
Setiap hari bima mendesakku untuk berhenti bekerja, bima khawatir dengan kesehatanku dan calon bayinya.
Tepat di usia kehamilan memasuki tujuh bulan, aku mengajukan pengunduran diriku dengan sangat berat hati.
"sayang banget kamu harus mengundurkan diri chy" kata tama merasa sedih dengan pengunduran diriku.
"iya mbak chy, ga da yang bakal rame dan cerewet lagi donk sekarang" tambah desy dengan raut wajah sedih.
"kita kan masih bisa video call an buat melepas kangen dan sekedar ngerumpi, kalian juga bisa kerumahku kapan aja kalian mau" kataku berusaha tak menangis di depan mereka.
"oke deh, kita bakal sering sering kesana jengukin calon mama hits, ya kan mas tama?" kata echy sambil menyenggol tama.
"kita??" kataku melirik curiga pada desy dan tama secara bergantian.
Karena keseringan cuti, aku jadi melewatkan banyak berita gosip, bahkan tama dan desy jadianpun aku baru tau hari ini.
" ya sudah kalo gitu, aku pamit yah... bima sudah nungguin di depan" kataku sambil menyalami teman teman kantorku satu persatu.
*******
"lama banget sayang" kata bima sambil membantuku masuk ke dalam mobil.
"iya masih ngobrol bentar sama tama, eh sayang tama jadian sama desy loh, aku baru tau tadi" ceritaku pada bima yang mulai menyalakan mesin mobilnya.
"oh syukurlah anak itu punya pacar juga akhirnya" jawab bima sambil terkekeh.
,,,,,,,,,,,,,,,,,
"aku cariin asisten rumah tangga ya sayang supaya kamu ga sendirian kalo aku lagi kerja" kata bima.
" ga usah sayang, aku gapapa kok, uangnya di hemat aja buat lahiran" kataku menolak tawaran bima dengan halus.
"uang buat lahiran udah aku siapin kok sayang, aku khawatir aja kalo kamu sendirian dirumah dalam keadaan hamil tua begini" kata bima.
"aku kan bisa nelpon kamu atau nelpon ummi atau ibu sayang kalo ada apa apa" jawabku sambil megelus lengan bima.
"ya tapi kan aku ga standby setiap saat sayang... ummi atau ibu juga ga mungkin datang dalam hitungan menit" sanggah bima.
" hmmmm...ya udah terserah kamu aja sayang..." jawabku akhirnya menyerah pada bima.
" ya udah, insyaAllah lusa asisten rumah tangganya sudah mulai kerja" jawab bima.
"siap komandan" kataku sambil memberi hormat pada bima.
Bima hanya terkekeh melihatku yang mulai gendut sana sini, tapi jadi kelihatan makin seksi katanya.
🧀🧀🧀🧀🧀
Hari ini sesuai janjinya, bima membawa calon asisten rumah tangga kerumah dan memperkenalkannya padaku.
__ADS_1
"sayang, ini asisten rumah tangga kita, namanya bulan, dan bulan kenalin, ini istri saya echy" kata bima memperkenalkan kami berdua.
Aku sempat terkesima melihat bulan, yang katanya calon asisten rumah tangga, tapi penampilannya seperti anak kuliahan, bulan masih muda, mungkin sekitaran usia 21 tahunan, dan dia sangat cantik.
Kenapa bima harus memperkerjakan, asisten rumah tangga semuda dia, gumamku dalam hati.
"kenalin mbak, nama saya bulan, mbak ga usah khawatir, meskipun saya lebih muda dari mbak tapi saya sudah terbiasa mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga dengan baik" kata bulan.
"saya echy, yaa... semoga kamu bisa membantu saya" kataku masih sedikit canggung.
"sayang, bulan ini katanya mau bekerja untuk membiayai kuliahnya dan dia pinter masak loh kata bu ema, bu ema yang membantu mencari asisten rumah tangga buat kita" sahut bima.
FYI ya readers, siapa bu ema? bu ema adalah tetangga bima, dirumah umminya.
"oh gitu .. pantesan, ga keliatan seperti asisten rumah tangga kalo diliat dari penampilannya" jawabku masih dengan pandangan menyelidik.
Bulan yang kupandangi dengan pandangan menyelidik, menjadi tak enak hati denganku.
"ya sudah mbak kalo begitu, apa saya sudah bisa mulai bekerja hari ini?" tanya bulan kemudian membuyarkan pandangan menyelidikku.
"oh iya, silahkan...." jawabku.
"ya udah, kalo gitu aku tinggal ya sayang... masih banyak kerjaan dikantor" pamit bima sambil mencium kening dan perut buncitku.
