
Puas berjalan jalan di pulau eksotis, Lombok, sebelum pulang aku sempatkan bersilaturahmi dengan keluarga dari ayahku yang masih menetap di lombok, temu kangen hanya beberapa jam saja karena sore hari, kami sudah harus terbang ke kampung halaman tercinta.
"Alhamdulillah.......sampeeeee"kataku setelah mendarat cantik di kasur kesayanganku.
"kangen banget kayaknya sama kasurnya" goda bima.
"kalo dulu memang iyaaa.. suka kangen berat sama kasur ini... tapi sekarang lebih suka kangen sama orang iniiiih" jawabku sambil menunjuk hidung mancung bima.
"beberapa tahun ke depan, yakin masih bisa bilang kangen sama saya?" tanya bima sambil mencium jari telunjukku.
"sekarang, nanti bahkan bertahun tahun ke depan, kamu bakal selalu ngangenin sayang.." jawabku sambil memeluk leher bima.
"love you" kata bima sambil mencium bibirku.
"love you too suami" jawabku setelah menggigit bibir bima hingga dia melepaskan ciumannya.
"sudah pinter gigit gigit yah sekarang" kata bima gemas, sambil mencubit kedua pipiku.
"kan kamu yang ngajarin....wekkkkk" jawabku sambil menjulurkan lidah.
"nakal ya... harus di hukum lebih keras kayaknya ntar malem" sahutnya sambil terkekeh.
"modussss...." jawabku sambil berlalu dari kamar dan terkekeh.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
Seminggu kemudian, keseharian kami berjalan lancar seperti biasanya, sesuai niat kami yang ingin mandiri, aku dan bima memutuskan untuk segera pindah kerumah baru yang telah dibeli oleh bima.
"ibu sebenernya ga setuju kalian pindah, lebih senang kalian tinggal disini saja sama ibu dan dirga" kata ibu sedih.
"bu, echy bakal sering2 main kesini kok, ya kan bim?" jawabku sambil melirik bima.
"iya bu, bahkan kami akan menginap secara bergantian, dirumah ibu, dirumah ummi biar adil, hehhe" jawab bima berusaha mencairkan suasana yang mulai sedih.
"echy sama bima mau belajar mandiri bu, tolong bantu dengan doa dan dukungannya" kataku lagi sambil mengelus lembut pundak ibu dan menempelkan dagu dipundaknya.
" ya sudah kalo memang ini sudah jadi keputusan kalian berdua, ibu selalu doakan yang terbaik" kata ibu sambil mengelus punggung tanganku.
"makasih bu atas segala doa ibu selama ini" kataku lagi, kali ini aku langsung memeluk ibu dan menangis.
"jangan nangis donk nak, ibu bisa berat ngelepas kamu pindah dari sini" ucap ibu sambil menghapus airmataku.
"jadi rencana kapan pindah?" tanya ibu lagi.
"besok bu, kita sudah selesai packing barang yang perlu dibawa" jawabku.
********
__ADS_1
"gimana sayang?? suka sama rumahnya?"kata bima sambil menunjuk rumah yang dibeli dengan hasil jerih payahnya sendiri tersebut.
"aku suka banget sayang, serasa mimpi jadi nyata..." kataku berlari menghambur kedalam pelukannya.
"cuma ini yang bisa saya kasih ke kamu sayang, ga seperti di novel novel, mansion mewah nan megah" kata bima sambil membalas pelukanku.
"ini sudah lebih dari cukup sayang, aku bersyukur atas semuanya, suami yang baik dan tampan serta perhatiannya yang luar biasa kepada istri" jawabku.
"saya juga bersyukur dapat istri cantik, sholihah dan tidak banyak menuntut pada suami" kata bima mencium puncak kepalaku yang tertutup hijab.
Setelah bersih bersih secukupnya, malam ini malam pertama kami tinggal dirumah sendiri, walau belom terisi penuh dengan peralatan rumah tangga, hanya ada sofa panjang dan meja kecil serta sebuah tv flat,terasa nyaman karena lebih punya privasi sendiri.
"sayang, mau coba sensasi baru ga?" tanya bima dengan wajah genitnya.
"hmmmm.... diliat dari wajahmu, kayaknya sensasi berbau mesum nih kayaknya" jawabku sambil memicingkan sebelah mata ke arah bima.
"haahaa....." bima terbahak, jarang jarang dia bisa tertawa lepas seperti sekarang.
"aih... kenapa malah ketawa??" tanyaku heran.
"mudah di tebak ya sayang?? apa wajah saya berubah jadi mesum sekarang??" kata bima masih sambil tertawa.
