Realita Cinta

Realita Cinta
Pregnancy


__ADS_3

"apaa sayaang??? aku???? kamu sudah ga bilang 'saya' lagi sama aku???" tanyaku tak percaya.


"hehehee.... udah ada calon anak, harus ada yang berubah donk sayang..." jawab bima cengengesan.


"alhamdulillah, jadi ga kaku kalo ngobrol sama kamu" kataku sambil mengecup pipi bima.


"selama ini kamu merasa kaku ya?? maaf ya, saya... eh aku harus membiasakan diri dulu" jawab bima sambil memeluk perutku.


"sayaaang, ini papa... baik baik ya di perut mama dan jangan rewel, jangan bikin mama sakit ya nak" lanjut bima berbisik di perutku yang masih rata.


Aku hanya mengelus kepala bima dengan lembut, sungguh kebahagiaan yang sungguh sungguh hakiki.


🥕🥕🥕🥕🥕


"udah siap sayang?? ayo buruan,biar ga lama ngantrinya" ujar bima.


"ini udah kelar sayang, yukkk berangkat" jawabku sambil menggandeng tangan bima menuju ke mobil.


"kata ummi, kita ke dokter sintya aja, dokter langganan keluarga, selain berpengalaman, dokternya juga cewek, jadi aman" kata bima.


"aman?? jangan bilang kamu cemburu sama dokternya sayang" jawabku.


"ya iyalah cemburu sayang, secara bini di ***** ***** ama cowok lain" kata bima mencebik kesal.


"Allah... sayang, dokter tu ga pantes di cemburuin, dia sudah ada kode etiknya, sudah di sumpah pula, bersentuhan dengan pasien hanya karena keperluan medis aja, ga lebih" kataku menjelaskan .


"tapi tetep aja... gimanaaa gitu rasanya..." jawab bima cuek.


"assalamualaikum dokter sintya...." kata bima ramah setelah mendapat giliran untuk periksa.


"waalaikumsalam bima... mari silahkan masuk"


jawab dokter sintya, yang ternyata masih muda dan cantik.


"apa kabar dok??" tanya bima basa basi.


"alhamdulillah kabar baik bim, kamu sendiri kayaknya keliatan sangat baik ya" jawab dokter sintya dengan ramah sambil melirikku sekilas.


"iya dok, alhamdulillah, oya ini istri saya dok,namanya echy, kami mau cek kesehatan calon bayi kami" lanjut bima.


Dokter sintya mengulurkan tangannya dan menyalamiku lalu tersenyum,

__ADS_1


"cantiknya istrimu bima..." puji dokter sintya.


"makasih dokter" giliran aku yang menyahut karena daritadi merasa dikacangi.


"ayo silahkan naik dannrebahan, biar saya USG dulu"


Akupun menuruti perintah dokter sintya, setelah rebahan, asisten dokter sintya mengoleskan cairan bening berbentuk gel di perutku, lalu dokter sintya menempelkan alat USGnya, maka terlihatlah janin buah cinta kami.


Bentuknya masih sebesar biji jagung, sangat kecil tapi mampu menggetarkan hati kami berdua, bahkan aku dan bima tanpa terasa menitikkan airmata haru dan bahagia, apalagi setelah dokter sintya memperdengarkan suara detak jantung calon bayi kami, ya Allah sungguh luar biasa, masih tak menyangka ada nyawa lain yang hidup dalam tubuhku.


"janinnya sehat dan usianya masuk 3 minggu ya...tolong dijaga kesehatan dan asupan makanannya dan jangan bekerja terlalu berat karena trisemester pertama ini sangat rentan" jelas dokter sintya setelah menyelesaikan USGnya.


"iya dok, makasih, tapi akhir akhir ini saya ga nafsu makan dan agak mual mual gitu" terangku dengan sangat antusias.


"itu biasa terjadi pada ibu hamil, selama masih bisa, dipaksa makan makanan bergizi ya, nanti saya kasih vitamin juga serta penguat kandungan" jawab dokter sintya sambil tersenyum ramah.


Aku menyenggol bima yang masih terpaku pada layar monitor yang menunjukkan gambar janin bayi kami.


"hei, kamu ngapain? ga denger apa yang dokter sintya bilang barusan" kataku menyadarkan bima dari lamunannya.


"iya aku denger kok sayang.... aku masih seneng aja liat calon bayi kita, oya dokter boleh kami minta foto hasil USGnya??" tanya bima.


"boleh bim.. ntar lagi saya cetak ya"


*********


Hueekkk... hueekkk...


