Realita Cinta

Realita Cinta
Aku seorang Istri


__ADS_3

Kusambut pagi pertamaku dengan status sebagai seorang istri, bangun pagi di sambut wajah tampan suamiku, sungguh kebahagiaan yang hakiki.


"selamat subuh menjelang pagi suami" kataku ketika bima telah membuka matanya.


"selamat subuh juga istri tercinta...." jawabnya sambil mencium keningku.


"ayo lekas mandi, dan shalat subuh berjamaah sayang" ajak bima.


Ketika beranjak dari ranjang, perih tiada tertahan, mendera di area selangkanganku, membuatku kembali terduduk sambil menahan sakit.


"auww...." seruku sambil memegang perut bawahku.


"kenapa sayang? apa masih sakit?" tanya bima khawatir melihatku terduduk kembali.


"iya, perih di buat jalan" jawabku sambil meringis.


"kamu mandi duluan aja, mungkin dudukan bentar, perihnya bisa ilang" kataku lagi.


Tanpa babibu, bima langsung menggendongku ke kamar mandi, lalu mendudukkanku di closet,


"kamu tunggu disini bentar ya, saya mau ambil air panas dulu untuk kamu berendam supaya sakitnya berkurang" kata bima dengan penuh perhatian.


Akupun mengangguk menurutinya.


Bima menuangkan air panas di bak dan mencampurnya dengan air biasa, di celupkan ujung jarinya untuk mengehtahui suhunya sudah hangat atau masih panas.


Setelah di rasa cukup, bima kembali menggendongku dan membawaku dengan hati hati ke bak berisi air hangat tersebut,


"kamu berendam dulu ya buat ngurangi rasa perihnya, saya mau mandi dulu, nanti kalo sudah mendingan, saya bantu kamu mandi" ucap bima dengan penuh kasih sayang.


Mataku melotot melihat bima mandi dengan bebasnya di hadapanku yang sedang berendam.


Aku masih malu malu menatapnya polos tanpa busana,


"kenapa?? lagian kamu sudah lihat semuanya, bahkan sudah merasakannya" kata bima terkekeh melihatku menutup mata dengan kedua tangan.


"iya tapi ga pake mandi bareng juga, aku masih belom terbiasa, jadi masih malu"ucapku jujur, masih tetap menutup mata dengan kedua tanganku.


Bima hanya menanggapinya dengan kekehan.


Setelah bima selesai mandi dan menggunakan handuk sebatas pinggang, bima membopongku ke closet dan mengguyurku dengan air, membantuku keramas dan memakai sabun.


Bima kembali menggendongku keluar kamar mandi setelah selesai.


"makasih suami, sudah di bantu mandi, sekarang turunin, aku sudah ga sesakit tadi" kataku.


Kami berganti pakaian dan langsung menunaikan ibadah shalat subuh, karena ketika di kamar mandi, adzan subuh telah berkumandang.

__ADS_1


Aku mengeringkan rambutku dengan hair dryer, lalu mengenakan jilbab instanku dan keluar kamar menuju dapur, berencana memasak sesuatu untuk suami tercinta.


Sedang bima tampak keluar rumah, mulai membersihkan halaman, mencabut rumput liar dan menyiram tanaman.


Sungguh pemandangan pagi yang manis....


Karena bima tidak terlalu suka kopi, aku membuatkannya teh yang dicampur lemon.


"ini tehnya sayang, aku taruh di meja ya" kataku membawakan teh hangat untuk bima yang masih sibuk di halaman.


"iya sayang, makasih ya" jawabnya menoleh sebentar ke arahku sambil tersenyum manis.


Aku melanjutkan kegiatan memasakku di dapur,


Tampak ibu keluar dari kamarnya,


"aduduuuuu... pengantin baru sudah bangun aja....rajin banget, mau masak apa??" goda ibu.


"hehe... kayaknya mulai sekarang echy harus terbiasa bangun lebih awal untuk buat sarapan bu,apalagi kalo sudah tinggal dirumah sendiri" celetukku.


"ya wajib donk, kan sudah jadi istri sekarang" kata ibu.


