
Malam ini, kami pulang kerumahku dulu untuk sementara waktu, setelah itu kami akan pindah kerumah yang telah bima siapkan untuk kami tinggali setelah menikah, aku dan bima sepakat untuk tinggal dirumah kami sendiri supaya bisa lebih mandiri lagi.
"Alhamdulillah... akhirnya sampe juga... aku pengen cepet cepet mandi, badan rasanya lengket semua" kataku setelah sampai di kamarku yang sudah dihias bak kamar di sebuah kerajaan.
"ya sudah, kamu mandi duluan, saya mau rebahan sebentar" kata bima sambil merebahkan dirinya di kasur mungilku.
"maaf ya kasurnya kecil, hehe..." kataku
"gapapa, muat kok buat kita berdua, asal tidurnya berpelukan" jawab bima sambil mengerlingkan mata menggodaku.
"mesuuummm... wekkkk" kataku sambil berpindah posisi duduk di depan meja riasku.
Aku mulai membersihkan make up di wajahku dengan kapas dan toner, setelah bersih, aku mulai membuka hijabku, aahh... leganya...batinku.
Setelah hijab, aku hendak mengganti gamisku berresleting belakang dengan bathrobe..aku sedikit kesulitan membuka gamisku.
Bima yang melihatku berusaha menggapai resleting gamisku, bergerak ke arahku dan langsung membantuku membuka resletingnya.. ada desir berbeda ketika tangan bima menyentuh punggung polosku yang mulai terbuka.
Bima membantuku melepaskan gamisku,aku tetap membelakanginya, aku benar benar malu sekarang. degup jantungku berdetak kencang saking groginya dengan kondisi saat ini.
"kenapa kamu keliatan gugup?? saya sudah jadi suami sah kamu, jadi kamu ga perlu takut" kata bima sambil membalikkan tubuhku, dan kini pandangan kami bertemu,
"aku..... hmm... aku bukan takut tapi aku malu" kataku sambil menunduk dan menyilangkan kedua tanganku di depan dadaku yang hanya tertutup bra, sedang gamisku sudah merosot ada dibawah kaki.
Bima yang melihatku tersipu malu, segera mengambil bathrobeku dan memakaikannya padaku.
"kamu mandi dulu gih, trus kita shalat isya' berjamaah ya" kata bima membuyarkan fantasi liarku.
Akupun langsung berlari ke kamar mandi, tak lupa menguncinya.. ku guyur tubuhku dengan air untuk menetralkan nafsuku yang tadinya sudah mulai terpancing. sumpah, aku malu, di saat aku mulai bernafsu, bima malah menyuruhku mandi dan shalat berjamaah.
Kamipun shalat berjamaah untuk yang pertama kalinya sebagai pasangan suami istri, sungguh kebahagiaan yang hakiki, batinku.
Bima memanjatkan doa dengan khusyuk lalu setelah selesai dia berbalik kepadaku,mencium keningku lamaaa sekali....dan akupun mencium punggung tangannya,
"saya menyelipkan beberapa doa, semoga rumah tangga kita di ridhoi oleh Allah, menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrohmah dan dikaruniai keturunan yang sholih sholihah, aamiin" katanya kemudian.
__ADS_1
"aamiin ya Allah, until jannah suamiku" jawabku sambil tersenyum manis.
"duh manisnya istriku" goda bima sambil menoel daguku. akupun makin tersipu dibuatnya.
Setelah melakukan ritual malam, oles oles krim malam dan sebagainya, aku mulai merebahkan tubuh lelahku dikasur, sedang bima masih mengganti baju taqwanya dengan baju tidur.
Baru beberapa menit saja, aku sudah terlelap saking lelahnya.. bima yang melihatku sudah terlelap, lantas menyelimuti tubuhku dengan selimut,
"selamat tidur sayang" kata bima pelan sambil mencium keningku.
Aku terjaga kembali merasakan bibir hangatnya menyentuh keningku, perlahan aku membuka mata dan tersenyum padanya.
"lohh kok bangun lagi?? kamu terbangun gara gara saya cium ya?maaf ya" kata bima, posisinya memeluk tubuhku dari samping.
