Realita Cinta

Realita Cinta
Tahan Banting


__ADS_3

"kamu harus tahan dari semua cobaan nak, ini belom seberapa, kalian harus pintar pintar menjaga keutuhan rumah tangga kalian" nasehat ummi yang masi memelukku.


"maafin aku sayang,,,,,," kata bima kemudian membuka suara.


" maafin aku juga sayang, ga percaya sama kamu..."kataku beralih ke pelukan bima.


"ummi harap, cinta kalian bukan hanya di bibir saja, harus saling percaya dan menguatkan" ucap ummi lagi.


"terimakasih mik...." jawabku.


Ummi yang mendengar suara tangisan chyma, langsung menghambur ke kamar untuk menggendong chyma. memang ikatan batin antara cucu dan omanya lebih kuat, terbukti ummi lebih sering mengunjungi kami sekarang. semata mata untuk menjenguk cucu semata wayangnya.


"chyma sama oma dulu yaaa.. mama sama papa mau ngobrol sebentar" kata bima pada chyma seolah chyma mengerti dengan apa yang papanya katakan.


"sayang, waktu itu entah apa yang bulan kasih ke aku, aku bener2 ngantuk saat itu dan aku ga tau apa yang terjadi setelah itu, tiba tiba paginya aku melihat dia tidur di sampingku, aku panik dan takut kamu tambah marah jadinya aku simpan semuanya sendiri apalagi setelah itu kamu harus operasi" jelas bima sambil merangkulku.


"mangkanya jangan sembarangan memperkerjakan perempuan dengan usia yang masih muda, mereka bisa aja menyimpan rasa buat kamu, dari awal aku sudah curiga kalo bulan terobsesi sama kamu" jawabku.


"iyaaa sayang....."


"kamu jangan terlalu baik sama perempuan lain karena kebanyakan dari mereka jadi baper,apalagi liat wajahmu, santunmu lebih lebih seragammu, mereka pasti langsung terpikat"


"terpikat sama kaya kamu kan?"


"aku ga terpikat sama seragam kamu!" jawabku cuek.


"lalu??"


"kamu pikir aku cinta sama kamu karena seragam kamu?? cih... kamu inget awal kita ketemu? kamu berseragam tapi saat itu aku ga sama sekali punya perasaan denganmu!" jawabku.


"itulah yang membuat kamu berbeda sayang, sejak awal ketemu, aku sudah penasaran sama kamu, biasanya para cewek akan menatapku intens, sedang kamu malah cuek sambil makan baksomu yang pedes itu!" kata bima lagi.


"oh jadi saat itu kamu udah naksir aku yaaa..." godaku.

__ADS_1


" iyaa.. emang aku mulai suka sama kamu sejak pertama kita ketemu, kenapa?"


" ya gapapa sih, cuma kenapa kamu gampang sekali suka padahal kita baru ketemu saat itu"


"dan baru pertama kali juga aku langsung suka sama perempuan sayang, entah kenapa daya tarik kamu bener bener berbeda dari cewek kebanyakan"


"yang bener???" kataku sambil mengangkat alisku sebelah.


" bener lah, kamu tanya aja sama tama atau sama ummi, aku ga pernah tertarik sama cewek2 yang deketin aku"


"yayayayaa pak polisiku yang ganteng..." kataku sambil mencium pipinya.


"pipi doank nih? yang ini ga dicium juga?" tanya bima sambil menunjuk bibir seloninya.


cuph.... aku mencium bibirnya sekilas tapi bima malah meraih tengkukku dan mulai ******* bibirku, kami berciuman lama sampai rasanya kehabisan nafas.


"makasih ya sayang sudah memilih aku dari sekian banyak cewek yang rela ngantri untuk jadi pasangan hidup kamu" kataku setelah pagutan kami terlepas.


"aku juga berterimakasih sama kamu karena mau menjadi pendamping hidupku dan memberiku seorang anak yang cantik dan lucu"


"eheeemmm...sudah mesra mesraannya?' goda ummi.


"eh ummi...." kataku sambil melepas pelukan bima.


"ummi mau pulang dulu, karena abimu pasti sudah pulang sekarang" kata ummi sambil menyerahkan chyma ke gendongan bima.


"ya ummi, hati hati dijalan ya mik..." kataku sambil memeluk ummi kembali.


*********


"sayang kalo aku mulai fitnes, boleh ga?? badanku melar nih, belom kembali ke berat badan semula padahal sudah diet" kataku gusar.


"kalo kamu fitness, yang jagain chyma siapa?" tanya bima.

__ADS_1


"ya kamu lah sayang, kamu anterin dan tungguin aku di tempat fitness sambil ngejagain chyma, gimana??" kataku dengan jurus puppy eyes ku yang selalu sukses membuat bima luluh.


"ish... selalu aja pasang muka melas setiap minta apa apa" decih bima.


Aku hanya nyengir kuda mendengar decihan bima,


" ya udah, nanti aku temenin fitness....." akhirnya bima memberi ijin juga.


"makasih suamiku...." kataku senang.


Hari ini hari pertamaku datang ke tempat fitness, aku mengambil jadwal 3 kali pertemuan dalam seminggu.


suara gaduh ketika aku masuk ruang fitness, sebagian dari para ibu ibu sosialita ini histeris dengan kedatangan bima, yaa.. bimaa, suamiku.. papa muda yang sedang menggendong bayinya, dengan kaos oblong hitam pas badan, celana denim selutut serta topi yang dipasang terbalik, membuat bima berkali kali lipat lebih tampan. kaos hitamnya lebih menonjolkan kulitnya yang putih bersih dan dadanya yang bidang.


"lain kali kalo kesini, kamu pake masker aja sayang.. trus bajunya yang longgar longgar aja, bisa mati cemburu aku gara2 emak emak disini" kataku dengan setengah berbisik.


Bima hanya terkekeh sambil menimang chyma,


"duh cantiknya,,, anaknya ya?" tanya seorang emak yang nekat mengahmpiri bima.


"iyaaa..." jawab bima dengan ramah.


"cantikkk... kaya papanya" imbuhnya.


"terimakasih" ucap bima lagi.


"ayo sayang, aku sudah mau mulai nih" kataku sambil menggandeng lengan bima, sedang emak yang tadi menyapa, memandang sinis ke arahku.


"tekanan bathin juga lama lama kalo kaya gini caranya, sayang besok kamu jagain chyma dirumah aja sama bi tatik, aku berangkat fitness sendiri aja!" kataku dengan kesal.


"hemmmmm... terserah kamu aja sayang"


"resiko punya suami ganteng, harus tahan banting" kataku lagi.

__ADS_1


Bima hanya terkekeh pelan.


__ADS_2