
Sejenak aku menatapnya, menatap orang yang sangat aku kenal bahkan sangat aku cintai tapi sepertinya tidak dengannya, yang membuang muka ketika mata kami bertemu...
Yuhuuu..... dunia novel yaaa, sempit banget, daaan benar saja sekarang aku berdiri di depan ruang kelas mahasiswa tingkat akhir, tepatnya lagi ini adalah kelas diaz!
Melihat sikapnya yang begitu dingin, membuat hatiku makin hancur... namun aku harus bersikap profesional, aku berusaha mengabaikannya dan memulai sesi perkenalan yang menjadi tugasku dan tama.
"selamat pagi para calon sarjana" kata tama membuka sesi kami.
"Nama saya Tama, staff accounting Bank TNT, dan di sebelah saya...." kata tama dengan ramah dan tersenyum manis, sambil menunjuk ke arahku untuk melanjutkan perkenalan.
Riuh suara sorak dan tepuk tangan dari mahasiswi yang mulai terhipnotis oleh ketampanan siwon made in indonesia ini.
"Dan saya Echy staff pembukuan Bank TNT, senang berkenalan dengan para calon sarjana tekhnik yang membanggakan" lanjutku dengan nada yang tak kalah ramah dan senyum manis menampilkan lesung pipiku yang hanya ada sebelah saja.
"echy masih single gak?" celetuk salah satu mahasiswa.
"boleh bagi no hp ga?" celetuk yang lain.
Aku dan Tama saling berpandangan, mencoba mengatur situasi yang ada.. tanpa menghiraukan pertanyaan yang diluar jalur, kami melanjutkan tugas kami sampai berakhir dengan lancar.
30 menit berlalu.....
"terima kasih atas perhatian dan waktunya... semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat buat semua"kataku mulai menutup acara ini.
"untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi website kami yaa..." kata tama menambahkan.
Setelah acara selesai, aku dan tama keluar ruangan tersebut, tapi ada seorang mahasiswa yang mencegatku dengan pertanyaannya.
"kasih extra part donk" kata mahasiswa tersebut sambil mengacungkan tangan.
Aku dan tama berbalik dan kembali menghadap para mahasiswa dan mahasiswi tersebut.
"extra part?" kataku mengulang perkataan mahasiswa tersebut sambil menaikkan sebelah alisku.
"iya, bonus, dengan menjawab pertanyaan kami" kata mahasiswa itu lagi.
Aku menoleh kepada tama meminta persetujuan, tama hanya mengedikkan bahunya tanda setuju.
"okee, kalo begitu saya akan menjawab satu pertanyaan dan begitu juga dengan rekan saya tama, mengingat waktu kami yang terbatas" jawabku dengan ramah.
"jadi apa pertanyaannya?" lanjutku.
"echy masih single gakk?" tanya mahasiswa itu sambil tertawa.
__ADS_1
Aku kembali terkejut dengan pertanyaan ini, sekilas aku menoleh pada diaz yang tetap acuh dengan kehadiranku, dia bahkan tak menatapku sama sekali, benar benar hancur berkeping keping rasanya hati ini.
Dengan sisa sisa kekuatan hati yang telah hancur, aku menjawab pertanyaan mahasiswa tersebut dengan yakin,
"Saya masih single" jawabku dengan lantang sambil kembali tersenyum manis.
Mendengar jawabanku, diaz menoleh ke arahku, akhirnya mata kami bertemu lagi, tatapannya penuh kemarahan dan kekecewaan, akupun tak kalah kecewa dan sakit hati diaz, batinku berkata seolah ingin menyampaikannya dengan tatapan mataku.
Beberapa menit berpandangan, lalu diaz membuang muka dengan kasar, akupun mulai tersadar dari lamunan sesaatku dan ikut ikutan membuang muka.
Suasana kelas semakin riuh akan sorak dan tepuk tangan para penghuni kelas tersebut, ditambah lagi dengan jawaban tama yang mengklaim dirinya yang masih jomblo,mulai terdengar jerit histeris para mahasiswi yang memekakkan telingaku.
Setelah menjawab pertanyaan yang katanya extra part untuk mahasiswa tersebut, kamipun segera berlalu pergi meninggalkan kelas tersebut karena memang tugas kami sudah selesai.
**********
Sebenarnya saat ini hatiku sedang tak baik, aku ingin menangis sekeras kerasnya. merasa sesak di dada, aku berlari menuju kamar mandi kampus dan menangis sejadi jadinya, menumpahkan segala kesedihanku karena masalahku dengan diaz tak kelar kelar meski sudah sebulan berlalu, bahkan diaz seperti tak mengenalku meski kita berada dalam satu ruangan.
