
Sehabis shalat subuh, aku dan bima berangkat ke bandara, karena jadwal pernerbangan kami adalah jadwal yang paling pagi.
Bima sengaja berangkat pagi, agar bisa langsung jalan jalan setelah sampai di lombok, bima tak mau kehilangan seharipun,terbuang sia sia selama masa cutinya, karena jarang jarang bisa cuti selama ini dan menikmatinya berdua dengan orang tersayang.
Butuh waktu 1 jam saja untuk sampai di lombok, menginjakkan kaki kembali di tanah kelahiranku.
daaannn FYI yaa, si echy ini lahir di lombok dan pindah ke kota tempatnya tinggal sekarang, di usia 13th setelah ayahnya meninggal.
Meskipun masih ada sanak family di kota ini, namun aku enggan untuk menginap dirumah family karena selain aku tak terlalu berhubungan dekat, juga tak ingin merepotkan oranglain. menginap di hotel juga lebih bebas, hehe.
"sayang, kita kunjung kerumah sodara kamu dulu atau mau langsung jalan jalan?" tanya bima memberi pilihan padaku.
"kita jalan jalan aja dulu sayang, kunjungnnya nanti kalo sudah mau balik kampung" jawabku.
"oke, terserah kamu aja" sahut bima.
Dan tujuan pertama kita adalah pantai kerandangan yang terletak di senggigi, pantai dengan hamparan pasir putih yang sangat indah.
Bima benar benar memanjakanku, memberikan semua yang aku minta, terutama makanan makanan khas yang sangat aku rindukan. setelah dari senggigi, kami menuju narmada, kolam pemandian air pegunungan asli... berrrr.... dingin luar biasa, dan disana terkenal dengan satenya, aku tak luput untuk mencicipinya kembali, mengenang masa masa kecilku ketika ayah masih hidup.
Hari ini cukup dua tempat saja, kami sudah sangat kelelahan dan segera kembali ke hotel.
Setelah bersih bersih dan berbenah, aku rebahan dikasur mengistirahatkan badan yang terasa pegal.
"capek sayang?" tanya bima yang ikut rebahan di sampingku,
"iyaa capek tapi seneeeeeng banget" jawabku sambil mencium gemas pipi bima.
"lagi......" kata bima dengan nadanya yang manja.
Akupun menciumnya lagi, lagi dan lagi bahkan aku mulai nakal menaiki tubuhnya dan mulai memberi rangsangan seksual padanya.tidak butuh waktu lama, bima sudah terbakar oleh nafsunya, bima melepaskan pakaian kami dengan tergesa, lalu dilemparkan sembarangan.
Lalu kami melakukannya lagi sampai puas,
"kamu gapapa kan kita melakukannya setiap hari?" tanya bima usai melakukan kegiatan favoritnya.
"gapapa sayang, aku seneng kalo kamu terpuaskan" jawabku sambil mengecup bibirnya berkali kali.
"saya selalu puas sayang, kamu luar biasa" jawabnya membalas kecupanku, tangannya merangkul tubuh polosku.
"aku bersyukur bisa membahagiakan kamu"
"saya sangat bahagia bisa memiliki kamu seutuhnya, saya akan bertambah bahagia kalau ada junior yang tumbuh disini" kata bima sambil mengusap perutku yang rata.
__ADS_1
"aamiin aku juga berharap, semoga Allah segera mempercayakannya pada kita ya sayang" kataku ikut mengusap perutku sendiri.
"aamiin...."
"ya udah, yuk tidur, besok harus bangun pagi, kita jalan jalan lagi sayang" kata bima lagi.
🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀
"sayang hari ini kita mau kemana?"tanyaku pada bima yang sedang meyeruput teh lemonnya di lobby hotel tempat kami menginap.
"hemmm... kita ke lombok timur sayang, nengokin gunung rinjani" jawab bima singkat
"waahhhh.... meskipun aku orang lombok, aku ga pernah kesana lhoh sayang"
"ya kebetulan kalo gitu sayang, kita bisa menikmati panorama pegunungan berdua"
Sepanjang perjalanan, di dalam mobil yang bima sewa, kami bernyanyi bersama mengikuti lantunan lagu yang sengaja bima putar.
Lagu dari cassandra, cinta terbaik..
meski ku bukan yang pertama di hatimu tapi cintaku terbaik untukmu... meski kubukan bintang di langit tapi cintaku yang terbaik..
"aku dari dulu suka banget sama lagu ini sayang" kataku setelah lagunya usai.
Lalu ditengah perjalanan,
"sayang, berhenti di ujung jalan itu ya" kataku sambil menunjuk jalan menikung didepan..
"okee... tapi mau ngapain sayang?" tanya bima.
" kalo memang masih jualan, dipojokan itu ada yang jualan "laklak" dan aku pengen itu sayang" jawabku.
"apa itu laklak sayang?" tanya bima bingung.
"cemilan sejenis serabi sayang, dibuat di atas gerabah, enak di makan selagi anget, kita makan disana ya?" rengekku.
"iya iya...." jawabnya.
Dan benar saja, pedagang yang ku maksud masih ada di tempat yang sama seperti belasan tahun silam, sungguh rekor luar biasa, belasan tahun berjualan cemilan tanpa berpindah tempat.
"heemmmm... ini luar biasa, rasanya masih sama sayang, tetap enak sejak dahulu" jawabku ketika menikmati laklak kesukaanku waktu kecil.
Bima penasaran seenak apa jajanan yang bentuknya menyerupai serabi tapi ukurannya mini,
__ADS_1
"hmmmm... ini enak, saya suka" kata bima antusias dengan rasa laklak.
"kita bungkus lagi ya sayang, buat cemilan di perjalanan" pintaku.
"iyaa bungkus aja sebanyak yang kamu mau, tapi gula sama kelapanya di pisah biar ga cepet basi" jawab bima menyarankan.
"oke boss ganteng" sahutku senang.
Bima geleng geleng kepala sambil tersenyum.
🍉🍉🍉🍉🍉
Udara sejuk mulai menyapa tubuh, aroma segar pepohonan mulai tercium di hidung, kita sudah memasuki area gunung rinjani.
Sesampainya kami berjalan kaki menikmati pemandangan alam yang luar biasa, sesekali berswa foto untuk mengabadikan kenangan selama disini.
"kamu narsis juga ya?" kata bima setelah puluhan kali ku pinta mengambil fotoku dengan berbagai pose.
"aku kan calon model yang tertunda sayang, heheeee" jawabku sambil nyengir kuda.
Ketika tengh asyik berpose, tak sengaja aku menabrak seseorang, sepertinya seorang pendaki jika dilihat dari pakaiannya.
"duh...." seruku.
"maaf maaf" kataku lagi sambil menoleh pada orang yang tak sengaja ku tabrak.
"kamu gapapa sayang?" tanya bima menghampiriku.
"aku gapapa kok sayang" jawabku.
Aku kembali menoleh pada pendaki tersebut, dia terdiam seperti orang terkejut,
"kak, maaf ya saya ga sengaja nabrak" kataku meminta maaf,
Pendaki tersebut membuka slayer penutup wajahnya dan menyapaku,
"echy.......?" panggilnya..
Akupun tertegun melihat wajahnya setelah dia membuka slayer dan menatapku,
"ka... kamu???" seruku sedikit terbata.
****dibantu ya readersss... vote dan likenya.....
__ADS_1