
Menurut rencana, hari ini abi dan umminya bima, akan bertamu kerumah, aku memberitahukan hal ini pada ibu, ibu mengambil cuti untuk menyambut kedatangan orangtua bima.
Akupun minta cuti untuk membantu ibu mempersiapkan segalanya.
"mau masak apa chy??" tanya ibu setelah kami berada di dapur, sehabis belanja ke pasar.
"umminya bima suka capcay bu, kalo abinya suka udang krispy, menurut ibu, selain dua masakan itu, kita harus masak apalagi?" aku bertanya balik pada ibu karena merasa bingung.
"hemmm... gimana kalo capcay, mie goreng, udang krispy, ayam bumbu kecap sama bakso aja??" jawab ibu menyarankan.
"heemmm... boleh juga idenya ibu, ya udah echy setuju, yukkk mulai masakkkk" kataku sambil memasang apround.
🍚🍚🍚🍚
Sejam lebih berkutat di dapur, akhirnya masakan kami selesai, tinggal di tata rapi di meja makan.
"bu, maafin echy ya?? echy bolak balik bikin ibu repot!" kataku.
" repot apaa?? ibu seneng kok kalo kamu seneng" jawab ibu.
"iya, dulu pas keluarga diaz kesini, ibu repot, sekarang keluarga bima kesini ibu repot lagi, sekali lagi maafin echy ya bu" kataku sambil memeluk ibu dari belakang.
"ibu ga merasa di repotkan nak, semua diluar kendali kita, kamu juga ga berniatkan membuat keadaan jadi seperti ini?"
"iya bu, aku masih ga nyangka aja kalo aku ga berjodoh sama diaz, padahal rasanya dulu aku ga bisa jatuh cinta lagi selain sama diaz bu"
"Cuma Allah yang bisa membolak balikkan perasaan seseorang, Allahu' alam" jawab ibu.
"ya udah, kamu mandi sana trus dandan yang cantik, ibu juga mau mandi, bibi kamu sudah di kabari kan chy?" tanya ibu.
" sudah donk bu, katanya ga bisa datang lebih awal, tapi di usahakan datang secepatnya sebelum tamunya dateng" jelasku pada ibu.
" oh ya udah kalo gitu"
🥭🥭🥭🥭
"assalamualaikum" suara yang familiar di telingaku, suara bima yang sudah ada di depan pintu rumahku bersama dengan kedua orangtuanya.
"waalaikumsalam" jawab ibu, ibu, paman dan bibi keluar duluan untuk menyambut kedatangan bima dan orangtuanya sedangkan aku tetap didalam dengan perasaan yang campur aduk.
__ADS_1
Setelah bersalaman dan saling memperkenalkan diri, ibu mempersilahkan mereka duduk dan mencicipi hidangan yang sudah ada di meja ruang tamu.
"monggo sambil di cicipi, semuanya buatan sendiri, semoga rasanya tidak mengecewakan" kata ibuku dengan ramah.
" terimakasih bu, maaf kalo kedatangan kami merepotkan" kata umminya bima.
Setelah bercermin berkali kali dan lumayan percaya diri dengan penampilanku saat ini, akupun keluar untuk menemui bima dan orangtuanya, aku menyalami mereka bergantian.
" nah ini diaaa,duduk sini cah ayu" kata bibi yana yang melihatku berjalan menuju tempat mereka berkumpul.
Akupun menundukkan kepala malu malu dan gugup, sedang bima memandangku tanpa berkedip,
"udah donk liatnya, sampe ga kedip gitu bim" kata ummi menggoda bima.
Bima menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena salah tingkah dengan ucapan ummi.
Semua pun tertawa melihat tingkah bima, akupun makin tersipu malu.
"jadi begini bu, saya rasa nak echy mungkin sudah menjelaskan maksud kedatangan kami kesini hari ini, tapi saya tetap akan mengucapkannya sendiri, Saya abinya bima, bermaksud untuk meminang putri ibu untuk menjadi istri anak kami bima, dan kami mohon persetujuan dari ibu selaku orangtua dari nak echy" kata abi panjang lebar menjelaskan maksud kedatangan mereka.