"aku bisa gila kalau begini terus" gumamku pada diriku sendiri.
Lalu aku mencuci mukaku yang kusut karena menangis, agar terlihat lebih segar.
Dan.... aku memutuskan untuk mengirim sms pada diaz,
Aku menunggunya di taman...
Yaaa ini hari santai, hari ketiga outbond kantorku, pihak manajemen memberi kami semacam " me time" sebelum mengakhiri outbond.
10 menit berlalu, tak ada tanda tanda dia datang....
25 menit pun berlalu, aku mulai merasa bosan, aku berdiri sambil celingukan mencari cari sosok diaz.
dan kini 45 menit telah berlalu begitu saja... aku sudah benar benar bosan kali ini, sepertinya dia benar benar mengabaikan sms dariku, aku pun hendak meninggalkan taman kampus megah tersebut.
Tapi kemudian, ada suara dari belakangku,
"katanya mau ngomong? cepetan, aku ga punya banyak waktu" katanya sambil bersedekap dada menatapku dengan datar.
Aku mendengus kesal karena telah menunggu lama dan ketika dia datang, hanya muka datar yang dia berikan.
"aku juga udah ga punya banyak waktu, waktuku kebuang sia sia buat nunggu!" jawabku ketus.
"ya udah buruan, ga usah belibet" katanya lagi.
__ADS_1
Deg... aku benar benar kaget sekarang, diaz yang tak pernah kasar dan meninggikan suaranya sekalipun kepadaku, sekarang berkata kasar dengan nada tinggi kepadaku.
Aku berusaha menahan tangis, aku tak ingin di anggap remeh lagi, tekadku dalam hati.
Memang awalnya semua salahku, tapi aku sudah berusaha minta maaf padanya dengan berbagai cara, tapi tetap tak di hiraukannya dan sekarang aku sudah benar benar lelah... sepertinya aku harus menyerah kali ini.
"aku minta putus dan aku harap kita pisah baik baik" kataku to the point.
Dia hanya diam mendengar kata kataku barusan, tanpa bergeming sedikitpun dari tempatnya.. melihatnya tak bereaksi, aku pun mulai melangkah pergi meninggalkannya tapi dia mencegahku,
"tunggu ...." kata diaz.
Akupun menghentikan langkahku tanpa menoleh ke arahnya karena aku benar benas malas melihat wajahnya saat ini.
"aku anggap urusan kita selesai, masalah lainnya, biar orangtua kita yang menyelesaikannya" lanjutnya.
bughh..... bak di hantam palu, tak terasa airmataku mulai mengalir deras, membasahi pipiku.
"kalo memang kamu mau putus dari aku, ga usah diem aja, bilang aja terus terang, ga perlu gantungin aku kaya gini" kataku setengah berteriak setelah menoleh kearah diaz berdiri.
"sebulan lebih kamu nyiksa aku, aku memang salah tapi kamu keterlaluan diaz!" lanjutku tetap berteriak meluapkan segala emosi dan sakit hatiku selama ini.
Dia hanya diam mendengar teriakanku.
Setelah merasa cukup lega mengeluarkan semua uneg uneg di hatiku, aku memilih pergi menjauhinya,melihat sikapnya yang acuh dan hanya diam tanpa membantah sedikitpun, membuatku tambah sakit hati.
Cukup jauh aku berlari, dan kini aku berada di koridor kampus yang sepi, aku kembali menangis, dan tangisanku benar benar histeris, siapapun yang mendengarnya akan merasa tersayat sayat hatinya.
" ya Allah, sakit banget hatiku" kataku pada diriku sendiri, aku menangis tersedu sedu sambil meremas remas dadaku.
"tega sekali diaz padaku" kataku lagi sambil mencabik cabik ujung bajuku.
"argghhh......." aku berteriak meluapkan semua rasa sakit dalam dadaku.
*********
Aku mulai menjalani keseharianku dengan status baru, "JoMBLo"...
Pertemuan terakhir kami di kampusnya, menjadi titik terang hubungan kami. yaaa.. diaz sudah membuangku... memutuskan hubungan kami, bahkan orangtuanya pun sudah melepasku dan "mengembalikan" ku pada ibuku.
3 hari lamanya aku cuti, larut dalam kesedihanku.. ibu dan dirga hanya bisa diam melihat aku terpuruk...
"ya Allah, apa Engkau tak mengijinkanku bahagia?? kenapa setiap kebahagiaan yang ada, harus Kau renggut kembali?" keluhku dalam hati.
__ADS_1
*jangan lupa vote dan like ya reader... supaya author lebih semangat lagi updatenya.....