
Echy telah dipindahkan ke ruang rawat inap, setelah kesadarannya benar benar pulih.
"ckkkk....esshhh... sakit banget perutku" keluhku ketika pertama kali membuka mata.
"sabar ya sayang, jangan banyak bergerak dulu" kata bima menenangkan.
"anakku mana??" tanyaku kemudian.
"anak kita ada di ruang bayi sayang, sebentar lagi perawat akan membawanya kemari" jawab bima sambil mengelus puncak kepalaku.
Aku berusaha menepis tangan bima,
"ga usah pegang pegang, aku males sama kamu" kataku ketus.
"ya Allaaah sayaaang... kamu sudah lahiran nak??" kata ummi yang tiba tiba datang dari balik pintu.
"ummikkk...." seruku ketika melihat ummi datang, aku menangis seperti ingin mengadu.
"iya sayaaang.... selamat yaa... sudah lunas semua perjuangan kamu selama 9 bulan lamanya" kata ummi seraya memelukku yang hanya bisa berbaring lemah.
"bayi kalian ada dimana?"tanya ummi sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan.
"sebentar lagi juga di anter mik" sahut bima yang sudah pindah posisi ada di sisi ranjang.
tok..tok...
Datang seorang perawat dengan menggendong bayi berselimut warna pink.
"ini bayinya bu echy, sudah mandi dan sudah diberi susu formula, karena ibu agak lama sadarnya jadi kami memberi sufor untuk sementara , kalo ibu sudah bisa duduk, silahkan coba diberi ASI" kata perawat dengan sangat jelas.
"terimakasih sus..." kataku sambil tersenyum senang plus terharu, untuk pertama kalinya bersitatap dengan bayiku yang selama 9 bulan di kandunganku.
"Ya Allah.. cantiknya anak mama" kataku sambil menangis melihat bayi perempuan di sampingku ini.
"Anak kalian cantik sekali nak... " kata ummi yang juga menangis haru melihat cucu pertamanya.
"assalamualaikum... echy? kamu baik baik aja nak?" ibuku tiba tiba datang dan langsung melihat keadaanku yang terbaring lemah, ibu menangis melihat keadaanku.
__ADS_1
"waalikumsalam bu, alhamdulillah echy dan bayinya sehat walau harus melewati proses operasi sesar" sahut bima sambil menyalami ibuku yang hanya fokus melihatku.
"alhamdulillah...kalo kalian berdua sehat nak" kata ibu.
"Ini bayi kalian bim?" lanjut ibu yang melihat bayi perempuan di gendongan umminya bima.
"iya ini cucu kita bu... sangat cantik seperti mamanya" jawab ummi sumringah.
"di malah sangat mirip denganku mik..." sanggah bima.
Aku hanya bisa melirik tajam kearah bima, sedang bima terkekeh melihat sikapku yang masih marah padanya.
"oya sudah ada nama buat anak kalian?" tanya ummi.
"sudah ma...sudah bima siapkan dari jauh jauh hari..." jawab bima dengan bahagia.
"siapa namanya?" tanya ibuku penasaran.
"Chyma Putri Atmadja" jawab bima.
"panggilannya cici" lanjutnya.
Sore harinya dengan dibantu bima, aku berusaha untuk bisa duduk karena sudah tak sabar memberikan ASIku yang sudah meluber akibat payudaraku yang membengkak.
"kalo bukan karena chyma, aku ogah deket deket sama kamu!" kataku ketus tapi dengan suara pelan, takut ibu atau ummi mendengarnya.
"sayang sudah donk marahnya, kalo kamu memang ga suka ada bulan dirumah, aku carikan asisten rumah tangga yang baru, gimana??" kata bima, dengan suara pelan pula.
"kalian bisik bisik apaan sih" kata ummi yang melihatku berbisik dengan bima.
"ga kok mik, bima cuma suruh echy hati hati aja..." bantah bima.
Echy mulai menggendong bayinya dan belajar memberikan ASI kepada chyma,
"ayo nak.. di mimik asinya ya... payudara mama sakit banget kalo ga kamu minum susunya" kataku sambil mengelus pipi mungil bayiku.
Sesuai harapan, chyma langsung merespon ****** susuku dan mulai mengenyot dengan sempurna.. ada rasa sakit dan perih tapi tidak sebanding dengan rasa bahagiaku bisa memberikan ASI pada buah hatiku.
__ADS_1
Baby Chyma tampak tertidur dengan pulasnya setelah puas menyusu padaku, perlahan bima mengambil alih chyma untuk diletakkan di box bayi.
"ummi sama ibumu mau keluar sebentar ya, tadi ga sempet makan dirumah karena buru buru" pamit ummi pada kami.
"oya mik.. maaf ga bisa sediain apa apa disini, semua serba mendadak mik" kata bima.
"ya udah ntar sekalian ummi mampir supermarket deh, kamu tulis bim, apa aja yang dibutuhin disini" kata ummi.
Sepeninggal ibu dan ummi, bima berjalan ke arahku,
"maafin aku ya...semua diluar rencana dan dugaan, kalo aja kita ga ribut kemaren, mungkin ga seperti ini jadinya" kata bima sambil berusaha merangkulku.
"iiih apaan sih, ga usah peluk peluk, tolong bantuin aku rebahan, aku capek" jawabku masih ketus.
"aku bakal nyuruh bulan berhenti dan segera mencari asisten rumah tangga yang baru" kata bima.
"terserah!" jawabku.
" kok terserah sih sayang?" kata bima dengan sabar.
"ya terserah kamu, itu kan rumah kamu, bukan rumahku!" jawabku cuek.
" sayang, kamu kok ngomongnya gitu?semua milikku adalah milik kamu juga sayang, kita satu keluarga, kamu istriku, ibu dari anakku" kata bima mulai memelas.
Aku berusaha tak termakan ucapan manisnya, walau jauh dilubuk hatiku yang paling dalam, aku tak tega melihat bima memelas seperti ini, bagaimanapun juga, semua bukan salah bima sepenuhnya.
"hallo bulan, ini saya bima, mulai besok kamu ga udah kerja lagi ya, nanti gaji kamu saya transfer"
"enggak, kamu ga punya salah apa apa kok, tapi karena echy mau tinggal dirumah ummi saya, disana sudah ada asisten rumah tangganya"
"ya udah terimakasih bulan" ucap bima mengakhiri percakapannya dengan bulan melalui telepon.
"ck... ngapain harus bohong sih?" kataku kesal dengan sikap bima.
"setidaknya kita ga menyinggung perasaan bulan sayang" jawab bima mengutarakan alasannya.
" ciiih... segitu pedulinya kamu sama perasaan dia!" kataku tambah kesal.
__ADS_1
"kamu cemburu lagi sayang?? itu artinya kamu cinta banget ya sama aku" goda bima sambil mencium pipiku.
"Pede amat sih!" jawabku sambil membuang muka.