"bukan hanya bima bu, saya pun sudah jatuh hati sama putri ibu dan berharap semoga secepatnya bisa menjadikan echy sebagai menantu kami" kata ummi menambahkan.
"saya serahkan semuanya sama echy dan nak bima, karena mereka yang akan menjalani kehidupan berumah tangga, jadi gimana nak? kamu setuju? kalo kamu setuju, ibu setuju nak" tanya ibu sambil melihat kearahku yang masih tetap tertunduk.
Aku hanya bisa mengangguk tanpa bisa bersuara saking gugupnya, mereka yang sedang harap harap cemas menunggu jawabanku, mengucap syukur setelah mendapat jawaban berupa anggukan dariku.
"alhamdulillah...." kata mereka bersamaan.
"saya harap bisa secepatnya menikahkan mereka berdua" kata abi.
"saya juga berharap begitu pak, karena echy pernah gagal sebelumnya, saya rasa tak perlu ada acara pertunangan lagi" jawab ibu.
"kalo begitu lebih cepat lebih baik" kata pamanku yang daritadi hanya mendengarkan.
"sesuatu yang baik, memang tidak boleh ditunda tunda" tambah bibi yana.
"jadi bagaimana kalo sekalian kita menentukan tanggal yang baik untuk pernikahan mereka berdua??" usul abi.
"saya setuju" tambah ummi.
__ADS_1
"saya juga setuju, kita sesuaikan saja tanggalnya dengan jadwal mereka, mereka yang bisa mengatur kapan bisa cuti dan lain sebagainya"
"gimana kalo bulan depan?" kata bima akhirnya mengeluarkan pendapatnya.
Aku langsung mendongak dan melihat kearah bima, kaget dengan perkataannya barusan.
"kenapa kaget?? apa terlalu lama?" katanya sambil tersenyum menggoda.
Aku makin terbelalak dibuatnya, dan mereka semua yang ada di ruang tamu, tertawa melihat kelakuan kami berdua.
🍝🍝🍝🍝
"saya bahagia sekali, apa kamu juga bahagia?" tanya bima.
"aku jauh lebih bahagia lagi bim, rasanya semua seperti mimpi,waktu terasa begitu cepat berlalu, belom lama kenal, dan sekarang udah mau nikah aja" kataku antusias.
"saya sudah ga sabar mau nikahin kamu" kata bima dengan wajah yang berbinar.
"ya ampun bim, tinggal menghitung hari aja dari sekarang menuju tanggal pernikahan kita.." jawabku.
"dan mulai minggu depan, kita ga boleh ketemu lagi seperti ini, kata ibu, kita di pingit" lanjutku.
"ya udah, kalo ga boleh ketemu, kita video call aja supaya saya tetap bisa lihat wajah kamu" kata bima dengan santainya.
"ga boleh juga kata ibu" jawabku.
" kalo kamu ga bilang, ibu ga akan tau sayang" kata bima.
Hep...rasa panas menjalar ke pipiku, sudah dipastikan pipiku pasti merona... mendengar bima memanggilku dengan kata " sayang".
"jangan kaget gitu, mulai sekarang kamu harus terbiasa kalo saya panggil sayang" kata bima lagi melihat wajahku yang merona.
"ii... ii...ya...." jawabku dengan gugupnya.
"kamu ini gemesin sekali" kata bima lagi, senyum senyum sendiri sambil menyetir mobilnya.
Atas kesepakatan bersama, acara pernikahan akan dilaksanakan di gedung islamic center, mengingat akan ada acara dari kepolisian yang akan memakan tempat, tak mungkin melaksanakannya di rumah, halaman rumahku terlalu sempit.
Aku membagikan undangan pernikahanku pada semua orang yang ku sayangi, malika dan keluarganya.. tak luput aku mengundang diaz dan keluarganya, serta dean.
__ADS_1
*jangan lupa di like dan di vote yaaa readers....