
Sejak hari itu, aku ataupun dean tak pernah bertukar kabar, mungkin dean sibuk dengan pendaftaran kuliahnya, sedang aku? masih dengan rutinitas yang sama..
"bu, aku mulai besok mau cari kerja ya? supaya bisa tinggal sama ibu lagi" kataku sambil berbaring memeluk ibuku, ibuku hari ini libur tidak bekerja karena kurang enak badan.
Ibuku bekerja di toko bunga milik temannya, berangkat dari pagi dan pulang di sore hari, upahnya ga seberapa, cuma dapat makan 3 kali sehari, terkadang ibu cuma makan sekali, makanan yang lain dibawa pulang dan diberikan pada adikku yang masih menempuh pendidikan STM nya..
"kamu mau cari kerja dimana nak?susah dapat kerjaan dengan ijazah SMA mu itu" kata ibu pelan
"ya kerja apa aja bu, sebisaku dan yang mau menerimaku, aku akan berusaha bu, supaya bisa kumpul sama ibu terus" kataku seraya memeluk ibuku erat
"ibu doakan, semoga echy bisa dapat kerjaan ya nak" kata ibu lagi, sambil mengelus elus rambutku, membuatku merasa nyamaan sekali
"aamiin, doa ibu itu penting banget buat aku" jawabku mengamini doa ibu.
berhari hari mencari info lowongan kerja, di koran, dari teman2, aku pun mulai mengirim lamaran kerja ke pabrik2 besar di luar kota, namun tak ada satupun yang merespon.
Suatu hari, aku berkesempatan ikut ibu bekerja, sang empunya tak keberatan dengan kehadiranku, akupun tak hanya diam, aku membantu pekerjaan ibu.
"sini bu, biar aku yang stek mawarnya" kataku menawarkan bantuan.
"emangnya km bisa nak?" tanya ibu ragu
" bisa donk bu, kan di sekolah pernah di ajarin terus sering liat ibu stek mawar dirumah" jawabku sambil nyengir kuda
Saat sedang asyik menyetek mawar, teman ibu si empunya toko bunga datang,
"wah echy,km bisa nyetek juga ya kaya ibumu??"tanyanya takjub
"bisa tante, dikit, tapi InsyaAllah sama hasilnya seperti kalo ibu yang stek" sahutku sedikit memelankan suara karena canggung dengan teman ibu yang notabene bosnya itu.
"ya udah, daripada kamu nganggur dirumah, mending disini bantu ibu kamu chy, nanti tante kasih upah yang sama kaya ibumu , gimana??" tawar tante nina, nama teman ibu itu.
"wah beneran tante?? boleh echy kerja disini?" tanyaku antusias
"iya tante serius chy, dan kamu boleh kerja mulai besok, gimana?"kata tante nina sambil tersenyum
"alhamdulillah, echy mau banget tante, makasih ya tante!" kataku sambil menyalami tangan tante nina.
"selama kamu belom dapet kerjaan, kamu boleh kerja disini chy" tambah tante nina
" makasih banget tante udah ijinin echy kerja disini, InsyaAllah echy ga akan kecewain tante, aamiin" kataku meyakinkan
"iya, aamiin,, kamu boleh sambil cari kerja chy, tante ga mengikat kamu dengan waktu, jadi kalo ada kepentingan yang berhubungan dengan pekerjaan, kamu boleh pergi chy" kata tante nina menyarankan
"makasih banget tante, semoga kebaikan tante, dbalas oleh Allah, aamiin" lagi lagi aku menyalami tangan tante nina, tante nina hanya geleng2 kepala sambil tersenyum.
beberapa bulan bekerja, aku sudah bisa beli handphone butut, meskipun bekas, tapi aku bangga, bisa beli dengan hasil jerih payahku sendiri dan aku pun sudah tinggal bersama ibuku lagi.
sepulang kerja, aku santai santai di kamar sambil memainkan hpku.. tiba tiba ada sms masuk dari nomor yang tidak aku kenal, karena nomorku baru, hanya teman dekat aja yang aku beri tahu.
Isi smsnya :
" haiii, ijo lumut, ikatan jomblo imuut"
aku berusaha mengabaikan sms ga penting itu,
__ADS_1
selang beberapa menit, ada notifikasi sms masuk lagi.
Isi smsnya :
" sombong amat yg punya hape baru "
aku tetap tak menghiraukannya meskipun aku mulai penasaran.
"Issshhh...." gumamku sedikit keras
ibu yang sedang di dapur tak sengaja mendengar suaraku dan buru buru bertanya,
"kenapa chy?" tanya ibu yang sudah menghampiriku ke kamar.
"gapapa kok bu" jawabku sambil nyengir
"kirain kenapa, ibu sampe kaget!" kata ibu sambil berlalu pergi
"gara gara sms dari orang sinting nih" gumamku lagi tapi kali ini dengan suara pelan,seperti bisikan untuk diriku sendiri.
beberapa menit sesudahnya, ada notifikasi sms masuk lagi dan hapeku berbunyi,
Isi smsnya :
"beneran nih ga penasaran, aku siapa?? kok ga di respon smsku? atau kamu ga bisa cara ngebales sms?"
kata katanya yang sedikit mengejek bikin aku geram, akhirnya ku balas pula sms aneh itu.