"gapapa kok, aku cuma ketiduran barusan" jawabku memberanikan diri memeluk tengkuknya.
Bima yang merasa mendapat lampu hijau dengan sikapku, mulai menciumku, dari kening lalu kedua mataku, hidung, pipi dan dagu.. terakhir dia mendaratkan ciumannya di bibirku, aku pun membalas ciumannya dengan mata terpejam menikmati bibir kenyal nan hangat milik bima.
Awalnya ciuman biasa saling *******, karena ini bukan ciuman pertamaku, aku bisa merasakan kekakuan bima dalam berciuman, sepertinya dia memang tidak pernah berciuman sebelumnya.
Aku mendesah pasrah, mendapat perlakuan manis dari bima, bima memperlakukanku dengan sangat baik dan begitu lembut.
"akh......" desahku saat bima mulai meremas remas kedua payudaraku, pakaian kami pun sudah berserakan di lantai, sehingga badan kami berdua polos tanpa sehelai benangpun.
Bima menciumi seluruh tubuhku dengan penuh nafsu, aku semakin mendesah menikmati setiap sentuhannya.
Setelah cukup lama foreplay, bima menatapku dalam, seolah minta ijin untuk "melakukannya",
aku pun hanya menganggukkan kepala, paham dengan apa yang di pikirkan bima.
Perlahan bima mengarahkan juniornya pada lubang vaginaku yang sudah basah, bima melakukannya dengan perlahan, berusaha memasukinya dengan hati hati... dan blashhhh.....bima memasukinya dengan sekali hentakan kuat,
"akh.....aaauuuw..... sakit bim" jeritku kesakitan setelah dimasuki junior bima yang luar biasa ukurannya.
Darah segar mengalir membasahi junior milik bima,
__ADS_1
"sayaaang....." panggil bima, dengan tatapan bertanya tanya.
"kamu.....?" katanya masih dengan wajah yang terkejut
"kamu masih virgin??" lanjutnya tanpa mengubah posisinya sedikitpun.
Aku hanya menganggukkan kepalaku sambil meringis menahan rasa sakit di selangkanganku.
Bima mencium keningku, ada bulir airmata di sudut matanya,
"jadi kamu sama diaz?" kata bima lagi.
"Aku sama diaz ga pernah ngelakuin ini dan ini yang pertama buatku bim" jawabku masih dengan wajah menahan sakit.
"makasih sayang.... mungkin akan sangat sakit, tapi saya akan melakukannya dengan lembut dan perlahan" kata bima mengecup kembali keningku.
Bima mulai menggerakkan pinggulnya perlahan, awalnya perih luar biasa, lama kelamaan gerakan bima yang lembut membuat rasa sakit berubah menjadi kenikmatan...
"akh.... akh... akh...." desahku sambil memeluk tubuh kekar bima,
Bima terus menggejotku dengan lembut, malam yang sunyi, hanya ada suara jangkrik di luar rumah ditemani dengan suara desahan dan nafas kami yang memburu.
"akh... oh..." aku kembali mendesah kala bima mempercepat ritme gerakannya, sepertinya aku akan mencapai klimaks... semakin lama semakin nikmat, aku semakin mengeratkan pelukanku pada bima.... dan akkh....... aku mencapai klimaksku,,
Bima yang melihatku terkulai lemas setelah mendapatkan pelepasanku, mencium bibirku sekilas, lalu kembali menggejotku dengan sangat cepat... dan aakhhhh.... erangan panjang bima, menunjukkan kalo dia juga sudah mencapai klimaksnya.
Tubuh bima luruh di samping tubuhku, nafasnya terengah dengan peluh membasahi seluruh tubuhnya, wajahnya memancarkan kepuasan, dia melirikku sambil tersenyum,
"makasih sayang, awalnya aku berpikir kalo kamu sudah...." katanya sambil meraih tubuhku untuk dipeluknya.
"sudah ga virgin?" jawabku melanjutkan kata kata bima yang menggantung, akupun balas memeluknya dengan sangat erat, mencari kehangatan di tubuhnya.
Karena kelelahan, kami terlelap dengan posisi tubuh polos saling memeluk tanpa sehelai benangpun.
***bantu vote dan like ya readerss.....
__ADS_1