Realita Cinta

Realita Cinta
Get Married


__ADS_3

Mendekati hari H, baik keluargaku maupun keluarga bima, sama sama sibuk menyiapkan segala sesuatunya meskipun sudah di serahkan pada wedding organizer, tapi mereka tetap memastikan segala sesuatunya sendiri,karena pernikahan ini merupakan acara pernikahan pertama di keluargaku maupun keluarga bima, mengingat aku yang merupakan anak sulung dan bima seorang anak tunggal.


"beberapa hari ke depan saya ga bisa jemput kamu" kata bima.


"gapapa.. aku ngerti kok, kamu cutinya mulai kapan dan berapa hari?" tanyaku.


"saya ambil cuti sehari sebelum hari H dan rencananya mau mengajukan cuti selama satu minggu, semoga di acc sama atasan, aamiin, kalo kamu? mulai kapan cuti?" jawabnya dan bertanya balik.


"aku rencananya cuti 2 hari sebelum hari H, masih ada ritual sebelum hari pernikahan" jawabku.


" ritual apa?" tanya bima.


"ga tau ibu, aku cuma nurutin saran ibu aja"


"owh yaudah, kira2 cuti kamu berapa hari?"


"aku mau mengajukan cuti selama 10 hari, hehhee" jawabku sambil nyengir kuda.


"emang bisa selama itu??" tanyanya.


" bisa donk, selama ini kan aku jarang ambil cuti" jawabku yakin.


"ya sudah...kalo gitu, saya bakal kangen berat nih, ga bisa ketemu kamu selama beberapa hari" katanya lesu.


"cuma beberapa hari aja ga ketemunya, setelah ini, kita sudah sama sama terus, pagi, siang, malem, hehe" jawabku mencoba menghibur bima.


"Love you sayang" ucap bima tiba tiba jadi romantis.


"Love you too sayangku"jawabku tak kalah romantis, walau dalam hati masih agak canggung memanggilnya sayang.


********


Sampai juga pada hari dimana aku dan bima harus di pingit.... bima hanya bisa mengirimiku pesan, tak bisa video call seperti hari hari kemaren.


"saya kangen, pengen lihat wajah kamu" isi sms dari bima.


"hehe... aku juga kangen sama kamu, kangen banget malah" balasku.


"kamu lagi apa?" bima mengirimiku sms lagi


"Aku lagi pasang henna sama mau pake lulur pengantin" balasku.


" hemmmm....henna itu yang di gambar gambar ditangan ya?? kaya orang india?"

__ADS_1


"hihihiii... iya kamu tau?" balasku


"iya saya pernah lihat waktu menghadiri undangan nikah temen, pengantin wanitanya di gambar gambar gitu tangannya" balas bima lagi.


" ohhh gitu, tanganku juga besok bakal begitu....hehe...yaa udah, kamu jangan sampe kecapean ya? ini hari terakhirmu kerja sebelum cuti kan??"


" iyaa... besok kan sudah akad, masak iya saya masih harus kerja, hehe" balasnya.


"ya udah deh, aku fokus pake henna dulu ya, bye sayang" balasku mengakhiri sms ria kami.


"bye sayang, sampe ketemu besok setelah sah jadi istrinya bima, love you" balasnya.


"love you too calon laki" balasku.


🍒🍒🍒🍒🍒


Malam ini terasa sangat panjang bagiku, setelah seharian berkutat dengan berbagai persiapan, badan terasa sangat lelah namun mata enggan terpejam.


Daritadi hanya bolak balik badan di atas kasur yang sudah dihias dan diberi wewangian bunga khas kamar pengantin.


"hadehhh ini kenapa aku ga bisa tidur" gumamku.


"cari angin bentar diluar, enak kali ya" pikirku.


Aku berjalan keluar, mondar mandir di depan teras rumah mencari angin segar, semoga setelah ini bisa tidur, batinku.


Capek mondar mandir, aku duduk di kursi teras,pikiran melayang entah kemana.


"kenapa kamu belom tidur?" tanya sebuah suara tiba tiba.


Aku meloncat dari kursi saking kagetnya,


Akupun menoleh,


"ka...kamu?" kataku terbata, benar benar terkejut melihat kehadiran diaz dirumahku tengah malam begini.