"mau masak apa?bahan makanan masih ada kan di kulkas?" tanya ibu kemudian.


"iya bu masih banyak bahan makanan di kulkas, echy mau buat nasi goreng dulu kali ya, ntar siangan mau masak kare sama sambal bajak" jelasku.


"siaaaaap nyonya" jawabku


Ibu hanya terkekeh melihatku.


"bu, dirga, ayo sarapan sama sama, nasi gorengnya udah siap" panggilku sambil berjalan ke teras depan, untuk memanggil bima yang masih sibuk menyiangi rumput rumput liar di halaman rumahku.


"sayang, ayo sarapan dulu, ibu sama dirga udah nunggu di dalam" ajakku.


Bima menoleh dan tersenyum,


"iya sayang, saya cuci tangan dulu ya" jawabnya berjalan kearah kran untuk mencuci tangannya yang belepotan terkena tanah.


Kamipun sarapan bersama dengan sukacita,


"kalian rencananya mau kemana selama cuti?" tanya ibu membuka obrolan setelah sarapan selesai.


"rencananya saya mau ngajak echy ke lombok bu, honeymoon kata orang orang" jawab bima sambil menggenggam tanganku dan tersenyum.


Aku terkejut dengan rencana honeymoon dari bima karena sebelumnya bima memang tak pernah membahasnya denganku.


"gimana sayang? mau kan honeymoon ke lombok?" tanya bima padaku.

__ADS_1


"kemanapun sayang, asal sama kamu" kataku membalas genggaman tangan bima.


"kapan berangkatnya nak?" tanya ibu lagi.


"insyaAllah besok bu, dengan penerbangan paling pagi" jawab bima sopan.


"oya sudah kalo begitu" kata ibu lagi.


🧀🧀🧀🧀🧀


Aku mulai membereskan barang barang yang dibutuhkan selama kami di lombok, dari pakaian, alat mandi dan lain sebagainya


"sayang ga usah banyak banyak packing pakaiannya, nanti kita bisa beli disana" kata bima yang melihat koper penuh sesak.


"ngapain harus beli sayang, kalo bisa bawa persediaan yang lebih dari cukup" sanggahku.


"ya daripada berat berat bawa dari sini sayang"ucap bima.


"ya udah, ntar aku kurangi beberapa baju lagi supaya ga penuh sesak" kataku menyerah.


"akhirrrnyaa... packing selesai..." seruku lalu merebahkan tubuhku di kasur.


"capek yaa...?" tanya bima menghampiriku di


kasur.


Aku menggeleng dan tersenyum, bima mendekatiku dan ikut rebahan di sampingku, akupun memeluk tubuhnya menyandarkan kepalaku di dadanya yang bidang.


Bima membalas pelukanku, lalu membalikkan tubuhku sehingga posisi tubuhnya menindihku,


"saya boleh minta jatah lagi?" tanya bima dengan suara paraunya.


wah.... kayaknya bima mulai horny, batinku.


Aku hanya mengangguk, tak menyahuti pertanyaan bima,


Melihat anggukanku, bima langsung menyambar bibirku dengan penuh nafsu, dan kami mengulang kegiatan panas seperti semalam, melewati pagi menjelang siang ini dengan penuh gairah dan desahan kenikmatan, tak peduli lagi dengan peluh yang membasahi seluruh tubuh dan sprei ranjang panas kami.


"akh........" kami mencapai klimaks bersamaan.


"makasih sayang, walau sakit, kamu masih mau melayani saya" ucap bima dengan nafas terengah engah usai kegiatan panas kami barusan.


"sama sama sayang, itu sudah kewajiban aku sebagai istri" jawabku sambil memeluk kembali tubuh wangi bima.


Tak hanya sekali kami melakukan kegiatan panas, kami kembali mengulangnya setelah tenaga terisi kembali sampai sampai, vaginaku terasa panas katena di gagahi bima berkali kali, namun melihat kepuasan di wajah suamiku, membuatku melupakan rasa sakit dan lelah di sekujur tubuhku.


*****bantu like dan vote ya readers....

__ADS_1


__ADS_2