Realita Cinta

Realita Cinta
Kecil Hati


__ADS_3

Beberapa hari berlalu...


Aku dan bima tetap berhubungan, meski hanya saling sapa lewat sms saja. pembawaan bima yang sopan dan lemah lembut, membuatku baper...


"likaaaaa..... aku mau curhat" kataku pada malika, ketika aku menelponnya.


"haduhhh cyin, iya iya, besok aku piket malem, sorenya ketemuan yah, apa aku yang kerumahmu?" jawab malika menanggapiku.


"jangan dirumah, ada ibuk, ketemuan di cafe biasa aja ya" kataku.


"ya udah, sampai ketemu besok yah bawel...assalamualaikum" sahut malika.


"waalaikumsalam" jawabku lalu mematikan ponselku.


*********


"likaaaa.... kangeeen" kataku sambil menghambur dalam pelukannya, lika tampak cantik dengan seragam putihnya.


"aku jugaaa kangeen, aku sengaja langsung pake seragam, ntar langsung berangkat, karena kalo ngobrol sama kamu ga mungkin cuma sejam dua jam" kata malika membalas pelukanku.


"ihh.... so sweeet..." kataku menoel dagunya.


"hadehhh kebiasan!" kata malika sambil menepis tanganku.


"jadi kamu kenapa?" lanjut malika bertanya padaku.


Sedang aku masih sibuk memesan minuman dan beberapa cemilan untuk teman ngobrol kami.


"aku lagi deket sama seseorang lik" kataku memulai cerita.


"wah alhmadulillah itu, akhirnyaa... sahabatku bisa move on juga" kata malika tulus.


"iya, tapi aku takut lik..." kataku berubah sendu.


" takut napa sih? belom juga di jalani"


"takut ngecewain dia, dia terlalu baik dan sempurna buat aku" lanjutku.


"ga ada yang sempurna di dunia ini chy, kalo kamu belom coba, mana bisa kamu menerka nerka takdir?"


"dia seoang polisi, dia baik, dia alim dan dia bahkan merasa bersalah dan berdosa kalo sampai menyentuh ujung kulitku sedikit saja, sedang aku lik? aku sudah melakukan banyak hal sama diaz!".


"kan bagus, berarti dia menjaga kamu dengan cara yang benar, mencintai kamu dengan cara yang Allah ajarkan bahkan kamu bilang, dia mau jadiin kamu kekasih halalnya kan? terus apa yang kamu takutkan chy?" kata malika sambil mengenggam kedua tanganku.


"aku merasa ga pantes sama dia, aku sudah banyak melakukan dosa lik" kataku mulai menangis.


"hei echy, dia juga bilang kan kalo akan nerima kamu dengan segala masa lalu kamu? soooo?? apalagi yang kamu raguin?" kata malika sambil mengusap bahuku lembut, memberiku ketenangan.


"entah lah lik...aku masih bingung dengan perasaanku sendiri" kataku sambil merebahkan kepalaku dibahu malika, sahabat sekaligus saudara buatku.


"kamu shalat istikharah chy, minta petunjuk sama Allah, insyaAllah akan ada jawaban dari semua kebingunganmu" kata malika menasehatiku.


Malika selalu tau caranya membedakan, mana menasehati dan mana menggurui, selama ini malika tak pernah sekalipun mengguruiku, dia selalu menegurku ketika aku salah bahkan marah dengan segala khilafku selama bersama dengan diaz. tapi marahnya katena dia sayang padaku.


**************

__ADS_1


triiiing.....


Ponselku berbunyi, ku raih ponselku dengan malas dari atas meja lampu tidurku, kulihat ada pesan masuk dari bima,


"assalamualaikum, lagi apa chy? sibuk ga? saya boleh main kerumah kamu?" isi smsnya.


" waalaikumsalam, lagi tiduran ajah, capek banget, tadi kerjaan numpuk di kantor" balasku.


"oh ya udah kalo capek, kamu istirahat aja, maaf saya ganggu, saya kerumah kamu lain kali aja kalo gitu" jawaban dari bima.


"iya maaf ya bima... makasih sudah mau ngerti kondisiku" balasku sebelum akhirnya aku benar benar tertidur karena aku memang lelah.


Itulah bima, selalu pengertian dan tidak pernah memaksakan kehendaknya, membuat aku semakin nyaman bersamanya.


******************


hari ini ngantor lagi, walau malas, aku paksakan untuk bekerja, dirumah juga suntuk sendirian tanpa melakukan apapun, malika lagi dinas jadi tak bisa di ajak ngobrol.


"gimana kamu sama bima?" tanya tama yang tiba tiba muncul di depan kubikelku.


" huh kebiasaan deh, bikin kaget!" jawabku sewot.


" haduhhh mamak mamak lagi PMS ya, galak amat" kata tama sambil bergedik.


"abisnya kamu, dateng tiba tiba, bikin jantung mau copot aja tau!" balasku sengit.


"maaap deh...." sahut tama.


"jadi gimana kamu sama bima? udah jadian belom?" lanjut tama bertanya padaku.


" lama amat mikirnya non, awas keburu di ambil orang lho....secara dia kan laris manis banyak yang ngantri" kata tama menggodaku.


"tiket kali... pake ngantri segala" sahutku asal.


" ehhh beneran ini, serius aku... bima itu salah satu most wanted di kalangan para wanita lho, bukan cuma temen sejawatnya sesama rekan polisi aja yang ngantri, bu bidan bu perawat juga udah pada ngantri non buat dapetin hatinya bima" kata tama panjang lebar tanpa jeda.


