Realita Cinta

Realita Cinta
Tamat SMA


__ADS_3

Hari yang di tunggu tunggu akhirnya tiba, hari yang mampu mendebarkan setiap hati para siswa.. yup, hari ini sampai tiga hari ke depan merupakan hari ujian nasional untuk SMA dan sederajatnya.


Seminggu terakhir aku belajar dengan keras untuk mendapat hasil terbaik nantinya, bibi yana dan paman pun memaklumi jika aku tidak bisa membantu usaha warung makan mereka. seandainya bukan ujian nasional, mungkin paman akan mengomel karena aku cuma belajar dan belajar tanpa membantu bibi, sebenarnya bibi masih mampu mngerjakan semuanya sendiri, tapi karena merasa tak enak pada suaminya, bibi yana cuma bisa diam ketika paman menyuruh ini itu kepada echy.


Echy pun sadar diri telah menumpang dirumah pamannya itu, mengingat biaya hidup yang semakin mahal, echy tidak mau di anggap numpang gratis. sedangkan ibuku? aku ga mau membebani ibu lebih banyak lagi, karena untuk hidup berdua dengan adikku saja sudah susah, apalagi jika di tambah dengan keberadaanku.


"bismillah, semoga hari ini lancar dan semoga aku bisa melewatinya dengan baik, aamiin" kataku sambil berjalan menuju ruang ujianku.


sebelum masuk ruangan, aku melihat dean berlari menuju ruanganku, ruangan kami memang terpisah karena absensi kelas kita yang terpaut jauh.


"semangat ya hubby, yakin kamu bisa jawab semua dengan benar, inget2 apa yg udah kita pelajari sebelumnya, jangan gugup, aku selalu ada buat km" kata dean menenangkan kegugupanku, perhatianya selalu membuat aku jauh lebih tenang.


"iyaa.. km juga ya, aku yakin km bisa lewati ujian ini dengan mudah, krn kamu emg udah pinter dari sononya" kataku sambil menepuk bahu lebar dean.


"kan pinternya udah di bagiin ke kamu hubby selama kita belajar bareng" kata dean lagi sambil menoel pipiku dan tersenyum manis.


aku cuma bisa geleng2 kepala karena toelan dean, sampai rambut lurus sebahuku, beterbangan berantakan.


" ya udah, kamu masuk gih, inget jangan gugup, jangan lupa berdoa ya, pasrahkan sama Allah " kata dean lagi mengingatkan.


" iyaaaa... udah gih sana km keruanganmu, ntar telat lagi" kataku sambil mendorong pelan dada dean.


" sampai ketemu nanti abis ujian ya hubby" kata dean sambil mngedipkan sebelah matanya, senyuman yang mencetak lesung di pipi mulusnya membuat wajah dean berkali kali lipat lebih tampan dari biasanya yg emang sudah tampan😁.


aku masuk ruangan dengan senyum sumringah...


"ahhh,, dean... " gumamku sambil mengusap pipiku yg seakan lelah senyum senyum sedari tadi.


Tiga hari yang menegangkan sudah berlalu, sekarang tinggal tunggu hasil akhirnya..


ujian usai, aku kembali dengan rutinitasku, membantu bibi yana dan mengajar les privat..


"hubby, bisa jalan jalan gak ntar sore?" tanya dean di depan pagar sekolah


"maaf dean, aku ga bisa, aku sibuk bantuin bibi di warung, malemnya masih ngajar privat" jawabku menolak halus padahal hatiku ingin jalan dengan dean.


"apa kita cuma bisa ketemu di sekolah aja ya by?" tanya dean lagi dengan wajah lesu


"aku tu pengen nyenengin km by, ngajak km jalan, ngajak km nonton, makan dll" lanjutnya


"gimana lagi dean? ini sudah kewajibanku krn sudah menumpang dirumah bibi, aku harus tau diri" jawabku sambil menunduk pasrah


"maafin aku yang egois ya hubby, maaf nuntut kamu terlalu banyak padahal aku tau keadaan km" kata dean menyesal.

__ADS_1


"iya gapapa, aku beruntung banget punya km dean, yang ngerti sama keadaanku"jawabku sambil mengusap pelan lengan dean.


"ya udah, aku anterin sampe rmh bibimu ya by, ga boleh nolak, cuma begini aku bisa berduaan sama km lebih lama" kata dean sambil menarik tanganku berjalan melewati pagar sekolah.


Kisah cintaku tak seperti anak SMA kebanyakan, hanya bisa mnghabiskan waktu berdua di sekolah saja.


"yeayyy, alhamdulillah ya Allah, aku luluuuus" teriakku setelah menerima hasil ujian akhirku...


aku menangis haru sambil berpelukan dengan malika sahabatku.


"alhamdulillah chy, kita lulus dengan hasil yang memuaskan"kata malika sambil memelukku erat


"eheemmmm" dehaman agak keras mengangetkan kami berdua, aku mulai melepas pelukanku kepada malika.


"eh dean" kataku sambil buru2 menyeka airmataku


dengan sigap dean menghapus airmata yang sudah banjir di muka polosku.


"udah ga usah nangis, jelek tau, idungnya merah, matanya merah, udah mirip badut aja" ucap dean sambil terkekeh.


