
Sembilan bulan menanti, kini tiba saatnya menyambut kelahiran putra keduaku yang jika dilihat dari hasil USG, jenis kelaminnya laki laki.
Alhamdullillah lengkap sudah kebahagiaan kami ya Rabb, kau percayakan sepasang anak dalam keluarga kecil kami, yang pertama perempuan dan yang kedua laki laki, yang sepakat kami beri nama,
Anugerah Putra Atmadja.
Baby Nugi wajahnya sangat mirip denganku kata Bima, ya setidaknya bisa jadi upah untukku yang telah mengandungnya selama 9 bulan lamanya, mengingat Cici anak pertamaku yang wajahnya bak pinang di belah dua dengan Bima, aku sempat cemburu dibuatnya.
Cici menyambut kehadiran sang adik dengan penuh suka cita, pertama kali bertemu, Cici langsung menghujani baby Nugi dengan ciuman hangat seorang kakak.
"Cici sayang adik?" tanyaku sambil membelai rambutnya dengan lembut.
"iya, akak cayang adek!" sahutnya dengan nada khas kanak kanak, membuat hatiku bergetar bahagia, inilah hidupku sekarang, seorang ibu dengan putra putri yang sangat tampan dan cantik serta sangat menggemaskan.
Siapa yang menyangka akan menikah dengan Seorang polisi seperti Bima? mengingat kisah cintaku yang terdahulu, memang sih memiliki pasangan seorang aparatur negara adalah mimpiku saat kecil, siapa yang menduga? semuanya malah menjadi kenyataan.
Bahkan Bima, suamiku sendiri tak percaya ketika aku menceritakan mimpi kecilku tersebut.
"masak sih anak kecil punya mimpi menikahi seorang aparat negara?" katanya tak percaya.
"kamu ga percaya?? aku sangat mengagumi seragam mereka, semacam daya tarik tersendiri ketika melihat seorang pria mengenakan seragamnya!" kataku menjelaskan sudut pandang ku sendiri.
"tapi.. dulu saat pertama kali kita ketemu, kayaknya kamu ga tertarik melihatku!" sahutnya mencelos.
"masak sih?" aku balik bertanya sambil menahan tawa.
"ish!! kamu tuh keliatannya sombong dan judes!" lanjutnya bercerita.
"terus?" kataku sambil mengelus kepala baby Nugi yang tidur di pangkuanku sedang Cici sudah kembali bersama neneknya diluar.
"ya awalnya aku ragu karena takut sama wajah kamu!"
" jadi menurut kamu, wajah aku nakutin gitu?" kataku sambil melotot padanya.
__ADS_1
"abisnya kamu jutek banget, padahal aku sudah pasang tampang setampan mungkin di depan kamu waktu itu, jangankan kamu melihat, melirikku aja enggak!"
"sebenarnya itu cuma jurus supaya kamu penasaran sama aku!" jawabku lalu cekikikan.
"jujur deh, dulu awalnya kamu suka ga sih ketemu aku pas di alun alun itu?"
"kalo pas di alun alun sih belum suka, aku kuga lagi broken heart waktu itu jadi males lah naksir naksiran ga jelas!"
"aku ga nyangka loh sebenarnya, kamu nerima aku bahkan sekarang kamu jadi istriku, ibu dari anak anakku!"
"kalo masalah ga nyangka, aku juga ga nyangka bisa punya suami tampan kaya kamu.. hehe..." jawabku sambil terkekeh.
Bima mendekati wajahku, dia mencium keningku lamaaaaaaaaaa sekali seolah menyalurkan kehangatan cintanya padaku.
"jangan pernah berubah ya meskipun suatu saat aku tak setampan sekarang dan rambutku mulai memutih!"
"aku yang seharusnya berkata seperti itu, jangan pernah berubah ya ayahnya anak anakku, karena body ku sudah tak sebagus dulu dan aku sudah "turun mesin" dua kali!" kataku sambil mengusap lengannya yang kekar.
"turun mesin? kaya kendaraan bermotor aja!!" sahutnya lalu tertawa.
"hahaha.. omongan mu mesum! bikin juniorku bereaksi nih!" katanya sambil menunjukkan isi celananya yang menonjol.
Aku menepuk paha dalamnya yang dekat dengan bagian yang menonjol tersebut, bisa bisanya juniornya berdiri di saat seperti ini.
"auw..kok malah di pukul sih sayang!" keluhnya kesakitan.
"abisnya ga tau tempat sih!!" sahutku.
"dia bereaksi sendiri kok, bukan aku yang nyuruh!" katanya masih sambil mengerang kesakitan.
"di kontrol donk!"
"kamu yang mancing mancing duluan!" ujarnya merajuk.
__ADS_1
"mancing apaaan? cuma ngomong doank, masak iya kepancing?"
" kalau sama kamu, deket deket begini aja udah keras, di tambah kamu ngomong mesum, ya sukses berdiri dia nya!!!"
"dasar maniak!"
"maniak sama kamu doank, sama yang lain ga bereaksi meski mereka telanjang di hadapanku sekalipun!"
"heleh!! mana ada kucing nolak di kasih ikan?"
"liat liat kucingnya sayang, kucing anggora mana mau ikan laut murahan!!"
"kalo di kasih gratisan, pasti dimakan lah!"
"nah di liat dulu gratisannya, karena yang gratisan biasanya sudah expired!" jawabnya tak mau kalah.
"alesan mulu!!!"
"lhoh beneran kok sayang, ikan udah siap sedia di rumah, lebih terjamin kualitas dan kebersihannya juga! buat apa masih ngelirik ikan ikan yang geletakan ga jelas di pinggir jalan?"
"pinter banget ya nyari alasan nya!!"
"bukan alasan, kenyataannya begitu adanya..." jawab Bima.
"ntar ada yang bening dikit, langsung jelalatan!"
"cintaku cuma buat Echy aja...love you sayang"
"gombal!"
"giliran bilang cinta di bilang gombal, ga bilang cinta dibilang ga perhatian! dasar emak emak!!!" sahutnya lalu terkekeh.
"emak emak? enak aja!!!!? ngeselin banget sih!!!"
__ADS_1
"pokoknya I Love You...."
🏅🏅🏅🏅🏅🏅🏅