"secara yaa dia sempurna dari segi fisik, mapan dari segi ekonomi dan luar biasa dalam segi akhlak, paket komplit chy,di liat dari segi manapun ga ada minusnya" tambah tama lagi, menjelaskan dengan detail tentang kelebihan bima.


Aku hanya melongo memperhatikan tama berbicara seakan tanpa bernafas, mempromosikan kelebihan sahabatnya itu.


"eh pak... napas napas, jangan lupa napas, ntar di do dari dunia, baru rasaaa lho!" jawabku sambil tertawa.


"naudzubillah, amit amit chy.." kata tama sambil mengetuk ngetuk mejaku, pamali katanya.


Aku tertawa melihat ekspresi takut di wajah tama, mendengar kata "do dari dunia".


"takut ya? sampe pucet gitu mukanya" kataku masih sambil tertawa.


"iyalah takut buk, secara dosaku masih banyak, pahala masih sedikit, masi jauh buat dapetin tiket ke surga" jawab tama.


Kata "dosa" mengingatkanku lagi, betapa tak pantasnya aku mendapatkan bima yang luar biasa sempurna di lihat dari segi manapun sedangkan aku???? apa yang aku lakukan dengan diaz, jauh diluar batasan normal, sangat sangat berdosa dan aku hanya bisa menyesal saat ini.


"kalo menurutku sih, terima aja chy, dia belom pernah lho deket sama cewe manapun, baru sama kamu ini dia langsung tertarik" kata tama.


"en tunggu tunggu, kamu kok tau kalo bima nembak aku?" tanyaku curiga.

__ADS_1


"ya tau laaaah..." jawab tama gelagapan. dia baru saja keceplosan, memang kemarin bima bercerita padanya untuk sekedar sharing dan meminta pendapat. bukan cerita sih, tepatnya tama yang selalu kepo bertanya ini dan itu.


"apa bima yang cerita?" tanyaku menyelidik.


"sorry, dia ga cerita, aku yang kepo" jawab tama dengan rasa bersalah.


"yaelaah biasa aja kali pak... aku gapapa kok" kataku sambil menepuk bahunya dan tertawa lagi melihat ekspresi tama kali ini.


"haaahhh???" pekik tama heran karena aku tak tersinggung malah tertawa.


"syukur deh kalo ga masalah, aku takut marahin bima, padahal aku yang banyak nanya sama dia, abisnya aku kepo, geregetan liat kalian, sama sama suka, tapi susah buat bersatu!" lanjutnya.


eh.... apa katanya? sama sama suka? apa tama tau perasaanku sama bima? apa sikapku keliatan banget ya kalo aku juga suka sama bima?? wah.... malunya..... batinku berteriak.


**********


Tak enak hati sudah menolak bima berkali kali untuk bertamu kerumahku, akhirnya malam ini aku mengijinkannya datang kerumah.


"assalamualaikum...." terdengar suara dari luar.


"waalaikumsalam.... " jawab ibuku dari dapur dan bergegas ke depan untuk membukakan pintu.


"assalamualaikum bu, saya bima, temannya echy, apa saya bisa ketemu sama echy?" kata bima dengan sangat ramah, sambil menyalami tangan ibuku yang basah karena sedang mencuci piring.


"waalaikumsalam, haduhh maaf tangannya basah, lagi cuci piring barusan" kata ibu menyambut uluran tangan bima.


"gapapa bu,," sahut bima sambil memberikan kantong kresek berisi bakso sebagai buah tangan dari bima.


"owalah, apa ini? kok repot repot segala" kata ibuku menerima kantong kresek dari bima tersebut.


" ga repot kok bu, cuma bakso kesukaannya echy, ada juga buat ibu sama adik" kata bima.


" makasih yaaa nak, silahkan duduk dulu, ibu panggilin echy dulu ya" kata ibu mempersilahkan bima masuk dan duduk di ruang tamu. sementara ibu menuju kamar echy dan memanggilnya.


"chy, ada tamu di depan, cowo, katanya temen kamu, nih dia juga bawa bakso buat kita" kata ibu dari balik pintu sambil mengangkat kantong kresek di tangannya.


"oh bima udah dateng bu?" tanyaku yang sedang tiduran dikamar. baiknya bima kelewatan, masih sempet sempenya dia membeli oleh oleh, bukan hanya untukku, tapi untuk kami. aku tersentuh dengan perhatiannya.


"iya, tadi katanya namanya bima, dia udah nungguin di ruang tamu" sahut ibuku.


"ya udah, echy ganti baju dulu buk" kataku langsung bangun menuju lemari, aku mengganti hotpants ku dengan celana training agat terlihat lebih sopan.


"hai bim.. udah dari tadi?" kataku basa basi setelah sampai keruang tamu.


" assalamualaikum,, " kata bima sambil berdiri melihat kehadiranku, dia tersenyum manis kepadaku.


"eh iya, waalaikumsalam" jawabku gelagapan, malu karena sang tamu yang terlebih dulu memberi salam sedang aku hanya bilang hai saja.


Aku berdiri mematung, diapun tak kunjung duduk karena melihatku yang masih berdiri.


" jadi kita mau upacara nih? berdiri begini terus?" canda bima, memecah kecanggungan yang barusan terjadi.


Aku langsung tertawa terbahak bahak mendengar banyolan bima... bisa bisanya dia bilang kita lagi upacara... hahaha...


Semakin sering bertemu, aku semakin memahami karakter dan sifat bima dan diam diam aku mulai menyukainya lebih dalam lagi, melupakan kenangan pahitku bersama dean atapun diaz.

__ADS_1


**vote dan likenya donk....😁😁😁


__ADS_2