A : "sapa sih? krg kerjaan banget!"
A : " ikh ngehina banget kamu ya, meskipun aku baru punya hp, tapi aku tau cara makenya!"
D : " masih sama galaknya, kaya pas jaman sekolah dulu"
A : "oh jadi kamu temen sekolahku? trserah kamu aja deh, capek ngeladenin kamu yg ga jelas"
D : " upsss... aku ketahuan yaaa?? maaf keceplosan"
A : "?????"
D : "gitu doank?? maksudnya?"
A : "bodo amat, pikir aja sendiriiiiii"
aku langsung mematikan hapeku dengan perasaan yang kesal dan sebenarnya penasaran, siapa orang sinting ini..
tak terasa sudah hampir 6 bulan aku bekerja di toko bunga tante nina, dan hari ini aku ijin pada tante nina untuk tidak datang ke toko bunga karena aku ada interview di salah satu mall sebagai pramuniaga.
"bu, aku berangkat ya, doain semoga aku bisa di terima kerja disana, gajinya lumayan bu"kataku sambil bersalaman pada ibu meminta doa restu
"ibu selalu doain echy nak, semoga echy dapat kerjaan ini ya, aamiin" kata ibu sambil mencium kedua pipiku.
"echy berangkat bu, assalamualaikum" kataku setengah berlari
"walaikumsalam, hati hati nak" kata ibu yang mengikutiku sampai pintu rumah sederhana kami.
__ADS_1
Aku sengaja berangkat satu jam lebih awal, karena masih harus menunggu angkutan umum yang menuju mall tempatku interview.
beberapa menit menunggu, tiba tiba ada sepeda motor berhenti di depanku yang sedang berdiri di pinggir jalan menunggu angkutan umum.
"butuh tebengan ga?" kata sang pengendara motor yang berhenti tersebut, lengkap dengan helm teropongnya, yang membuat aku sulit mengenalinya.
"gak!!" jawabku sedikit keras, karena suasana bising dari kendaraan yang lalu lalang.
"beneran ga mau aku tebengin?" katanya lagi sambil membuka helm teropongnya
aku terkejut melihat wajah di balik helm teropong tersebut, aku cuma bisa melongo.
"diaz?" kataku tak percaya
diaz tersenyum miring melihat raut wajahku yang tak jelas, antara kaget dan bingung.
"iya ini aku diaz, masak kamu lupa sama aku? belom setaon juga kita lulus chy" katanya seraya turun dari sepeda motornya dan menghampiriku yang masih speechless dibuatnya.
"woi...." katanya menyadarkanku
"mau kemana? biar aku anterin ya" lanjutnya
" oh anu, itu... aku mau ke mall XX, ada interview disana" jawabku sedikit canggung karena memang sudah agak lama tak bertatap muka dengan diaz.
"oh disitu, sini biar aku anter aja biar cepet" ajaknya lagi
" ga usah, aku ga keburu kok" jawabku menolak
" ya kalo ga keburu, bisa mampir mampir dulu, minum jus kek atau apa gitu" kata diaz lagi
" lain kali aja deh, aku beneran ga bisa sekarang" jawabku lagi lagi menolak ajakan diaz, bukannya aku ga mau sih, tapi aku masih bigung dan sedikit grogi ada di dekat diaz.
"pliss donk chy, dari kemaren kemaren, aku udah kamu jutekin, ga di sms, ga di nyata.. sama sama ga di respon" katanya sambil merengut, ada gurat kecewa kalo di lihat dari mimik wajahnya.
"di sms?? kapan kamu sms aku diaz?" tanyaku penasaran.
"ijo lumut" katanya sambil mengedipkan sebelah mata kearahku, tak lupa dengan senyum manis yang ga pernah berubah dari dulu.
"oh jadi orang sinting itu, kamu???" kataku mulai sedikit geram
"maaf, abisnya kamu sih, ga nanya aku siapa, masak iya kamu ga penasaran sama sekali" katanya sambil merapihkan rambut hitamnya yang tertiup angin jalanan.
"males aja nanggepin orang ga jelas!" sahutku seadanya
"udah ah, ga usah ngobrol disini, bising tau, ayok sini aku anterin aja, bisa2 kamu telat lagi nyampe mallnya kalo masih nunggu angkutan yang entah kapan datengnya" kata diaz
akupun melirik arloji ditanganku, kulihat waktu interview kurang setengah jam lagi.
" ya udah deh, aku nebeng, ayok" kataku sambil berjalan menghampiri diaz yang sudah duduk dengan gagahnya di atas sepeda motornya.
"daritadi kek, tetep aja jual mahal, ga berubah dari dulu" cicitnya pelan, tapi aku masih bisa mendengarnya.
"apa kamu bilang??" kataku pura pura ga dengar dengan cicitan diaz.
"ga kok, yok berangkaaat" katanya sumringah.
__ADS_1