Realita Cinta

Realita Cinta
Kekasih Halal


__ADS_3

Sesuai rencana, bima mengantarku pulang, bima membuntutiku yang naik sepeda sedang dia naik mobilnya sendiri.


"oh disini rumah kamu?" kata bima setelah aku memarkirkan motorku dan membuka pintu gerbang rumah, bima turun dari mobilnya.


"iya.. maap ya, agak masuk masuk, hihi" jawabku sambil memasukkan motor.


"gapapa, sekarang kan saya sudah tau rumah kamu, kapan kapan boleh saya main kesini lagi?" tanya bima.


" iyaaaa boleh..." jawabku sambil menganggukkan kepala.


"eh tapi kenapa rumah kamu sepi sekali?" tanya bima sambil melihat lihat sekitar rumahku.


"oh itu, ibu aku kerja, trus adikku sekolah, jam segini jelas sepi, kalo ntar sore pada dirumah semua" jawabku sambil mengunci pintu rumah setelah memasukkan motorku.


"oh gitu...." kata bima manggut manggut mendengar penjelasanku.


"ya udah yuk berangkat, ntar kantor satlantasnya tutup lagi" kataku mengajak bima bergegas.


Dalam perjalanan, aku maupun bima, tak ada yang memulai pembicaraan, hingga hanya suara deru mesin dan musik yang diputar bima yang terdengar saat ini.


"ekhemmm...." bima berdeham lalu mengecilkan volume musik yang diputarnya.


"kalo kita makan dulu, kamu keberatan ga?" tanya bima padaku.


"hemmm... gapapa, aku ga keberatan kok..mau makan dimana?" jawabku sedikit canggung.


"terserah kamu aja, saya nurut kamu aja mau makan apa" kata bima lagi.


"hemmm.... makan apa ya.... " sahutku sambil pura pura berpikir,padahal aku hanya berusaha melenyapkan rasa canggung pada diriku.


"makan bakso gimana?" lanjutku setelah menemukan ide.


"kayaknya kamu hobi ya makan bakso?kemaren pertama kali kita ketemu di alun alun, kamu juga lagi makan bakso" kata bima sambil tersenyum sekilas melirik ke arahku.


"iya aku suka banget sama bakso, ga pernah bosen meskipun makan tiap hari" jawabku dengan wajah senang.


"makanan favorit kayaknya" kata bima.


" iyaaa.... " jawabku sambil nyengir kuda.


"saya juga pengen jadi kaya bakso yang kamu suka, ketemu tiap hari tapi ga pernah bosen" kata bima tiba tiba.


"apa?? bilang apa kamu bim?" kataku gelagapan, pura pura tak mendengar ucapannya.


"saya yakin, kamu denger dengan jelas apa yang saya bilang barusan" jawab bima.


Aku salah tingkah dibuatnya.


Lalu lagi lagi keheningan menguasai suasana di dalam mobil, aku tak tau harus berkata apa sedang bima, fokus menyetir mobilnya.


Bima membelokkan mobilnya di warung bakso stasiun, yang memang terkenal enyaaakk...akupun bergegas turun dari mobilnya dan mencari tempat duduk yang nyaman.

__ADS_1


" kamu pesen berapa mangkok?" kata bima menggodaku.


"yaelahhh, meskipun aku pecinta bakso, semangkok udah kenyang kali bim" jawabku pura pura kesal.


"hahahahaha... kamu lucu kalo lagi marah" katanya sambil berlalu untuk memesan bakso.


Kami melahap bakso dalam diam,setelah kenyang, kami bergegas ke kantor satlantas tempat pembuatan SIM.


*******


"selamat siang ndan, lagi lepas dinas kah?" sapa seorang polisi setelah kami sampai di tujuan.


"iya lagi cuti" jawab bima dengan ramah.


" sama sapa ndan? nyonya kah?" kata polisi itu lagi, berbicara seperti orang berbisik, tapi aku masih bisa mendengarnya dengan jelas.


"masih calon, doakan saja" jawab bima santai, sedang aku, sudah pasti salah tingkah tingkat dewa, bahkan mukaku sudah pasti memerah seperti kepinting rebus, mendengar ucapan bima kepada rekannya.


"kamu kenapa??" tanya bima padaku.


"gapapa" jawabku sambil menunduk dan memegangi kedua pipiku yang memanas karena malu.


"hehee... tuh kan tambah lucu kalo udah salah tingkah begini" kata bima lagi.


Aku menepuk bahunya dan sedikit mendorong tubuhnya agar menjauh dariku, bima terus saja membuat wajahku merona.


***"******"


"yeaayyy.......akhirnya aku punya SIM juga" kataku dengan senang, menunjukkan SIM baruku pada bima yang ada di sebelahku.


"Mudahkan buat SIMnya?" tanya bima, senang melihat tingkahku yang kegirangan.


"iya mudah, mungkin kalo ga da kamu, ga akan semudah ini" jawabku sambil menatapnya.


"sekali lagi makasih ya buat hari ini bim" lanjutku.


"okeee, sama sama, saya juga seneng bisa bantu kamu" jawab bima sambil tersenyum.