"tega bener, pacar sendiri dikatain badut" jawabku kesal sambil manyun.


"ikh, sensitif banget, gitu aja marah, lagi PMS ya?" kata dean menggodaku


"emaaaang!" sahutku sambil berpaling


"yeeew ga lucuuu kaliiii, tuan lesung pipi"kataku mendorong pelan tubuh dean.


"ini kan udah pulang, lebih cepet dari perkiraan, gimana kalo kita jalan2 dulu yuk by, sekalian ngerayain kelulusan kita, gimana?" tawar dean penuh harap.


"ehmmm... aku pikir pikir dulu deh" kataku pura2 berpikir


dean langsung menarik tanganku menuju parkiran sekolah dengan terburu buru, karena waktu yg ada sangat singkat, dean tidak mau membuang buang waktu, melihat echy yang pura pura berpikir membuat dean makin gemas.


"ishhhh, gih berangkat kelamaan mikir ntar sampe abis waktunya " kata dean sambil menggenggam tangan echy dan dibawanya menuju parkiran sekolah.


"mau kemana sih kita dean?" tanyaku penasaran setelah naik ke sepeda motor milik dean, tak lupa dean memasangkan jaketnya ke badan rampingku


"udah by, ikut aja, kita bakalan seneng2.. jarang2 kan bisa punya quality time berdua begini"kata dean lagi sambil melirik ke arahku yg berada tepat di belakang tubuhnya.


"udah siap belom by?" tanyanya lagi


"ini udah naik dari tadi, masak ga kerasa?"jawabku bingung

__ADS_1


"mana kerasa bi,nah kalo begini baru kerasa kalo kamu udh ada di boncenganku" kata dean sambil menarik tanganku untuk memeluk pinggangnya..


"ikh malu kali" kataku dengan wajah bersemu merah menahan malu


"udah gih peluk aja by, biar ga jatoh, lagian mereka udah tau kita pacaran, malu apa cobak!" kata dean meyakinkan.


"tetep aja ga etis dean, kita masih di area sekolah tauk" sahutku


" ya udah, ntar keluar gerbang langsung peluk yah by" katanya lagi


"maunyaa....." kataku sambil mencubit rusuk dean, sang empunya meringis kegelian.


aku masih merasa canggung aja dengan yang beginian karena selama pacaran memang ga pernah kencan berdua begini😁😋.


benar saja dean mengajakku keliling dengan sepeda motornya, makan makanan kesukaanku yang sangat jarang aku beli karena emang aku ga punya uang lebih untuk membeli hal yang tidak perlu, tanpa terasa hari sudah siang, waktunya pulang..


Sebelum pulang, dean berhenti di taman alun alun, mengajakku duduk menikmati suasana alun alun yang agak sepi karena sekarang tengah hari, terik teriknya matahari membuat orang enggan berada diluar, berbeda dengan kami, yang tengah mabuk asmara, tak merasa panas sama sekali...hihii


" by abis ini, kita jarang jarang bisa kaya gini, karena setelah lulus, aku mau kuliah di luar kota" kata dean membuka obrolan


" iya dean, aku ngerti kok, aku doain kamu dapet kampus yang terbaik yang km impikan selama ini" kataku sambil menunduk


"maafin aku ya by, ga bisa selalu di samping kamu seperti selama beberapa bulan ini" ucap dean sambil meraih tanganku


aku melepas tangan dean dan duduk di bangku di bawah pohon besar yang lumayan teduh.


" kalo kamu nyuruh aku nunggu kamu, aku bakal nunggu kamu dean, tapi kalo kamu merasa terikat, kita akhiri aja supaya kamu leluasa kuliah tanpa berat mikirin aku" kataku menunduk, tak terasa bulir bening mulai membasahi sudut mataku.


"aku juga ga mau buat kamu terikat by, dengan tetep jadiin kamu pacar aku, sedang aku sudah ga bisa selalu di samping kamu, aku ga bs janjiin apa apa by, karena kita ga tau ke depannya bakal gimana" jelasnya


"iyaa..." jawabku seraak, dengan bahu terguncang hebat menahan sesenggukan di sela tangisku yang mulai pecah..


"maafin aku ya by, ga bisa janjiin kamu apa apa maaf kalo harus berakhir seperti ini" kata dean lagi sambil mengusap puncak kepalaku lembut.


aku pun mulai sedikit tenang dan bisa mengatasi perasaanku saat ini...


" okee... kalo gitu makasih ya selama beberapa bulan ini udah buat aku senyum, sudah mngerti keadaanku dan aku bahagia banget bisa kenal km dean" ucapku mantap sambil mendongak dan menghapus airmataku.


"yukk pulang, udah telat banget nih dari seharusnya aku sampe rumah" kataku lagi sambil berdiri sedang dean masih dengan kepalanya yang tertunduk lesu.


"ayo dean, atau kita mau pulang sendiri sendiri??" ulangku


" jangan by, jangan bikin aku tambah bersalah sama kamu" katanya mendongak dan menggenggam erat tangan mungil echy.

__ADS_1


"ayo...." katanya sambil menggandengku, mungkin ini gandengan kami yang terakhir.


🤧🤧🤧🤧


__ADS_2