"iyaa.. ini aku... aku ga bisa tidur mikirin kamu!" ucapnya sendu.


"kamu ngapain disini malem malem?" tanyaku ragu.


"aku kesini memang mau ketemu kamu, dan kebetulan sekali kamu lagi diluar pas aku sampe sini" jawabnya.


"trus kamu mau apa?" tanyaku sedikit takut pada diaz, takut dia berbuat macam macam seperti tempo hari.

__ADS_1


"aku cuma mau meyakinkan hatiku buat bener bener ngelepas kamu dari hidupku" ujarnya, terdengar kesedihan yang mendalam dari suaranya.


"kamu sudah yakin mau nikah sama bima?" lanjutnya bertanya.


"insyaAllah aku yakin" jawabku masih takut takut diaz akan berbuat macam macam.


"kamu mencintai dia?" tanyanya lagi.


"iyaaa, aku sangat mencintai dia"


"maaf kalo buat kamu takut, aku ga akan berbuat macam macam, jadi kamu ga perlu was was begitu" kata diaz yang melihat sikapku takut padanya.


"apa kamu sudah benar benar nglupain aku chy?apa di hatimu ga da tersisa sedikitpun rasa cinta buatku?" diaz masih belum yakin akan jawabanku tadi.


"sejak kamu memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita, sejak itu aku belajar melupakan kamu diaz, sakit sekali hatiku saat itu tapi aku berusaha bangkit dan mengubur dalam dalam semua kenangan bahkan cintaku padamu, saat itu aku sudah berusaha keras untuk mengembalikan keadaan, tapi kamu tetap acuh tak acuh, dan kamu tau seberapa besar perjuanganku buat dapat kepercayaanmu lagi saat itu kan?tapi dengan mudahnya kamu akhiri semuanya diaz!"jawabku panjang lebar.


"ya aku memang salah chy dan aku tau kamu sudah berusaha saat itu... aku dikuasai emosi sesaat yang membawa penyesalan untuk seumur hidupku" kata diaz lagi, kali ini suaranya serak karena menahan tangis.


"maafin aku kalo selama ini masih belom bisa jadi yang terbaik buat kamu diaz, aku mohon biarkan aku bahagia dengan pilihanku sekarang dan aku harap kamu juga dapat menemukan kebahagiaanmu diluar sana" jawabku berusaha membesarkan hati diaz.


Diaz ambruk dan mulai menangis tersedu sedu, aku sebenarnya tak tega melihatnya begini, tapi aku bisa apa? aku hanya bisa melihatnya saja.


"aku akan berusaha mengikhlaskan kamu chy.." katanya kemudian setelah puas menumpahkan segala rasa sakitnya dengan menangis di hadapanku.


"terimakasih diaz...." jawabku sambil menitikkan airmata haru.


"ya sudah, aku sudah dapat jawaban pasti dari kamu dan sekarang aku sudah yakin buat ngelepas kamu menikah dengan oranglain, aku doakan semoga kamu bahagia chy, dan maafkan kelakuanku tempo hari" ucapnya dengan tulus.


Dia mengajakku berjabat tangan untuk yang terakhir kalinya, akupun menyambut uluran tangannya dengan sukacita.


"iyaa aku sudah maafin kamu kok diaz, makasih buat semuanya..." jawabku sambil terus menjabat tangannya.


"maaf mungkin besok aku ga bisa hadir ke pernikahan kamu, tapi mama papa pasti hadir kok" katanya.


"kamu kenapa ga hadir? katanya sudah ikhlas?" tanyaku masih heran.


"gapapa, aku takut baper aja" jawabnya santai.


" ya udah aku pulang dulu, kamu istirahat sana, besok bakal jadi hari yang panjang dan melelahkan buat kamu" ucapnya lagi.


Setelah diaz pergi, aku masuk ke dalam rumah, pikiranku sedikit plong setelah bertemu diaz, sekarang aku berusaha untuk memejamkan mata, supaya esok badan lebih fit.


*dibantu yaaa readersss... like dan vote sebanyak banyaknya.....

__ADS_1


__ADS_2