"nah abis ini, kita langsung pulang atau mau kemana nih?" tanya bima lagi.


"karena kamu sudah baik banget hari ini, aku mau traktir kamu eskrim... gimana?" tawarku sambil menaik turunkan sebelah alisku.


" eskrim? kaya anak kecil aja, saya di traktir eskrim" jawab bima sambil tertawa ramah.


"trus maunya di traktir apaaan donk?" tanyaku lagi sambil mengernyitkan dahi.


"kalo saya ajak kamu ke pantai gimana? kalo kamu mau kita pergi sekarang dan kamu ga usah traktir saya eskrim" kata bima memberi pilihan padaku.


"ke pantai? jam segini? wah bisa gosong kulitku nih!" gerutuku.


"ya udah, traktir eskrim juga gapapa deh" kata bima akhirnya menyerah.

__ADS_1


" eeeee.... ga gitu maksudku, aku mau kok ke pantai, tapi aku pinjem payung ya, heheehehe" jawabku cepat sambil cengar cengir.


" yaelah, takut banget kulitnya gosong sampe pake payung segala" jawab bima sambil terkekeh.


" ishhhhh... kamu ga tau sih, perjuanganku buat dapetin kulit putih bersih begini" kataku lagi sambil mencebikkan bibirku, kesal dengan godaan bima.


"tuhkaaannn... lucunyaaa kalo lagi ngambek" kata bima, reflek mencubit pipiku yang menggembung.


Aku terkejut dengan sikapnya yang mencubit pipiku, bima tak kalah aneh juga ekspresi wajahnya setelah beradu fisik denganku.


"Astaghfirullah, maafin saya ya, saya reflek" kata bima kemudian, ada kecemasan dalam raut wajahnya.


"hemmm, gapapa kok" jawabku sambil memegangi pipiku yang baru saja dicubitnya.


" ga seharusnya saya melakukan itu, kita bukan mahrom, saya sudah berdosa sentuh kamu tadi, sekali lagi saya minta maaf" katanya lagi.


Deg..... aku terpaku mendengar ucapannya yang terakhir, memang dari awal ketemu, dia tak mau berjabat tangan denganku, selama dengannya pun, bima tak pernah sekalipun bersentuhan denganku. seperti biasa, dia selalu menjaga jarak di antara kita.


Betapa takutnya dia dengan dosa, bersentuhan saja dia sudah takut setengah mati, terus haaai.....bagaimana kabarnya kelakuanku selama ini bersama diaz??? aku benar benar merasa kotor sekali sekarang, aku merasa hina dan jijik dengan diriku sendiri.


Kamipun pergi meninggalkan kantor satlantas dan menuju pantai, sepanjang perjalanan kami hanya diam membisu, tenggelam dalam pikiran masing masing.


"chy....." panggil bima pelan, menyadarkanku dari lamunan, ternyata tanpa sadar, sudah sampai di pantai.


"eh iya bim" jawabku tersentak dengan panggilannya.


"ayo keluar dan kita duduk di gazebo itu, ada yang mau saya bicarakan sama kamu, serius" kata bima sambil keluar dari mobilnya dan menunjuk kearah gazebo di pinggir pantai yang tenang.


Tanpa menjawab, aku mengikuti langkah bima keluar dari mobil dan menuju gazebo yang dimaksud, gazebo yang sejuk di kelilingi pohon pinus yang menjulang tinggi.


Kamipun duduk saling berhadapan, di batasi meja bundar berbahan kayu,


" chy, saya langsung aja ya.... sebenarnya mulai pertama ketemu kamu, saya sudah suka sama kamu dan saya berniat menjadikan kamu kekasih halal saya" kata bima serius.


"saya ga mau menambah dosa saya dengan hanya memacari kamu saja, saya ga mau berbuat dosa lebih banyak lagi, melakukan zinah seperti bersentuhan tadi, padahal kamu bukan mahrom saya" lanjut bima.


Aku terdiam mencerna setiap kata katanya, aku menunduk meratapi berapa banyak dosa yang telah aku perbuat selama ini, akupun mulai menangis...


"kamu kenapa nangis chy?" apa saya terlalu terburu buru?" kata bima panik, bima heran melihatku menangis bahkan terisak.


Aku menggelengkan kepalaku, mengusap kasar airmata di wajahku dan mendongakkan kepala menatap bima yang ada di hadapanku.


"aku ga pantes buat kamu bim, aku ga sesuci yang kamu kira" jawabku dengan airmata yang kembali berlinang.


"insyaAllah saya terima kamu dengan segala masa lalu kamu chy" kata bima dengan mantapnya.


"tapi aku merasa ga pantes buat jadi pendamping kamu, kamu terlalu baik dan sempurna buat aku" jawabku.


"kamu ga perlu jawab sekarang chy, kamu bisa pikirkan semuanya dengan tenang saya akan tunggu jawaban kamu sampai kamu benar benar siap dan bisa memutuskan" kata bima.


Aku hanya tertunduk lesu, dan masih terisak.

__ADS_1


*halooooooo readers yang baik hati, jangan lupaaa like dan vote yaa... gratis kok, dukung author berkarya ya.....


__ADS_2