Begitulah kegiatan rutinku setiap pagi dan bima selalu setia menemaniku yang sedang menghadapi morning sickness, bima rela menggantikan posisiku untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, dari mencuci piring, mencuci baju sampai bersih bersih rumah, aku benar benar tak berdaya selama 4 bulan pertama kehamilanku ini. tapi aku masih bekerja, walau bima sudah melarangnya dan menyuruhku resign saja.


"masih lemes sayang?? sarapan dulu ya?? aku dah buat nasi goreng buat kamu, mau ya?" kata bima dengan lembut sambil mengelus perutku yang mulai sedikit membuncit.


"sayang, aku pengen siomay...." kataku setelah tak berselera melihat nasi goreng buatan bima, sebenarnya nasi goreng buatannya sangat enak, sebelum hamil aku sangat doyan, tapi selama kehamilan ini aku enggan walau hanya sekedar mencicipinya.


"ya udah, aku beli dulu ya... " kata bima sambil melirik jam ditangannya, masih jam 6.40 pagi, lalu dia bergegas pergi untuk membeli siomay entah dimana yang sudah buka jam segini.


Bima selalu menuruti keinginanku, tak pernah menolaknya sekalipun bagaimanapun keadaannya, beruntungnya aku bersuamikan bima selain tampan dan baik, dia juga sangat perhatian.


Jam 8.00 pagi, bima baru kembali,


"lama banget sayang, susah ya carinya??" kataku merasa bersalah pada bima.

__ADS_1


"ga kok sayang, cuma masih nungguin siomaynya mateng dulu" jawab bima sambil berjalan ke dapur.


"sayang, kamu ga kerja? udah jam 8 loh" kataku sadar kalau bima kesiangan, karena jam kerjanya jam 8. sedang aku lagi lagi mengambil cuti, selama hamil aku sering sekali cuti sampai rasanya tak enak hati pada atasan dan teman teman di kantor.


"tenang aja, aku udah ijin terlambat kok, mereka pasti ngerti" jawab bima santai.


"ayo sekarang dimakan siomaynya, mumpung masih panas" kata bima sambil menyodorkan piring berisi siomay padaku.


"makasihh paapaa..." sahutku dengan suara menirukan suara anak kecil.


"sama sama sayangnya papa...." jawab bima sambil mengelus perutku.


"oya, ngomong ngomong, kamu beli dimana sayang??" tanyaku penasaran.


"aku beli dirumah abang siomaynya langsung" jawab bima santai.


"hah....? emang kamu tau rumahnya abang tukang siomay??" tanyaku makin penasaran sambil melahap siomay.


"tau laaah... kan aku nanya sama orang, di deket deketnya abang siomay biasa jualan" jelas bima sambil memandangku dengan senang melihatku makan siomay dengan lahapnya.


"ya Allah sayang, maafin aku ya, selalu nyusahin kamu...." kataku mulai menangis. memang semenjak hamil aku jadi mudah sekali mengeluarkan airmata.


"gapapa sayang, rasa capekku hilang seketika setelah lihat kamu makan dengan lahap, jarang jarang kamu bisa makan dengan lahap semenjak hamil" jawab bima dengan tulus.


"maafin aku sama anak kita ya... sudah menyiksa kamu dengan morning sickness dan bikin kamu susah makan" kata bima lagi sambil merangkulku.


Akupun membalasnya dengan memeluknya dengan erat,


"ini memang sudah kodratku sebagai wanita sayang, aku yang harusnya minta maaf sudah banyak menyusahkan kamu, dari semua permintaanku yang aneh sampe pekerjaan rumah tanggapun kamu yang kerjain semua" kataku sambil sesenggukan sedang mulut penuh berisi siomay.


"di telan dulu makanannya supaya ga tersedak sayang" kata bima sambil terkekeh.


Aku menelan makananku dan meminum air yang di sodorkan oleh bima, lalu aku memeluk bima kembali.


"sudah tugasku sayang sebagai suami, buat menjaga dan membantu kamu" kata bima sambil membalas pelukanku.


"aku bersyukur banget jadi istri kamu sayang" kataku.


" aku jauh lebih bersyukur karena kamu mau menerima aku sebagai suami kamu dan sekarang kamu dengan segala kesusahannya sedang mengandung calon anak kita" jawab bima.


"love you suami... jangan pernah berubah ya walau hanya sedetik" kataku mendongakkan kepala menatapnya.

__ADS_1


"love you too istriku, sayangku....InsyaAllah aku ga akan pernah berubah walau hanya sedetik" jawab bima sambil mengecup keningku lalu mengecup bibirku.


********


__ADS_2