Bulan melihat ke arah kami, dengan tatapan aneh.. cuma aku berusaha mebuang jauh jauh pikiran jelekku terhadapnya.
"Wah selain seorang polisi yang tampan dan ramah, ternyata bima ini cukup tajir juga, lihat aja rumahnya segede ini,sayangnya dia udah punya istri" gumamku dalam hati.
"tapi istrinya biasa aja sih menurutku, ga cantik cantik amat, kok bisa ya dia nikah sama bima?? mana manja lagi, belom juga lahiran, udah minta asisten rumah tangga"
Gilaa.... kenapa aku sakit hati ya ngeliat bima perhatian dan sayang banget sama istrinya??
masih juga cakepan aku, aku bisa ngurus bima lebih baik daripada istrinya yang manja itu..
End Pov
"oya bulan, kamu kuliah, ambil jurusan apa?" tanyaku pada bulan, berusaha akrab dengannya.
"ambil manajemen mbak" jawab bulan sambil menyapu lantai..
"kalo mbak, dulu kuliah dimana?" bulan balik bertanya.
Aku terkesiap dengan pertanyaan bulan,
" oh itu.. saya ga kuliah bulan, saya langsung bekerja setelah lulus SMA" jawabku.
"oh gitu ya mbak... jadi mbak ketemu sama mas bima dimana??" tanya bulan mulai berani menyentuh privasiku.
"di kenalin sama temen kantorku, kebetulan dia temennya bima waktu sekolah dulu" jawabku.
__ADS_1
"oya mbak, mas bima sukanya makan apa? biar nanti saya masakin" tanya bulan lagi.
"bima ga pernah milih milih kalo untuk makan, tapi dia paling suka makan penyet terong dengan udang goreng" jawabku.
"oh ya udah kalo gitu, nanti saya masakin buat mas bima, trus kalo mbak, mau saya masakin apa?" tanya bulan lagi, meski nada bicaranya ramah tapi seperti ada yang lain darinya.
"samain aja bulan, biar kamu ga repot masak banyak banyak" sahutku.
******
"hmmmmm....baunya enak sekali, jadi laperrr" kata bima sambil menghampiriku yang sedang menyiapkan masakan bulan di meja makan.
"saya masak makanan kesukaan mas bima loh" sambar bulan sebelum aku sempat menyahuti bima.
"iya sayang, semua ini bulan yang masak" kataku menambahkan.
Bulan mulai menyendokkan nasi ke piring bima tanpa menawarinya, sedang bima malah memberikan piring yang telah terisi nasi kepadaku.
Aku tersenyum ke arah bima dan mengucapkan terimakasih,sedang bulan terlihat dongkol katena bima memberikan piringnya padaku,
"makasih sayang...." kataku dengan lembut.
"sama sama sayang, makan yang banyak yaa supaya anak kita makin sehat" jawab bima dengan penuh perhatian dan tangannya mengelus elus perut buncitku.
Sedangkan bulan mendengus kesal dan berlalu meninggalkan kami dimeja makan, menuju ke dapur. aku pun tak curiga akan sikap bulan yang sedikit janggal.
🍳🍳🍳🍳🍳
"ini mas bima teh lemonnya, silahkan diminum selagi hangat" kata bulan dengan senyum manisnya, yang tiba tiba datang membawakan teh lemon untuk bima yang sedang memijit kakiku yang bengkak di ruang tengah.
"kok cuma teh lemon? susu hamil buat istri saya mana?" kata bima sedikit bingung dengan sikap bulan.
"oyaa, maaf saya lupa, akan segera saya bikinkan susu hamil buat mbak" sahut bulan dengan nada datarnya.
Bima hanya mengedikkan bahu melihat perubahan sikap bulan setelah bima meminta susu hamil untuk echy.
"bulan, kamu saya pekerjakan disini bukan untuk melayani saya atau menyiapkan kebutuhan saya" kata bima kemudian setelah bulan datang membawa susu hangat untuk echy.
"ya saya tau mas, saya cuma mau membantu mas aja" jawab bulan dengan tertunduk.
"saya mau kamu menjaga istri saya dan memenuhi seluruh kebutuhannya" lanjut bima.
" siap mas" jawab bulan dan berlalu pergi meninggalkan kami berdua.
"bulan itu perhatian banget sama kamu sayang, kayaknya dia lebih perhatian daripada aku" kataku dengan nada entah seperti apa.
"kamu ngomong apa sih sayang?? jangan bilang kalo sekarang lagi cemburu sama bulan?" tanya bima menggodaku.
Tapi aku yang sedang tidak mood untuk bercanda hanya memberengut kesal ke arah bima.
__ADS_1