan mereka untuk mencicipi hidangan sederhana yang telah aku dan ibuku siapkan.
Menu sederhana, Cumi asam manis, oseng pedas paru sapi, oseng sayuran, miehun goreng, bakso dan nasi putih. aku dan ibu berkutat dari sehabis shalat shubuh untuk mempersiapkan semuanya, semoga hasilnya tak mengecewakan.
"monggo pak, bu, dan diaz dicicipi, maaf cuma bisa menyajikan ala kadarnya" kata ibu mempersilahkan mereka menuju ruang makan minimalis dirumahku.
"ini sudah jauh dari cukup bu, maaf kalo kami merepotkan" kata mama diaz.
"ga repot bu, ini semua echy yang masak, bukan saya, saya hanya membantu aja" jawab ibu.
Aku menyenggol lengan ibu, ibu hanya tersenyum melihatku, aku malu mengakuinya karena takut mengecewakan orangtua diaz.
"hmmmm... enakkk, pas di lidahku, ya kan pa?" kata mama diaz setelah mencicipi bakso buatanku.
"pinter masak mantuku, belajar darimana?" tanya mama sambil mengunyah pentol baksonya.
"belajar sama ibu sama bibi mah, kebetulan bibi buka warung makan, echy suka bantuin, jadi sedikit bisa masak" jawabku malu malu.
"kan udah diaz ceritain mah, kalo echy pinter masak, setiap aku kesini, aku pasti minta makan, hahhaha" kata diaz sambil terbahak.
" pantesan kamu jarang makan dirumah" kata mama pura pura cemberut.
"ntar juga makan dirumah terus, kalo udah nikah ama echy" kata diaz melirik ke arahku.
__ADS_1
"kebelet nikah anakmu pah,belom juga lulus kuliah, kerjaan masih ga punya" kata mama mengadu pada papa.
"mungkin sama diaz, echy mau di kasih makan cinta mah" sahut papa diaz dengan santainya.
semua tertawa dan setelah selesai makan, mereka langsung berpamitan pulang.
Kebetulan di pertengahan minggu ada tanggal merah, diaz menyuruhku ke kota Y, untuk berbelanja kebutuhan lamaran kami disana, menurut diaz disana barangnya lebih banyak dan bagus, sekaligus liburan katanya.
Aku berangkat dengan bus patas seperti biasanya, dan diaz menjemputku di terminal, karena liburku hanya sehari saja, aku berniat langsung pulang setelah selesai berbelanja.
Dari terminal kami langsung menuju pusat perbelanjaan di kota Y,untuk mempersingkat waktu yang ada, sehingga setelah berbelanja, aku masih bisa istirahat di kost milik diaz.
Setelah di rasa lengkap, kamipun pulang menuju kost kost an diaz.
Sampai disana, aku langsung rebahan, kakiku benar benar terasa pegal. 3 jam dalam bus dan setelahnya berjalan jalan di pusat perbelanjaan, kurang lebih 3 jam juga lamanya.
Melihatku langsung rebahan, diaz menghampiriku, memijat mijat lutut kakiku, tanpa aku beri tahu, diaz seakan mengerti dengan kondisi kakiku yang terasa pegal.
Acara memijat selesai, diaz beralih merebahkan tubuhnya di sebelahku,
"kan udah aku pijitin yas, bayarannya mana?" kata diaz setelah berbaring menghadap ke arahku.
"ikhh... ga ikhlas mijitnya, minta bayaran segala" kataku mencebik sambil mencubit perut ratanya.
" auuwww, iya donk harus ada bayarannya" kata diaz sambil meringis merasakan cubitanku di perutnya.
"ga pake duit" jawabnya.
"trus bayar pake apaan?" tanyaku tetap pada posisiku.
" pake ini... cuphh...cuph..." kata diaz lalu mengecup bibirku beberapa kali.
Aku yang tak siap, hanya diam mendapat kecupan bertubi tubi dari diaz...
Diaz nyengir kuda melihat ekspresiku.
Tanpa berlama lama, aku langsung menyambar bibir diaz dan memegang tengkuknya.. diaz yang tak siap, gelagapan tapi hanya sebentar, setelah itu bibir kami saling *******, berbagi rasa bahagia dalam hati kami masing masing.
