Realita Cinta

Realita Cinta
Masalah baru


__ADS_3

Hampir 4 bulan lamanya Bara menjadi personal trainerku menggantikan bella yang tak lagi muncul ditempat fitness, dan selama itu pula aku tak memberitahukan tentang Bara kepada bima.


Karena menurutku tak penting menceritakan tentang Bara kepada bima.


"chy, nanti setelah latihan, aku pengen ngomong sesuatu sama kamu" kata Bara di sela sela latihan kami.


"ngomong aja sekarang gapapa bar, aku masih bisa dengerin kok" jawabku dengan nafas terengah engah.


"nanti saja chy, sekarang fokus sama latihan dulu" jawab bara.


Setelah selesai latihan, aku langsung ganti baju dan bergegas pulang,ketika sampai di tempat parkir, sudah ada bara yang sengaja menungguku.


"eh kamu bar, mau pulang juga?" tanyaku.


"enggak, aku sengaja nungguin kamu" jawab bara sambil tersenyum.


"oya tadi kamu mau ngomong apa?"


"chy, aku suka sama kamu" kata bara tiba tiba.


"apaa??" kataku terkejut.


"aku tau, seharusnya aku ga ngungkapin ini sama kamu, tapi semakin aku tahan semakin membludak rasanya di hatiku"


"tapi bar, aku bukan gadis single, aku punya anak dan suami yang sedang menungguku dirumah" jawabku sambil menaiki motorku.


"iya aku tau chy... aku rela kamu jadiin selingkuhan"


Kata kata bara yang horor, membuatku melotot tak percaya,


"apa kamu sudah gila bar? aku ga mau menduakan suamiku!" jawabku dengan tegas.


Tanpa menunggu respon dari bara aku tancap gas meninggalkan bara sendiri di parkiran, sedang aku meracau sepanjang perjalanan pulang.


"bisa bisanya dia berkata seperti itu padaku"


" dia pikir aku perempuan gampangan apa" racauku saat di atas motor.


"kamu kenapa sayang? kenapa datang datang muka kamu jadi badmood gitu?" tanya bima setelah aku sampai dirumah.

__ADS_1


"nanti aku ceritakan, aku mau mandi dulu" jawabku.


Bima hanya menatapku dengan heran, dan akupun segera mandi lalu menyusui chyma.


"sebenernya ada apa sayang?" tanya bima setelah aku menidurkan chyma di boxnya.


"kita bicara diluar, aku takut chyma bangun lagi" kataku sambil menarik bima keluar kamar.


"sayang, ada satu hal yang harus aku ceritain, sebenernya ga penting juga sih" kataku mulai bercerita.


"sebenernya mulai 4 bulan yang lalu, aku sudah ganti personal trainer, karena yang lama sudah tak pernah hadir lagi, entah apa alasannya"


"lalu" kata bima.


"jangan dipotong dulu, biarkan aku cerita sampai tuntas" sergahku.


"oke baiklah, lanjutkan" kata bima lagi.


"aku mendapat personal trainer baru namanya bara"


"dia laki laki??" kata bima terkejut.


"sayaaang, kan udah aku bilang, jangan menyela ceritaku dulu" jawabku kesal.


"bara seorang laki laki, dan dia tahu kalo aku sudah punya anak dan suami"


" selama 4 bulan ini berjalan biasa saja, tak ada gangguan apapun, sampai hari ini, bara menyatakan perasaannya padaku, dan dia bilang rela menjadi selingkuhanku" kataku takut takut.


"apaaaa???" kata bima mulai emosi.


"aku jelas menolaknya.." kataku tambah takut melihat ekspresi wajah bima yang tersulut amarah.


"lebih baik kamu berhenti dari tempat fitness itu, sudah aku duga pasti akan terjadi seperti ini, siapa yang ga akan tertarik denganmu? kamu cantik dan masih muda" kata bima dengan ketus.


"yang penting kan aku sudah menolaknya sayang, dan kalau aku berhenti darisana, bagaimana dengan usahaku selama ini?"


" ya sekarang kamu bisa menolaknya, tapi kalo dia bertindak lebih jauh, aku takut kamu terbawa arus!"


"aku janji....."

__ADS_1


" aku ga butuh janji kamu, kalo aku suruh berhenti ya berhenti!" kata bima menekankan.


"yaa....." sahutku lemas


"aku akan belikan alat fitness dan kamu bisa latihan dirumah" kata bima kemudian.


Dan benar saja ucapan bima, seminggu setelah kejadian itu, bima benar benar membelikanku alat fitness sehingga aku tak punya alasan lagi untuk pergi ke tempat fitness.


Seiring waktu Barapun menghilang bak ditelan bumi, aku memang sudah menghapus nomornya dari ponselku.


*********


"makin ke depan akan semakin banyak ujian yang menguji pernikahan kita sayang dan aku harap bisa menghadapinya bersama sama denganmu, kita harus saling percaya dan menjaga perasaan cinta kita agar tak pernah menghilang dari hati ini" kata bima ketika kami sedang bersantai di kamar berdua, sedang chyma dibawa omanya jalan jalan.


"iya sayang, aku akan belajar lebih terbuka lagi tentang apapun itu" jawabku sambil menyandarkan kepalaku dpangkuan bima, bima mengelus lembut kepalaku membuatku sangat nyaman.


"pernikahan ini bukan hanya untuk setahun dua tahun sayang tapi untuk selamanya sampai akhir hayat kita, wajar kalau di tengah perjalanan akan timbul rasa bosan, jadi aku harap kita bisa saling terbuka ya"


"iya sayang, makasih ya selama ini kamu sudah membimbing aku, menyayangi aku sepenuh hati, walau aku suka uring uringan kamu tetep sabar ngadepin aku"


"sama sama bidadari surgaku, kita akan menua bersama dan membesarkan anak anak kita sampe jadi orang yang berguna untuk semua orang"


"love you suamiku..."


"love you istriku...."


Tepat usia chyma menginjak satu tahun, aku hamil lagi untuk yang kedua kalinya,


"sayaaaang.....nih..." kataku sambil memberikan testpack dua garis pada bima.


"ya Allah, kamu positif hamil sayang?" kata bima antusias melihat testpack dua garisku.


"hemmm..." aku hanya mengangguk, terharu dan bahagia.


""alhamdulillah, makasih ya sayaang... jaga kesehatan dan berhenti fitness mulai sekarang, nanti alat alat fitnessmu biar aku simpen di gudang" kata bima sambil mengecup perutku yang rata.


"iya siap komandan...." jawabku.


Menikah bukan sekedar hanya berkomitmen dan hidup bersama dalam satu atap, tapi juga bagaimana kita saling mengerti satu sama lain sebagai pasangan hidup.

__ADS_1


Sungguh kebahagiaan hakiki yang tak dapat ku dustai, suamiku yang tampan, penghasilan yang mapan di tambah dengan anakku yang lucu dan sehat serta calon bayiku yang masih didalam perut, nikmat mana yang harus aku dustakan?


TAMAT


__ADS_2