"mesum tingkat dewa kaliiii...." jawabku.
"mesum sama istri sendiri, berpahala lho...." jawabnya sambil menoel daguku.
"yuk ah kita cari pahala bareng bareng sayang, biar pahalanya tambah banyak dan cepet di kasih momongan" ajak bima dengan nada mesumnya.
Bima mengejarku lalu menggendongku keluar lagi dari kamar.
"katanya mau cari pahala, kok malah keluar lagi?" tanyaku heran karena bima malah menidurkan di sofa yang berhadapan dengan tv.
"cari pahalanya disini aja sayang, jangan di kasur terus, biar ada sensasinya" jawab bima sedang tangannya sudah melucuti pakaianku satu persatu.
"dasar mesum!" kataku memukul dada bidangnya pelan.
Akhirnya kami melakukannya di sofa, entah berapa kali, yang pasti hasrat bima makin lama makin tak terkendali, dia tak membiarkanku tidur nyenyak beberapa hari ini tapi aku menikmatinya meskipun kelelahan.
********
"chy, abis nikah kok makin kurusan aja?" kata tama.
"masak sih??" jawabku sambil melihat lihat badanku sendiri.
"kebanyakan begadang kayaknya" sahut desy dengan polosnya.
hahahaa..... tama dan desy kompak tertawa,
__ADS_1
"yeee malah ketawa.... punya laki, masa iya mau di anggurin??" jawabku mencebikkan bibir.
"yaelah sensi amat buk...becanda doank kaliii" kata tama terkekeh.
Sebulan menikah, kayaknya minggu minggu terakhir ini perasaanku jadi sensitif sekali, mudah menangis, mudah tersinggung...
"iiiiikh sayaaaang, jaket kotornya kok di gantung disitu sih??? kan banyak nyamuuukkk!!!! kataku pada bima dengan kesal.
"itu ga kotor sayang, baru juga dipake sekali" jawab bima dengan sabar.
"aku ga mau tau, sekarang ambil itu jaket dan taruh di mesin cuci!" kataku sambil berkacak pinggang.
"ya Allah, kamu kenapa sih?? jadi marah marah mulu sekarang?? lagi PMS ya?" kata bima masih tetap bersabar dengan kelakuanku yang makin aneh.
"aku ga akan marah kalo ga da sebabnya!" jawabku dengan nada sedikit ketus.
"yaaa dehh... maafin saya kalo gitu" akhirnya bima menyerah tak mau meladeniku yang sedang emosi.
"kamu abis ini ganti baju dulu baru tidur, kamu bauk!" kataku sambil berlalu ke kamar meninggalkan bima yang keheranan.
Bima Pov...
"aku bauk?? perasaan baru aja abis mandi" seruku pada diri sendiri.
Entah kenapa echy berubah jadi gampang marah akhir akhir ini, aku berusaha sabar untuk menghadapinya.. dan sekarang apalagi?? dia bilang aku bauk??padahal dia tau, aku habis mandi barusan... kayaknya tamu bulanannya mau dateng jadi emosian mulu! batinku.
End Pov
Malam haripun tak seperti biasa, echy tidur tak senyaman hari hari yang lalu, dia mudah terbangun dan lebih sering ke kamar mandi, meskipun tubuhnya lelah setelah melayani hasratku, dia tak lantas tertidur seperti biasanya, bahkan echy yang selalu menghindari nyemil di malam hari, sekarang memilih untuk nyemil kala dia tak bisa tidur.
Pagi hari bangun dengan wajah pucat,
"kamu kenapa pucat gitu sayang mukanya?? kamu sakit?" tanya bima khawatir, sambil menyentuh keningku.
"kamu ga demam" ujar bima setelah mengecek suhu tubuhku.
"kamu pusing?"tanyanya lagi,
Aku hanya menggelengkan kepalaku dengan lemah, sesekali aku menguap seakan ingin muntah.
"kayaknya aku masuk angin sayang, aku cuti ya hari ini, badanku lemes banget" kata echy.
"kita ke dokter aja kalo gitu ya sayang" ajak bima
"ntar aja deh, kamu kerja dulu gih, ntar kalo belom baik, aku telepon yaaa" sanggahku.
"ya udah kamu istirahat aja kalo gitu, ntar siang saya pulang, bawain kamu makan siang jadi kamu ga usah masak" kata bima sambil mencium keningku.
__ADS_1
"iyaa sayaang... beliinn aku rujak sekalian ya... pengen makan yang kecut plus pedes nih" kataju lagi sambil mencium punggung tangan bima yang akan berangkat kerja.
********