Ciuman biasa berubah menjadi ciuman yang penuh nafsu, diaz mulai melucuti pakaianku dan pakaiannya sendiri.
Seperti yang sudah sudah, kami lebih suka melakukan "gesekan" dengan keadaan telanjang bulat.
Aku dan Diaz mulai terbiasa, tanpa aba aba diaz mulai menempelkan juniornya yang sudah mengeras dan berotot pada missvku yang basah, sudah mendapat posisi yang nyaman, barulah diaz menggoyangkan pinggulnya keatas dan kebawah.
Junior diaz yang keras dan berotot, bertemu dengan missvku yang basah, memperlancar gesekan diantara kami berdua, gesekan gesekan yang memberikan rasa nikmat luar biasa.
"akh..... oh..... akhh...." desahku sambil mencengkeram punggung diaz.
tak berbeda jauh dengan diaz yang mendesah hebat, tangannya tak tinggal diam, diaz meremas remas payudaraku, mulutnya menghisap payudara sebelahnya lagi.
__ADS_1
hisapan, jilatan di payudara dan gesekan dibawah sana, membuatku serasa terbang ke awan. nikmat, batinku.
"Akhh... akh....." desahan kami
saling bersahutan seirama dengan musik korea yang di putar diaz di dalam kamar kostnya.
Gerakan diaz semakin lama semakin cepat, aku mulai merasa panas dibagian bawahku, tapi nikmat, tak lama aku mendapatkan pelepasanku, akupun terkulai lemas tak berdaya dibuatnya...
Diaz masih menggenjot pinggulnya semakin cepat,sepertinya dia akan mendapatkan pelepasannya...
"akhh......" lenguhan panjang diaz bersamaan dengan sesuatu yang hangat membasahi missvku di bawah sana, menandai pelepasan diaz.
Diaz terkulai lemas dengan bermandikan peluh.
aku langsung bangun dan mengambil tissue basah untuk membersihkan missvku yang terkena cairan putih milik diaz.. setelah membersihkan missvku, aku beralih membersihkan pusaka milik diaz yang sudah berubah ukuran setelah pertempuran panas kami barusan.
Diaz hanya memejamkan mata ketika aku dengan bebasnya membersihkan benda kenyal nan panjang yang aku sukai ini.
Kamipun mulai terlelap karena kelelahan.
Hari sudah sore ketika aku bangun dari tidurku... aku langsung mandi untuk membersihkan badanku yang terasa lengket akibat pertempuran tadi siang.
Diazpun mandi setelahnya, lalu lanjut mengemasi barang barangnya.
Aku yang heran melihatnya mengemasi barangnyapun bertanya,
"kok kamu kemas kemas barang juga yank?" tanyaku heran.
"aku mau sekalian pulang sama kamu yas, aku khawatir kamu pulang sore sore begini sendirian" kata diaz sambil terus mengemasi barangnya.
"lhoh, gapapa kamu pulang? kamu ga da kuliah lagi sampe minggu?" tanyaku lagi.
"kan emang jadwalku pulang yas, bolos sehari gapapa lah" jawabnya.
Akupun tak membantahnya lagi, karena bagaimanapun caranya , apapun alasannya melarang diaz, diaz tak kan mengindahkannya.
Diaz memakaikanku jaket tebal miliknya sedang dia sendiri memakai sweater dengan pelindung dada.
Kamipun bergegas berangkat, bukan pertama kalinya aku bersepeda motor dari kota Y menuju kota kami tercinta.. karena setiap aku kesana, pulangnya selalu di antar oleh diaz, diaz memang sengaja mengatur kedatanganku ke kostnya, bersamaan dengan jadwal pulangnya. jadi diaz bisa sekalian pulang denganku.
3 jam berlalu, tak terasa kami sudah sampai di depan rumahku.
Diaz langsung berpamitan pulang, karena mau membantu mama diaz melakukan persiapan lamaran kami.
Hari Lamaranpun tiba, dengan baju couple batik buatan mama diaz, kami saling mengikat janji dalam ikatan pertunangan, aah semoga lancar sampai ke jenjang berikutnya, doaku dalam hati.
*jangan lupa tinggalin jejak ya reader, minta likenya, votenya dan share yaa...😍😍😍
saran dan kritik sangat membantu author supaya jadi lebih baik.
__ADS_1